Forum Sains Indonesia

Ilmu Terapan => Ilmu Komputer => Topik dimulai oleh: Asfar_gtg pada September 01, 2009, 06:12:53 AM

Judul: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Asfar_gtg pada September 01, 2009, 06:12:53 AM
sebenarnya apa sich perbedaan hacker dengan cracker????????????
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Dhantez pada September 01, 2009, 08:17:57 AM
Sederhana.. Cracker adalah hacker yg memanfaatkan ilmunya utk tujuan 'merusak'..

Tujuan merusak ini tidak melulu harus untuk mendapatkan keuntungan.. Bisa saja hanya sekedar iseng. Seperti pembobolan website pemilu yg lalu.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: regotihm pada September 02, 2009, 11:20:41 AM
terus apa bedanya antara "Cracker" sama "Black hat Hacker" :D
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: ndy_88 pada September 05, 2009, 05:28:35 AM
cracker, lebih parah dibandingin ama black hat hacker...
cos cracker juga sifatnya lebih penghancur dan merusak :)

klau black hat hacker, memakai ilmu buat menguji suatu sistem..
dan kerusakan yg diperbuat juga gk separah cracker
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelangtangan pada Januari 14, 2010, 09:03:00 AM
klo cracker dia emang ng da niat baek....
klo black hat hacker itu masih ada sedikit "iman" dalam hatinya.

kira2 gtu lah....
tapi sama2 mempelajari kelemahan suatu system.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 22, 2010, 07:29:28 AM
klo cracker dia emang ng da niat baek....
klo black hat hacker itu masih ada sedikit "iman" dalam hatinya.

kira2 gtu lah....
tapi sama2 mempelajari kelemahan suatu system.

Terus bagaimana dengan 'crack' software berbayar yang temukan para cracker, tujuannya supaya banyak orang bisa menggunakan aplikasi tersebut tanpa berbayar. Dan memang banyak terbantu juga kan? Seperti OS windows yang kita gunakan sekarang ini (saya termasuk saat ini) , kalau nggak hasil crack dari para cracker, mungkin pada saat ini saya tidak bisa membalas postingan ini....:)
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 22, 2010, 09:35:22 PM
Mungkin untung di kita, tapi bagaimana dengan pengembang software asli? Mereka mengeluarkan dana besar untuk pengembangan software, dan kalau dibajak mereka gak dapat duit. Gak jauh beda dari studio bikin film, terus ada yang bajak filmnya...

Hacker adalah status tertinggi dalam dunia IT, dan cracker sebagian besar justru bukan hacker. Seseorang yang bermodal beberapa tool saja bisa jadi cracker, tapi mereka gak bisa disebut hacker.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 23, 2010, 03:33:10 AM
Menurut saya masalah ini perlu diperdebatkan juga. Orang mengembangkan software itu tidak perlu sumber daya yang besar seperti membangun pabrik misalnya. Cukup dengan menguras pikiran maka sebuah software bisa dikembangkan. Kalau hasil pemikiran dianggap sebagai hak kekayaan intelektual, terus bagaimana dengan rumus-rumus ilmu pengetahuan yang lainnya seperti rumus phytagoras misalnya, dimana orang yang menemukan rumus tersebut juga telah menguras pikirannya dalam menemukan rumus tersebut, tetapi nyatanya kita bisa bebas menggunakan rumus tersebut untuk keperluan kita tanpa harus membayar lisensi.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 24, 2010, 12:06:05 AM
Menurut saya masalah ini perlu diperdebatkan juga. Orang mengembangkan software itu tidak perlu sumber daya yang besar seperti membangun pabrik misalnya. Cukup dengan menguras pikiran maka sebuah software bisa dikembangkan. Kalau hasil pemikiran dianggap sebagai hak kekayaan intelektual, terus bagaimana dengan rumus-rumus ilmu pengetahuan yang lainnya seperti rumus phytagoras misalnya, dimana orang yang menemukan rumus tersebut juga telah menguras pikirannya dalam menemukan rumus tersebut, tetapi nyatanya kita bisa bebas menggunakan rumus tersebut untuk keperluan kita tanpa harus membayar lisensi.
Tidak perlu sumber daya yang besar? Anda kira perusahaan seperti microsoft, oracle, SUN, ADOBE dsb itu mengeluakan dana berapa untuk pengembangan software? Berapa besar gaji programmer dan biaya lain untuk pengembangan? Padahal programmernya gak cuma 1-2. Jika dikasih gratis, mereka mau dapat duit dari mana?
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: utusan langit pada Januari 24, 2010, 01:42:01 AM
Tidak perlu sumber daya yang besar? Anda kira perusahaan seperti microsoft, oracle, SUN, ADOBE dsb itu mengeluakan dana berapa untuk pengembangan software? Berapa besar gaji programmer dan biaya lain untuk pengembangan? Padahal programmernya gak cuma 1-2. Jika dikasih gratis, mereka mau dapat duit dari mana?

saya setuju,..
namun yang jadi pertanyaan saya,.. bagaimana dengan pengambang freeware? yang 100%gratis tis?
dapat dari mana pengembangnya dapat uang?
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 24, 2010, 06:33:21 AM
Menurut saya masalah ini perlu diperdebatkan juga. Orang mengembangkan software itu tidak perlu sumber daya yang besar seperti membangun pabrik misalnya. Cukup dengan menguras pikiran maka sebuah software bisa dikembangkan. Kalau hasil pemikiran dianggap sebagai hak kekayaan intelektual, terus bagaimana dengan rumus-rumus ilmu pengetahuan yang lainnya seperti rumus phytagoras misalnya, dimana orang yang menemukan rumus tersebut juga telah menguras pikirannya dalam menemukan rumus tersebut, tetapi nyatanya kita bisa bebas menggunakan rumus tersebut untuk keperluan kita tanpa harus membayar lisensi.
Tidak perlu sumber daya yang besar? Anda kira perusahaan seperti microsoft, oracle, SUN, ADOBE dsb itu mengeluakan dana berapa untuk pengembangan software? Berapa besar gaji programmer dan biaya lain untuk pengembangan? Padahal programmernya gak cuma 1-2. Jika dikasih gratis, mereka mau dapat duit dari mana?
Yang anda maksud disini adalah sumber daya manusia, saya mengatakan diatas 'sumber daya' seperti mesin, cangkul, parang dll.
Kalau rujukan anda ke sumber daya pemikirannya terhadap pengembangan software, bagaimana dengan yang saya katakan diatas. Para ilmuwan dan pemikir2 terdahulu juga dengan berjerih payah menemukan ilmu-ilmu pengetahuan. Bahkan ada yang sampai sakit dan meninggal karena dipaksa berpikir keras. Coba kita bayangkan siapa yang menemukan sistem bilangan digit, dan dari sistem bilangan digit-lah software itu bisa dikembangkan seperti sekarang ini.
Nah, kenapa orang yang menemukan sistem bilangan digit itu tidak menuntut apa-apa dari jerih payahnya?

Perusahaan software besar dunia spt Microsoft, Adobe dll itu menurut saya pribadi adalah contoh manusia-manusia serakah dan tamak. Uang adalah segalanya bagi mereka.
Sebaiknya kita sebagai manusia yang waras jangan mengikuti jejak mereka. Kita tirulah para ilmuwan terdahulu yang memberikan dasar teori bagi berkembangnya ilmu pengetahuan, tidak perduli dengan apa yang mereka dapatkan dari hasil pemikirannya. Yang penting hidup manusia dipermudah oleh penemuan2nya, mereka sudah puas. Begitulah menurut saya manusia waras.
Mari kita dukung semua proyek-proyek open source, karena dikomunitas itulah hakikat manusia yang sebenarnya masih terkandung. ;)
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 24, 2010, 06:40:33 AM
saya setuju,..
namun yang jadi pertanyaan saya,.. bagaimana dengan pengambang freeware? yang 100%gratis tis?
dapat dari mana pengembangnya dapat uang?
Ilmu pengetahuan seharusnya demikian, free dan gratis. Pengembangan software itu masih dalam lingkup ilmu pengetahuan.
Kalau kita lihat komunitas pengembangan software gratis spt proyek2: mozilla, phpBB, php, mySQL dll, mereka tidak meminta bayaran bagi apa yg mereka kembangkan, karena menurut mereka itu adalah murni ilmu pengetahuan. Mungkin semacam donasi, dan penyertaan nama disetiap kode yang dikembangkan itu wajar dan pantas. Seperti layaknya para ilmuwan dan penemu terdahulu, mereka tetap dikenang namanya utk setiap apa yang mereka temukan, dan kadang diberi penghargaan spt Nobel dll.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 27, 2010, 12:58:18 AM
Hm, freeware bukannya gak bisa dapat duit lho. Dari pengalamanku membuat blog soal freeware, ada beberapa metode bagi pengembang freeware untuk dapat duit. Misal kerja sama dengan pihak ketiga untuk masang iklan di program mereka. Ini misalnya di format factory, yang memasang iklan situs brothersoft. Cara lain bisa juga dari donasi. Cara lain lagi adalah membuat beberapa versi, yakni versi free yang memiliki keterbatasan feature, dan versi berbayar yang fiturnya lebih lengkap (kebanyakan av gratisan tipenya begini).

Dan ilmuwan sendiri juga terkadang mengajukan hak paten kan? Apa mereka salah? Pihak lain tidak bisa sembarang memakai produk karya yang sudah dipatenkan tanpa membayar, apa ilmuwan penemu tadi mata duitan dan tamak?

Jika gak ingin bayar untuk software-software dari M$, Adobe atau developer lain, solusinya ya gunakan freeware. Meski harus belajar lagi, tapi itu adalah konsekuensi. Anda tak membayar gaji pegawai M$, Adobe, dll, lantas apa hak anda komplain? Gak mau bayar ya gak usah makai, praktis toh?
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: heru.htl pada Januari 28, 2010, 12:28:54 PM
^
^
^
Setuju 100% Pi-one...

Pakai saja yang gratis kalau nggak bisa beli, toh hampir sama, bahkan paling cuma tampilannya doang yang beda... Orang-orang Indonesia memang seharusnya sudah mulai belajar praktis, nggak usah muluk-muluk kalau, pakai program ya yang penting kan fungsi dan tidak perlu merugikan pihak lain, nggak usah yg tampilannya mentereng amat...
coba bayangkan, tahun 1990 ketika saya mulai belajar kode assembler, itu bahkan cuma ada tulisan + kode, nggak ada cursor sama-sekali, hanya ada 2-warna:: hitam vs. putih! Berbahagialah hari ini sudah ada banyak GUI apps, apalagi banyak yang gratisan macam berlisensi GNU/GPL.
Hargai kerja para programmer, menyusun kode menjadi aplikasi (apalagi aplikasi besar macam AutoCAD ataupun Photoshop) itu tidak mudah teman... butuh waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan dengan jam kerja >= 12 jam...
Kalau ada programmer yang mengkomer$ilkan programmya,
ya belilah kalau kita butuh,
JANGAN PAKAI CRACKER-AN, ITU ILLEGAL/MELANGGAR HUKUM!
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: heru.htl pada Januari 28, 2010, 12:43:11 PM
1 lagi rekan-rekan:

Meng-crack software komer$ial tidak ada tujuan lain kecuali merugikan developernya, itu pasti.

suatu persamaan logika, mendobrak pintu rumah orang lain yang terkunci dengan paksa supaya dapat menikmati makanan di dalam rumah itu secara paksa...
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 28, 2010, 09:02:37 PM
Hm, freeware bukannya gak bisa dapat duit lho. Dari pengalamanku membuat blog soal freeware, ada beberapa metode bagi pengembang freeware untuk dapat duit. Misal kerja sama dengan pihak ketiga untuk masang iklan di program mereka.
Ini namanya bukan softwarenya yang komersil. Komunitas/media-nya yang komersil.
Kutip
Ini misalnya di format factory, yang memasang iklan situs brothersoft.
Brothersoft itu bukan software, itu adalah semacam situs pencarian atau direktori software.
Kutip
Cara lain lagi adalah membuat beberapa versi, yakni versi free yang memiliki keterbatasan feature, dan versi berbayar yang fiturnya lebih lengkap (kebanyakan av gratisan tipenya begini).
Yang begini namanya bukan freeware, tetapi trial atau semacam software promosi. Sama seperti pedagang pisang, dikasih dulu satu biji pisangnya tuk dicobain, dengan harapan kita beli lebih banyak lagi pisangnya yang lain.
Kutip
Dan ilmuwan sendiri juga terkadang mengajukan hak paten kan? Apa mereka salah? Pihak lain tidak bisa sembarang memakai produk karya yang sudah dipatenkan tanpa membayar, apa ilmuwan penemu tadi mata duitan dan tamak?
Ada perbedaan hak paten dengan lisensi, walaupun rumus2 penemuan para penemu terdahulu dipatenkan, bukan berarti kita tidak bisa menggunakan rumus tersebut. Nah, kalau lisensi? Kita musti bayar untuk ini, kalau tidak bayar, kita disebut telah melanggar hukum.
Kutip
Jika gak ingin bayar untuk software-software dari M$, Adobe atau developer lain, solusinya ya gunakan freeware. Meski harus belajar lagi, tapi itu adalah konsekuensi. Anda tak membayar gaji pegawai M$, Adobe, dll, lantas apa hak anda komplain? Gak mau bayar ya gak usah makai, praktis toh?
Coba tinjau ulang dari atas, tidak pernah saya mengatakan 'komplain' dengan software berbayar. Saya hanya mengatakan perlu 'diperdebatkan'. Namanya juga forum, bukankah untuk ajang berdebat dan berdiskusi? Kok jadi situ yang emosi....
Kalau tidak suka mendebat dengan apa yang saya utarakan, jangan direplay...
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 28, 2010, 09:25:34 PM
Hargai kerja para programmer, menyusun kode menjadi aplikasi (apalagi aplikasi besar macam AutoCAD ataupun Photoshop) itu tidak mudah teman... butuh waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan dengan jam kerja >= 12 jam...
Kalau ada programmer yang mengkomer$ilkan programmya,
ya belilah kalau kita butuh,
JANGAN PAKAI CRACKER-AN, ITU ILLEGAL/MELANGGAR HUKUM!
Kalau memang pengembang software itu jago, seharusnya dibuatlah software yang tidak bisa dicrack orang lain. Pengembangan software ini hanyalah pengembangan imajinasi dan logika. Tidak dibutuhkan apa2 selain imajinasi dan logika.
Ini ibarat orang yang kursus atau orang yang belajar. Sah2 saja orang bayar mahal atau murah untuk seorang guru atau guru privat utk 'pelajaran' yang dia belum ketahui (kuasai).
Tetapi bagaimana dengan guru atau guru privat yang akan mengajarkan 'pelajaran' tersebut?  Apakah dia harus tetap 'membayar' untuk 'pelajaran' yang akan dia ajarkan itu?
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 28, 2010, 09:41:01 PM
Meng-crack software komer$ial tidak ada tujuan lain kecuali merugikan developernya, itu pasti.

suatu persamaan logika, mendobrak pintu rumah orang lain yang terkunci dengan paksa supaya dapat menikmati makanan di dalam rumah itu secara paksa...
Saya kira justru sebaliknya.
Mengcrack suatu software itu tidaklah sampai merusak software-nya. Justru secara halus peng-crack mencoba mengikuti alur logika pembuat software, lalau menemukan kelemahannya, dan itulah yang dicrack. Jadi tidak ada pemaksaan.
Nah, memaksa orang membayar sesuatu yang dia juga sudah ketahui, bukankah itu justru sebuah 'pemaksaan'?
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 30, 2010, 12:25:43 AM
Ini namanya bukan softwarenya yang komersil. Komunitas/media-nya yang komersil.
Aku gak bilagn softwarenya komersil kan? Aku bilang pengembang tetap bisa dapat duit dari (keberadaan) softwarenya.

Brothersoft itu bukan software, itu adalah semacam situs pencarian atau direktori software.
nggn software (Format Factory)nya sekaligus menjadi media iklan untuk situs brothersoft.

Yang begini namanya bukan freeware, tetapi trial atau semacam software promosi. Sama seperti pedagang pisang, dikasih dulu satu biji pisangnya tuk dicobain, dengan harapan kita beli lebih banyak lagi pisangnya yang lain.
Bukan tiral juga. untuk trial, biasa dikasih limit jumlah atau hari pemakaian.

Ada perbedaan hak paten dengan lisensi, walaupun rumus2 penemuan para penemu terdahulu dipatenkan, bukan berarti kita tidak bisa menggunakan rumus tersebut. Nah, kalau lisensi? Kita musti bayar untuk ini, kalau tidak bayar, kita disebut telah melanggar hukum.
Kutip
Tapi penemuan paten dari ilmuwan gak bisa sembarang digunakan pihak lain. Makanya ada banyak juga kasus tuntutan seputar paten temuan teknologi ini.

Coba tinjau ulang dari atas, tidak pernah saya mengatakan 'komplain' dengan software berbayar. Saya hanya mengatakan perlu 'diperdebatkan'. Namanya juga forum, bukankah untuk ajang berdebat dan berdiskusi? Kok jadi situ yang emosi....
Kalau tidak suka mendebat dengan apa yang saya utarakan, jangan direplay...
memperdebatkan apa? Kenapa mereka bikin software yang harus berbayar? Karena mereka juga keluar duit gede untuk proses pembuatan dan pengembangan produk itu. Sederhana saja, mereka bukan badan atau organisasi sosial. Komunitas open source lahir sebagai alternatif.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 30, 2010, 12:27:17 AM
Kalau memang pengembang software itu jago, seharusnya dibuatlah software yang tidak bisa dicrack orang lain.
Hanya ada 1 macam softare yang mutlak tidak bisa dicrack: software yang tidak pernah dipublikasikan pada pihak lain.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 30, 2010, 08:17:36 AM
Aku gak bilagn softwarenya komersil kan? Aku bilang pengembang tetap bisa dapat duit dari (keberadaan) softwarenya.
Yang dibahas diatas adalah tentang 'software' berbayar. Bukan 'iklan' berbayar.

Kutip
nggn software (Format Factory)nya sekaligus menjadi media iklan untuk situs brothersoft.
brothersoft itu tidak ada bikin software. Mereka hanya media tempat mendownload software. http://www.brothersoft.com/info/about.
Kutip
Yang begini namanya bukan freeware, tetapi trial atau semacam software promosi. Sama seperti pedagang pisang, dikasih dulu satu biji pisangnya tuk dicobain, dengan harapan kita beli lebih banyak lagi pisangnya yang lain.
Bukan tiral juga. untuk trial, biasa dikasih limit jumlah atau hari pemakaian.
Apa bedanya software trial dengan software fitur terbatas? Bukankah tujuannya sama2 promosi? Sepertinya anda kurang nangkap, bukankah saya sudah buat analoginya dengan 'pisang'?
Kutip
Tapi penemuan paten dari ilmuwan gak bisa sembarang digunakan pihak lain.
Tidak pernah ada larangan untuk menggunakan ilmu penemuan ilmuwan, tapi tetap dipatenkan supaya jgn ada lagi orang yang mengklaim itu penemuannya
Kutip
Makanya ada banyak juga kasus tuntutan seputar paten temuan teknologi ini.
Beda 'ilmu', beda 'teknologi'. Tekologi itu sudah dalam berbentuk fisik sedang 'ilmu' masih dalam bentuk 'abstrak', teknologi dipatenkan supaya tidak ada yang meniru 'teknologi' itu. Misalnya teknologi mesin diesel, tidak boleh sembarangan ditiru, harus minta izin dari si Diesel (bukan Van Diesel ya).
Kutip
memperdebatkan apa? Kenapa mereka bikin software yang harus berbayar? Karena mereka juga keluar duit gede untuk proses pembuatan dan pengembangan produk itu. Sederhana saja, mereka bukan badan atau organisasi sosial.
Apakah anda punya bukti kalau untuk mengembangkan software itu harus keluar 'duit gede'?
Kutip
Komunitas open source lahir sebagai alternatif.
Siapa bilang komunitas open source lahir sebagai alternatif? Itu adalah jawaban bagi perampok seperti perusuhaan2 software berbayar yang ingin mengeruk keuntungan sebesar2nya dari gain yang sangat kecil.
Anda baca dulu apa defenisi open source:
http://www.opensource.org/docs/osd

dan juga lihat:
http://www.linux.org/about/mission.html
http://www.phpbb.com/about
http://www.mysql.com/
http://www.php.net/
http://www.apache.org/
http://www.oscommerce.com/
dll

Ada banyak cara untuk mendapatkan duit dari pengembangan software tanpa harus menjual lisensi.
Sungguh janggal anda mengatakan 'tidak ada yang perlu diperdebatkan' lagi.
Kalau anda tidk ada ide utk melakukan debat, jangan mengatakan 'tidak ada yang perlud diperdebatkan lagi'. Terlalu dangkal anda mengatakan seperti itu sobat!
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Januari 30, 2010, 08:27:28 AM
Hanya ada 1 macam softare yang mutlak tidak bisa dicrack: software yang tidak pernah dipublikasikan pada pihak lain.
Kalau memang demikian adanya, seharusnya sadarlah para perusahaan software, jangan 'menjualnya' lagi, ada banyak cara untuk mendapatkan uang untuk pengembangan software selain daripada menjual lisensi.

Jangan karena tidak bisa melindungi softwarenya dari peretas, lalu menggunakan 'hukum' untuk melindunginya. Itu 'banci' namanya.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: idiotique_hebb pada Januari 30, 2010, 04:13:57 PM
Yang dimaksud disini adalah "penghormatan" bagi si software developer. Karena untuk mengembangkan software bukan hanya imajinasi dan logika saja yang diperlukan, tapi juga waktu dan biaya. Penghormatan disini bukan melulu soal uang, beli lisensi dll tapi termasuk
Kutip
Integrity of The Author's Source Code "The license may restrict source-code from being distributed in modified form only if the license allows the distribution of "patch files" with the source code for the purpose of modifying the program at build time. The license must explicitly permit distribution of software built from modified source code. The license may require derived works to carry a different name or version number from the original software."
It's okay jika kita mengikuti filosofi dari Open Source Community, tapi jangan sampai merendahkan para programmer yang mengembangkan software mereka demi tujuan komersil, biarlah mereka mengembangkan produk mereka, jika kita tidak setuju, ya ndak usah pake software mereka, apalagi pake yang bajakan (duh..), toh sudah banyak sekali software yang free dan cukup powerfull. Beruntunglah kita yang sudah bisa memperdebatkan apa definisi shareware, freeware dan bajakan.

Yang saya tekankan disini marilah kita hargai orang-orang yang sudah berkomitmen untuk menyerahkan waktu dan energi mereka untuk pengembangan software. Setidaknya kita mengikuti peraturan yang ada, dan jangan merubah jalur ini menjadi sebuah kejahatan dengan piracy. Saya pikir para programmer Open Source juga sependapat demikian.

return 0;
}
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 31, 2010, 01:24:08 AM
Yang dibahas diatas adalah tentang 'software' berbayar. Bukan 'iklan' berbayar.
Aku bicara tentang software yang bisa tetap menghasilkan duit bagi pembuatnya meski gratis.

brothersoft itu tidak ada bikin software. Mereka hanya media tempat mendownload software. http://www.brothersoft.com/info/about.
Aku tahu. Borthersoft itu pihak yang masang iklan di software freeware format factory. Anda nangkap gak sih?

Apa bedanya software trial dengan software fitur terbatas? Bukankah tujuannya sama2 promosi? Sepertinya anda kurang nangkap, bukankah saya sudah buat analoginya dengan 'pisang'?
Kurasa anda yang kurang nangkap. Versi software yang gratis dengan limitasi fitur disebut versi free (atau kadang disebut versi lite), bukan versi trial. Software semacam ini bisa tetap dipakai tanpa batasan waktu atau jumlah pemakaian seperti versi trial. Cuma sebagian fitur yang gak dikasih. Misal untuk anti spyware, tidak dikasih perlindungan real time atau support product, tapi tetap bsia diapakai untuk membersihkan spyware dan malware yang sudah ada dan tetap bisa update definisinya.

Tidak pernah ada larangan untuk menggunakan ilmu penemuan ilmuwan, tapi tetap dipatenkan supaya jgn ada lagi orang yang mengklaim itu penemuannya
Apa yang salah dari mengklaim satu penemuan?

Beda 'ilmu', beda 'teknologi'. Tekologi itu sudah dalam berbentuk fisik sedang 'ilmu' masih dalam bentuk 'abstrak', teknologi dipatenkan supaya tidak ada yang meniru 'teknologi' itu. Misalnya teknologi mesin diesel, tidak boleh sembarangan ditiru, harus minta izin dari si Diesel (bukan Van Diesel ya).
Anda gak pernah baca-baca, apa saja paten yang menjadi konflik dalam bidang teknologi informasi atau teknologi?

Apakah anda punya bukti kalau untuk mengembangkan software itu harus keluar 'duit gede'?
Sederhana saja. Anda kira berapa bayaran bagi pengembang software di microsoft, adobe, google dll? Anda kira tiap tahu, M$, Nokia, Samsung, Sony, Adobe dll menyisihkan dana seberapa besar untuk r&d saja?

Siapa bilang komunitas open source lahir sebagai alternatif? Itu adalah jawaban bagi perampok seperti perusuhaan2 software berbayar yang ingin mengeruk keuntungan sebesar2nya dari gain yang sangat kecil.
Mendapat untung sebesar-besarnya adalah prinsip ekonomi. Apa yang salah? Seperti kataku, jika tidak ingin, jangan pakai. jangan menggunakannya untuk membenarkan 'aksi perampokan' lain.

Ada banyak cara untuk mendapatkan duit dari pengembangan software tanpa harus menjual lisensi.
Sungguh janggal anda mengatakan 'tidak ada yang perlu diperdebatkan' lagi.
Kalau anda tidk ada ide utk melakukan debat, jangan mengatakan 'tidak ada yang perlud diperdebatkan lagi'. Terlalu dangkal anda mengatakan seperti itu sobat!
Silakan ajukan cara itu apda mereka, tapi jangan lupa, ada banyak pihak di balik perusahaan 'perampok itu'. Apa yang terjadi jika keuntungan mereka turun drastis? Rasionalisasi, itukah mau anda? Kita tak bisa menilai hanya dari 1 sudut pandang. Jika anda hanya nilai dari 1 sisi saja, maka memagn tak ada yang perlu diperdebatkan.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: heru.htl pada Januari 31, 2010, 02:37:04 PM
Kembali ke topik rekan-rekan,

Saya sendiri salah satu pengembang open source, tujuan saya bukan untuk membangkrutkan perusahaan software komersial, itu jelas, dan saya yakin adalah bukan format GNU, BSD, ataupun fondasi software bebas-masal lainnya untuk membangkrutkan software komersial.

-- Cracker :: momok :: penjebak --
Yang menjadi problema pelik saat ini justru tindakan para cracker, mereka bukan hanya merugikan perusahaan software komersial, tetapi telah menjebak masyarakat awam pada tindakan ilegal memakai software komersial hasil crack...
Masyarakat awam terjebak pada bias pandangan akibat software crack, hingga timbul salah kaprah bahwa seakan semua software itu bahkan gratis atau bisa dengan mudah didapatkan dengan "menyalin", atau cukup membayar "RP 15 REBU"...
Dari survey langsung dilapangan sejak akhir tahun 2007, di wilayah dalam radius 20 km dari tempat tinggal saya, 90% pengguna komputer bahkan menggunakan "M$ Windows bajakan" + software crack terinstallasi didalamnya... (copy M$ Windows 7 + keygen hanya Rp 15.000, dan ternyata dijual bebas dengan "restu bad police officer setempat" ? ? ?).
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Februari 02, 2010, 06:45:26 PM
Aku bicara .....
Oke Pi-One, antara kamu dan gue kita tutup saja disini. Kita sudah tidak nyambung.
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Februari 02, 2010, 07:03:15 PM
Yang dimaksud disini adalah "penghormatan" bagi si software developer. Karena untuk mengembangkan software bukan hanya imajinasi dan logika saja yang diperlukan, tapi juga waktu dan biaya. Penghormatan disini bukan melulu soal uang, beli lisensi dll tapi termasuk
Kutip
Integrity of The Author's Source Code "The license may restrict source-code from being distributed in modified form only if the license allows the distribution of "patch files" with the source code for the purpose of modifying the program at build time. The license must explicitly permit distribution of software built from modified source code. The license may require derived works to carry a different name or version number from the original software."
Justru ini yang menurut saya janggal. Diatas saya sudah ibaratkan pengembangan software itu seperti ilmu pengetahuan, dan memang saya menganggap itu adalah ilmu pengetahuan. Penghormatan itu memang mutlak bagi pengembang (penemu), dan itu sudah saya utarakan diposting atas. Nah, kalau ada yang menjadikan 'nilai kehormatan' itu menjadi uang (komersil), menurut saya itu tidak terhormat lagi.
Kutip
It's okay jika kita mengikuti filosofi dari Open Source Community, tapi jangan sampai merendahkan para programmer yang mengembangkan software mereka demi tujuan komersil, biarlah mereka mengembangkan produk mereka, jika kita tidak setuju, ya ndak usah pake software mereka, apalagi pake yang bajakan (duh..), toh sudah banyak sekali software yang free dan cukup powerfull. Beruntunglah kita yang sudah bisa memperdebatkan apa definisi shareware, freeware dan bajakan.
Saya bukannya bermaksud menghalalkan pembajakan. Pembajakan itu tidak melulu untuk software berbayar. Software open source juga kalau digunakan tanpa menyertakan nama sipengembangnya, itu termasuk membajak juga. Contohnya yang memakai phpBB tapi menghilangkan link phpBB-nya di bagian kaki sudah termasuk membajak juga namanya.
Yang ingin saya perdebatkan adalah masalah software berbayar (lisensi berbayar).

Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Februari 02, 2010, 07:39:40 PM
-- Cracker :: momok :: penjebak --
Yang menjadi problema pelik saat ini justru tindakan para cracker, mereka bukan hanya merugikan perusahaan software komersial, tetapi telah menjebak masyarakat awam pada tindakan ilegal memakai software komersial hasil crack...
Masyarakat awam terjebak pada bias pandangan akibat software crack, hingga timbul salah kaprah bahwa seakan semua software itu bahkan gratis atau bisa dengan mudah didapatkan dengan "menyalin", atau cukup membayar "RP 15 REBU"...
Saya kurang setuju dengan hal ini. Coba kalau kita flashback sedikit.
Pada tahun2 dibawah sebelum adanya tekanan dari AS ke pemerintah Indonesia  mengenai penggunaan software bajakan (terutama software Msoft), adakah di Indonesia yang menggunakan Software berlisensi?
Nah, kalau memang software Msoft itu berlisensi, kenapa tidak dari dulu 'ditekan'.
Yang menjadi pertanyaan, kalau seandainya sampai sekarang ini masyarakat indonesia belum terbiasa (termanjakan) dengan software bajakannya msoft, bakal adakah 'tekanan' dari AS ke pemerintah indo mengenai penerapan HAKI untuk software berlisensi di INdonesia?

Dan satu hal yang paling janggal yang masih belum terjawab pikiran saya, bagaiman misalnya kalau kita tinggal sendiri di suatu hutan belantara , apakah kita masih lebih sadar untuk menggunakan software berlisensi dan di waktu yang sama, kita bisa mengcrack atau menggunakan software hasil crack?
Terlalu jauh berbicara di hutan belantara, bagaimana dengna kita apabila menggunakan dirumah sendiri (tidak bakal ada razia contohnya).
Kalau hanya dengan mengutak-atik hukum suatu negara, maka software itu bisa dijual (berbayar), kenapa tidak cari jalan lain selain daripada menjual lisensi untuk mendapatkan hasil dari pengembangan suatu software?

Contoh bijak: alangkah bijaknya produser2 musik dan penyani di Indonesia yang mengalihkan cara mendapatkan pemasukan melalui RBT daripada ngotot2an memaksa orang membeli kaset atau CD non-bajakan.

Sebab menurut saya masalah HaKI itu sendiri, jangankan di Indonesia, di seluruh dunia pun masih belum menemukan titik terang, terlalu banyak lobang dan kejanggalan.

Kalau mau membahas sedikit masalah HaKI, lihat disini:
http://www.greasy.com/komparta/sejarah_dan_perkembangan.html
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 02, 2010, 11:55:35 PM
Hahaha.... benar-benar utopia.

Produsen musik cuma mengandalkan RBT, maka tidak ada lagi penjualan CD/DVD musik? Bagaimana nasib penjual CD original? Toko kaset? Bahkan yang bajakan pun gak punya bahan buat dibajak...

Dan mereka yang tinggal di hutan belantara? Sejauh mana mereka memerlukan software-software kalau begitu?

Apakah ada yang makai software berlisensi? Jelas ada. Tapi prosentasenya rendah. Dan entah benar atau tidka, itu juga bisa dibilang stretegi. Secara tidak langsung, itu membua adanya ketergantungan pada produk M$. Dan mereka yang sudah terbiasa, akan sulit beralih ke produk lain. Coba tanya pada orang awam (bukan penggiat IT atau mahasiswa), berapa banyak dari mereka yang mau menyentuh OS selain M$Windows, setelah mereka terbiasa dengan Windows dan gak prnah nyentuh OS alterntif?
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: gelal pada Februari 03, 2010, 08:34:35 AM
Hahaha.... benar-benar utopia.

Produsen musik cuma mengandalkan RBT, maka tidak ada lagi penjualan CD/DVD musik? Bagaimana nasib penjual CD original? Toko kaset? Bahkan yang bajakan pun gak punya bahan buat dibajak...

Dan mereka yang tinggal di hutan belantara? Sejauh mana mereka memerlukan software-software kalau begitu?

Apakah ada yang makai software berlisensi? Jelas ada. Tapi prosentasenya rendah. Dan entah benar atau tidka, itu juga bisa dibilang stretegi. Secara tidak langsung, itu membua adanya ketergantungan pada produk M$. Dan mereka yang sudah terbiasa, akan sulit beralih ke produk lain. Coba tanya pada orang awam (bukan penggiat IT atau mahasiswa), berapa banyak dari mereka yang mau menyentuh OS selain M$Windows, setelah mereka terbiasa dengan Windows dan gak prnah nyentuh OS alterntif?
Beginilah tipikal insan Indonesia.
Sudah say bilang kita tidak nyambung dalam debat ini.
So, please gw jgn dibalas lagi dlm trit ini. Oke sobat...!
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 03, 2010, 11:55:33 AM
Jelas tidak nyambung, seperti kataku, anda terlalu mengharap utopia :)
Judul: Re: hacker vs cracker
Ditulis oleh: heru.htl pada Februari 04, 2010, 01:14:40 PM
-- Cracker :: momok :: penjebak --
Yang menjadi problema pelik saat ini justru tindakan para cracker, mereka bukan hanya merugikan perusahaan software komersial, tetapi telah menjebak masyarakat awam pada tindakan ilegal memakai software komersial hasil crack...
Masyarakat awam terjebak pada bias pandangan akibat software crack, hingga timbul salah kaprah bahwa seakan semua software itu bahkan gratis atau bisa dengan mudah didapatkan dengan "menyalin", atau cukup membayar "RP 15 REBU"...
Saya kurang setuju dengan hal ini. Coba kalau kita flashback sedikit.
Pada tahun2 dibawah sebelum adanya tekanan dari AS ke pemerintah Indonesia  mengenai penggunaan software bajakan (terutama software Msoft), adakah di Indonesia yang menggunakan Software berlisensi?
Nah, kalau memang software Msoft itu berlisensi, kenapa tidak dari dulu 'ditekan'.
Yang menjadi pertanyaan, kalau seandainya sampai sekarang ini masyarakat indonesia belum terbiasa (termanjakan) dengan software bajakannya msoft, bakal adakah 'tekanan' dari AS ke pemerintah indo mengenai penerapan HAKI untuk software berlisensi di INdonesia?

Dan satu hal yang paling janggal yang masih belum terjawab pikiran saya, bagaiman misalnya kalau kita tinggal sendiri di suatu hutan belantara , apakah kita masih lebih sadar untuk menggunakan software berlisensi dan di waktu yang sama, kita bisa mengcrack atau menggunakan software hasil crack?
Terlalu jauh berbicara di hutan belantara, bagaimana dengna kita apabila menggunakan dirumah sendiri (tidak bakal ada razia contohnya).
Kalau hanya dengan mengutak-atik hukum suatu negara, maka software itu bisa dijual (berbayar), kenapa tidak cari jalan lain selain daripada menjual lisensi untuk mendapatkan hasil dari pengembangan suatu software?

Contoh bijak: alangkah bijaknya produser2 musik dan penyani di Indonesia yang mengalihkan cara mendapatkan pemasukan melalui RBT daripada ngotot2an memaksa orang membeli kaset atau CD non-bajakan.

Sebab menurut saya masalah HaKI itu sendiri, jangankan di Indonesia, di seluruh dunia pun masih belum menemukan titik terang, terlalu banyak lobang dan kejanggalan.

Kalau mau membahas sedikit masalah HaKI, lihat disini:
http://www.greasy.com/komparta/sejarah_dan_perkembangan.html

Jika salah satu poin pertanyaan adalah "adakah di Indonesia yang menggunakan software berlisensi?"
===> Jawabnya singkat dan faktual ===> Ada! Dan saya adalah salah satunya, saya menggunakan 5 OS untuk 2 PC + 1 server: Debian Lenny, Xubuntu 8.04, Ubuntu 8.04.3, dyne::bolicII, & puredyne 9.10, semua resmi dan berlisensi GNU/GPL.

Yupps... silahkan rekan-rekan maintain thread ini... thx...