Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 28, 2022, 04:07:12 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 75
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 40
Total: 40

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

hacker vs cracker

Dimulai oleh Asfar_gtg, Agustus 31, 2009, 03:12:53 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Asfar_gtg

sebenarnya apa sich perbedaan hacker dengan cracker????????????

Dhantez

Sederhana.. Cracker adalah hacker yg memanfaatkan ilmunya utk tujuan 'merusak'..

Tujuan merusak ini tidak melulu harus untuk mendapatkan keuntungan.. Bisa saja hanya sekedar iseng. Seperti pembobolan website pemilu yg lalu.
Oba-chan ga itte ita: Ore wa ten no michi wo iki, subete wo tsukasadoru otoko

regotihm

terus apa bedanya antara "Cracker" sama "Black hat Hacker" :D

ndy_88

cracker, lebih parah dibandingin ama black hat hacker...
cos cracker juga sifatnya lebih penghancur dan merusak :)

klau black hat hacker, memakai ilmu buat menguji suatu sistem..
dan kerusakan yg diperbuat juga gk separah cracker

gelangtangan

klo cracker dia emang ng da niat baek....
klo black hat hacker itu masih ada sedikit "iman" dalam hatinya.

kira2 gtu lah....
tapi sama2 mempelajari kelemahan suatu system.

gelal

Kutip dari: gelangtangan pada Januari 13, 2010, 06:03:00 PM
klo cracker dia emang ng da niat baek....
klo black hat hacker itu masih ada sedikit "iman" dalam hatinya.

kira2 gtu lah....
tapi sama2 mempelajari kelemahan suatu system.

Terus bagaimana dengan 'crack' software berbayar yang temukan para cracker, tujuannya supaya banyak orang bisa menggunakan aplikasi tersebut tanpa berbayar. Dan memang banyak terbantu juga kan? Seperti OS windows yang kita gunakan sekarang ini (saya termasuk saat ini) , kalau nggak hasil crack dari para cracker, mungkin pada saat ini saya tidak bisa membalas postingan ini....:)

Pi-One

Mungkin untung di kita, tapi bagaimana dengan pengembang software asli? Mereka mengeluarkan dana besar untuk pengembangan software, dan kalau dibajak mereka gak dapat duit. Gak jauh beda dari studio bikin film, terus ada yang bajak filmnya...

Hacker adalah status tertinggi dalam dunia IT, dan cracker sebagian besar justru bukan hacker. Seseorang yang bermodal beberapa tool saja bisa jadi cracker, tapi mereka gak bisa disebut hacker.

gelal

Menurut saya masalah ini perlu diperdebatkan juga. Orang mengembangkan software itu tidak perlu sumber daya yang besar seperti membangun pabrik misalnya. Cukup dengan menguras pikiran maka sebuah software bisa dikembangkan. Kalau hasil pemikiran dianggap sebagai hak kekayaan intelektual, terus bagaimana dengan rumus-rumus ilmu pengetahuan yang lainnya seperti rumus phytagoras misalnya, dimana orang yang menemukan rumus tersebut juga telah menguras pikirannya dalam menemukan rumus tersebut, tetapi nyatanya kita bisa bebas menggunakan rumus tersebut untuk keperluan kita tanpa harus membayar lisensi.

Pi-One

Kutip dari: gelal pada Januari 22, 2010, 12:33:10 PM
Menurut saya masalah ini perlu diperdebatkan juga. Orang mengembangkan software itu tidak perlu sumber daya yang besar seperti membangun pabrik misalnya. Cukup dengan menguras pikiran maka sebuah software bisa dikembangkan. Kalau hasil pemikiran dianggap sebagai hak kekayaan intelektual, terus bagaimana dengan rumus-rumus ilmu pengetahuan yang lainnya seperti rumus phytagoras misalnya, dimana orang yang menemukan rumus tersebut juga telah menguras pikirannya dalam menemukan rumus tersebut, tetapi nyatanya kita bisa bebas menggunakan rumus tersebut untuk keperluan kita tanpa harus membayar lisensi.
Tidak perlu sumber daya yang besar? Anda kira perusahaan seperti microsoft, oracle, SUN, ADOBE dsb itu mengeluakan dana berapa untuk pengembangan software? Berapa besar gaji programmer dan biaya lain untuk pengembangan? Padahal programmernya gak cuma 1-2. Jika dikasih gratis, mereka mau dapat duit dari mana?

utusan langit

Kutip dari: Pi-One pada Januari 23, 2010, 09:06:05 AM
Tidak perlu sumber daya yang besar? Anda kira perusahaan seperti microsoft, oracle, SUN, ADOBE dsb itu mengeluakan dana berapa untuk pengembangan software? Berapa besar gaji programmer dan biaya lain untuk pengembangan? Padahal programmernya gak cuma 1-2. Jika dikasih gratis, mereka mau dapat duit dari mana?

saya setuju,..
namun yang jadi pertanyaan saya,.. bagaimana dengan pengambang freeware? yang 100%gratis tis?
dapat dari mana pengembangnya dapat uang?

gelal

Kutip dari: Pi-One pada Januari 23, 2010, 09:06:05 AM
Kutip dari: gelal pada Januari 22, 2010, 12:33:10 PM
Menurut saya masalah ini perlu diperdebatkan juga. Orang mengembangkan software itu tidak perlu sumber daya yang besar seperti membangun pabrik misalnya. Cukup dengan menguras pikiran maka sebuah software bisa dikembangkan. Kalau hasil pemikiran dianggap sebagai hak kekayaan intelektual, terus bagaimana dengan rumus-rumus ilmu pengetahuan yang lainnya seperti rumus phytagoras misalnya, dimana orang yang menemukan rumus tersebut juga telah menguras pikirannya dalam menemukan rumus tersebut, tetapi nyatanya kita bisa bebas menggunakan rumus tersebut untuk keperluan kita tanpa harus membayar lisensi.
Tidak perlu sumber daya yang besar? Anda kira perusahaan seperti microsoft, oracle, SUN, ADOBE dsb itu mengeluakan dana berapa untuk pengembangan software? Berapa besar gaji programmer dan biaya lain untuk pengembangan? Padahal programmernya gak cuma 1-2. Jika dikasih gratis, mereka mau dapat duit dari mana?
Yang anda maksud disini adalah sumber daya manusia, saya mengatakan diatas 'sumber daya' seperti mesin, cangkul, parang dll.
Kalau rujukan anda ke sumber daya pemikirannya terhadap pengembangan software, bagaimana dengan yang saya katakan diatas. Para ilmuwan dan pemikir2 terdahulu juga dengan berjerih payah menemukan ilmu-ilmu pengetahuan. Bahkan ada yang sampai sakit dan meninggal karena dipaksa berpikir keras. Coba kita bayangkan siapa yang menemukan sistem bilangan digit, dan dari sistem bilangan digit-lah software itu bisa dikembangkan seperti sekarang ini.
Nah, kenapa orang yang menemukan sistem bilangan digit itu tidak menuntut apa-apa dari jerih payahnya?

Perusahaan software besar dunia spt Microsoft, Adobe dll itu menurut saya pribadi adalah contoh manusia-manusia serakah dan tamak. Uang adalah segalanya bagi mereka.
Sebaiknya kita sebagai manusia yang waras jangan mengikuti jejak mereka. Kita tirulah para ilmuwan terdahulu yang memberikan dasar teori bagi berkembangnya ilmu pengetahuan, tidak perduli dengan apa yang mereka dapatkan dari hasil pemikirannya. Yang penting hidup manusia dipermudah oleh penemuan2nya, mereka sudah puas. Begitulah menurut saya manusia waras.
Mari kita dukung semua proyek-proyek open source, karena dikomunitas itulah hakikat manusia yang sebenarnya masih terkandung. ;)

gelal

Kutip dari: utusan langit pada Januari 23, 2010, 10:42:01 AM
saya setuju,..
namun yang jadi pertanyaan saya,.. bagaimana dengan pengambang freeware? yang 100%gratis tis?
dapat dari mana pengembangnya dapat uang?
Ilmu pengetahuan seharusnya demikian, free dan gratis. Pengembangan software itu masih dalam lingkup ilmu pengetahuan.
Kalau kita lihat komunitas pengembangan software gratis spt proyek2: mozilla, phpBB, php, mySQL dll, mereka tidak meminta bayaran bagi apa yg mereka kembangkan, karena menurut mereka itu adalah murni ilmu pengetahuan. Mungkin semacam donasi, dan penyertaan nama disetiap kode yang dikembangkan itu wajar dan pantas. Seperti layaknya para ilmuwan dan penemu terdahulu, mereka tetap dikenang namanya utk setiap apa yang mereka temukan, dan kadang diberi penghargaan spt Nobel dll.

Pi-One

#12
Hm, freeware bukannya gak bisa dapat duit lho. Dari pengalamanku membuat blog soal freeware, ada beberapa metode bagi pengembang freeware untuk dapat duit. Misal kerja sama dengan pihak ketiga untuk masang iklan di program mereka. Ini misalnya di format factory, yang memasang iklan situs brothersoft. Cara lain bisa juga dari donasi. Cara lain lagi adalah membuat beberapa versi, yakni versi free yang memiliki keterbatasan feature, dan versi berbayar yang fiturnya lebih lengkap (kebanyakan av gratisan tipenya begini).

Dan ilmuwan sendiri juga terkadang mengajukan hak paten kan? Apa mereka salah? Pihak lain tidak bisa sembarang memakai produk karya yang sudah dipatenkan tanpa membayar, apa ilmuwan penemu tadi mata duitan dan tamak?

Jika gak ingin bayar untuk software-software dari M$, Adobe atau developer lain, solusinya ya gunakan freeware. Meski harus belajar lagi, tapi itu adalah konsekuensi. Anda tak membayar gaji pegawai M$, Adobe, dll, lantas apa hak anda komplain? Gak mau bayar ya gak usah makai, praktis toh?

heru.htl

#13
^
^
^
Setuju 100% Pi-one...

Pakai saja yang gratis kalau nggak bisa beli, toh hampir sama, bahkan paling cuma tampilannya doang yang beda... Orang-orang Indonesia memang seharusnya sudah mulai belajar praktis, nggak usah muluk-muluk kalau, pakai program ya yang penting kan fungsi dan tidak perlu merugikan pihak lain, nggak usah yg tampilannya mentereng amat...
coba bayangkan, tahun 1990 ketika saya mulai belajar kode assembler, itu bahkan cuma ada tulisan + kode, nggak ada cursor sama-sekali, hanya ada 2-warna:: hitam vs. putih! Berbahagialah hari ini sudah ada banyak GUI apps, apalagi banyak yang gratisan macam berlisensi GNU/GPL.
Hargai kerja para programmer, menyusun kode menjadi aplikasi (apalagi aplikasi besar macam AutoCAD ataupun Photoshop) itu tidak mudah teman... butuh waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan dengan jam kerja >= 12 jam...
Kalau ada programmer yang mengkomer$ilkan programmya,
ya belilah kalau kita butuh,
JANGAN PAKAI CRACKER-AN, ITU ILLEGAL/MELANGGAR HUKUM!

heru.htl

1 lagi rekan-rekan:

Meng-crack software komer$ial tidak ada tujuan lain kecuali merugikan developernya, itu pasti.

suatu persamaan logika, mendobrak pintu rumah orang lain yang terkunci dengan paksa supaya dapat menikmati makanan di dalam rumah itu secara paksa...