Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

September 26, 2020, 09:04:07 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139600
  • Total Topik: 10375
  • Online Today: 36
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 19
Total: 19

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Penulis : Widy Rotib

Gelombang yang timbul akibat medan listrik dan medan magnet disebut gelombang elektromagnet. Gelombang elektromagnet yang terlihat oleh pancaindera manusia adalah cahaya dengan panjang gelombang berkisar pada 300-700 nm (nanometer). Gelombang diatas panjang gelombang 700 nm adalah inframerah dan dibawah 300 nm adalah ultraviolet. Manusia telah banyak memanfaatkan energi yang terdapat pada gelombang elektomagnet sejak dahulu kala. Tapi pemahaman tentang gelombang ini sendiri baru dapat dianalisis oleh kita sekitar abad 10.

Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan gelombang elektromagnet oleh manusia semakin sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perkembangan pemahaman tentang gelombang ini sendiri. Nama-nama seperti Isaac Newton dengan Hypothesis of Lightnya, Christian Huygens dengan teori rambat gelombang, Faraday dengan teori elektromagnetisme, James Clerk Maxwell yang berhasil memperbaiki teori rambat gelombangnya Christian Huygens, Max Planck dengan teori kuantum, Albert Einstein dan Louis de Broglie yang menyatakan bahwa cahaya adalah bentuk partikel dan gelombang dengan teori dualitas partikel-gelombang telah memberikan kontribusi yang besar dalam memanfaatkan gelombang elektromagnet dalam kehidupan sehari-hari.

Cahaya matahari yang merupakan pancaran gelombang elektromagnet adalah salah satu contoh dari sekian banyak bentuk energi yang dapat kita rasakan di bumi dan telah kita manfaatkan sumber dayanya berabad-abad. Pemberdayaan energi cahaya matahari pada setiap zaman semakin meningkat seiring dengan pengetahuan yang kita dapatkan dan salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang memanfaatkan energi foton cahaya matahari menjadi energi listrik.

Indonesia sendiri, sebuah negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa dan menerima panas matahari yang lebih banyak daripada negara lain, mempunyai potensial yang sangat besar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya sebagai alternatif batubara dan diesel sebagai pengganti bahan bakar fosil yang bersih, tidak berpolusi, aman dan persediaannya tidak terbatas. Berbagai instalasi sel surya telah banyak dipakai walaupun hanya pada beberapa golongan masyarakat mampu.

Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semi-konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim elektron ke perabot listrik.

Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik. Bahan dan cara kerja yang aman terhadap lingkungan menjadikan sel surya sebagai salah satu hasil teknologi pembangkit listrik yang efisien bagi sumber energi alternatif masyarakat di masa depan. Memberikan harapan kepada kita untuk mengelola alam secara lebih “alamiah”.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Light
http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_cell
en.wikipedia.org/wiki/Solar_collector

Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Articles dalam « Teknologi »

Tanggapan: * 8

1) Re: Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif
Comment by Aisha Q. Nada pada Juni 07, 2008, 03:31:36 AM

Di mana bisa saya dapatkan informasi produsen solar-cell yang sudah aplikatif untuk diaplikasikan di daerah saya. Terus terang akhir-akhir ini saya kesal dengan kualitas layanan PLN.
  2) Re: Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif
Comment by dwi qomarudin pada Agustus 14, 2008, 05:14:43 AM

mengenai solar cell saya sudah sering baca,tapi bagaimana Qt mengatur tegangan dan frekuensi listriknya???
bagaimana pula Qt bisa menyimpan energinya???
bisakah energi panas bumi dipakai untuk pembangkit listrik???
kan sama2 pnazz...
hahaha...
di indonesia kan banyak gunung api,jadi mengapa pemerintah ga mengembangkan energi ini untuk kehidupan???
  3) Re: Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif
Comment by bencong pada Desember 11, 2008, 08:23:49 AM

uda ada coy panas bumi....
namanya geotermal
baru chevron yg bikin
tepatnya di gunung salak
prosesnya yaitu sama kayak PLTU
cuma disini panas bukan dari tungku batu bara
tapi langsung dari panas bumi
gitchu...
4) Re: Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif
Comment by cartiman pada April 23, 2009, 12:57:00 AM

Kalau Mau Beli Paket Sel Surya Untuk Rumah ada tidak yah ?
Misal untuk daya 900 Watt, menggunakan Sel Surya nya seperti apa yah ?
  5) Re: Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif
Comment by Dady dharmawan pada Desember 06, 2009, 05:31:27 PM

Biasanya keluaran dari panel sel surya tu tegangannya dc dan untuk menyimpan energi sel surya di perlukan accu dan supaya bisa di gunakan untuk listrik rumahan atau ac di perlukan perubah tegangan dari dc ke ac yang di namakan inverter banyak di glodok harganya tergantung daya atau watt makin gede kapasitas watt nya makin mahal,gw beli yang 1500 watt tu harga nya sekitar 750rb ...cuman sayang tuk panel sel surya di indonesia sangat mahal...kalau mau nyoba ...beli aja kalkulator yang ada sel surya nya sebanyak mungkin ...kalau ga salah sel surya tsb bisa mengeluarkan 3 volt dc,cuma tuk ampere mungkin kecil,klw misalnya kita mau 12 volt dc maka kita harus punya 4 sel surya dan di pasang seri,dan tuk menaikan ampere maka 4 sel surya yang sudah di seri itu di paralel,makin banyak makin gede ampere.misalnya kita butuh tegangan 12 volt dc dengan ampere 10 Amp,maka kita membutuhkan 40 kalkulator  ......
  6) Re: Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif
Comment by EverGreen pada April 13, 2010, 11:39:00 AM

Pernah lihat berita ttg desa yg belum terjangkau listrik PLN, mereka pk solar sel. desa apa ya, ada yg tau? dapat dari mana, apa program pemerintah ya?
7) Re: Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif
Comment by Pak Tri pada April 29, 2010, 01:10:09 AM

Pemerintah harusnya memberikan tarif impor 0% untuk produk sperti sel surya dan sejenisnya atu pendukungnya. Ada apa pemerintah membiarkan harga energy alternative tergantung pasar. beri subsidi untuk yang mau memakai energy alternative.
Pemerintah jangan pelit. Pajak jangan di sunat. pegawai Depkeu kenapa gajinya lebih tinggi ?
Inilah negeri aneh bin ajaib. Apa nggak ingat sriwijaya hancur, mojopahit hancur, Indonesia kapan ?????
  8) Re: Aplikasi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif
Comment by aji.spjy pada Februari 14, 2012, 12:51:54 AM

nggak mudeng sama peng conversiannya,.. dari sinar mjd energi nih
Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.