Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

September 28, 2020, 09:03:51 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139600
  • Total Topik: 10375
  • Online Today: 36
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 1
Guests: 25
Total: 26

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Ketika kita menatap bintang di langit malam, kita dihadapkan pada kubah raksasa yang disebut bola langit. Orang yunani kuno membagi bola langit ini ke dalam daerah-daerah yang disebut rasi. Sampai saat ini diketahui ada 88 rasi bintang. Nama-nama rasi ini kebanyakan bersumber dari mitologi Yunani seperti Canis Major, Ursa Minor, Scorpio, dan Orion.

Ada banyak cara dalam penamaan bintang di antaranya dengan memberi nama dari bahasa Yunani (Scorpio, Crux, Ophiucus, Aquarius, Orion), penamaan berdasarkan rasi tempat bidang  tersebut berada (contoh : Alpha Centauri berarti bintang paling terang pada konstelasi Centauri, bintang kedua paling terang disebut Beta, dan seterusnya), dan penamaan berdasarkan nomor urutnya dalam katalog atau cara modern (contoh : NGC 6205).

Salah satu cara pengklasifikasian bintang adalah berdasarkan suhunya dan kemiripan susunan garis spektrumnya. Ada beberapa versi pengklasifikasian bintang, berikut pengklasifikasian bintang menurut Angelo Secchi (1863):
1. Kelas spektra O
Berwarna biru, temperatur > 30.000 K, garis-garis He terionisasi, garis N terionisasi 2x, garis Si terionisasi 3x, garis H tampak tapi lemah.
Contoh bintang : Alnitak, Bintang 10 Lacerta.
2. Kelas spektra B
Berwarna biru, temperatur 11.000 - 30.000 K, garis He netral, garis Si terionisasi 1 atau 2 x, garis O terionisasi, garis H tampak lebih jelas ketimbang kelas O.
Contoh bintang : Rigel, Spica.
3. Kelas spektra A
Berwarna biru, temperatur 7.500 - 11.000 K, garis H sangat kuat, garis Mg, Si, Fe, dan Ca terionisasi 1x, garis logam netral tampak lemah.
Contoh bintang : Sirius, Vega.
4. Kelas spectra F
Berwarna biru keputih-putihan, temperatur 6.000 - 7.500 K, garis H lebih lemah dari kelas A, garis Ca, Fe, Cr terionisasi 1x, garis Fe dan Cr netral.
Contoh bintang : Canopus, Procyon.
5. Kelas spectra G
Berwarna putih kekuning-kuningan, temperatur 5.000 - 6.000 K, garis H lebih lemah, garis Ca terionisasi, pita molekul G-Band sangat kuat.
Contoh bintang : Capella, Matahari.
6. Kelas spectra K
 Berwarna jingga kemerah-merahan, temperatur 3.500 - 5.000 K, garis H sangat lemah, garis logam netral mendominasi, Pita Titanium Oksida tampak.
Contoh bintang : Arcturus, Aldebaran.
7. Kelas spectra M
Berwarna merah, temperature 2.500 - 3.000 K, pita molekul Titanium Oksida sangat mendominasi, garis logam netral tampak dengan jelas..
Contoh bintang : Betelgeuse, Antares.

Selain penggolongan kelas spectra O-B-A-F-G-K-M, ada juga yang mengklasifikasikan ke dalam kelas W-O-B-A-F-G-K-M-R-N-S.  Untuk mudah mengingatnya, bisa menggunakan jembatan keledai Wow-Oh-Be-A-Fine-Girl-Kiss-Me-Right-Now-Sweetie. Dari situ  terlihat bahwa bintang yang paling panas warnanya justru biru, bukan merah. Semakin merah suatu bintang, maka semakin dingin suhunya.
Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Articles dalam « Astronomi »

Tanggapan: * 15

  1) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by Satu-Satui pada Agustus 12, 2010, 10:33:05 PM

ohhh...baru tau saya..
  2) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by loser1942 pada Agustus 15, 2010, 01:31:35 AM

nice info..
  3) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by dendenn pada September 03, 2010, 04:43:51 AM

cara taunya gimana??
aku lait bintang kayaknya sama semua deh,,hehe
  4) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by dliyarcturus pada September 08, 2010, 11:05:24 PM

kalo buat tau secara mendetail seperti diatas memang dibutuhkan alat khusus.. tapi kalo dengan mata telanjang, sebenernya kita bisa kok liat
perbedaan warna bintang.. coba pandangi lekat-lekat langit malam, ada yang warnanya seperti putih  ada juga yang merah. Dgn itu kita nisa
mengindikasikan, bintang yg warnanya merah pasti lebih dingin dibanding yg berwarna putih.. gitu sih setauku. hehe

bener2 diamati deh langit malamnya...pasti nanti terlihat perbedaan warna bintangnya kok, walalupun nggak mencolok :D
  5) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by justbwae pada September 14, 2010, 04:01:37 AM

pengelompokannya berdasarkan pendapat tahun 1863. apa yang sekarang masi berlaku? atau ada tata kelas yang laen? thx ts..
  6) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by asrinimahdia pada Oktober 13, 2010, 10:01:14 AM

sama aja kayak api kompor... api biru lebih panas dari api merah
  7) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by Marselaa pada Oktober 22, 2010, 09:57:59 AM

bagus bagus~ b^^b
  8) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by skywalk3 pada Oktober 25, 2010, 10:21:50 AM

hmmm........bagus"nambah"pengetahuan jg ^^
  9) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by deviwahyu pada November 05, 2010, 10:23:25 PM

sekarang ini sulit lihat bintang...di Malang mendung terus tiap hari...  :-(
  10) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by nate river pada November 14, 2010, 06:19:35 AM

Btw, kenapa pembagian kelas spectra nya O-B-A-F-G-K-M atau W-O-B-A-F-G-K-M-R-N-S?
Kenapa nggak A-B-C-……dst? Atau 1-2-3-……dst?
Kenapa penamaannya begitu? ada penjelasannya nggak?
  11) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by iezha pada November 19, 2010, 01:37:55 PM

sama aja yah untuk belahan bumi utara ma belahan bumi selatan.. kan beda perspektifnya tuh..
  12) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by Ananta-san pada Desember 11, 2010, 10:44:02 AM

ssip...
nice info..
  13) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by ismanda pada Desember 29, 2010, 04:10:21 AM

knapa bisa dinamain menurut yunani? apa gk bisa nama yang lain?
  14) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by Im pada Januari 06, 2011, 07:30:23 AM

wow
  15) Re: Kelas Spektra Bintang
Comment by viiana v_w pada Januari 28, 2011, 01:03:47 PM

wihhhh,,,,  subhanallah
Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.