Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

September 23, 2020, 08:23:02 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139599
  • Total Topik: 10375
  • Online Today: 43
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 28
Total: 28

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

Inokulum tape, atau sering disebut ragi tape, telah lama diteliti. Dwidjoseputro & Wolf (1970) merupakan salah satu peneliti pertama yang berusaha mengidentifikasi mikroorganisme dari ragi tape dan berhasil mengidentifikasi dua spesies khamir yaitu Candida lactosa dan Pichia malanga. Djien (1972) adalah peneliti lain yang berhasil mengidentifikasi kapang Chlamydomucor oryzae, lima spesies dari genus Mucor dan satu spesies Rhizopus, serta khamir Pichia burtonii dan Endomycopsis fibuliger dari ragi tape. Chlamydomucor oryzae merupakan sinonim dari Amylomyces rouxii, dan nama terakhir tersebut merupakan nama yang sekarang digunakan (Ellis et al. 1976), Endomycopsis fibuliger dan Candida lactosa merupakan sinonim dari Saccharomycopsis fibuligera (Barnett et al. 2000), sedangkan Pichia malanga merupakan sinonim Saccharomycopsis malanga (Barnett et al. 2000). Penelitian-penelitian terbaru mengungkapkan spesies-spesies lain yang terdapat dalam ragi tape selain yang telah disebutkan di atas, antara lain khamir Candida utilis dan Saccharomyces cerevisiae,serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. (Gandjar 2003).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.

Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Pada beberapa daerah, seperti Bali dan Sumatera Utara, cairan yang terbentuk dari pembuatan tape tersebut diambil dan diminum sebagai minuman beralkohol.
Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Articles dalam « Biologi »

Tanggapan: * 11

  1) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by b0cah pada Juli 29, 2008, 02:03:27 AM

ini juga yang menyebabkan tape bisa menjadi bahan bakar alternatif, karena "alkohol" yang dihasilkan merupakan hidrokarbon juga kan? namun hati2 dengan persaingan bahan makanan menjadi bahan bakar...
2) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by  pada Agustus 01, 2008, 02:40:34 AM

asslm.dah lama aq ga buka ni website.maklum org sibuk:) he..he..ngomong2 soal tape, aq mw tanya, tape kan salah satu makanan hasil fermentasi yg akhirnya menghasilkan alkohol. nah, apakah itu berarti semua bahan makanan n minuman yang diolah dengan fermentasi sudah pasti mengandung alkohol??trims ya..
  3) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by milmi pada Agustus 02, 2008, 01:54:24 AM

@Ruqayah,
Istilah fermentasi sendiri sangat luas, tergantung dilihat dari sudut mana. Kalau dari sisi fisiologi mikrobia, fermentasi adalah proses penghasilan energi yg menggunakan molekul organik sebagai akseptor elektron hasil dari glikolisis. Sedangkan kalo dari sisi industri, fermentasi adalah semua proses perubahan atau penghasilan produk yang menggunakan mikrobia. Tidak semua fermentasi menghasilkan alkohol, ada juga yg menghasilkan asam asetat, asam laktat, dll. Fermentasi yang menghasilkan alkohol dilakukan oleh khamir dengan substrat gula. Oleh sebab itu, makanan hasil fermentasi yang menggunakan khamir dengan substrat awal yang mengandung banyak gula akan menghasilkan alkohol. Contoh tape, arak, ciu, brem.
4) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by lesley kish pada Desember 11, 2008, 12:53:47 AM

ass.
lama saya tidak nimbrung neh
saya mau tanya kepada kawan semua, kalo tape menghasilkan alkohol berarti tape bisa memabuk g?
mohon bantuannya ye...
  5) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by goodkid pada Januari 02, 2009, 12:04:38 AM

sepertinya memabukkan yah klo makannya 10 kg sih...
  6) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by n-gage QD pada Februari 12, 2009, 08:42:06 AM

sebenarnya Tape makanan tradisional yang lumayan enak tapi
kl di frementasi menjadi minuman berakohol lumayan enak juga
tapi jangan mpe maboooooooooooooook ya.........
  7) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by sha2_cren pada Maret 16, 2009, 06:26:26 AM

oh ana bru tw klo ntw yg nyebapin tape beralkohol..
yah, jgn minum yg alkoholnya..okok
8) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by reddevil84 pada April 01, 2009, 11:51:33 PM

oooooh gt ya pantesan tape itu rasanya agak beralkohol y...............
brarti makan tape sm aja komsumsi alkohol dong?????
hehehehe...................
  9) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by Dimas Riska Irawan pada Juli 20, 2009, 12:24:46 PM

kebanyakan makan tape juga eneg
  10) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by sora pada Agustus 01, 2009, 09:48:59 AM

haha.. tape gk enak.. tpi ttp mkan..hha=p
wkwkwk..
klo di campur es enak koq..hha.
  11) Re: Misteri di Balik Tape
Comment by cha.xiaojie pada April 13, 2010, 03:31:09 AM

buat ngompres luka, hehehe :D
Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.