Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

September 23, 2020, 09:53:28 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139599
  • Total Topik: 10375
  • Online Today: 43
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 26
Total: 26

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Porphyria adalah suatu kelainan pada proses biosintesis heme, bagian dari hemoglobin, komponen sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Pada penderita porphyria, terjadi peningkatan ekskresi porphyrin, enzim yang berperan dalam sintesis heme. Penumpukan porphyrin dalam jaringan tubuh menyebabkan urin berwarna merah keunguan, kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari, dan -dalam beberapa kasus- penderitanya mengalami anemia parah.

Kemiripan beberapa gejala porphyria di atas dengan ciri-ciri vampir dan drakula yang melegenda di masyarakat menimbulkan dugaan bahwa porphyria adalah penyakit di balik mitos tersebut. Anemia parah dan urin berwarna merah keunguan disinyalir sebagai akar lahirnya legenda vampir peminum darah. Dugaan ini dikemukakan pertama kali oleh seorang biokimiawan, David Dolphin dalam pertemuan American Association for the Advancement of Science tahun 1985.

Porphyria berasal dari kata Yunani, porphura yang artinya warna ungu. Nama ini mengacu pada perubahan warna beberapa cairan tubuh menjadi ungu, salah satunya urin. Porphyria terdiri dari beberapa tipe dengan beragam gejala. Tidak semua jenis porphyria memperlihatkan gejala ke-‘vampir’-an. Secara umum, porphyria dibagi dua: acute porphyria dan cutaneous porphyria. Acute porphyria menyerang sistem saraf, dengan gejala nyeri di bagian perut, muntah, konstipasi, diare, lemah otot, demam, dan halusinasi. Cutaneous porphyria menyerang neuron saraf kulit, menyebabkan kulit penderitanya sangat sensitif dan mudah melepuh jika terkena sinar ultraviolet. Porphyria jenis inilah yang sering diidentikkan dengan ciri-ciri vampir.

Porphyria cutanea tarda, jenis porphyria yang paling sering ditemui, termasuk tipe yang menyerang saraf kulit. Dalam kaitannya dengan lokasi penumpukan porphyrin, porphyria juga dibagi menjadi dua: hepatic porphyria (penumpukan di liver/hati) dan erythropoietic porphyria (penumpukan di sumsum tulang produsen sel darah merah). Porphyria merupakan kelainan yang langka, dan bukan penyakit menular. 20% penderita mendapatkan porphyria melalui pewarisan genetik, sedangkan 80% disebabkan oleh penggunaan narkotika dan alkohol.

Ada beberapa orang terkenal yang diduga kuat menderita porphyria, antara lain: George William III (raja Inggris 1760-1820), Mary Stuart (sepupu George III, ratu Skotlandia 1542-1567), Vincent van Gogh (pelukis impresionis), dan Nebukadnezar II (raja Babylonia 605-562 SM). Vampir memang legenda, mereka tidak nyata. Namun, orang yang memiliki ciri-ciri vampir, ternyata ada!

Daftar Pustaka:
• http://www.chem-is-try.org
• http://www.cpf-inc.ca/guide.htm
• http://www.en.wikipedia.org/wiki/porphyria
• http://www.geocities.com/researchguide/drkporphyria.html
• http://www.ghr.nlm.nih.gov/condition=porphyria
• http://www.klinikdokterhairrudin.blogspot.com/2008/10/pofiria.html
Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Articles dalam « Kesehatan »

Tanggapan: * 12

  1) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by loser1942 pada Juni 02, 2009, 12:36:43 PM

ohhhh.......
gua lebih percaya ini dibanding vampire, hehehe
  2) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by suryawan12 pada Juni 06, 2009, 07:13:18 AM

ada ni temenku..namanya Reza. kayaknya dia kena penyakit ini
  3) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by suryawan12 pada Juni 06, 2009, 07:13:59 AM

darahku sempat di hisap...takut nular ni.
  4) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by biobio pada Juni 07, 2009, 07:10:59 AM

hmmm, dugaan terhadap beberapa tokoh itu didasarkan apa? dan mary stuart itu apa sama dengan BLOODY MARY?
  5) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by marchkey_smart pada Juni 07, 2009, 09:10:33 PM

ada ga sih penyakit yg trun down motivasi kita atau kaya own synrome :)
hehehe....
mau tau referensi penyakit gitu
  6) cloud
Comment by OOOOO pada Juni 13, 2009, 06:14:11 AM

heheeh,,lebih  masuk akal nih....
7) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by ardihusein pada Juli 28, 2009, 11:54:21 PM

wooo.....bahaya jg nih... lebih bahaya dari
vampir ni ye...
  8) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by ka-chan pada November 16, 2009, 12:37:07 PM

Dikemukakan tahun 1985, yang di prediksi mnjadi korban (yang tejangkit pnyakitnya) dah mati thun SM ... gmna cerita sih? D'oh! Ga ngerti. Intinya deh, mo nanya, sekarang masih ada ga? Klo ga ada, syukur. Kalo' ada.... CARI yang punya keturunannya! Jadikan bahan penelitiaan!
  9) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by Logan pada Mei 12, 2010, 12:54:34 AM

apa hub. konsumsi alkohol & narkotik dapat memicu porphyria disease??
trus... apa org yg menderita porphyria juga pny nafsu menghisap darah???? klo ya serem kan....
  10) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by ms mcd pada Mei 22, 2010, 03:12:06 AM

wow . hebat hebat . keren juga nih :) hhaha .
ciri-cirinya keren tapi penyakit yg ada di dalemnya parahh ~
  11) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by lee rn pada Juni 24, 2010, 05:30:41 AM

makasih atas referensinya dengan begitu saya tahu kenapa cerita itu memang ada ^_^
  12) Re: Porphyria, The Vampire Disease
Comment by Bintang Kejora pada Agustus 10, 2010, 09:56:13 AM

ouh gitu toh...!
Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.