Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

September 26, 2020, 08:38:14 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139600
  • Total Topik: 10375
  • Online Today: 36
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 25
Total: 25

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Wajah transportasi udara Indonesia sedang suram saat ini akibat beberapa kecelakaan transportasi yang terjadi beruntun di dalam negeri. Seolah musibah ini datang silih berganti, baik itu transportasi udara, darat, maupun laut. Korban jiwa yang jatuh dalam satu tahun terakhir ini pun tidak bisa dianggap sedikit.

Kebutuhan akan transportasi yang aman dan nyaman merupakan hal penting yang harus diperhatikan pemerintah. Indonesia adalah negara kepulauan yang tentu saja memiliki kebutuhan alat transportasi antar pulau yang tinggi. Saat ini kegiatan mobilitas penduduk antar pulau dilayani dengan kapal laut dan pesawat udara. Selain kedua alat transportasi ini apakah ada alternatif lain?

Dari segi waktu tempuh, jelas pesawat udara jauh lebih unggul dari kapal laut. Namun, untuk jarak dekat misalnya untuk penyebrangan antar pulau, kapal laut lah pilihan yang tepat. Mungkinkah kita menggabungkan keduanya, menciptakan kapal laut yang bersayap dan dapat terbang? Jawabnya adalah sangat mungkin.

Kapal bersayap adalah pesawat terbang yang sengaja dirancang untuk terbang rendah. Tujuannya adalah untuk mendapatkan efek permukaan (ground effect) yang berguna menambah gaya angkat. Kendaran jenis ini dikenal dengan nama Wing in Ground/Surface Effect (WiGE atau WiSE). Dibandingkan dengan kapal laut, WiSE memiliki keunggulan yaitu meniadakan gaya hambat dari air laut karena telah berada beberapa centi diatas permukaan laut dan pada akhirnya tentu saja kecepatan yang didapat lebih tinggi, waktu tempuh singkat, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Prinsipnya, WiSE manfaatkan efek pemampatan udara permukaan yang terjadi pada objek benda yang terbang rendah. Efek tambahan gaya angkat ini dipertahankan dengan memilih kecepatan terbang yang sesuai dan bentuk aerodinamik yang sesuai pula.

Gaya angkat pada sayap terbangkit akibat adanya perbedaan tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap akibat gerak relatif udara terhadap sayap. Namun, konsekuensi dari perbedaan tekanan ini adalah terjadinya ‘kebocoran’ tekanan di ujung tepi sayap (wing tip) dan terjadi kerugian gaya angkat. Saat terbang rendah, downwash yang tercipta di tepi sayap ini ‘terhalang’ oleh permukaan, sehingga didapatllah tambahan gaya angkat.

Ground effect

WiSE craft memang belum dikenal di Indonesia. Namum bukan berarti janis kendaraan ini belum pernah ada didunia. Beberapa konsep WiSE craft yang telah ada antara lain KM Ekranoplan dan Lun Ekranoplan buatan Uni Soviet dan Pelikan yang dibuat oleh Boeing. Sudah seharusnya lah WiSE menjadi pilihan alternatif untuk Indonesia mengingat profil geografis Indonesia yang sangat cocok untuk WiSE.

Saat ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan dan merancang prototipe kapal bersayap ini. Dalam pengerjaanya, BPPT bekerjasama dengan institusi pendidikan seperti ITB dan ITS. WiSE craft-8, yang saat ini sedang dikerjakan, menggunakan material komposit dengan tenaga penggerak single propeler. Kapal bersayap ini memiliki kapasitas 8 penumpang dan mampu terbang rendah dengan kecepatan 80 -120 knots, atau tiga kali lebih cepat dari kapal laut biasa.

Harapan kedepan semoga saja alat transportasi WiSE dapat dikembangkan oleh industri nasional untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut nasional. Kabarnya, prototipe WiSE craft 8 BPPT-ITB saat ini sedang dibuat di daerah Serang, Banten. Kita tunggu saja.
Share on Facebook!Share on Twitter!Reddit

Articles dalam « Teknologi »

Tanggapan: * 8

  1) Re: WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Comment by manusiarender pada Februari 17, 2008, 03:02:36 AM

ada gambarnya ga?
2) Re: WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Comment by arttek pada Mei 14, 2008, 07:24:12 AM

Bagus mana ya? sama hoverflight. Trus gimana kalau mau mendarat dekat pelabuhan yang banyak kapalnya, apa ngak takut tabrakan? System wise kan pake sayap, kalau ketinggian pada saat terbang sekitar 1 meter kira-kira kalau mau manuver apa sayapnya nggak kena air? kalau kecepatan 80-100knot lalu manuver dan sayap bersentuhan dengan air apa kira-kira tidak terjadi kecelakaan?
3) Re: WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Comment by MuReKa pada Juni 08, 2008, 11:16:24 AM

oya mw tanya.....kan ombak di Indonesia kan tinggi2...apa gak ganggu perjalanan WiSE craft-8......?
4) Re: WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Comment by bupunsu pada Juni 19, 2008, 03:57:43 AM

Alat transport antar pulau, kini terkendala dengan harga BBM, dan itu akan semakin naik terus. Perlu dicari solusi antara lain, kapal layar plus tenaga energi matahari, atau mungkin semacam hovercraft dengan energi matahari. Tentu saja untuk jarak-jarak dekat. Untuk jarak jauh bisa pesawat yang mendarat dilaut, sejenis katalina (penumpang sedikit) karena tidak perlu membuat landasan atau bandara, tidak usah bayar parkir bandara dsb. Juga ada kapal berpenggerak magnet (jepang sudah riset tentang itu), atau kapal dengan energi gelombang (arus laut). Seingat saya ada guru STM di Padang yang membuat pembangkit listrik dengan energi gelombang, jadi sistem bandul berayun kena ombak, dan pada arah tertentu dia akan memutar poros sementara arah kebalikannya akan lepas (seperti gigi/ gear sepeda), kalau dikembangkan mungkin prospeknya bagus.
5) Re: WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Comment by eky pada Juli 07, 2008, 04:56:31 AM

wow ..
sepertinya bakalan menarik ini ..
nanya dong:
1. Apa ga ada kemungkinan ombak yang diperoleh dari kecepatan laju pesawat (kapal) dapat naik sampai mengenai badan pesawat?
2. Apa vibrasi yang diciptakan tidak terlalu tinggi untuk kenyamanan penumpangnya??
-thx-
6) Re: WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Comment by arttek pada Juli 13, 2008, 10:42:29 AM

Kalau menurut saya, untuk memperoleh kecepatan yang tinggi (salah satu alasan dikembangkannya WISE) dapat menggunakan system hovercraft. System yang saya maksud yaitu, pada hovercraft udara bertekanan tinggi dibawah yang dialirkan dibawah skirt menghasilkan tekanan yang dapat mengangkat badan hovercraft sehingga tidak bersentuhan ( tidak ada gesekan) langsung dengan permukaan air atau tanah. Untuk memperoleh kecepatan yang tinggi pada saat di air, dapat menggunakan system penggerak propeller. Jadi badan hovercraft tidak menyentuh air yang berarti tidak ada tahanan dari air sedangkan propellernya tetap di dalam air. Biasanya para naval arsitek membuat desain lambung dengan hambatan air serendah mungkin sehingga tahanan badan kapal juga rendah, dengan demikian kapal akan lebih cepat. Nah, kira-kira bisa dibayangkan bila sebuah kapal ( dengan system hovercraft yang saya maksud tentunya) tidak mempunyai tahanan di air sedangkan propellernya tetap di air ......  . Masih bingung?.... terlalu.
  7) Re: WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Comment by Ayun pada Desember 13, 2008, 04:07:39 AM

Realisasinya dong,...
  8) Re: WiSE : Alat Transportasi Alternatif Antarpulau
Comment by try sumaryanto pada Desember 28, 2008, 04:13:13 AM

apakah dengan kontruksi ini gak rugi kalau dilihat dari kapasitas penumpang yang relatif kecil serta pengaruh yang ditimbulkan dri arah angin yang ada dilaut
Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.