Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Maret 07, 2021, 03:10:11 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26699
  • Latest: Rion
Stats
  • Total Tulisan: 139622
  • Total Topik: 10385
  • Online Today: 93
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 28
Total: 28

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: apakah kita masih mau minum berdiri?  (Dibaca 15688 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline wuriant

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 249
  • IQ: 32
  • Gender: Pria
apakah kita masih mau minum berdiri?
« pada: Juli 30, 2009, 11:06:57 PM »
Ini pesan kesehatan, semoga bermanfaat:
 
Semalam (01/11/06) saya ikut kajian kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli akupuntur.
 
Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer.
Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan  pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Nah Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih.
 
Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
 
Cara mengatasinya :
1. biasakan minum duduk.
2. banyak minum air putih.
 
Sekarang, apakah kita masih mau minum berdiri?......................

Offline adinnda

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 4
  • IQ: 0
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #1 pada: Juli 31, 2009, 02:36:58 AM »
ajaran agama Islam sudah dibuktikan secara ilmiah
makan dan minum pada posisi duduk

wah kalo standing party bgm ya?

Offline alvin pratama

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 663
  • IQ: 64
  • Gender: Pria
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #2 pada: Juli 31, 2009, 03:13:11 AM »
ajaran agama Islam sudah dibuktikan secara ilmiah
makan dan minum pada posisi duduk

wah kalo standing party bgm ya?
setauku dalam islam, diterangkan bahwa hukumnya  SUNNAH.
jadi alangkah baiknya kalau kita makan/minum sambil duduk.
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasih

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #3 pada: Juli 31, 2009, 04:35:29 AM »
Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer.
Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan  pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Nah Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih.
 
Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
 
Cara mengatasinya :
1. biasakan minum duduk.
2. banyak minum air putih.

ada yang aneh di sini... pernyataannya banyak yang perlu dipertanyakan. ini yang salah ahli akupunturnya ato yang denger. sfincter adalah otot melingkar yang menutup area tertentu, misalnya lambung, perbatasan antara usus halus dan usus besar, ureter (saluran pipis) dan anus. fungsi otot ini adalah untuk mengunci biar ga ada sesuatu yang keluar seblom waktunya dan/ato untuk mencegah aliran balik ke organ seblomnya. ini contoh sfingter uretral:



kalo sfingternya fungsinya ngawur maka kita bakal sering ngompol.



jadi ndak ada itu yang namanya sfingter sebagai alat saring. kalo kita minum, air ga langsung ngalir ke kandung kemih, tapi musti diserap dulu dari saluran cerna, terus masuk ke aliran darah. nah, kalo tubuh yang merasa kebanyakan air tentu bakal berusaha membuang keluar kelebihan air. air di darah melalui ginjal akan disaring keluar bersama limbah tubuh.
postur tubuh mestinya ga terlalu berpengaruh banget dalam pembentuk kristal ato batu saluran pipis. yang berpengaruh adalah jenis makanan dan volume air yang kita minum dibandingkan dengan yang dikeluarkan melalui keringat, pipis, dan pup.
makanan yang mengandung kalsium tinggi, obat-obat tertentu, oksalat tinggi, vitamin C dosis terlalu tinggi rentan menimbulkan endapan batu ginjal. kondisi diperparah kalo kita kurang minum sampe pipisnya berwarna kuning pekat. kalo encer kan kemungkinan terbentuknya batu empedu bakal kecil. pertama karena kadarnya encer dan kedua, pasti kalo kita kurang minum pipisnya jarang... jadi sempat nimbun dalam waktu lama.

Offline wuriant

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 249
  • IQ: 32
  • Gender: Pria
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #4 pada: Juli 31, 2009, 05:12:50 AM »
lengkap juga yach penjelasannya.
tapi menurut saya harus dilakukan penelitian lebih intensif mengenai siapa yang lebih benar. (ahli akupunktur atau rekan syx)
karena saya kurang mengerti masalah anatomi tubuh, jadi sementara ini kalo minum saya lakukan sambil duduk aja lah. gak rugi kok.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #5 pada: Juli 31, 2009, 09:51:35 PM »
... asal jangan minum sambil jungkir balik. dijamin susah.

Offline ndy_88

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 126
  • IQ: 9
  • Gender: Wanita
    • www.cindytriasp.blogspot.com
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #6 pada: Juli 31, 2009, 11:05:11 PM »
... asal jangan minum sambil jungkir balik. dijamin susah.

ya iyalgh...

selain gk keminum, keselek juga nantinya..
Wkwkwkw

Offline Mars

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 250
  • IQ: 45
  • Mars........
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #7 pada: Agustus 05, 2009, 01:44:23 PM »
owh.............
trus, kalo minum ketika di perjalanan dalm mobil misalnnya t gmana ??

Offline dadikovic

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #8 pada: Juni 02, 2011, 11:41:26 AM »
ada yang aneh di sini... pernyataannya banyak yang perlu dipertanyakan. ini yang salah ahli akupunturnya ato yang denger. sfincter adalah otot melingkar yang menutup area tertentu, misalnya lambung, perbatasan antara usus halus dan usus besar, ureter (saluran pipis) dan anus. fungsi otot ini adalah untuk mengunci biar ga ada sesuatu yang keluar seblom waktunya dan/ato untuk mencegah aliran balik ke organ seblomnya. ini contoh sfingter uretral:



kalo sfingternya fungsinya ngawur maka kita bakal sering ngompol.



jadi ndak ada itu yang namanya sfingter sebagai alat saring. kalo kita minum, air ga langsung ngalir ke kandung kemih, tapi musti diserap dulu dari saluran cerna, terus masuk ke aliran darah. nah, kalo tubuh yang merasa kebanyakan air tentu bakal berusaha membuang keluar kelebihan air. air di darah melalui ginjal akan disaring keluar bersama limbah tubuh.
postur tubuh mestinya ga terlalu berpengaruh banget dalam pembentuk kristal ato batu saluran pipis. yang berpengaruh adalah jenis makanan dan volume air yang kita minum dibandingkan dengan yang dikeluarkan melalui keringat, pipis, dan pup.
makanan yang mengandung kalsium tinggi, obat-obat tertentu, oksalat tinggi, vitamin C dosis terlalu tinggi rentan menimbulkan endapan batu ginjal. kondisi diperparah kalo kita kurang minum sampe pipisnya berwarna kuning pekat. kalo encer kan kemungkinan terbentuknya batu empedu bakal kecil. pertama karena kadarnya encer dan kedua, pasti kalo kita kurang minum pipisnya jarang... jadi sempat nimbun dalam waktu lama.

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2010/10/27/kebiasaan-makan-dan-minum-sambil-berdiri-dapat-membunuhmu/

Mengapa Rasulullah melarang ummatnya minum berdiri. Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri” Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut.

Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringter. Sfringter adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih.

Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disalurkan ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan.

Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhari).

Rahasia Medis I

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pernah sekali minum sambil disfungsi pencernaan. Adapun Rasulullah berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat! Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.

Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa
mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus –menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.

Rahasia Medis II

Apabila kita makan sambil berdiri, maka akan terjadi reflux asam lambung. Dengan kata lain, asam lambung akan naik ke saluran esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi. Iritasi sel kerongkongan ini dikarenakan pH asam lambung yang sangat asam (pH 1 – 2,5) dan kadang ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada (disebut sebagai “heartburn”). Bila kita tetap bandel membiasakan makan atau minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi dan menyebabkan kanker saluran esofagus. Cara mencegah reflux asam lambung ini adalah dengan makan sambil duduk.

Offline Astrawinata G

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.406
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #9 pada: Juni 04, 2011, 09:43:59 AM »
perlu diingat, sumbernya adalah kompasiana, bukan Kompas...kompasiana membebaskan anggotanya untuk menulis apa saja tanpa disensor :)

saya sepenuhnya percaya dengan Om Syx, mungkin belum ada penelitian yang menghubungkan insiden-prevalen batu kemih dengan kebiasaan minum berdiri, tapi kalau dengan penjelasan yang Mas Wuriant berikan, saya rasa kurang tepat :)

Best Regards,


Astrawinata G

Offline masquito

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 5
  • IQ: 2
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #10 pada: Agustus 27, 2011, 05:58:03 AM »
niatnya juga jangan lupa..  ;D
asal minum juga ga boleh, tau-taunya air yang kita minum punya orang lain lagi.  ???
 :angel: :angel: :angel:

Offline abahsis

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 3
  • IQ: 1
Re: apakah kita masih mau minum berdiri?
« Jawab #11 pada: Agustus 29, 2011, 09:06:57 AM »
Yang paling penting minum air putih 2 liter/8 gelas sehari utk memenuhi kebutuhan standar tubuh akan air biar tidak dehidrasi.. Cheers
« Edit Terakhir: September 17, 2011, 05:12:48 AM oleh reborn »

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
61 Jawaban
38293 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 15, 2011, 11:09:49 AM
oleh exile_rstd
28 Jawaban
32441 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 05, 2010, 06:05:36 AM
oleh goe
13 Jawaban
196739 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 19, 2017, 11:46:46 PM
oleh Pi-One
22 Jawaban
7106 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 12, 2012, 02:21:16 AM
oleh skuler
3 Jawaban
3197 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 07, 2014, 11:16:45 AM
oleh MuhammadRyan