Forum Sains Indonesia

Ilmu Terapan => Kesehatan => Topik dimulai oleh: modencancercanter pada Juni 11, 2019, 06:53:24 AM

Judul: Bagaimana cara perawatan psikologis kanker payudara?
Ditulis oleh: modencancercanter pada Juni 11, 2019, 06:53:24 AM
​Bagaimana cara perawatan psikologis kanker payudara?

Tekad manusia sangat berperan penting dalam melawan penyakit. Begitu juga bagi pasien kanker payudara. Dikarenakan posisi terjadinya kanker payudara agak khusus, tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan fisik, namun juga secara serius menjatuhkan kepercayaan diri wanita. Pasien kanker payudara umumnya memiliki ketahanan psikologis yang lebih rendah daripada pasien penyakit lainnya. Jika kondisi psikologisnya tidak ditangani dengan baik, tidak hanya akan menambah kesulitan pengobatan, tetapi juga mempengaruhi hasil dari pengobatan kanker payudara. Karena itu, keluarga harus memperhatikan perawatan psikologis pasien kanker payudara.


Bagaimana cara perawatan psikologis kanker payudara?


1. Keluarga dan staf medis harus memiliki simpati dan tanggung jawab yang tinggi, bersikap positif dan tulus, ramah dalam perkataan maupun perbuatan, peduli pada penderitaan pasien. Ketika suasana hati pasien tidak baik dan berkata-kata kasar, harus menahan diri dan sabar, mendekati pasien dengan penuh perasaan, agar mereka mencurahkan penderitaan batin sehingga pikirannya dapat terbuka dan menasihati mereka untuk menghadapi kenyataan.


2. Perawatan psikologis pasien kanker payudara sangat penting. Keluarga dan staf medis harus berinisiatif untuk berbincang dengan pasien, mendengarkan keluhan pasien, membangun hubungan yang baik antara perawat dan pasien, berkomunikasi yang efektif dengan pasien, menjawab pertanyaan pasien dengan baik, memberikan penghiburan, bantuan, penjelasan dan pencerahan untuk menghilangkan hambatan psikologis. Keluarga harus aktif dan berinisiatif untuk memberikan perhatian kepada pasien sehingga suasana hati pasien stabil untuk menjalani pengobatan.


3. Untuk pasien kanker payudara stadium akhir, ketika kondisi penyakitnya memburuk, menghadapi metastase kanker dan efek samping kemoterapi, pasien menyadari bahwa semua upaya yang dilakukan sia-sia, pada akhirnya kehilangan nyawa dan harta benda, kehilangan keyakinan terhadap pengobatan dan kehidupan. Keluarga dan staf medis harus meningkatkan rasa tanggung jawab, mencegah kejadian tidak terduga. Setelah itu menstabilkan emosi pasien, memberikan pencerahan dan menghibur pasien dengan sabar, memperlihatkan rasa simpati yang besar, menggunakan pengetahuan ilmiah untuk membantu mereka menganalisa kondisi, memberikan pasien informasi dan jaminan bantuan yang diharapkan. Jika perlu, gunakan terapi sugestif untuk menghiburnya, melakukan pekerjaan ideologis, melayani dengan penuh perhatian, membangkitkan keberanian dan kepercayaan diri mereka, membuat mereka merasa bahwa kehidupan ini penuh dengan kehangatan dan cinta, melakukan bunuh diri hanya akan mendatangkan kemalangan dan kesedihan yang mendalam bagi keluarga.


Dapat dipahami bahwa pasien kanker payudara akan memperhatikan kondisi penyakitnya, tetapi kita juga harus menasihati mereka untuk tidak terlalu peduli, karena hal ini bukan hanya tidak membantu pemulihan penyakit, bahkan dapat memperburuk kondisi penyakit. Karena itu, hal yang perlu dilakukan oleh keluarga dan staf medis adalah meningkatkan kepercayaan diri pasien kanker payudara dalam menghadapi penyakit melalui perawatan psikologis, menumbuhkan sikap optimis pasien, sehingga pasien menyadari bahwa apa pun yang terjadi, keluarga adalah tempat perlindungan bagi pasien. Perawatan psikologis yang baik dan efektif tidak hanya dapat memperbaiki semangat pasien kanker payudara, dari tingkat tertentu juga dapat mempengaruhi hasil pengobatan kanker payudara.

Sumber artikel ini:​http://www.cancercenter.co.id/berita-kanker/5174.html​