Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 07, 2022, 01:50:10 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 38
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 19
Total: 19

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Kemenyan untuk anti kanker dan turunkan kolesterol ?

Dimulai oleh semut-ireng, Oktober 23, 2011, 07:09:33 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

syx

mungkin juga ya...

kalo di purifikasi air, UV justru digunakan untuk membantu mempercepat degradasi ozone. untuk sterilisasi dilakukan penambahan ozone ke air dengan menggunakan ozone generator. abis itu air dilewatkan di bawah uv untuk menghancurkannya. ozone sangat disukai untuk membasmi mikroba dalam air karena hasil degradasinya bebas residu chemicals berbahaya.

semut-ireng

Kutip dari: syx pada Januari 25, 2012, 02:18:36 PM

mungkin juga ya...


waduuh,  kalo benar iya,  kayaknya perlu diteliti ulang,  kemungkinan besar justru berbahaya,  terlebih sekarang ini dikabarkan ada serangan flu burung....... :'(

panjang gelombang sinar UV 100 nm -  185 nm  menghasilkan ozon,  dan paparan ozon dalam jangka waktu lama jelas berbahaya.

ada lebih dari 200 jenis virus influenza,  dan ada lebih 50 strain HIV.  Ukuran virus influenza sekitar 80 nm - 120 nm,  dan ukuran HIV sekitar 120 nm. 

dan antara panjang gelombang UV dengan ukuran virus tersebut di atas,  kemungkinan besar ada hubungannya.  ::)

syx

wavelength yang digunakan untuk sterilisasi adalah 200-280 nm, dng nilai optimum 260 nm. mekanisme pembunuhan kumannya dengan inaktivasi adalah dengan perusakan dna. kelemahan sistem ini adalah daya penetrasi yang kecil, beberapa spesies bakteri punya kemampuan membentuk spora dan enzim pemulih dna, sehingga bisa mengatasi bahaya sinar uv terhadap dirinya.

beberapa referensi yang bisa dibaca:
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

semut-ireng

#63
Terima kasih linknya,  om syx,  bisa nambah pengetahuan tentang metode2 sterilisasi.   Belum sempat buka semuanya,  baru baca2 sekilas link 1 ( th.2007 ) dan link 3,  kayaknya soal lampu UV tidak banyak dibahas,  tapi memang tertulis disitu : --  in the range of 200-280 nm, with 260 nm being most effective.

Kalo gak keliru,  lampu UV untuk sterilisasi ada yang menggunakan dua bola lampu,  berbentuk huruf U.   Satu lampu dengan wavelength 200 - 280 nm / UV-C,  dan satu lampu lagi untuk menguatkan dengan wavelength  100 - 185 nm / UVV :  Ozone-producing.   Dan itu yang berbahaya,  atau beresiko bila terkena paparan cahayanya,  khususnya bagi anak2 dan bayi.

Lagi pula,  bahwa sinar UV diyakini bisa menimbulkan kanker,  itu baru dinyatakan pada tahun 2009,  atau 106 tahun setelah penemuan terapi UV. ^-^

Dan banyak studi yang menyatakan bahwa sinar UV dapat mengaktifkan virus,  bahkan bisa  "  membangunkan "  virus tidur.

syx

Kutip dari: semut-ireng pada Januari 26, 2012, 09:09:11 PM
Kalo gak keliru,  lampu UV untuk sterilisasi ada yang menggunakan dua bola lampu,  berbentuk huruf U.   Satu lampu dengan wavelength 200 - 280 nm / UV-C,  dan satu lampu lagi untuk menguatkan dengan wavelength  100 - 185 nm / UVV :  Ozone-producing.   Dan itu yang berbahaya,  atau beresiko bila terkena paparan cahayanya,  khususnya bagi anak2 dan bayi.

Lagi pula,  bahwa sinar UV diyakini bisa menimbulkan kanker,  itu baru dinyatakan pada tahun 2009,  atau 106 tahun setelah penemuan terapi UV. ^-^
yang dipake di tempat kerja saya hanya satu lampu. pola spektrum tidak sampe di bawah 200 nm. lagipula anak-anak dan bayi tidak bakal masuk ke ruang pengolahan.

soal UV diyakini bisa menimbulkan kanker sepertinya sudah ada tahun 90an, dugaannya malah berkembang di 80an. ini literatur terkait:
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]


ytridyrevsielixetuls

aneh... kalo ga salah ada artikel yg bilang justru kemenyan bisa bikin kanker... atau itu dupa ya? mang bedanya kemenyan dengan dupa tu apa ya*? soalnya gwa nyebutnya ttp incense...


*dilihat dari sisi ilmiah dan metafisika hehehehe
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

semut-ireng

#66
Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 27, 2012, 06:51:16 PM
aneh... kalo ga salah ada artikel yg bilang justru kemenyan bisa bikin kanker... atau itu dupa ya? mang bedanya kemenyan dengan dupa tu apa ya*? soalnya gwa nyebutnya ttp incense...


*dilihat dari sisi ilmiah dan metafisika hehehehe

Lebih sreg diperiksa saja di Tabel 100 Bahan Karsinogenik Pada Manusia,  hehehe..


Kalo sinar UV,  sesuai publikasi dari IARC,  peringkatnya justru naik sejak 29 Juli 2009,  termasuk UVA,  UVB,  dan UVC :

Kutip

The Special Report describes why sunlamps and sunbeds, and UV radiation, which were previously classified as Group 2A: "The agent is probably carcinogenic to humans", are now in the highest group, Group 1: "The agent is carcinogenic to humans".


Hati2 saja deh berkaitan dengan terapi UV,  apalagi untuk bayi yang baru lahir / fototerapi ::)

syx

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 27, 2012, 06:51:16 PM
aneh... kalo ga salah ada artikel yg bilang justru kemenyan bisa bikin kanker... atau itu dupa ya? mang bedanya kemenyan dengan dupa tu apa ya*? soalnya gwa nyebutnya ttp incense...


*dilihat dari sisi ilmiah dan metafisika hehehehe
memang ada penelitian seperti itu. semua hasil pembakaran dapat menyebabkan kanker, termasuk pembakaran dupa dan kemenyan. ini beberapa referensinya:
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]



syx

Kutip dari: semut-ireng pada Januari 27, 2012, 11:01:11 PM
Kalo sinar UV,  sesuai publikasi dari IARC,  peringkatnya justru naik sejak 29 Juli 2009,  termasuk UVA,  UVB,  dan UVC :
Hati2 saja deh berkaitan dengan terapi UV,  apalagi untuk bayi yang baru lahir / fototerapi ::)
yang lebih bahaya lagi adalah yang mencoba menghitamkan (mencoklatkan) kulit... seperti agnes monicca.

semut-ireng

mencoklatkan kulit dengan puva therapy ya om ?  aneh si mbak-mbak sudah ayu-ayu begitu kok masih kurang saja,  apa mungkin biar tampak penampilan klasiik begitu ? :)

Monox D. I-Fly

Kutip dari: syx pada Januari 30, 2012, 07:25:44 AM
yang lebih bahaya lagi adalah yang mencoba menghitamkan (mencoklatkan) kulit... seperti agnes monicca.

He? Masa' dia menghitamkan kulit? Biasanya artis kan jarang yg gitu? ???
Tu pake' cara alami ya (dg berjemur)? Coz sinar matahari kan mengandung UV juga? Atau pake' tan?
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

syx


Monox D. I-Fly

Yah... Malah jadi kliatan aneh gitu... Masih cantikan cewek2 yg kulit hitamnya hitam alami menurutQ...  :-\
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.