Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Januari 22, 2022, 12:25:51 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 52
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 18
Total: 18

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Guillain-Barré syndrome  (Dibaca 7351 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.977
  • IQ: 222
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Click and Find
Guillain-Barré syndrome
« pada: Juni 24, 2010, 11:33:40 AM »
Penyakit GPS (Guillain Barre Syndrome)

GBS adalah penyakit langka yang menyebabkan tubuh menjadi lemah kehilangan kepekaan yang biasanya dapat sembuh sempurna dalam hitungan minggu, bulan atau tahun. GBS mengambil nama dari dua Ilmuwan Perancis, Guillain (baca Gilan) dan Barré (baca Barre), yang menemukan dua orang prajurit perang di tahun 1916 yang mengidap kelumpuhan kemudian sembuh setelah menerima perawatan medis. Penyakit ini menjangkiti satu dari 40,000 orang tiap tahunnya. Bisa terjangkit di semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa, jarang ditemukan pada manula. Lebih sering ditemukan pada kaum pria. Bukan penyakit turunan, tidak dapat menular lewat kelahiran, ternfeksi atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS. Namun, bisa timbul seminggu atau dua minggu setelah infeksi usus atau tenggorokan.


Apa gejala GBS?

Gejala awal antara lain adalah: rasa seperti ditusuk-tusuk jarum diujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku atau mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau memutar sesuatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dll)

Gejala-gejala awal ini bisa hilang dalam tempo waktu beberapa minggu, penderita biasanya tidak merasa perlu perawatan atau susah menjelaskannya pada tim dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut karena gejala-gejala akan hilang pada saat diperiksa.

Gejala tahap berikutnya disaat mulai muncul kesulitan berarti, misalnya: kaki susah melangkah, lengan menjadi sakit lemah, dan kemudian dokter menemukan syaraf refleks lengan telah hilang fungsi.


Apa penyebab GBS?

Penyakit ini timbul dari pembengkakan syaraf peripheral, sehingga mengakibatkan tidak adanya pesan dari otak untuk melakukan gerakan yang dapat diterima oleh otot yang terserang

Karena banyak syaraf yang terserang termasuk syaraf immune sistem maka sistem kekebalan tubuh kita pun akan kacau. Dengan tidak diperintahakan, dia akan menngeluarkan cairan sistem kekebalan tubuh di tempat-tempat yang tidak diinginkan.

Dengan pengobatan maka sistem kekebalan tubuh akan berhenti menyerang syaraf dan bekerja sebagaimana mestinya.


Bagaimana GBS dapat ter-diagnosa?

Diagnosa GBS didapat dari riwayat dan hasil test kesehatan baik secara fisik maupun test laboratorium. Dari riwayat penyakit, obat2an yang biasa diminum, pecandu alcohol, infeksi2 yang pernah diderita, gigitan kutu maka Dokter akan menyimpulkan apakah pasien masuk dalam daftar pasien GBS. Tidak lupa juga riwayat penyakit yang pernah diderita pasien maupun keluarga pasien misalnya diabetes mellitus, diet yang dilakukan, semuanya akan diteliti dengan seksama hingga dokter bisa membuat vonis apakah anda terkena GBS atau penyakit lainnya.

Pasien yang diduga mengidap GBS di haruskan melakukan test:
1. Darah lengkap
2. Lumbar Puncture
3. EMG (electromvogram)

Sesuai urutannya, test pertama akan dilakukan kemudian test ke dua apabila test pertama tidak terdeteksi adanya GBS, dan selanjutnya.


Apa yang akan terjadi setelah test dilakukan?

Tanda-tanda melemahnya syaraf akan nampak semakin parah dalam waktu 4 sampai 6 minggu. Beberapa pasien melemah dalam waktu relative singkat hingga pada titik lumpuh total dalam hitungan hari, tapi situasi ini amat langka.

Pasien kemudian memasuki tahap ‘tidak berdaya’ dalam beberapa hari. Pada masa ini biasanya pasien dianjurkan untuk ber-istirahat total di rumah sakit. Meskipun kondisi dalam keadaan lemah sangat dianjurkan pasien untuk selalu menggerakkan bagian-bagian tubuh yang terserang untuk menghindari kaku otot. Ahli Fisioterapy biasanya akan sangat dibutuhkan untuk melatih pasien dengan terapi-terapi khusus dan akan memberikan pengarahan-pengarahan kepada keluarga adan teman pasien cara-cara melatih pasien GBS.


Apakah GBS menyakitkan?

Ya dan tidak. Pasien biasanya merasakan sakit yang akut pada saat GBS. Terutama di daerah tulang belakang dan lengan dan kaki. Namun ada juga pasien yang tidak mengeluhkan rasa sakit yang berarti meskipun mereka mengalami kelumpuhan parah. Rasa sakit muncul dari pembengkakan dari syaraf yang terserang, atau dari otot yang sementara kehilangan suplai energy, atau dari posisi duduk atau tidur si Pasien yang mengalami kesulitan untuk bergerak atau memutar tubuhnya ke posisi nyaman. Untuk melawan rasa sakit dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan perawat akan memberikan terapi-terapi untuk me-relokasi bagian-bagian tubuh yang terserang dengan terapi-terapi khusus. Rasa sakit dapat datang dan pergi dan itu amat normal bagi penderita GBS.


Apakah pasien GBS membutuhkan perawatan khusus?

Pasien biasanya akan melemah dalam waktu beberapa minggu, maka dari itu perawatan intensive sangat diperlukan di tahap-tahap dimana GBS mulai terdeteksi. Sesuai dengan tahap dan tingkat kelumpuihan pasien maka dokter akan menentukan apa pasien memrlukan perawatan di ruang ICU atau tidak.

Sekitar 25% pasien GBS akan mengalami kesulitan di:
1. Bernafas
2. Kemampuan menelan
3. Susah batuk

Dalam kondisi tersebut diatas, biasanya pasien akan diberikan bantuan alat ventilator untuk membantu pernafasan.


Berapa lama pasien dapat sembuh?

Setelah beberapa waktu, kondisi mati rasa akan berangsur membaik. Pasien harus tetap wapada karena hanya 80% pasien yang dapat sembuh total, tergantung parahnya pasien bisa berjalan dalam waktu hitungan minggu atau tahun. Namun statistic membuktikan bahwa rata-rata pasien akan membaik dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Pasien parah akan menyisakan cacat dibagian yang terserang paling parah, perlu terapi yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi-fungsi otot yang layu akibat GBS. Bisanya memakan waktu maksimal 4 tahun.


Adakah obat untuk penyakit ini?

Obat nya hanya ada 1 macam yaitu GAMAMUNE ( Imuno globuline ) yang harganya 4jt - 4,5 jt rupiah /botol biasanya obat ini diinfuskan kepasien dg jumlah yang dihitung dari berat badan, untuk lebih jelas nya tanya ke dokter, contoh kasus yang dialami Deya dg berat badan pada saat sakit waktu itu 58 KG deya menghabiskan obat ini sebanyak 20 botol, ( 5 botol / hari).


Tips perawatan diri

Karena penyebab pasti GBS tidak dapat menunjuk, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegahnya.  Namun, penting untuk segera mencari perawatan medis untuk setiap gejala kelemahan otot dan hilangnya refleks. Perawatan dini meningkatkan prospek untuk pemulihan.
« Edit Terakhir: Juni 24, 2010, 11:36:53 AM oleh sisca, chemistry »
~ You are what you eat ~

Offline Idad

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 823
  • IQ: 66
  • Gender: Pria
  • ZyuProject
    • Math is Fun, Math is Games, Math is Logic, and Math is Easy!!!
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #1 pada: Juni 26, 2010, 12:28:11 PM »
Hm.., GBS itu bukannya bisa timbul akibat infeksi Campylobacter ya?
Visit My Site ! ! !
Download Soal Matematika SMA ZyuProject



Offline Astrawinata G

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.406
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #2 pada: Juni 26, 2010, 02:09:59 PM »
ya, benar Mas :)
Best Regards,


Astrawinata G

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.977
  • IQ: 222
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Click and Find
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #3 pada: Juni 26, 2010, 02:13:05 PM »
oh...
infeksinya karna Campylobacter..
ok deh... ^^
ga disebutkan di atas... :)

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.526
  • IQ: 132
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #4 pada: Juni 27, 2010, 02:31:32 AM »
Taunya cuman diawali dengan infeksi..
Ini termasuk autoimun toh.
Cuman diawali infeksi..
Apa sespesifik itu penyebabnya?
OOT OOT OOT..!!!

Offline Logan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 81
  • IQ: 7
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #5 pada: Maret 01, 2011, 04:51:05 AM »
Kalau penyebabnya karena infeksi, berarti bisa ditangani dengan antibiotik.
Masalahnya, apakah sekarang sudah ada antibiotik yang sensitif terhadap Campylobacter ?

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #6 pada: Maret 01, 2011, 06:32:10 AM »
infeksi apa dulu? ga semua infeksi bisa diatasi dng antibiotik...

Offline Huriah M Putra

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.526
  • IQ: 132
  • Gender: Pria
  • Aku siap aku siap...!!!
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #7 pada: Maret 01, 2011, 02:27:51 PM »
@Logan: Masalahnya, waktu gejala GBS muncul, infeksinya uda ntah kemana..
Ini penyakit autoimun.

Offline Logan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 81
  • IQ: 7
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #8 pada: Maret 25, 2011, 04:02:40 AM »
@Huriah M Putra: iya terima kasih!
Kemarin saya dapat kuliah tentang Neuropati (penyakit yang menyerang sistem saraf tepi), di kuliah disebutkan bahwa patofisiologi penyakit GBS dimulai oleh infeksi mikroorganisme yang dapat memproduksi antigen mirip myelin pada sel saraf tepi sehingga memicu tubuh untuk memproduksi antibodi yang spesifik melawan antigen tersebut. hasilnya dapat ditebak, yakni terjadi reaksi autoimun karena antibodi yang terbentuk selain menyerang antigen mikroba juga akan merusak myelin sel saraf tepi.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #9 pada: Maret 27, 2011, 06:56:30 AM »
Kalo gak salah GBS pernah dilaporkan karena efek samping dari vaksinasi.   Kayaknya pernah baca,  pada tahun 1976 di Amerika ada 50 penderita GBS setelah disuntik vaksin flu babi,   25 diantaranya meninggal dunia.   Kemudian sekitar tahun 2008 ada juga laporan penderita GBS setelah menerima vaksin Gardasil .......... ::)

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #10 pada: Maret 28, 2011, 08:32:09 AM »
emang vaksin itu bisa menyebabkan infeksi campylobacter?

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #11 pada: Maret 28, 2011, 12:43:09 PM »
Kasus GBS ditemukan setelah vaksinasi itu bukan hanya terkait dengan Gardasil dan vaksin flu babi,  melainkan juga vaksin flu tahun 1993 / 1994.

Cara buat vaksin gimana sih,  dan bahan utamanya apa,  dan lalu bakteri itu sukanya hidup dimana ?   Sangat masuk akal,  vaksinnya tercemar / mengandung bakteri itu ..................... :)

Kalo inget cara buat vaksin cacar ......wuiih,  mengerikan.   Memangnya bisa manusia mau mengambil manfaat dengan cara nyiksa binatang seperti itu ??
« Edit Terakhir: Maret 28, 2011, 12:56:33 PM oleh semut-ireng »

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #12 pada: Maret 28, 2011, 10:18:31 PM »
cacar itu karena virus ya? virus cuma bisa dikembangbiakan dalam sel hidup. ya mungkin saat itu teknologi mikrobiologi blom secanggih sekarang. kalo sekarang sudah bisa diterapkan penggunaan sel hidup di luar tubuh sebagai sarana pengembangbiakan virus. kalo dulu? terpaksa ada yang dikorbankan. kalo mengorbankan manusia bisa lebih parah lagi efeknya...

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #13 pada: Maret 29, 2011, 06:15:31 AM »
Masa sih dengan teknologi yang lebih canggih sekarang lalu penggunaan hewan untuk pengujian lantas berkurang ?   Bukannya makin banyak ?   Produk-produknya aja makin banyak macam dan jenisnya.   Ambil contoh di industri kosmetik,  sorry oot sedikit,  masih banyak hewan yang digunakan untuk pengujian :  mulai dari kelinci,  tikus,  kucing,  anjing,  babi sampai monyet.  Mereka harus mengalami rasa sakit selama proses pengujian.

Wajar kan kalo rasa sakit yang mereka derita itu lalu ' dipindahkan '  ke orang-orang  ( kebanyakan para cewe dan ibu-ibu nih, sorry ) pemakai produk kosmetik itu ............... ::)

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: Guillain-Barré syndrome
« Jawab #14 pada: Maret 29, 2011, 07:34:20 AM »
jadi OOT nih. ga usah di riset kosmetik, di farmasi juga gitu. pertama dicoba ke hewan dulu, untuk diliat keamanannya dan dosisnya. kalo aman meningkat uji ke manusia. baru setelah aman dimintakan approval badan nasional seperti fda. saat pemasaran tetap dipantau efek samping yang terjadi. saat pengembangan produk generik obat-obat tertentu juga ada uji pada manusia untuk menunjukkan kesamaan profil farmakokinetik dalam tubuh antara produk originator dan produk generik. jadi, dalam pengembangan produk baru dan generik ada serangkaian uji dulu terhadap hewan (khusus untuk produk obat baru) dan manusia.
bayangkan kalo obat baru langsung dicobakan pada manusia. kalo mati siapa yang nanggung? anda lebih milih minum obat yang dikembangkan dari uji pada hewan ato pada manusia langsung dng resiko nyawa? kalo anda keberatan dengan uji-uji itu mungkin anda bisa menghindari obat-obatan. makanya jangan sampe sakit.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
3357 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 26, 2007, 07:05:08 PM
oleh reborn
3 Jawaban
4797 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 27, 2010, 10:18:15 AM
oleh fazero
3 Jawaban
2943 Dilihat
Tulisan terakhir September 03, 2016, 11:48:19 AM
oleh Monox D. I-Fly