Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

November 30, 2022, 01:05:38 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,848
  • Latest: Jameswaw
Stats
  • Total Tulisan: 139,639
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 61
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 30
Total: 30

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

HIV cause AIDS?

Dimulai oleh Idad, Juli 03, 2010, 07:47:51 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

semut-ireng

Baguslah kalo sudah paham tidak semua kanker disebabkan retrovirus.  Ada sekitar 6 faktor yang menyebabkan terbentuknya sel kanker,  yang sudah diketahui melalui hasil penelitian.   Kalo saya tanya,  bisa gak menyebutkan 4 faktor saja ?  4 faktor yang saya tanyakan cukup untuk mengetahui penyebab Gay Cancer.

Pi-One

There's no such 'gay cancer'...

Mispersepsi dari masa lalu masih dibawa-bawa?

*cape deh*

Faktor kanker? mau faktor apa? keturunan? lingkungan? makanan? virus? infeksi? perilaku? hormonal? kejiwaan?

semut-ireng

#677
untuk gay cancer,  selain faktor pemaparan senyawa kimia yang bersifat karsinogenik secara terus menerus,  juga ada faktor2 lain seperti rangsangan fisik dan rangsangan kejiwaan yang berulang-ulang,  dan hal itu dapat pula dilihat dari sudut pandang lingkungan,  perilaku,  makanan,  maupun kejiwaan .............

tepat sekali,  mispersepsi dari masa lalu masih dibawa-bawa. ::)

Pi-One

Ngaku juga kalau gay cancer cuma mispersepsi...
Sudah tahu mispersepsi, masih ngotot ::)

semut-ireng

Kutip

You surely all remember that, in June1981, Michael Gottlieb published in Mortality and Morbidity weekly report of the CDC a report on 5 cases of Pneumocystis Pneumonia observed among 5 active male homosexuals, each of them having used plenty of nitrite inhalants ("Poppers"), and each of them presenting with a much decreased number of circulating T cells. These five patients had never met each other. Still, the CDC immediately accepted that these five patients represented a "cluster", therefore giving credibility to the infectious disease hypothesis. The toxicity of nitrite inhalants did not receive any serious consideration.... The "invention" of HIV originated from that paper based on very poorly analyzed clinical data.


Pi-One

Oh great...klaim klasik pengaitan kanker dan hiv/aids. Seperti biasa, kaset soak propaganda.

hoaem...zzzzzz......

?

Kutip dari: Pi-One pada Juni 13, 2011, 09:36:45 AM
Kacian, pemahaman HIV/AIDSnya ternyata memang segitu doang.

HIV/AIDS itu menular melalui cairan tubuh, termasuk darah. Termasuk ditularkan saat di dalam kandungan atau menyusui. Jadi bukan hanya via cairan kelamin...

Dan apa hasil propaganda profesor partner tukang obat soal AIDS disebabkan malnutrisi di Afsel? Peningkatan pesat penderita HIV/AIDS dan tingginya tingkat kematian! Mungkin hanya si penjual vitamin partner si profesor t yang meraup keuntungan di sini :)

apakah air liur dan keringat termasuk?

Pi-One

Air liur bukan, keringat setahuku juga bukan.

semut-ireng

We can be exposed to HIV many times without being chronically infected.

.........Yet the footage shows Luc Montagnier – who won a Nobel prize last year for his work on Aids – saying that many HIV infections can be shrugged off by a healthy immune system.

If this is true, isn't it worth exploring? Isn't this argument worth having? Should we be screening a documentary like this at all? Let's have your thoughts.


[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Pi-One

Baru kemarin nonton berita tentang belasan kantong darah yang ternyata darahnya terinfeksi HIOV/AIDS. Gak kebayang kalau ornag Indonesia pada kemakan propaganda seperti si asbuner, dan kantong darah tadi tetap didistribusikan dan ditransfusikan ke orang lain...

semut-ireng

Baru tadi baca beritanya,  kantong darah tercemar ditemukan di Medan dan di Pekalongan.   

Yang di Medan  8  kantong darah dari pendonor sukarela yang terinfeksi virus HIV/AIDS.

Penjelasannya  :

Kutip

"Meski jumlahnya tidak banyak, namun temuan tersebut jelas menjadi perhatian yang cukup serius bagi kita," kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, dr Delyuzar, di Medan, Selasa.

Namun begitu pun, lanjutnya, temuan tersebut belum dapat dipastikan benar-benar positif karena standart untuk menyatakan positif HIV harus dikonfirmasi dengan tiga regensia yang berbeda.

"Hasil yang kita temui positif, belum tentu positif ketika diperiksa menggunakan regensia. Artinya, reaktif ada sekitar 8 orang pendonor yang ketika diperiksa darahnya terinfeksi HIV. Kita katakan reaktif, karena belum konfirmasi dan harus tetap berjaga-jaga," katanya.

Selain itu katanya, pihaknya juga mengingatkan kepada pendonor jika memiliki prilaku yang beresiko terkena virus berbahaya tersebut untuk melakukan konseling ke VCT. Sebab, pihaknya lebih memprioritaskan darah yang beresiko rendah.


Perlu ditanyakan :  sebelum donor,  apa para pendonor itu tidak ditest dulu positif tidaknya,  mestinya sudah ditest.   Dan lalu,  ditemukan 8 orang pendonor yang ketika diperiksa darahnya terinfeksi HIV.  Bagaimana bisa terjadi begitu  ?


Yang di Pekalongan,  ditemukan lebih banyak lagi kantong darah yang tercemar,  273 kantong dari 3689 kantong darah.

Penjelasannya :

Kutip

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PMI Kota Pekalongan, Dwi Heri Wibawa di Pekalongan, Sabtu, mengatakan sebanyak 3.689 kantong darah tersebut dihimpun dari para pendonor sejak Januari hingga Mei 2011. "Darah yang sudah tercemar penyakit itu, kami pastikan tidak akan dipakai untuk membantu seseorang yang membutuhkannya," katanya.

Menurut dia kantong darah yang sudah rusak itu, antara lain tercamar penyakit hepatitis, HIV/AIDS, CDRL, sipilis, dan HCV Megalovirus. "Namun dari kantong darah yang rusak itu, sebagian besar tercemar unsur penyakit hepatitis," katanya.


semut-ireng

HIV Havens: Researchers Find New Clues About How HIV Reservoirs May Form

ScienceDaily (Aug. 18, 2011) — Much like cities organize contingency plans and supplies for emergencies, chronic infectious diseases like HIV form reservoirs that ensure their survival in adverse conditions. But these reservoirs -- small populations of viruses or bacteria of a specific type that persist despite attack by the immune system or drug treatment -- are not always well understood. Now, however, researchers at the California Institute of Technology (Caltech) believe they have begun to decode how a reservoir of infection can persist in HIV-positive populations.

The research team -- led by David Baltimore, Robert Andrews Millikan Professor of Biology and recipient of the 1975 Nobel Prize in Physiology or Medicine -- proposes that a type of HIV infection that uses infected cells to get close to uninfected cells and then discharge a large load of virus on them, may be the reason small populations of HIV-infected cells persist even when antiretroviral drug treatment has been successful in suppressing most other infections within an individual.

Their findings were reported in the advance online publication of the journal Nature on August 17.


[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Pi-One

Dan artikel tersebut membuktikan bahwa HIV memang disebabkan virus... ::)

semut-ireng

membuktikan virus disebabkan virus ??

Pi-One

Masih gagal membedakan status HIV positif dan AIDS rupanya...