Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 13, 2022, 07:18:54 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 35
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 15
Total: 15

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Inilah Ciri-ciri Tahi Lalat Berbahaya

Dimulai oleh raisuien, Desember 30, 2010, 07:33:15 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

raisuien

Tahi lalat (nevus pigmentosus) merupakan tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Tumor jinak ini yang khas berwarna gelap, besarnya menetap, meski ada juga yang terus membesar.

Sebagian besar tahi lalat ada sejak lahir, tapi bisa juga baru muncul saat dewasa. Umumnya pemicunya adalah sering kontak dengan sinar matahari, sehingga berdampak pada meningkatnya pigmen melanin. Dapat pula tahi lalat terjadi karena faktor genetik, obat-obatan pemutih kulit, makanan cepat saji, atau bahan-bahan yang mengandung arsen.

Tahi lalat merupakan indikasi penumpukan pigmen yang sudah tertahan di bawah kulit sejak janin. Pigmen-pigmen ini memiliki sarang di bawah kulit dan bisa timbul sewaktu-waktu. Itulah sebabnya tahi lalat bisa bertambah banyak seiring bertambahnya usia.

"Tahi lalat secara umum tidak berbahaya, dan biasanya hanya menimbulkan keluhan kosmetis, meski dapat pula berubah menjadi kanker," ujar Dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.KK. Untuk mengetahui bahaya tidaknya tahi lalat dapat dilakukan pemeriksaan dengan melode ABCD.

* A (Asymmetris). Tahi lalat vang bersifat kanker cenderung mempunyai bentuk tak beraturan. Tahi lalat yang normal bentuknya bulat.

* B (Border). Tahi lalat yang bersifat kanker mempunyai batas atau pinggiran abnormal, yakni tepinya bergerigi dan kadang timbul tonjolan di tengah tahi lalat. Pada tahi lalat normal permukaan tepinya cenderung, rata dan tak ada tonjolan.

* C (Colour). Tahi lalat yang beraneka warna seperti cokelat, merah, putih, biru, dan hitam sering menandai bersifat kanker ketimbang tahi lalat satu warna. "Waspadai jika memiliki tahi lalat dengan warna tidak homogen, bisa jadi itu gejala kanker," katanya.

* D (Diameter). Tahi lalat yang bersifat kanker biasanya memiliki ukuran lebih besar daripada yang jinak. Tahi lalat yang berbahaya ukurannya terus membesar hingga memiliki diameter lebih dari 6 milimeter.

Tahi lalat yang berisiko kanker harus ditangani segera sebelum metastatis atau menyebar ke bagian tubuh lainnya. Satu-satunya cara membuang tahi lalat adalah dengan jalan operasi.

"Ada kalanya orang minta tahi lalatnya diangkat untuk kepentingan kosmetis atau secara fengshui kurang bagus. Sah-sah saja sih, tapi jika memang tidak menimbulkan keluhan sebaiknya tak usah dihilangkan," katanya lagi.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Huriah M Putra

Ada di kuliah juga yang tambahin F (Funny looking).
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

Astrawinata G

ada E (Elevation) juga.....

jadinya ABCDEF
Best Regards,


Astrawinata G

Huriah M Putra

[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

Astrawinata G

Best Regards,


Astrawinata G

syx


Huriah M Putra

Gimana ya sejarah nevus pigmentosus disebut 'tahi lalat'?
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

syx

pertama mungkin dulunya ada lalat be'ol di situ terus sulit diilangin... kedua mungkin karena bentuknya mirip: item, kecil, bulet, lucu, imut.

Huriah M Putra

Om syx pernah liat 'tahi lalat' donk berarti?
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

syx

pernah. yang biasa nangkep lalat pake plastik pasti pernah liat. ntar lama-lama ada bintik-bintik berukuran ga sampe 1 mm nempel di dalem. siapa lagi yang bikin ulah kalo bukan lalatnya dan kemungkinan itu tainya.

Astrawinata G

si lalat ketakutan sampe defakasi?hehhe
Best Regards,


Astrawinata G