Forum Sains Indonesia

Ilmu Terapan => Kesehatan => Topik dimulai oleh: biobio pada Mei 17, 2009, 03:27:27 AM

Judul: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: biobio pada Mei 17, 2009, 03:27:27 AM
kemarin baca tulisannya dahlan iskan di koran...minta pendapat anak FK ato ahli farmasi ato apalah...
ini beritanya:

Jumat, 2009 Mei 15
Dahlan Iskan: Susu Sapi Bukan untuk Manusia
Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?

"Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya," ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.

Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang "jelek": benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.

Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.

Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak "lomba lari" oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi "modal" oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam "lumbung enzim-induk". Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari "lumbung"-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.

Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.

Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan "jelek" itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan "pengobatan" seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan "pengobatan" alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.

Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. Nah..... gan pei!

sumber : jawapos.com
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: paladin-x pada Mei 17, 2009, 12:06:03 PM
Komen nga....
Susu Sapi Bukan untuk Manusia, saya setuju!!!
Susu Sapi ya untuk anak sapi, Air Susu Ibu ya untuk anak Ibu
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Aghie pada Mei 18, 2009, 02:55:06 PM
Ehemmmm
KAlau yang udah dewasa gimana prof? minum susu apa baiknya ni????  :-*
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: marshall pada Mei 18, 2009, 04:24:23 PM
trus gimana dengan 4 sehat 5 sempurna dunk??
(abis judulnya ngancem..;D)

juga pernah denger tentang susu kambing. katanya sih banyak manfaatnya juga.

kalo susu ibu...
ngeri ah..takut udah kadaluarsa..:D
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Mei 18, 2009, 11:33:08 PM
gw kasi komentarnya dikit-dikit ya...

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

enzim tidak bekerja universal, demikian juga dengan enzim pencernaan. ada enzim yang bekerja memecah ikatan pada karbohidrat, ada yang bekerja pada protein, ada yang bekerj pada lemak. di mulut, ptialin ato liur hanya memiliki amilase yang berperan memecah karbohidrat. susu utamanya mengandung protein dan lemak, jadi ya maaf aja kalo emang ga ada interaksi antara susu dan enzim di mulut. protease ada di gastric yang cara kerjanya harus diaktivasi oleh asam. jadi enzim ini tidak boleh aktif dalam sel karena bisa merusak sel sendiri. setelah di luar sel barulah enzim ini diaktifkan. di sini protein susu dipecah menjadi peptida dan asam amino yang selanjutnya diserap di usus.
susu dan daging adalah sumber protein. silakan aja dimakan. pembatasan daging mungkin emang perlu karena biasanya daging juga mengandung lemak yang bisa membahayakan kesehatan. yang patut diperhatikan adalah asupan serat yang mencukupi hingga memudahkan buang air besar. kalo kurang serat emang rasanya pas bab ga nyaman...
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: biobio pada Mei 19, 2009, 01:23:40 AM
susu punya laktosa kan, bisa dihidrolisis sama beta-galaktosidase yang namanya laktase...
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: F.K. pada Mei 19, 2009, 01:58:25 AM
 Wah klo Susu berbahaya karena merupakan benda cair shingga g' sempat berinteraksi dg enzim yg ada di mulut sehingga untuk mencernanya jd susah..
Gmana dg minuman yg laen..
Seperti jus misalnya..
Klo masalahnya cma biar bisa berinteraksi ma enzim yg ada d mulut...
Y klo mminum susu di mut dulu d mulut yg lama, n g' langsung ditelan..


Trz gmana dengan bayi yang kebetulan g' dapet asi dari ibunya...
Gmana nasib mereka?
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Mei 19, 2009, 01:59:55 AM
laktase ini ada dalam ptialin? ato apa laktose bisa dipecah oleh enzim dalam ptialin?
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: biobio pada Mei 19, 2009, 02:04:11 AM
laktase ini ada dalam ptialin? ato apa laktose bisa dipecah oleh enzim dalam ptialin?
di hati, ginjal, dan usus kecil kalo ga salah...
Trz gmana dengan bayi yang kebetulan g' dapet asi dari ibunya...
Gmana nasib mereka?
biasanya bayi (kalo ga salah) punya laktase dlm jumlah lbh besar...FK? fakultas kedokteran?
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: F.K. pada Mei 19, 2009, 02:09:11 AM
Bkn, ak bukan dr fakultas kedoktern....
Ak bahkan g' pingen jd dokter..
Kbetulan inisial nama ku F.K.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: nandaz pada Mei 19, 2009, 02:16:26 AM
laktase ini ada dalam ptialin? ato apa laktose bisa dipecah oleh enzim dalam ptialin?
berarti cuman terjadi dalam mulut? soalnya kalo sudah sampe kedalam lambung enzim ptialin ngga effect, karena dipengaruhi oleh PH asam lambung, kalo ngga salah seharusnya di gantikan oleh enzim yang lebih kuat, disakarase untuk memecah polisakarida menjadi disakarida....kalo yang dalam lambung,
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Muztank pada Mei 19, 2009, 03:58:34 AM
enzim renin kan yg mengubah kaseinogen...
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Nabih pada Mei 26, 2009, 04:57:42 AM
susu punya laktosa kan, bisa dihidrolisis sama beta-galaktosidase yang namanya laktase...
??? ??? ??? ??? ???
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: nandaz pada Mei 28, 2009, 02:09:46 AM
...kurasa hal ini terlalu naif dipercaya, bagaimanapun juga banyak manusia dimuka bumi ini yang mengonsumsi susu dari sapi sejak kecil bahkan hingga sekarang...tapi, saya yakin 99% mereka menganggap itu tidak berdampak terlalu besar pada kesehatan, justru sangat menyehatkan, saya sendiri buktinya, saya takpernah bermasalah akan sistem pencernaan yang disebabkan oleh susu...kalo boleh tau, ada yang beda pendapat ngasih, pengalaman yang buruk nya, apa itu sungguh2? kalo sejak kecil sudah terbiasamengonsumsi susu, justru tubuh akan beradaptasi akan pengaruh enzim yang taksempat melumat emulsi itu...contoh yang benar tentu ada, ada pada anak kucing...pernah ngasih susu instant dari sapi pada anak kucing?, sebagian anak kucing akan meminumnya sedikit, dan lalu mereka bisa saja berhenti minum karena perutnya sakit,hal ini disebabkan oleh kareba kucing tidak mempunyai enzim untuk mencerna selulosa pada susu...sebagian kucing akan terbiasa, ada juga yang engga...tapi, pantasnya susunya dari induknya sendiri....
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Juni 01, 2009, 09:55:07 PM
saya uda beli (tapi blom selesai baca) buku Dr Hiromo Shinya. teorinya berkaitan dengan susu masih masuk akal. ntar kita bahas aja bareng. masi banyak hal baru lain di dalamnya.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: drexman pada Juni 02, 2009, 01:25:34 AM
sori blm baca buku prof hiromi,,.tapi ada pertanyaan dikit
menurut buku itu,.apa yang dimaksud enzim induk??
agak sedikit aneh karena baru denger istilah ini..
dalam sisitem pencernaan,enzim dihasilkan oleh organ2 yang masuk dalam sisitem pencernaan..
spt kelenjar air liur,lambung,usus,dan liver,melalui kandung empedu,juga pancreas..
enzim2 dari organ itu mempunyai fungsi masing2 untuk memecah zat gizi spt karbohidrat,lemak,.protein yang masuk ke sistem pencernaan supaya bs diserap..
jadi..apa yang ditakutkan kalo konsumsi susu??
susu sdr mengandung gizi yang baik buat tubuh karena lengkap kandungan gizinya..bisa dibilang sama kaya telur.,,makanya wkt susah kaya sekarang ini,.slogan 4 sehat 5 sempurna bukan lagi pake susu tapi pake telur..lebih murah.. ;D
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Juni 02, 2009, 02:21:43 AM
dari yang sempet gw baca, enzim induk ini dalam pengertian saya adalah senyawa pra-enzim yang selanjutnya akan dibentuk menjadi enzim sesuai kebutuhannya. bahan ini sangat terbatas dan bisa habis tergantung pemakaian dan umur. enzim dalam susu dikatakan oleh beliau banyak yang rusak enzimnya karena pemanasan sehingga tubuh perlu menguras enzim untuk mencernanya. pun katanya kalsium dalam susu terserap sangat baik hingga berada dalam darah dalam kadar yang tinggi. akibatnya dari sini tubuh berusaha mengurasnya untuk menurunkan kadar kalsium yang terlalu tinggi, akibatnya ada masa di mana kalsium dalam tulang juga ikut terambil sedikit demi sedikit. yang bagus untuk tulang adalah sumber yang penyerapannya ga terlalu besar sehingga tidak menaikkan kadar kalsium darah secara drastis. contoh yang baik yang beliau sarankan adalah kalsium dari ikan.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: drexman pada Juni 03, 2009, 01:31:23 AM
dari yang sempet gw baca, enzim induk ini dalam pengertian saya adalah senyawa pra-enzim yang selanjutnya akan dibentuk menjadi enzim sesuai kebutuhannya. bahan ini sangat terbatas dan bisa habis tergantung pemakaian dan umur. enzim dalam susu dikatakan oleh beliau banyak yang rusak enzimnya karena pemanasan sehingga tubuh perlu menguras enzim untuk mencernanya. pun katanya kalsium dalam susu terserap sangat baik hingga berada dalam darah dalam kadar yang tinggi. akibatnya dari sini tubuh berusaha mengurasnya untuk menurunkan kadar kalsium yang terlalu tinggi, akibatnya ada masa di mana kalsium dalam tulang juga ikut terambil sedikit demi sedikit. yang bagus untuk tulang adalah sumber yang penyerapannya ga terlalu besar sehingga tidak menaikkan kadar kalsium darah secara drastis. contoh yang baik yang beliau sarankan adalah kalsium dari ikan.
rancu banget pembahasan ini..enzim memang bisa habis ditubuh,jg bs diproduksi lagi..sptnya tdk ada masalah disini..
calsium memang dibutuhkan tubuh..apalagi kecukupan gizi orang indo biasanya kurang kalsium,jd ga masalah minum susu..ga akan berlebihan..meskipun berlebihan..bisa dikeluarkan lewat ginjal..vitamin jg sama...nah..kalo konsumsi kalsium malah bs tulang diambil klsiumnya..lebih aneh lagi..
kayanya teori ini cuma asumsi aja..harus diteliti secara ilmiah dulu...apalagi sekarang jamannya biomolekuler...
aku jg ga tau buku prof ini buku ilmiah ato buku populer aja...karena dlm kedokteran buku ini ga gt dikenal...
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Juni 03, 2009, 06:21:43 AM
yang pasti buku ilmiah... yang ngasi komentar di sampul buku ada menteri kesehatan, dekan fk unair, ugm, dan lipi. mending baca dulu bukunya deh. gw juga blom kelar baca.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: drexman pada Juni 03, 2009, 01:31:35 PM
yang pasti buku ilmiah... yang ngasi komentar di sampul buku ada menteri kesehatan, dekan fk unair, ugm, dan lipi. mending baca dulu bukunya deh. gw juga blom kelar baca.
oke deh..baca dl..kalo sempet
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Januari 19, 2010, 11:27:04 AM
kucing tidak mempunyai enzim untuk mencerna selulosa pada susu...sebagian kucing akan terbiasa, ada juga yang engga...tapi, pantasnya susunya dari induknya sendiri....

apa benar susu punya selulosa? saya beru tahu...kalo gitu yang bisa ,minum susu hanya ruminansia dunk? ???

masalah enzim induk, mungkin hanya berupa kiasan saja, namun ada istilah medisnya. Namun beliau berusaha menjelaskan sesingkat dan sederhana mungkin. Kalo memang ga ilmiah, ga mungkin Menkes dan para dosen diam2 aja, dan malah nulis kata2 buat buku itu :)
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: nandaz pada Januari 28, 2010, 01:46:32 AM
kucing tidak mempunyai enzim untuk mencerna selulosa pada susu...sebagian kucing akan terbiasa, ada juga yang engga...tapi, pantasnya susunya dari induknya sendiri....

apa benar susu punya selulosa? saya beru tahu...kalo gitu yang bisa ,minum susu hanya ruminansia dunk? ???

masalah enzim induk, mungkin hanya berupa kiasan saja, namun ada istilah medisnya. Namun beliau berusaha menjelaskan sesingkat dan sederhana mungkin. Kalo memang ga ilmiah, ga mungkin Menkes dan para dosen diam2 aja, dan malah nulis kata2 buat buku itu :)
punya kok, karena sapi mengkonsumsi serat makanan yang mengandung selulosa (biasanya mengandung banyak air) jadi air bisa diserap lebih lama dalam jumlah yang banyak, lho bukannya sayur juga mengandung selulosa? sayur kankung contohnya kamu pernah makannya khan?...Saat serat berada dalam sistem pencernaan manusia, serat nyaris tak tercerna… selebihnya, menjadi cenderung bersifat menyerap air & lemak. Inilah yang menjadikan serat mampu “mengembang”; analoginya, sama seperti spons yang menyerap air. apa lagi fungsi ginjal manusia dan sapi sama, hanya bentuk dan fisiologinya yang berbeda...
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Januari 28, 2010, 03:58:00 AM
pertanyaannya adalah apakah benar susu mengandung selulosa.

kenyataannya:

selulosa utamanya berasal dari tumbuhan.

sapi emang makan selulosa dari tumbuhan, tapi selulosa ini sulit tercerna dan sulit diserap sehingga lebih banyak tetap dalam saluran cerna yang selanjutnya akan keluar saat defekasi.

tidak ada sel sapi yang bisa memproduksi selulosa.

jika ada kandungan selulosa dari susu maka sudah bisa dipastikan terjadi kontaminasi mikroba (bakteri). karena selulosa adalah penyusun dinding sel bakteri dan tumbuhan.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: nandaz pada Januari 28, 2010, 10:15:53 AM
pertanyaannya adalah apakah benar susu mengandung selulosa.

kenyataannya:

selulosa utamanya berasal dari tumbuhan.

sapi emang makan selulosa dari tumbuhan, tapi selulosa ini sulit tercerna dan sulit diserap sehingga lebih banyak tetap dalam saluran cerna yang selanjutnya akan keluar saat defekasi.

tidak ada sel sapi yang bisa memproduksi selulosa.

jika ada kandungan selulosa dari susu maka sudah bisa dipastikan terjadi kontaminasi mikroba (bakteri). karena selulosa adalah penyusun dinding sel bakteri dan tumbuhan.

wah, aku baru tahu juga nich, jadi selulosa tidak dikeluarkan oleh kelenjar susu sapi jadinya ya, oh maaf ya Astrawinata G.. aku terlalu banyak bernalar..thanks perbaikannya, M.syx(senang bisa nambahin ilmu) :P
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Idad pada Januari 28, 2010, 11:29:58 AM
pun katanya kalsium dalam susu terserap sangat baik hingga berada dalam darah dalam kadar yang tinggi. akibatnya dari sini tubuh berusaha mengurasnya untuk menurunkan kadar kalsium yang terlalu tinggi, akibatnya ada masa di mana kalsium dalam tulang juga ikut terambil sedikit demi sedikit.
Hm..,bukannya ada hormon Calcitonin..:: Jadi penyerapan ke tulang lebih banyak saat kadar Ca2+ meningkat. Terkecuali, tubuh punya kecepatan kalsifikasi tulang terntentu, seperti halnya batas kemampuan saring ginjal dalam meng-absorbsi molekul tertentu.

Hhe.., jadi pingin cari bukunya, Soalnya kok agak menarik ya..
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Januari 28, 2010, 03:11:58 PM
Yak yak yak.... Bener itu. Aku udah menanti jawaban gitu.
Saat kadar kalsium darah tinggi, penyerapan ke tulang tinggi, absorbsi oleh usus menurun, dan reabsorbis di ginjal juga menurun.
Kebalikannya kalo kalsium darah rendah, cuman jadinya dikuras dari tulang.

Hormonnya ya calcitonin sama parathyroid hormone (CMIIW)

Nah, jadi yang ditulis di Guyton, Sherwood, Ganong itu salah?
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Idad pada Januari 28, 2010, 08:09:42 PM
Hormonnya ya calcitonin sama parathyroid hormone (CMIIW)
Betul, Calcitonin sifatnya berlawanan dengan Parathyroid Hormone (PTH)

Nah, jadi yang ditulis di Guyton, Sherwood, Ganong itu salah?
Belum tentu, mungkin hanya kurang penjabarannya saja, toh secara umum peran calcitonin untuk sementara ini bisa diterima. 

Tapi ya nanti tergantung keadaannya juga, toh buku fisiologi biasanya akan ada terbitan edisi terbaru yang berisi update dari penelitian terbaru.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Januari 29, 2010, 06:05:47 AM
tunggu aja gimana kelanjutannya :) sebab revisi textbook itu butuh lamaaaa banget. ga bisa dalam sekejap uda keluar edisi X, 2 bulanlagi setelah uda ada info terbaru buru2 keluar edisi XI, dsb...mereka harus bisa pertanggungjawabkan semua data sampai titik koma yang ada disana, dan wajar saja begitu suatu pernyataan baru diungkapkan di textbook, di lapangan uda ketingalan jaman :)
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Januari 29, 2010, 06:59:44 AM
mestinya bikin suplemen aja yang lebih tipis. kalo udah ngumpul banyak baru direvisi.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Januari 30, 2010, 01:07:50 PM
sama aja tuh mod....masalah biaya, daripada keluar 2x buat suplemen n revisi, bagusan sabar aja :)
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: nandaz pada Januari 31, 2010, 02:41:06 AM
...mengenai selulosa tadi, apa ada hubungan nya dengan bayi yang baru lahir  dan  hanya mengkonsumsi susu tetep dapat menghaslikan feses, bukannya berarti didalam susu ada serat apa itu bukan selulosa tersebut? ???
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Januari 31, 2010, 02:56:39 AM
Feses dan serat gak ada hubungannya (kayaknya...). Maksudnya, pembentukan feses bukan harus ada serat, jadi gak ada serat gak ada feses. BUkan gitu..... Serat hanya membantu untuk melunakkan feses.
Dan feses bayi lunak (malah cenderung encer) karena mereka hanya konsumsi susu yang konsistensinya cair.

Untuk semua, bisakah kita mencari jurnal terbaru (yah.. lebih baru dari buku dr. Hiromi) untuk mematahkan pendapat dr. Hiromi mengenai susu sapi yang bahaya? (Kurang suka dengan pandangan ekstrimis gini..)
Hubungan susu dengan osteoporosis misalnya..?
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Januari 31, 2010, 03:11:47 AM
nyari sendiri dunk...masa buat KTI minta2 bantuan seluruh dunia? :P jadi ga keren tuh....
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Januari 31, 2010, 03:23:52 AM
nyari sendiri dunk...masa buat KTI minta2 bantuan seluruh dunia? :P jadi ga keren tuh....
Jjyaaahhh... Jangan kau bocorkan rencana besarku ke seluruh cyberworld.
@All: Pura2 gak nampak aja apa yang ditulis mas Astra.. Atas nama ilmu pengetahuan...!!!!
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Januari 31, 2010, 10:34:27 AM
iya...@All: semua cuma pura2 aja :D hwahahahaha
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Februari 01, 2010, 10:01:02 PM
...mengenai selulosa tadi, apa ada hubungan nya dengan bayi yang baru lahir  dan  hanya mengkonsumsi susu tetep dapat menghaslikan feses, bukannya berarti didalam susu ada serat apa itu bukan selulosa tersebut? ???
emang feses isinya selulosa ato serat aja?

btw, kenapa kata orang bayi yang pake susu formula fesesnya lebih bau ketimbang yg minum ASI aja?
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Februari 02, 2010, 06:09:27 AM
isi feses itu ya sisa pencernaan kita, juga ada bakteri flora normal di usus, juga sel epitel dari usus, itu yang membentuk sebagian besar massa feses :)

masalah bau feses, saya sendiri belum pernah menjumpai 2 bayi yang minum ASI dan formula dan merasakan baunya  langsung :P
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: xSaVioRx pada April 04, 2010, 03:17:01 AM
Hubungan susu dengan osteoporosis misalnya..?
hubungan yg dharapkn dsini yg protagonis/antagonis?
sy ad ne yg antagonisnya
http://nasional.kompas.com/read/2009/11/04/07414164%20/minum.susu.justru.sebabkan.osteoporosis

...Menurut Shinya, kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. ”Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah Anda tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine,” demikian pendapat Shinya.

Fakta lapangan..
Dari empat negara susu besar—Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia—yang banyak sekali mengonsumsi susu setiap hari, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.

trus gimana dengan 4 sehat 5 sempurna dunk??
...Kita tentu ingat slogan gizi ”Empat Sehat, Lima Sempurna” yang diciptakan tokoh gizi nasional, almarhum Prof dr Poorwosoedarmo, sekitar empat dekade lalu, yang menyebutkan bahwa konsumsi susu ”menyempurnakan” empat komponen makanan lainnya (karbohidrat, protein dan lemak nabati/hewani, sayur, dan buah-buahan). Menurut Waloejo, slogan itu bagus dan amat berguna pada masa tahun 1960-an ketika kondisi gizi masyarakat Indonesia masih kurang baik karena memberikan panduan yang mudah diingat masyarakat awam.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada April 04, 2010, 05:06:01 AM
Kutip
Fakta lapangan..
Dari empat negara susu besar—Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia—yang banyak sekali mengonsumsi susu setiap hari, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.
Udah disingkirkan variabel lain?
Seperti kurangnya pergerakan..
Karna tuh semua negara makmur kan, dan negara makmur biasanya pergerakan penduduknya itu sedikit.
Kurang olahraga..
Dan ini juga faktor resiko untuk osteoporosis.
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: xSaVioRx pada April 06, 2010, 12:47:46 PM
http://www.scumdoctor.com/Indonesian/disease-prevention/degenerative-disease/osteoporosis/Too-Much-Calcium-And-Osteoporosis.html
Bahkan, di negara-negara di mana baik konsumsi susu dan keseluruhan tingkat kalsium dalam makanan adalah yang terendah, tingkat patah tulang juga yang terendah.

tapi variabel lain" msh blm dsingkirkan,krn slm surfing ga ktemu" yg membahas pengaruh sdikit bergerak terhadap osteoporosis..jd dlm hal ini sbnrny mn yg lbh mempengaruhi tingkat kerapatan tulang,,asupan kalsium atau intensitas olahraga?
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Astrawinata G pada April 08, 2010, 05:44:25 AM
intensitas olahraga akan meningkatkan kekuatan tulang, dimana sel oseoblas akan lebih aktif bekerja. namun semua tetep butuh kalsium kan? :)

sebaliknya, asupan kalsium yang tinggi tapi tidak dipakai karena kurangnya aktivitas juga akan menjadi resiko :)
Judul: Re: Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada April 08, 2010, 05:53:42 AM
Yak yak..
Mereka tuh saling mempengaruhi.
Asupan kalsium yang baik dan intensitas olahraga yang bagus menjadikan tulang yang kokoh.
Judul: Re:Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: exile_rstd pada Desember 04, 2011, 12:58:26 AM
banyak pertanyaan yang ingin saya kemukakan,
-pertama, kalau manusia tdk boleh minum susu sapi maka harus minum susu manusia. tapi memangnya lazim jikalau perempuan atau laki-laki berumur 20 tahun keatas minum susu manusia yg tdk lain berasal dari ASI?

-kedua, disitu juga disebutkan makanlah makanan yg enak-enak, maka hati senang kalau senang bisa mendorong produksi enzim. nah masalahnya sebagian org kalau sdh senang makan makanan pasti tdk akan memperhatikan makanan jenis apa yg ia konsumsi seperti burger, ayam goreng pokoknya junk food. lalu bagaimana menanganinya?

-ketiga, saya punya buku anatomi tubuh yang menjelaskan bahwa osteoporosis itu sebabkan proses penulangan atau kalsifikasi sudah tidak mampu lagi karena pertambahan umur manusia.

kalau ada yang berkenan mau menjawab dengan rinci, saya tunggu ;D
Judul: Re:Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: syx pada Desember 05, 2011, 09:32:34 PM
- pertama, ga lazim

- kedua, tergantung pada orang tersebut. jika diberi pengertian dan informasi tapi tidak mampu menyerap ato melaksanakan ya setidaknya sudah menjadi tanggung jawabnya terhadap diri sendiri dan keluarganya. kita sudah tidak bisa disalahkan karena kita sudah memberikan peringatan. sama sepertinya dengan rokok. produsen sudah memberikan peringatan pada kemasan rokoknya. jika ada yang sakit karena rokok tersebut produsen sudah tidak bisa dituntut lagi karena mereka sudah memberikan peringatan sebelumnya.

- ketiga, pertanyaannya apa?
Judul: Re:Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada Desember 06, 2011, 06:02:03 AM
Menarik nih..Bayangkan..Jangan minum susu sapi..Hmm..Revolusioner..Sayang belum mampu berkomentar, karena minimnya ilmu..Menunggu dan menyimak terus pencerahan dari Forsa'ers..
Judul: Re:Jangan Minum Susu Sapi!
Ditulis oleh: exile_rstd pada Desember 06, 2011, 09:58:12 AM
...Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

tapi yang saya ketahui bahwa osteoporosis terjadi karena pertambahan usia yang menyebabkan osteonblas tidak mampu melakukan kalsifikasi. dan penyebabkan pelebaran kanal medularis, mengikis tulang padat dan juga terbentuknya celah diantara lamela.

(http://www.ifaceit.net/wp-content/uploads/2011/01/osteoporosis.jpg)

daan saya salah satu penggemar susu, tapi kalau seandainya benar apa yang dikatakan Prof. Hiromi, apa ada kurun waktu tertentu dalam proses osteoporosis?