Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 06, 2022, 02:46:19 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 67
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 37
Total: 37

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Mengapa Berobat ke Luar Negeri?

Dimulai oleh raisuien, September 26, 2009, 08:38:45 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

expertmedia

Menurut saya, mereka yang berobat ke luar negeri itu pasti ada alasan.
Pertama: atas referensi kolega yang pernah berobat ke luar negeri dan sembuh.
Kedua: Karena banyak uang dan biar dikatakan orang "wah"

xSaVioRx

Ketiga: persepsi umum bahwa kedokteran LN lebih meyakinkan daripada kedokteran DN..
If someone feels that they had never made a mistake in their life,then it means that they had never tried a new thing in their life ~ Einstein

Astrawinata G

keempat: memang sudah idaman dari dulu mau nyicipin fasilitas kesehatan LN :D
Best Regards,


Astrawinata G

syx


raisuien

keenam : orang kaya yg kebanyakan duit, gag taw maw habisin duitnya ke mana... alasannya berobat ke LN sekaligus jalan2...

Huriah M Putra

ketujuh: trauma sama dokter dalam negeri... Pernah berobat, tapi karna kurang sabar dikira gak sembuh2.. Sampe sono, gak diapa2in atau dicolek2 sikit pun sembuh (padahal emank mau sembuh, masalah waktu), baru dibilang2 dokter LN lebih bagus...
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

Astrawinata G

kedelapan : gabungan semuanya (kayak mata kuliah kebudayaan)
Best Regards,


Astrawinata G

xSaVioRx

barusan dapet berita,,
Kualitas layanan rumah sakit mata Indonesia kini telah mendapat pengakuan dunia menyusul masuknya Jakarta Eye Center (JEC) sebagai anggota resmi World Association of Eye Hospitals (WAEH). Pengakuan ini menempatkan JEC sebagai rumah sakit mata pertama yang mewakili Indonesia dalam asosiasi beranggotakan 11 rumah sakit mata dari berbagai penjuru dunia itu.

Hal yang paling membanggakan Indonesia adalah pada saat WAEH memberikan pengakuan bahwa inovasi pada pelayanan kesehatan di Jakarta Eye Center patut menjadi proyek percontohan untuk rumah sakit mata lainnya di dunia.

Inovasi tersebut adalah ruang edukasi pasien atau yang biasa disebut Patient Education Center, dimana tersedia fasilitas audio maupun video bagi pasien yang ingin mendapat informasi lebih jauh mengenai penyakit maupun tindakan yang akan dijalaninya. Ide Patient Education Center ini pun dikembangkan menjadi konsep ICD atau Internal Customer Discussion, dimana waktu tunggu pasien di ruang tunggu diisi dengan penerangan secara interaktif oleh staff yang berpengalaman.
If someone feels that they had never made a mistake in their life,then it means that they had never tried a new thing in their life ~ Einstein