Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 03, 2022, 01:44:46 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 75
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 55
Total: 55

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Mengenal Gejala, Penyebab dan Cara mengobati Hemofilia

Dimulai oleh Fauzi27, Desember 18, 2017, 01:05:58 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Fauzi27

Hemofilia bukanlah satu penyakit melainkan salah satu kelompok kelainan pendarahan yang mewarisi yang menyebabkan perdarahan abnormal atau berlebihan dan pembekuan darah yang buruk. Hemofilia A dan B dibedakan dengan gen spesifik yang bermutasi (diubah menjadi rusak) dan kode untuk faktor pembekuan (protein) yang rusak pada setiap penyakit.

Seperti disebutkan di atas, hemofilia disebabkan oleh mutasi genetik. Mutasi melibatkan gen yang kode untuk protein yang penting dalam proses pembekuan darah. Gejala perdarahan timbul karena pembekuan darah terganggu. Gejala utama hemofilia adalah perdarahan yang sulit berhenti atau berlangsung lebih lama, termasuk perdarahan pada hidung (mimisan), otot, gusi, atau sendi. Tingkat keparahan perdarahan tergantung dari jumlah faktor pembeku dalam darah.

Pada hemofilia sedang, jumlah faktor pembekuan berkisar antara 1-5%. Gejala yang dapat muncul meliputi:

1. Kulit mudah memar.
2. Perdarahan di area sekitar sendi.
3. Kesemutan dan nyeri ringan pada lutut, siku dan pergelangan kaki.

Pengobatan hemofilia bervariasi tergantung pada jenis hemofilia itu sendiri. Berikut adalah beberap pengobatan untuk penyakit hemofilia yang bisa kamu coba :

Pengobatan untuk Hemofilia A ringan. Pengobatan yang biasa dilakukan yaitu menggunakan suntikan lambat hormon desmopressin (DDAVP) ke pembuluh darah untuk merangsang pelepasan faktor pembekuan darah yang lebih banyak untuk menghentikan pendarahan.

Sedangkan pengobatan untuk hemofilia A berat atau hemofilia B. Perdarahan dapat berhenti hanya setelah infus faktor pembekuan yang berasal dari darah manusia yang disumbangkan oleh donor atau dari produk rekayasa genetika yang disebut faktor pembekuan rekombinan. Infus yang berulang-ulang mungkin diperlukan jika pendarahan berlangsung serius.

Obat hemofilia yang disebut antifibrinolitik terkadang diresepkan bersama dengan terapi penggantian faktor pembekuan. Fungsi obat ini untuk membantu pembekuan darah yang lebih kuat.