Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 16, 2022, 11:50:58 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,765
  • Latest: KlausKep
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 35
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 30
Total: 30

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Sering "Ngeseks" DE pun Lenyap

Dimulai oleh syx, Juli 28, 2008, 08:24:25 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

eky

ya olahraga beneran.. (jangan mikir macam2)

soalnya kan olahraga merangsang sel2 tubuh untuk terus bereproduksi ..

korewa

yah tapi pada intinya tetap di kembalikan kepada masing-masing pasangan...karena memang ada beberapa tipe sex individu yg hiper atau tinggi banget....
hehe...salam kenal saya newbie disini... ;D

Brilliant

"Life is a game, sometimes you win and sometimes you learn"

eky


syx

Kutip dari: korewa pada Agustus 01, 2008, 10:39:55 PM
yah tapi pada intinya tetap di kembalikan kepada masing-masing pasangan...karena memang ada beberapa tipe sex individu yg hiper atau tinggi banget....
hehe...salam kenal saya newbie disini... ;D
salam kenal juga... nah dorongan seks tinggi ini disebabkan oleh apa? yg pasti salah satunya adalah hormon testosteron. liat aja kasus pria dengan tiga testes, istrinya sampe kewalahan dan akhirnya memutuskan memberi ijin suaminya nikah lagi. kasus kasim lain lagi. testisnya diambil hingga ngeliat cewe mandi pun tetep aja ga napsu. itu pada pria. gimana dng wanita? apa peran hormon seksnya juga sama? apa wanita hiperseks hormon testosteronnya tinggi?

eky

waw .. menarik untuk dicermati ...

syx

kesannya ada pertentangan dengan artikel pertama... masa depan suram?


[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

KETIDAKMAMPUAN untuk memulai dan mempertahankan ereksi atau juga disebut disfungsi ereksi  adalah gangguan yang menjadi momok para pria. Kelainan ini menjadi masalah serius yang berpotensi mempengaruhi kualitas kehidupan baik dari segi fisik maupun psikologis atau bahkan dapat menjadi indikator kualitas kesehatan mereka.

Namun begitu, mengidap disfungsi ereksi atau impotensi ternyata boleh jadi tidak serta merta berhubungan dengan faktor penyakit. Disfungsi ereksi bisa jadi tidak akan bisa dihindari setiap pria, karena ini adalah ciri-ciri normal bahwa Anda sudah semakin tua.

Seperti dilaporkan sebuah riset terbaru yang dimuat jurnal Urology, para ilmuwan di Belanda mengindikasikan disfungsi ereksi bisa jadi merupakan tanda-tanda normal proses penuaan seorang pria di usia lanjut.

"Saya mengharapkan bahwa hubungan antara fungsi urologis dengan usia akan menjadi semakin kuat," ungkap Dr. Ida J. Korfage, peneliti dari Erasmus University Medical Center Rotterdam seperti dikutip Reutershealth.

Menurut kesimpulan riset Ida dan timnya, impotensi adalah kasus yang normal apabila dikaitkan dengan faktor usia pada seorang pria. Sedangkan masalah yang berkaitan dengan menurunnya fungsi urin dan pencernaan tidak selalu harus terjadi seiring bertambahnya usia.

Menggunakan data dari sekitar 3.800 partisipan yang mengikuti riset bertajuk European Randomized Study on Screening for Prostate Cancer, Korfage dan timnya ingin mencari tahu apakah masalah fungsi urin, pencernaan, dan disfungsi seksual saling berkaitan dan merupakan bagian dari proses normal penuaan pada pria.

Dalam riset itu, partisipan pria yang seluruhnya bebas dari kanker dibagi dalam lima kelompok berdasarkan rentang usia yakni : 58-61, 62-64, 65-67, 68-70, dan usia 71 ke atas.  Menurut peneliti, proporsi pria pengidap disfungsi ereksi  secara signifikan lebih lebih tinggi di antara pria pada kelompok usia lebih tua. Kebanyakan dari mereka dilaporkan masih aktif secara seksual namun memiliki masalah dengan ereksi atau pun tak lagi aktif berhubungan seksual karena problem ereksi .

"Saya ingin menekankan bahwa tidak aktif berhubungan seks tidak harus disamakan dengan  disfungsi ereksi. Alasan untuk tidak aktif secara seksual juga dapat disebabkan tidak punya gairah lagi atau tidak punya pasangan. Tidak setiap orang yang tidak aktif berhubungan intim memerlukan pengobatan," terang Ida.

Meskipun fungsi urin tercatat lebih buruk dan lebih banyak membuat masalah pada kelompok usia lebih tua, perbedaan  di antara kelompok usia tidak terlalu mencolok. Masalah pencernaan juga tercatat bukan problem yang luar biasa, dan tidak tampak perbedaan di antara kelompok usia. Oleh sebab itulah,  terang peneliti, ketika masalah-masalah ini muncul pada pria usia lanjut yang pernah diobati karena kanker prostat, mereka cenderung mengalaminya akibat efek pengobatan ketimbang faktor usia semata.

eky

yang penting mah adem ayem aja sama isteri ...
lagian juga, menurut gw,
ga baik membicarakan dengan "kasar" tentang kekurangan masing2 sepasang suami isteri

superstring39

Yang penting jalani hidup dengan sehat dan teratur dan jangan berlebihan, itu cara yang paling aman  :angel:

loser1942

Kutip dari: superstring39 pada September 11, 2008, 02:33:54 PM
Yang penting jalani hidup dengan sehat dan teratur dan jangan berlebihan, itu cara yang paling aman  :angel:

gua suka gaya lo superstring39