Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 26, 2022, 08:32:40 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,632
  • Total Topik: 10,389
  • Online today: 62
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 42
Total: 42

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Obat Kanker Kulit Siap Diluncurkan

Dimulai oleh syx, Maret 28, 2011, 05:54:29 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

syx

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.] - Yervoy atau ipilimumab, obat untuk mengatasi melanoma, jenis kanker kulit yang paling mematikan, telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Sebelumnya terapi utama melanoma adalah pengangkatan tumor melalui pembedahan.

Melanoma biasanya timbul dari sel penghasil pigmen kulit (melanin) dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Radiasi sinar ultraviolet merupakan penyebab utama melanoma. Jenis tahi lalat tertentu juga dapat berubah menjadi melanoma.

Menurut data FDA, tahun 2020 di Amerika Serikat ditemukan 68.130 pasien yang terdiagnosa melanoma dan 8.700 orang di antaranya meninggal dunia.

Yervoy bekerja untuk menahan molekul yang disebut CTLA-4 yang diyakini akan melemahkan sistem imun sehingga kemampuan tubuh untuk melawan kanker terganggu.

Obat produksi Bristol-Myers Squibb  ini sudah dievaluasi klinik terhadap 676 pasien melanoma yang kankernya telah menyebar atau tidak bisa dibedah lagi. Seluruh pasien disebutkan memberi respon pada jenis terapi  melanoma lain yang juga disetujui FDA.

Dalam percobaan terhadap Yervoy, angka harapan hidup pasien mencapai 10 bulan, lebih lama dibanding pasien yang tidak mengonsumsi obat, yakni 6,5 bulan. Efek samping yang dialami pasien meliputi rasa letih, diare, kulit memerah dan inflamasi di organ dalam.

Sekitar 13 persen pasien dilaporkan mengalami reaksi autoimun yang fatal. Sehingga FDA merekomendasikan agar dokter yang meresepkan obat ini memberi penjelasan secara detil kepada pasien, terutama efek sampingnya.

Huriah M Putra

Mahal gak??
Kalo mahal, hidup 10 bulan trus keluarganya ikut mati juga..
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

semut-ireng

kalo gak salah itu maksudnya pasien yang tidak mengkonsumsi obat angka harapan hidupnya 6,5 bulan,  dan pasien yang memakai obat itu 10 bulan,   kira-kira 4 bulan lebih lama daripada orang yang tidak memperoleh obat baru itu.   Bisa dilihat di situs VOA Indonesia,  dan ada tambahan penjelasannya  sebagian pasien hidup bertahun-tahun lebih lama. :)