Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 01, 2022, 02:54:06 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 30
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 52
Total: 52

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Panel FDA Tolak Pil Antigemuk

Dimulai oleh raisuien, Juli 23, 2010, 08:54:33 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

raisuien

Para ahli yang menjadi anggota Dewan Panel The Food and Drugs Administration (FDA) menilai pil untuk menguruskan badan buatan Vivus Inc memiliki efek samping yang lebih besar daripada manfaatnya. Oleh karena itu, mereka tidak merekomendasikan FDA memberi izin peredaran bagi pil yang sudah lama dinantikan tersebut.

Meski tidak dengan suara bulat, 10 suara banding 6, pil pengurus badan bernama Qneka dianggap memiliki efek samping yang besar, terutama pada penggunaan jangka panjang. Memang obat ini bisa mengurangi berat badan hingga 10 persen, tetapi manfaat itu dianggap tidak sebanding dengan efek sampingnya.

Dalam penelitian yang dilakukan pihak produsen obat, diketahui para partisipan penelitian melaporkan adanya efek samping berupa penurunan daya ingat, keinginan untuk bunuh diri, jantung berdebar-debar, serta efek cacat pada janin.

"Efek samping tersebut sangat serius dan bisa membahayakan nyawa. Tentu saja ini tidak sebanding dengan manfaat dari obat ini dalam mengurangi berat badan," kata Ketua Dewan Panel Kenneth Burman dari Washington Hospital Center.

Meski FDA baru akan mengambil keputusan pada bulan Oktober 2010, tetapi produsen obat ini mengaku kecewa dengan keputusan Dewan Panel. Bila nantinya FDA memutuskan untuk melakukan penelitian tambahan, dipastikan pihak perusahaan harus mengeluarkan dana lagi hingga jutaan dollar AS dan hasilnya baru diketahui beberapa tahun lagi.

Dengan tingginya populasi orang yang obesitas di Amerika, yakni mencapai 35 persen, dokter dan pasien mengatakan, obat farmasi diperlukan untuk menghambat obesitas. Bahkan, pengamat di Wall Street menilai obat yang khasiatnya tidak begitu besar pun akan laris di pasaran.

Qneka adalah kombinasi dari dua jenis obat lawas, yakni amfetamin phentermine dan topiramate, obat antikonvulsi yang dijual oleh Johnson & Johnson. Menurut pihak produsen, phentermine membantu menekan nafsu makan, sedangkan topiramate membuat pasien merasa lebih kenyang.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]