Forum > Kesehatan

pembuluh darah pecah semua

(1/10) > >>

Astrawinata G:
halo kembali..lagi2 saya ingin bertanya tentang suatu kondisi aneh yang saya dengar.
"sepasang suani istri pergi jalan2 keluar negri, dan ketika sampai di penang, sang istri mengeluhkan ga enak badan. jadi sang suami yang notabene juga seorang dokter menyarankan agar diperiksa di RS di penang. karena kondisi istrinya lemah, maka disarankan pihak RS untuk opname.

ga berapa lama kemudian (ga jelas juga hitungan hari atau jam), sang istri meninggal mendadak. waktu diperiksa menyeluruh, ditemukan banyak pembuluh darahnya yang pecah."

kira2 kok bisa gitu ya? ??? walaupun data ga lengkap (banget), mohon bantuan untuk didiskusikan, apa saja yang bisa nyebabkan gini?
Thanks, all....

Huriah M Putra:
Pertamax gan..
DBD. Tapi katanya gak demam, jadi gak bisa.
Kalo gitu acute leukemia. Bisa bikin penurunan trombosit dan memburuk dengan cepat.
Perfect. It fits everything. Get him for irradiation. (HOUSE mode ON)

raisuien:
Aneurisma ???
kelainan pembuluh darah di otak karena lemahnya dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah tersebut tidak mampu menahan tekanan darah yang relatif tinggi. Melalui proses sekian lama, terjadilah penggelembungan atau pelebaran yang disebut dilatasi.

raisuien:
Aneurisma Aorta Abdominalis

Penggelembungan terjadi pada aorta yang melewati perut. Penyakit yang satu ini biasanya terjadi pada satu keluarga atau dengan kata lain diturunkan. Penyebab lainnya adalah infeksi, kelainan bawaan pada jaringan ikat yang membentuk dinding arteri, selain adanya trauma. Pada anak-anak biasanya diakibatkan cedera tumpul pada perut atau akibat sindrom marfan (kelainan yang mengenai jaringan ikat. Biasanya ditandai dengan langit-langit lidah yang tinggi dan organ tubuh yang menjadi lebih panjang).

Aneurisma yang besarnya sampai dengan 5 cm, sangat mungkin akan pecah. Pecahnya gelembung ini bisa menyebabkan pendarahan hebat dalam rongga perut. Gejala yang ditimbulkan biasanya rasa nyeri dan ada denyutan di perut. Nyeri ini rasanya menusuk sampai punggung dan biasanya menetap. Pada pendarahan yang berat, orang tersebut bisa sampai syok.

Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan pembedahan. Angka kegagalan pada pembedahan ini sekitar 2%. Namun bila aneurisma terlanjur pecah maka angka kegagalannya sampai 50%. Risiko lain bila aneurisma aorta abdominalis ini sampai pecah adalah terjadinya gangguan pada ginjal. Bila dibiarkan saja atau tidak segera diambil tindakan, maka kemungkinan terburuk yaitu kematian bisa terjadi.

Aneurisma Aorta Torakalis

Yang ini adalah penggelembungan pada aorta yang melewati bagian dada. Penyebab penyakit ini belum dapat diketahui secara pasti walaupun banyak di antaranya yang menderita tekanan darah tinggi, dan sekitar 50% di antaranya adalah penderita sindrom marfan.

Gejala khas yang ditimbulkan penyakit ini adalah rasa nyeri pada punggung sebelah atas, batuk, dan mengi. Banyak di antaranya yang batuk sampai mengeluarkan darah sebagai akibat tekanan atau erosi pada pipa udara maupun saluran pernapasan sekitarnya. Penekanan pada kerongkongan membuat kesulitan menelan. Sedangkan bila terjadi pada pita suara bisa menyebabkan serak.

Kalau aneurisma aorta torakalis sampai pecah maka akan timbul rasa nyeri luar biasa pada punggung sebelah atas. Nyeri akan menjalar ke mana-mana termasuk dada dan lengan yang menyerupai serangan jantung (infark miokardial). Dalam keadaan seperti ini besar kemungkinan orang tersebut akan meninggal karena kehilangan banyak darah.

Dengan teknologi MRI, CT Scan, atau USG transesofageal dapat ditentukan ukuran gelembung. Bila ukurannya mencapai 7,5 cm akan dilakukan pembedahan. Namun pada penderita sindrom marfan, aneurisma yang berukuran lebih kecil pun tetap akan diambil dengan pembedahan karena memiliki kecenderungan pecah. Angka kegagalan pembedahan ini adalah 10-15%.

Huriah M Putra:
Bung raisuien.. Dikatakan kalau banyak pembuluh darahnya pecah. Kalau aneurisma bukannya cuman satu pembbuluh darah?

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

Ke versi lengkap