Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 05, 2020, 05:50:15 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26686
  • Latest: mkrxxi
Stats
  • Total Tulisan: 139608
  • Total Topik: 10377
  • Online Today: 47
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 43
Total: 43

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Pengobatan Kanker Payudara : Hal Apa yang Masih Harus Kami Lakukan  (Dibaca 1857 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline liviapangdoko

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 3
  • IQ: 0
  • ForSa!
Banyak orang mengira, satu-satunya teknik pengobatan yang harus segera dilakukan oleh pasien kanker payudara adalah segera melakukan pengangkatan payudara di rumah sakit, dengan maksud sesegera mungkin menyelamatkan nyawa pasien. Selain itu, banyak wilayah yang memiliki wanita penderita kanker payudara dengan usia relatif muda, 20% diantaranya berusia 30-40 tahun, beberapa wanita ini biasanya sedang berada di puncak karirnya atau masa berkeluarga, yang dimana memiliki posisi yang cukup penting di keluarga, sosial serta pekerjaan. Baginya, kehilangan payudara akan menjadi luka di hatinya selamanya, di satu sisi mereka berharap bahwa dirinya dapat sembuh melalui operasi ini, tetapi di sisi lainnya mereka juga takut karena operasi pengangkatan payudara ini akan membuat harga dirinya sebagai perempuan terluka, sering kali juga mereka akan terjebak dalam tekanan psikologis. Berdasarkan yang diketahui, hampir seluruh pasien kanker payudara memiliki masalah psikologis yang berbeda-beda, termasuk turunnya rasa percaya diri dan hilangnya harapan hidup.

Ahli kanker payudara dari Modern Cancer Hospital Guangzhou menyatakan, pengobatan kanker payudara disaat yang bersamaan ketika ingin menyelamatkan nyawanya, kami juga harus memperhatikan masalah psikologis pasien, membuat pasien kanker payudara dapat pulih kembali dan masih memiliki kehidupan yang utuh, semua ini membutuhkan kerjasama antara ketiga pihak yaitu dokter yang membantu proses pengobatan, pasien sendiri, serta keluarga pasien.

Dokter : Memaksimalkan kemungkinan untuk mempertahankan bentuk tubuh pasien
Sebagai dokter, dalam proses pengobatan penderita kanker payudara, selain menyembuhkan penyakit, yang paling harus dilakukan adalah memanfaatkan kelebihan dari teknologi modern kedokteran, memaksimalkan kemungkinan untuk mempertahankan bentuk tubuh pasien, memutuskan metode pengobatan yang paling efektif.
Menghadapi tekanan akibat kanker payudara, seorang ibu asal Indonesia ALVAREZ CINDY ANN tidak diragukan lagi pasti merasa sedih, mengingatnya kata-katanya saat beberapa waktu yang lalu : "Saat itu pikiran saya sangat kacau, diagnosa kanker payudara ini memberikan tekanan yang sangat besar untuk saya, saya merasa depresi dan frustrasi. Satu minggu setelahnya, saya sama sekali tidak bisa memikirkan apapun, sama sekali tidak bisa membuat keputusan yang rasional", tetapi, tim delegasi MDT Modern Cancer Hospital Guangzhou memberikan Ann metode pengobatan yang membuatnya dapat keluar dari keputus-asaannya.

Tim delegasi MDT Modern Cancer Hospital Guangzhou terdiri dari berbagai dokter dengan latar belakang bidang yang berbeda-beda, melalui pertemuan secara berkala, teratur dan terfokus, menyatukan berbagai perkembangan terbaru dari segala aspek, bahkan menggabungkan berbagai pertimbangan mengenai kondisi stadium penyakit, keadaan ekonomi keluarga serta kondisi tubuh pasien baik secara fisik maupun psikologis, dengan kebijakan dari para ahli untuk memutuskan metode pengobatan yang paling efektif, lebih dari sekedar pikiran seorang dokter saja.

Prof. Wangxin sebagai dokter penanggung jawab atas Ann menuturkan, : "Dikarenakan kanker payudara Ann masih pada tahap stadium awal, kami memutuskan untuk menggunakan metode intervensi terlebih dahulu sehingga jaringan sel kanker akan mengecil sampai ke tahap tertentu, kemudian barulah dilakukan metode operasi radikal. Ketika melakukan operasi radikal, disaat yang bersamaan kami juga melakukan rekonstruksi payudara , membantu mengembalikan kecantikannya, berharap setelah selesai menjalani operasi ini dia dapat segera kembali menjalani kehidupan yang normal." Setelah operasi dilakukan, Ann dengan gembira berkata : "Sekarang saya merasa sangat luar biasa, saya juga sudah kembali percaya diri, rekonstruksi payudara membuatku mendapatkan kembali kebebasan.

Pasien sendiri : Menjalani pengobatan dengan optimis
Yang perlu diperhatikan adalah, sekalipun kanker payudara merupakan penyakit kronis yang dapat membahayakan nyawa, tetapi kanker payudara merupakan salah satu kanker yang memiliki hasil pengobatan paling baik, sebagian besar umur pasiennya lebih panjang, terutama para pasien stadium awal, kemungkinan dapat bertahan hidup sampai 5 tahun ke depan masih mencapai 90% keatas. Biasanya pasien melalui pengobatan dapat kembali menjalani rutinitas pekerjaannya. Oleh karena itu, kanker payudara dapat dilawan, yang terpenting adalah bagaimana cara anda menyikapinya.

Tetapi banyak pasien wanita pengidap kanker stadium awal mengalami depresi dan frustasi, ini sangat berdampak buruk terhadap pengobatan kanker stadium akhir, karena pengobatan kanker adalah sebuah perjalanan yang jauh, dalam proses pengobatan, sikap pasien akan sangat mempengaruhi tingkat efektifitas dari hasil pengobatan yang didapatkan.

Dibandingkan dengan pasien lainnya, seorang ibu asal Indonesia ALVAREZ CINDY ANN terlihat jauh lebih optimis, dia berkata : "Setiap hari saya bersyukur, percaya bahwa hari esok akan lebih baik. Karena cara terpenting untuk melawan kanker adalah rasa optimis dan ketegaran hati. Kanker bukanlah berarti akhir dari kehidupan. Kanker hanyalah sebuah tantangan yang diberikan dalam kehidupan saya, dan saya dengan berani menerima tantangan ini."

Keluarga : Pendamping adalah obat terbaik
Keluarga tidak hanya orang-orang yang menjaga kehidupan pasien kanker payudara, sebenarnya ia juga bisa dijadikan sebagai "asisten dokter", penelitian berkata, ketakutan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh keluarga sangat mudah ditularkan kepada pasien, pasien sangat sensitif terhadap setiap ekspresi, sikap dan perilaku keluarga terhadapnya, oleh karena itu, hal utama yang harus dilakukan oleh pihak keluarga pasien adalah bersikap tenang, berusaha memberikan pasien situasi yang baik untuk pemulihannya serta dukungan secara batin.

Di sisi ini, Ann jauh lebih beruntung, setelah selesai menjalani operasi dia mendapatkan dukungan dari keluarganya, Ann dengan bersyukur mengatakan "Untunglah saya memiliki suami saya, setelah saya terdiagnosa kanker payudara seberapapun ia khawatir terhadap saya, ia tetap tenang dan tetap mengetahui apa yang harus dilakukan, dalam satu minggu penuh, ia mencari banyak informasi melalui internet, mempelajari, membandingkan serta menganalisa setiap metode yang ditawarkan. Di lain waktu, dia juga tidak henti-hentinya menghubungi teman sekolah, saudara, teman, dokter yang dia kenal untuk mencari saran......" setelah selesai menjalani operasi, Ann terus menanti-nanti waktunya pulang untuk memeluk keenam anaknya, didampingi oleh suaminya serta perhatian dari pihak keluarga lah yang telah memberikannya keberanian untuk menjalani pengobatan.

Ahli kanker payudara dari Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan, untuk melawan kanker payudara, jika hanya mengandalkan usaha dari rumah sakit tidaklah cukup, kerjasama dari pasien sendiri dan keluarga pasien selama menjalani pengobatan juga merupakan hal terpenting.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
440 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 26, 2019, 05:18:10 AM
oleh modencancercanter
0 Jawaban
475 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 02, 2019, 07:01:09 AM
oleh modencancercanter
0 Jawaban
775 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2019, 12:13:38 AM
oleh modencancercanter
0 Jawaban
7750 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2019, 07:07:39 AM
oleh modencancercanter
0 Jawaban
10656 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 19, 2019, 06:51:27 AM
oleh modencancercanter