Forum Sains Indonesia

Ilmu Terapan => Kesehatan => Topik dimulai oleh: raisuien pada September 11, 2009, 01:26:55 PM

Judul: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: raisuien pada September 11, 2009, 01:26:55 PM
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa satu jenis baru penyakit malaria berpotensi mengancam manusia.

Sebelumnya parasit Plasmodium knowlesi diperkirakan hanya menjangkiti kera. Namun ternyata parasit itu menyebar secara luas pada manusia di Malaysia, dan penyelidikan paling baru membenarkan bahwa parasit itu bisa menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan cepat.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh satu tim internasional ini diterbitkan dalam jurnal Penyakit Klinis Menular.

Meski jenis baru penyakit ini hanya menyebar di Asia Tenggara, para peneliti memperingatkan bahwa akibat arus wisatawan ke wilayah ini kasus di negara barat akan segera muncul.

Setiap tahun penyakit malaria menewaskan lebih 1 juta orang. Penyakit ini disebabkan oleh parasit malaria yang masuk ke dalam aliran darah manusia oleh nyamuk yang terjangkit parasit itu. Dari empat parasit malaria yang sering menyebabkan penyakit itu pada manusia, P. falciparum yang lebih umum ditemukan di Afrika adalah yang paling ganas.

Parasit lain, P. malariae yang berkembang di wilayah sub tropis dunia, memiliki gejala yang biasanya tidak begitu membahayakan. P. knowlesi sebelumnya diduga hanya menjangkiti kera, khususnya makaka berekor panjang dan pendek yang ditemukan di hutan Asia Tenggara.

Akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Univeritas Sarawak Malaysia menunjukkan bahwa terdapat sejumlah besar kasus penyakit akibat parasit jenis itu pada manusia. Penelitian itu menemukan bahwa di bawah mikroskop P. knowlesi dengan mudah dikira P. malariae.

Berkembang biak dengan cepat

Akan tetapi tidak seperti parasit itu, P. knowlesi memiliki kemampuan berkembang biak di dalam darah setiap 24 jam - artinya berpotensi membahayakan. Salah satu peneliti tim itu, Profesor Balbir Singh, mengatakan dengan kemampuan itu berarti diagnosa dan pengobatan cepat sangat penting.

Para peneliti memeriksa 150 pasien malaria yang masuk rumah sakit Sarawak, Malaysia, antara bulan Juli 2006 dan Januari 2008. Mereka menemukan bahwa P. knowlesi menjadi penyebab dari dua pertiga kasus, dan menyebabkan spektrum penyakit yang luas.

Sebagian besar penyakit itu tidak menyebabkan komplikasi dan dengan mudah diatasi dengan obat seperti clhoroquine dan primaquine. Akan tetapi, satu dari 10 pasien akhirnya menderita komplikasi seperti kesulitan pernapasan dan ginjal dan dua pasien meninggal.

Meski tingkat kematiannya dibawah 2%, P. knowlesi menjadi sama mematikannya dengan P. falciparum malaria. Para peneliti itu menegaskan bahwa sangat sulit untuk mengukur akurasi tingkat kematian karena kecilnya jumlah kasus yang diteliti.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/10/08320746/awas.malaria.baru.ancam.manusia..
Judul: Re: Awas! Malaria Baru Ancam Manusia
Ditulis oleh: binekas pada September 16, 2009, 11:56:12 PM
giaman dengan Indonesia?
Judul: Re: Awas! Malaria Baru Ancam Manusia
Ditulis oleh: sisca, chemistry pada September 17, 2009, 03:48:13 AM
b'arti neh malaria bakalan b;bahaya kalo si penderita ada pnyakit bawaan lainnya y...?
Judul: Re: Awas! Malaria Baru Ancam Manusia
Ditulis oleh: raisuien pada September 17, 2009, 11:07:20 AM
@binekas
Indonesia bisa saja kena..
mungkin bisa saja dari warga Malaysia atau warga asing yg dah terjangkit datang ke Indonesia..

@sisca
maksudnya? ???
Judul: Re: Awas! Malaria Baru Ancam Manusia
Ditulis oleh: sisca, chemistry pada September 17, 2009, 12:27:14 PM
org yg kena malaria jenis ini bakalan b'bahaya/b'resiko buat dead kalo ada penyakit lain yg menjangkit ke org itu y...?

b'arti mirip2 H1N1....
klo misalnya si terjangkit gag ada penyakit lain,,,
maka,,, bisa cepat disembuh kan....
???
Judul: Re: Awas! Malaria Baru Ancam Manusia
Ditulis oleh: raisuien pada September 17, 2009, 12:32:25 PM
nampaknya klo malaria jenis inipun dah bisa bikin org dead walaupun org itu sehat....
Judul: Re: Awas! Malaria Baru Ancam Manusia
Ditulis oleh: sisca, chemistry pada September 17, 2009, 12:34:45 PM
oo,,,
ho5,,,
mengerikan bgt dunkz,,,,
T.T

weleh2,,,
cara mencegah g'mana supya tuch gag smpe ke sini...?
Judul: Re: Awas! Malaria Baru Ancam Manusia
Ditulis oleh: raisuien pada September 17, 2009, 12:36:30 PM
yg penting jaga kesehatan dan kebersihan lingkungan...
tp moga2 ja gag nyampe Indonesia...
Judul: Re: Awas! Malaria Baru Ancam Manusia
Ditulis oleh: sisca, chemistry pada September 17, 2009, 12:37:09 PM
ammiiiinnn,,,,
^^
Judul: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: raisuien pada Februari 09, 2010, 02:13:06 AM
Ilmuwan berburu waktu untuk segera menciptakan vaksin malaria. Dukungan pendanaan yang besar dari orang terkaya dunia Bill Gates mendorong penemuan vaksin malaria bisa tersedia dalam 3 tahun lagi.

Malaria merupakan salah satu penyakit mematikan yang membunuh satu juta orang dunia dalam setahun. Yayasan yang didirikan oleh Bill Gates,-- Gates Foundation--, telah menghabiskan dana miliaran dolar untuk memerangi penyakit malaria.

Penyakit ini sebagian besar menyerang anak-anak, meskipun ada juga orang dewasa yang terkena. Sama seperti penyakit cacar, Gates percaya bahwa malaria merupakan penyakit yang bisa diberantas.

"Vaksin yang kami buat saat ini sudah memasuki fase percobaan terakhir yaitu fase ketiga. Kemungkinan vaksin ini bisa tersedia dalam waktu tiga tahun lagi, tapi untuk vaksin yang efektif sepenuhnya kemungkinan baru ada 5-10 tahun lagi," ujar Bill Gates, seperti dikutip dari BBC, Selasa (26/1/2010).

Gates mengungkapkan jika dalam waktu dekat vaksin malaria bisa ditemukan, maka hal ini tidak hanya berguna untuk menyelamatkan nyawa tapi juga meningkatkan derajat kesehatan manusia.

Gejala malaria hampir sama dengan penyakit flu yaitu demam, badan menggigil, nyeri otot dan sakit kepala. Beberapa orang ada yang disertai mual, muntah, batuk dan diare.

Siklus yang khas dari malaria adalah badan menggigil, demam dan berkeringat yang berulang setiap 1,2 atau 3 hari. Jika ditemukan kulit menguning dan mata seperti putih maka telah terjadi kerusakan sel darah merah dan sel-sel hati.

Seperti dikutip Medicinenet, orang yang terkena malaria falciparum bisa mengakibatkan pendarahan, shock, gagal hati atau ginjal, masalah pada sistem saraf pusat hingga koma. Kondisi tersebut harus ditangani dengan cepat, karena sangat berisiko tinggi mengakibatkan kematian.

Jika infeksi malaria masih ringan bisa diobati dengan obat oral. Tapi beberapa wilayah di dunia memiliki jenis malaria yang resisten terhadap obat-obatan tertentu.

Jika gejala yang ditunjukkan sudah parah, maka pasien memerlukan pengobatan terapi obat dan cairan melalui intravena. Terapi obat untuk malaria ini tidak selalu mudah. Chloroquine fosfat merupakan pilihan obat untuk semua parasit malaria kecuali strain Plasmodium yang sudah resisten.

Jika ingin melakukan perjalanan ke daerah yang rentan terkena malaria, sebaiknya mengonsumsi obat antimalaria selama 1-2 minggu sebelum berangkat. Hindari gigitan nyamuk pada pagi hari, sore serta senja hingga fajar dan gunakan pembasmi nyamuk yang mengandung minimal 50 persen DEET (N,N-diethyl-m-toluamide).

http://health.detik.com/read/2010/01/26/123314/1286206/763/vaksin-malaria-muncul-3-tahun-lagi
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: syx pada Februari 09, 2010, 03:37:12 AM
seberapa umum malaria di indonesia... mungkin penyebarannya lebih banyak di indonesia timur. kita juga perlu vaksin untuk DBD. kapan realisasinya?
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Februari 09, 2010, 06:05:20 AM
wah Om Mod, kedengaran seperti menyudutkan Mas rai :P
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Februari 09, 2010, 08:34:08 AM
Malaria di Indonesia....umum sekali. Kita termasuk wilayah endemis malaria.
Persepsi dari mana om, kok bisa bawa ke Indonesia timur?
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: raisuien pada Februari 09, 2010, 10:09:50 AM
http://kesehatanlingkungan.wordpress.com/penyakit-menular/malaria-pembunuh-terbesar-sepanjang-abad/

lg pula plasmodium tu masih bisa hidup dalam tubuh kita dan terkadang dapat menyerang kembali jk tubuh kita tidak fit....
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: riandono pada Februari 09, 2010, 12:56:53 PM
syukurlah, semoga banyak anak manusia yang bisa tertolong dengan vaksin ini..
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Februari 09, 2010, 02:11:37 PM
Ya ya... Spesifik untuk vivax dan ovale kalo gak salah.. Mereka ada fase hipnozoid di dalam hati, jadi bisa relapse...
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: syx pada Februari 09, 2010, 10:31:56 PM
Malaria di Indonesia....umum sekali. Kita termasuk wilayah endemis malaria.
Persepsi dari mana om, kok bisa bawa ke Indonesia timur?
kalo di jawa sepertinya jarang terdengar... lebih sering DBD dan cikungunya.
Judul: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: raisuien pada Maret 02, 2010, 11:07:42 PM
Artimisinin selama ini dikenal sebagai obat yang sangat efektif mengatasi malaria, terutama di daerah yang telah terjadi resistensi pada jenis obat malaria konvensional. Namun, riset terbaru menunjukkan, parasit malaria pun kini kebal pada obat tersebut.

Para pakar penyakit malaria, dalam pertemuan di Phnom Phen, Kamboja, baru-baru ini menyatakan, sejumlah pasien malaria di daerah perbatasan Kamboja dan Thailand dilaporkan tidak menunjukkan respons pada terapi obat Artimisinin.

Dr Sylvia Meek, Direktur Teknikal Malaria Consortium, mengatakan, resistensi obat tersebut terjadi karena meningkatnya pergerakan populasi manusia. ”Makin banyak orang yang mengunjungi negara lain, misalnya saja turis dari Nigeria ke Asia. Tren ini terus meningkat setiap tahun,” katanya.

Dia menambahkan, mungkin hanya beberapa pelancong internasional saja yang resisten terhadap parasit malaria. ”Namun, sekali mereka menularkan kepada orang lain, penularannya berlangsung cepat,” katanya.

Malaria merupakan salah satu dari penyakit yang diharapkan bisa ditanggulangi pada abad ini selain juga penanggulangan HIV/AIDS dan tuberkulosis. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, tak kurang dari 300-500 juta penduduk dunia terinfeksi parasit malaria dan setidaknya satu juta orang meninggal tiap tahun akibat penyakit yang masih endemik di banyak negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/01/1323529/Parasit.Malaria.Makin.Kebal.Obat
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: xSaVioRx pada Maret 03, 2010, 12:03:27 PM
http://kesehatanlingkungan.wordpress.com/penyakit-menular/malaria-pembunuh-terbesar-sepanjang-abad/

lg pula plasmodium tu masih bisa hidup dalam tubuh kita dan terkadang dapat menyerang kembali jk tubuh kita tidak fit....



iya,yg sy dgr kl yg kena utk kdua kalinya,,kadang2 tubuh memberikan respon berlebihan,jadi pas virusnya masuk k tubuh,leukosit nyerang virusnya sekaligus sel tubuh,itu yg menyebabkan pendarahan..
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: syx pada Maret 03, 2010, 09:57:28 PM
plasmodium kan bukan virus...
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: xSaVioRx pada Maret 04, 2010, 06:26:25 AM
oh iy y..plasmodium th protista kan y?
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Maret 04, 2010, 07:54:17 AM
protozoa..
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Maret 07, 2010, 10:47:24 AM
btw sistem klasifikasi baru kan ga ada lagi yang namanya protozoa :P tergabung dalam protista, tergantung mirip hewan, jamur, ataupun tumbuhan :)
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: syx pada Maret 09, 2010, 11:21:03 PM
perbedaan antara hewan dan tumbuhan secara garis besar dan paling mencolok adalah perbedaan ada atau tidaknya dinding sel.
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Maret 10, 2010, 09:05:24 AM
Membran sel tepatnya...
Kalau tumbuhan dinding sel, kalau hewan membran sel.
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Maret 10, 2010, 11:21:10 AM
euglena itu ga punya dinding sel tapi bisa fotosintesis, hewan or tumbuhan Om Mod? :)
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: raisuien pada Maret 10, 2010, 11:44:32 AM
euglena itu ga punya dinding sel tapi bisa fotosintesis, hewan or tumbuhan Om Mod? :)

Some Euglena are considered to have both plant and animal features. Due to these dual characteristics, much debate has arisen to how they have evolved, and into which clade they should be placed. Euglena were originally placed in the kingdom Protista but now are classified above the kingdom Excavata, which contains both Kinetoplastids and Euglenids.
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Maret 10, 2010, 12:11:23 PM
wow....lateast classification ;D
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: syx pada Maret 10, 2010, 09:57:32 PM
tumbuhan masi ada membran selnya kan? lapisan di bawah dinding sel.
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Maret 11, 2010, 02:05:49 PM
yupe...semua makhluk hidup juga ada kan? :D
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Maret 11, 2010, 02:58:53 PM
Oya...? Perasaan waktu belajar di SMA dulu dibilang dinding sel doank ya tumbuhan..?
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: syx pada Maret 11, 2010, 09:54:02 PM
(http://1.bp.blogspot.com/_y5Bs1CDjkq8/SNKojZ9nUoI/AAAAAAAAAFk/2vLLR_nxXgk/s400/plant_cell.jpg)

duh, jadi OOT di sini...
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: xSaVioRx pada Maret 12, 2010, 03:16:01 AM
tumbuhan masi ada membran selnya kan? lapisan di bawah dinding sel.

membran inti sel (karioteka) maksudnya...?
yg punya namanya eukariotik,,yg ga punya namanya prokariotik..
prokariotik contohnya bakteri dan ganggang biru..jadi inti selnya tak bisa dibedakan dengan sitoplasmanya..
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Maret 12, 2010, 04:41:05 AM
Oya...? Perasaan waktu belajar di SMA dulu dibilang dinding sel doank ya tumbuhan..?

uda dalam konteks membrana sel Mas, bukan dinding sel...

tumbuhan masi ada membran selnya kan? lapisan di bawah dinding sel.

membran inti sel (karioteka) maksudnya...?
yg punya namanya eukariotik,,yg ga punya namanya prokariotik..
prokariotik contohnya bakteri dan ganggang biru..jadi inti selnya tak bisa dibedakan dengan sitoplasmanya..

beda juga Mas, bukan karioteka, tapi emang cell membranenya....

iya nih, uda OOT, banyak yang salah paham lagi :( +OOT....
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: xSaVioRx pada Maret 12, 2010, 12:52:30 PM
tapi semua sel punya membran sel kan?
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Maret 12, 2010, 01:06:34 PM
yupe....sama seperti statement saya sebelumnya :)
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: syx pada Maret 19, 2010, 09:13:56 AM
taon 2009 lalu FDA meluluskan pemasaran produk antimalaria coartem yang mengandung kombinasi artemether dan lumefantrine:

Artemether/lumefantrine (COARTEM) is a fixed-dose combination of two complementary schizontocides indicated for treatment of uncomplicated P. falciparum malaria. The combination has been available outside of the United States and recommended by the World Health Organization for malaria since 2001. The combination has grown to be the most widely used first-line antimalarial across Africa. Artemether is a short-acting semi-synthetic artemisinin antimalarial with a half-life of about 2 hours and lumefantrine (previously called benflumetol) is a delayed-onset, long-acting antimalarial that is structurally, physicochemically, and mechanistically similar to the aryl amino alcohol group of antimalarials (quinine, mefloquine, and halofantrine). Lumefantrine is absorbed slowly with maximal serum concentrations achieved about 8 hours after a dose and it has a half-life of elimination of 3-6 days.
The anti-malarial activity of artemether and its active metabolite dihydroartemisinin is thought to be due to the endoperoxide moiety and diversion of hemoglobin metabolism to reactive intermediates that are toxic to the parasite. Although controversial, data suggest that during hemoglobin proteolysis inside the malarial parasite digestive vacuole lumefantrine forms a complex with hemin and thereby prevents its detoxification to ß-hematin, and prevents nucleic acid and protein synthesis by the parasite. Artemether is a substrate and inducer of CYP3A4 and also undergoes metabolism by CYP2B6, CYP2C9 and CYP2C19. Lumefantrine is a substrate of CYP3A4 and a substrate, inducer, and inhibitor of CYP2D6.

Both artemether and lumefantrine prolong the QT interval and must be avoided in patients at risk for QT prolongation, including those with hypokalemia or hypomagnesemia. QT interval prolongation can be exacerbated by concomitant administration of various substrates, inducers, or inhibitors of CYP3A4, concomitant use of other medications that prolong the QT interval (such as some antiarrhythmics, antipsychotics, macrolide and fluoroquinolone antibiotics, imidazole and triazole antifungals, and some non-sedating antihistamines) and by medications metabolized by CYP2D6 which also have cardiac effects (e.g., flecainide, imipramine, amitriptyline, clomipramine).

The usual artemether/lumefantrine regimen for adults is a single course of 24 tablets, divided into 6 doses of 4 tablets each, and taken over 3-days as follows: an initial dose is repeated after 8 hours and then a dose is taken twice daily for the next two days. Food significantly improves the absorption and the efficacy of both artemether and lumefantrine. The magnitude of the food effect when taken after a high-fat meal is a 2- to 3-fold and 16-fold increase, for artemether and lumefantrine, respectively. Hypersensitivity reactions including urticaria, angioedema, and serious skin reactions (bullous eruption) occur, but are rare.

Label approved on 4/7/09 for COARTEM, NDA no. 022268 http://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2009/022268lbl.pdf
Judul: Re: Vaksin Malaria Muncul 3 Tahun Lagi
Ditulis oleh: Idad pada Maret 20, 2010, 12:52:21 PM
oia Om Syx, mau tanya nich,
Kalau ACT  sama COARTEM itu kan beda ya?
Kira2 untuk ACT yang Artemisin + Fansidar dibandingkan dengan COARTEM efikasinya bagus mana Om?

Judul: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: raisuien pada April 02, 2010, 11:35:02 PM
DEFINISI

Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropis, misalnya di Amerika, Asia dan Afrika.

Ada 4 tipe plasmodium parasit yang dapat menginfeksi manusia, namun yang seringkali ditemui pada kasus penyakit malaria adalah plasmodium falciparum dan plasmodium vivax. Lainnya adalah plasmodium ovale dan plasmodium malariae.

GEJALA

Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh / pekat karena mengandung hemoglobin (hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.

Namun demikian, tanda yang klasik ditampakkan adalah adanya perasaan tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian. Hal ini berlangsung tiap dua hari. Diantara masa tersebut, mungkin penderita merasa sehat seperti sediakala. Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak, bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.

PENYEBAB

Ada beberapa bentuk manifestasi penyakit malaria, antara lain :
- Malaria tertiana, disebabkan oleh Plasmodium vivax, dimana penderita merasakan demam muncul setiap hari ketiga.
- Malaria quartana, disebabkan oleh Plasmodium malariae, penderita merasakan demam setiap hari keempat.
- Malaria serebral, disebabkan oleh Plasmodium falciparum, penderita mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki fase koma dan kematian yang mendadak.
- Malaria pernisiosa, disebabkan oleh Plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.

DIAGNOSA

Dengan adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan serta tampak oleh tim kesehatan, maka akan segera dilakukan pemeriksaan laboratorium (khususnya pemeriksaan darah) untuk memastikan penyebabnya dan diagnosa yang akan diberikan kepada penderita.

PENGOBATAN

Berdasarkan pemeriksaan, baik secara langsung dari keluhan yang timbul maupun lebih berfokus pada hasil laboratium maka dokter akan memberikan beberapa obat-obatan kepada penderita. Diantaranya adalah pemberian obat untuk menurunkan demam seperti paracetamol, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai upaya membantu kesembuhan.

Sedangkan obat antimalaria biasanya yang dipakai adalah Chloroquine, karena harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai penyembuhan penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita yang resisten dengan pemberian chloroquine, maka beberapa dokter akan memberikan antimalaria lainnya seperti artesunate sulfadoxine / pyrimethamine, artesunate amodiaquine, artesunat piperquine, artemether lumefantrine, dan dihidroartemisinin piperquine.

PENCEGAHAN

Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria.
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: riandono pada April 16, 2010, 10:21:59 AM
menambahkan: menurut Health Information for International Travel 2010 (CDC's Yellow Book), indonesia telah resisten terhadap Chloroquine.
Sementara untuk kemoprofilaksis yang disarankan untuk indonesia adalah proguanil, doxycycline, atau mefloquine.
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: syx pada Mei 19, 2010, 07:16:43 AM
oia Om Syx, mau tanya nich,
Kalau ACT  sama COARTEM itu kan beda ya?
Kira2 untuk ACT yang Artemisin + Fansidar dibandingkan dengan COARTEM efikasinya bagus mana Om?
ACT tu kan artemisinin-based combination therapy... cuma ga tau hanya berdasarkan artemisinin aja ato juga mencakup turunannya. kalo mencakup turunannya berarti coartem yang isinya artemether dan lumefantrine juga bisa dibilang tergolong di dalamnya. artemether kan turunan artemisinin.
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: Idad pada Mei 24, 2010, 04:57:53 AM
oia Om Syx, mau tanya nich,
Kalau ACT  sama COARTEM itu kan beda ya?
Kira2 untuk ACT yang Artemisin + Fansidar dibandingkan dengan COARTEM efikasinya bagus mana Om?
ACT tu kan artemisinin-based combination therapy... cuma ga tau hanya berdasarkan artemisinin aja ato juga mencakup turunannya. kalo mencakup turunannya berarti coartem yang isinya artemether dan lumefantrine juga bisa dibilang tergolong di dalamnya. artemether kan turunan artemisinin.
Hm, bgtu ya.., sepertinya bisa ditanyakan ke dosen parasitologi
Ok Om, trima kasih banyak ya..,
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: riandono pada Juli 17, 2010, 04:30:35 PM
oia Om Syx, mau tanya nich,
Kalau ACT  sama COARTEM itu kan beda ya?
Kira2 untuk ACT yang Artemisin + Fansidar dibandingkan dengan COARTEM efikasinya bagus mana Om?
ACT tu kan artemisinin-based combination therapy... cuma ga tau hanya berdasarkan artemisinin aja ato juga mencakup turunannya. kalo mencakup turunannya berarti coartem yang isinya artemether dan lumefantrine juga bisa dibilang tergolong di dalamnya. artemether kan turunan artemisinin.
Hm, bgtu ya.., sepertinya bisa ditanyakan ke dosen parasitologi
Ok Om, trima kasih banyak ya..,

Coartem adalah ACT

Artemisinin-based combination therapy (ACT) adalah obat kombinasi artemisin atau salah satu turunannya dengan obat anti malaria golongan lain.
Turunan artemisin, antara lain : Artemotil, Dihydroartemisinin, Artesunate, Artemether.

Kombinasi ATC yang umumnya digunakan adalah:
artemether plus lumefantrine (AL) ---- Coartem, Riamet, dan Lonart
artesunate plus amodiaquine (AS+AQ) ---- Coarsucam, ASAQ
artesunate plus mefloquine (AS+MQ) ---- Artequin, ASMQ
artesunate plus sulfadoxine-pyrimethamine (AS+SP) ---- Ariplus
dihydroartemsinin plus piperaquine (DHA+PPQ) ----- Duo-Cotecxin, Artekin
 
Efikasinya biasanya tergantung dari profil epidemiologinya, contohnya (WHO, 2009):
Untuk indonesia :
-- First-line treatment untuk P. falciparum adalah DHA+PPQ, dan AS+AQ+PQ
-- Treatment untuk P. vivax adalah kloroquin dan primaquin
Untuk Ethiopia
-- First-line treatment untuk P. falciparum adalah AL
-- Treatment untuk P. vivax adalah kloroquin
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juli 18, 2010, 05:09:58 AM
Kalau untuk plasmodium lainnya?
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: riandono pada Juli 18, 2010, 06:24:00 AM
Kalau untuk plasmodium lainnya?

Di Indonesia, berdasarkan KEPMENKES NOMOR : 041/MENKES/SK/I/2007
--untuk p.ovale dan p.vivax,
Lini pertama: Kloroquin + primaquin
Lini kedua: Kina + primaquin
--untuk p.malariae : kloroquin
 
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Juli 18, 2010, 02:00:37 PM
yang falciparum Mas? ???
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: riandono pada Juli 18, 2010, 02:21:02 PM
yg falciparum ada di post diatasnya  :)
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: syx pada Januari 27, 2011, 10:22:46 PM
Drug-Resistant Malaria Could Spread Fast, Expert Warns

GENEVA (Reuters) Jan 12 - Drug-resistant malaria could spread from southeast Asia to Africa within months, putting millions of children's lives at risk, a leading expert warned on Wednesday.

Nicholas White, professor of tropical medicine at Mahidol University in Bangkok, called for a war before it is too late on the artemisinin-resistant malaria strain that first emerged along the Thai-Cambodian border in 2007.

This form of malaria is suspected of breaking out along the Thai-Myanmar frontier and in a province of Vietnam, where tests are under way to confirm it, but the great fear is of it reaching Africa.

"It is a time bomb, it is ticking. It has the potential of killing millions of African children," White told Reuters.

A migrant worker who doesn't even show symptoms could spread the resistant parasite beyond Asia, he said. "It could be a Chinese worker acting as an adviser in Cambodian forests who then hops on a plane to Africa. It could go off at any minute."

The World Health Organization (WHO) has launched a $175 million annual plan to contain and prevent the global spread of the artemisinin-resistant parasite beyond the Mekong region.

The WHO, which said last month the world could stop malaria deaths by 2015 with massive investment, called for faster research and development of new anti-malarial drugs.

But White, widely credited with helping to first identify the resistant form, called the WHO plan "somewhat anodyne."

"I think we should fight this as a war. We are too fractured as a community," he told an experts meeting at WHO headquarters.

"What seems to be lacking is a sense of urgency. People talk in terms of years. I think we should be thinking in terms of months. Time is crucial," he said.

Artemisinin, derived from sweet wormwood, or the Artemisia annua plant, is the most potent drug available against malaria, especially when used in artemisinin combination therapy (ACT).

"ACTs are the gold standard. They are the most effective treatment for falciparum malaria, the most deadly form of malaria," WHO director-general Margaret Chan said in a speech. "The consequences of widespread resistance to artemisinins would be catastrophic."

Resistance to previous generations of anti-malarial drugs such as chloroquine spread from the same Mekong region to India and then Africa, killing millions, experts say.

"This part of the world is the historical epicenter for the emergence of drug-resistant malaria parasites. History tells us what to expect," Chan said.

White agreed, telling Reuters: "There is a horrible, chilling parallel. It is not as if we haven't been warned."

Malaria infects about 243 million people worldwide a year, causing an estimated 863,000 deaths, making it a major killer especially among African children.

Yet few promising alternatives are available in the immediate research and development pipeline, a WHO report said.

Some 5 million compounds are being screened as potential anti-malarials, 20,000 of which show promise, according to Dr. David Reddy, the new CEO of the Medicines for Malaria Venture, a public-private drugs partnership.

"That is how wide we have to cast the net in order to get a handful of drugs that will be tomorrow's medicines," he said.
Judul: Re: Penyakit Malaria
Ditulis oleh: syx pada April 18, 2011, 11:49:43 PM
Fungus prevents malaria in mosquitoes
Greg Town

Engineered or transgenic fungi that can inhibit the development of malaria parasites inside mosquitoes could be a powerful weapon, and an alternative to insecticides, for combating this deadly disease, according to researchers.

“We’ve used genetic engineering to produce a pathogen – a fungus – that will infect mosquitoes, bore its way through the cuticle, and inject into the mosquito a chemical which will kill malaria, basically curing the mosquito of malaria,” said study co-author Dr. Raymond J. St. Leger from the department of entomology, University of Maryland, College Park, Maryland, US.

The researchers’ study describes how various strains or combinations of strains of the mosquito-infecting fungus Metarhizium anisopliae blocked the development of the malaria parasite Plasmodium falciparum in mosquitoes. [Science 2011;331:1074-1077]

One particular combination of M. anisopliae strains, expressing the toxin scorpine plus a salivary gland and mid-gut peptide, reduced counts of sporozoites – cells inside mosquitoes produced by malaria parasites to infect new hosts – by up to 98 percent.

Based on the results of their experiments, the study authors suggested that such a fungus, which infects mosquitoes upon contact, could be applied to indoor or outdoor surfaces in a similar manner to that with which insecticides or chemicals are used. Importantly, they added, it could help to attenuate the development of resistance against insecticides or be used effectively on mosquitoes already resistant to insecticides.

“The point about mosquitoes is, they’re incredibly adaptable,” said St. Leger. “They evolve really fast to outflank everything we put up against them. Insecticide after insecticide has been used to treat mosquitoes and, one by one, the mosquitoes have become resistant.

“You could actually use this fungus to help control the evolution of resistance,” he added. “You might use the fungus and the insecticide alternatively, so the mosquito wouldn’t be exposed to this insecticide year after year to get resistance… You could use the fungus to manage resistance against an insecticide; as well as, perhaps, replace the insecticide.

“We can use this fungus just like we would a chemical insecticide – as a spray, in a baited trap, in cloth sheets – in sheets hanging from the ceilings where the mosquitoes could land.”

More than 1 million people die each year from malaria. While insecticide-treated mosquito bed nets are used to protect millions of people around the world, scientists believe it is only a matter of time before mosquitoes develop resistance to even the most advanced generation of insecticides.  (MIMS Online)