Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

November 28, 2020, 05:55:58 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139608
  • Total Topik: 10377
  • Online Today: 101
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 33
Total: 33

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: ​Penyakit payudara apa saja yang bisa menjadi kanker payudara?  (Dibaca 7341 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline modencancercanter

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 26
  • IQ: 25
  • ForSa!
​Penyakit payudara apa saja yang bisa menjadi kanker payudara?

Kanker terbentuk dari perkembangan sel kanker, sedangkan sel kanker sendiri berasal dari perubahan sel normal. Sel-sel yang berada di lingkungan normal kecil kemungkinan akan berubah menjadi kanker, namun sel-sel yang berada di lingkungan yang tidak baik berisiko besar berubah menjadi kanker. Oleh karena itu, banyak penyakit kanker yang berhubungan dengan beberapa penyakit umum. Lalu, penyakit payudara apa saja yang berisiko menjadi kanker payudara?


Pertama-tama kita akan melakukan pembagian. Berbicara tentang kanker, selain tumor yang bersifat ganas, jenis penyakit lainnya disebut dengan lesi jinak. Pertama, lesi kongenital, misalnya retraksi puting atau supernumerary nipple (tumbuh puting di bawah ketiak). Kedua, lesi proliferatif, seperti hiperplasia payudara yang sering kita dengar, ini mayoritas lesi jinak yang ditemukan. Ketiga, tumor jinak dan peradangan. Dan masih ada beberapa jenis penyakit lain yang jarang ditemui.


Yang paling banyak diperbincangkan adalah perkembangan abnormal dari kelenjar susu yang normal, disebut juga dengan hiperplasia payudara. Selama hidup, kelenjar susu akan terus berkembang, namun kualitas perkembangan jaringannya akan semakin menurun. Jika terjadi perkembangan yang tidak normal, maka akan timbul penyakit. Misalnya, pada wanita yang tidak melahirkan, kelenjar susu tidak akan berkembang dengan sempurna, jadi pada wanita yang melahirkan disarankan untuk menyusui, hal ini dapat mendukung perkembangan kelenjar susu.


Hiperplasia payudara. Ini bukanlah penyakit yang serius, melainkan suatu kelainan yang terbentuk akibat perkembangan dan peremajaan sel yang tidak cukup baik. Ini termasuk dalam perubahan yang bersiklus, dan sebagian besar kasusnya bersifat fisiologis. Jenis ini dapat menjadi penyakit jika mencapai tahap akhir, misalnya fibroadenoma yang berkepanjangan, dalam beberapa kasus yang parah, bisa juga disertai dengan hiperplasia atipikal.


Di antara berbagai lesi jinak, apa saja yang berisiko menjadi kanker?


Apa hubungan lesi jinak dengan kanker payudara? Inilah yang sedang didalami oleh penelitian di dunia. Biasanya, jika lesi jinak payudara tidak berubah menjadi berbahaya, ini tidak akan mempengaruhi penampilan payudara, tidak perlu dikhawatirkan. Para ahli payudara berkesimpulan, apapun jenis lesi jinaknya, jika timbul hiperplasia atipikal, maka risiko seseorang terkena kanker payudara menjadi 5 kali lebih tinggi daripada orang biasa (meliputi hiperplasia biasa atau tidak ada hiperplasia).


Yang disebut hiperplasia atipikal bukanlah sesuatu yang bisa kita lihat secara manifestasi klinis, melainkan dibutuhkan pemeriksaan patologis untuk memastikannya. Jenis hiperplasia ini lebih tebal di lapisan akresi duktal atau lobular, terdapat beberapa kelainan pada sel-selnya, namun belum mencapai tahapan kanker.


Apa maksudnya risiko kanker meningkatnya 5 kali lebih tinggi? Jadi, jika risiko orang yang tidak memiliki hiperplasia terkena kanker payudara dalam 5 tahun ke depan hanya sekitar 1%, berarti risiko orang yang memiliki hiperplasia sekitar 5%. Bisa juga dikatakan, jika Anda dinyatakan memiliki hiperplasia, maka dalam 5 tahun ke depan Anda memiliki risiko kanker payudara sebanyak 5%. Ditambah lagi, jika Anda memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga, risiko akan menjadi lebih tinggi, bisa menjadi 10 kali lebih tinggi.


Umumnya, jenis hiperplasia atipikal yang memiliki risiko lebih tinggi antara lain sclerosing adenosis atau hiperplasia kistik dan papiloma intraduktal. Pada jenis ini memang memiliki risiko yang lebih tinggi, namun memang tidak bisa dipastikan akan terkena kanker payudara. Sebaliknya, risiko yang rendah, bukan berarti pasti tidak akan terkena kanker payudara. Jadi, apapun jenis lesi dan penyakitnya, kita tetap harus mengacu pada sisi patologis. Jika timbul adanya hiperplasia, berarti ia termasuk orang yang berisiko tinggi terkena kanker payudara. Sebaliknya, jika tidak ada hiperplasia, berarti ia termasuk dalam kelompok normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan biasa.


Seberapa besar kemungkinan hiperplasia payudara berubah menjadi kanker?


Risiko hiperplasia atipikal berubah menjadi kanker dalam waktu 5 tahun adalah sekitar 5%, dalam 10 tahun adalah 10%. Umumnya, hiperplasia biasa memiliki risiko berubah menjadi kanker dalam waktu 5 tahun sekitar 0.5%-1%. Pada kenyataannya, ini adalah risiko seseorang terkena kanker. Sedangkan pada kelompok yang memiliki hiperplasia atipikal, risikonya sekitar 5% dalam waktu 5 tahun, ini berarti lebih tinggi dari kelompok orang biasa.


Lalu, apa yang harus dilakukan jika terkena hiperplasia atipikal?


Pertama, mengubah pola makan. Apa saja? Jika sebelumnya Anda menyukai makanan berlemak dan berprotein tinggi, ditambah dengan stress, kebiasaan ini wajib diubah. Kendalikan emosi dan kurangi begadang.


Kedua, pemeriksaan rutin. Jika sebelumnya Anda hanya melakukan pemeriksaan 1 kali dalam setahun, maka sekarang Anda harus melakukannya 2 kali dalam setahun. Cukup dengan melakukan X-ray, lakukan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) setidaknya sekali dalam 2 tahun, lihat perkembangannya.


Ketiga, jika Anda termasuk dalam kelompok dengan risiko tinggi atau yang memiliki riwayat penyakit yang sama dalam keluarga, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan untuk mencegah. Tamoxifen dan Inhibitor Aromatase memiliki peran dalam pencegahan kanker payudara.


Terbentuknya hiperplasia atipikal baru akan meningkatkan risiko kanker payudara. Namun Anda juga bisa menurunkan risikonya dengan mengatur gaya hidup. Jadi, penyakit payudara tidaklah semenakutkan yang dibayangkan, jangan khawatir berlebihan, jangan mencari pengobatan secara sembarang. Ikutilah aturan pendiagnosaan dan skrining yang tepat.

Sumber artikel ini:​http://www.cancercenter.co.id/berita-kanker/5173.html​

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
446 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 23, 2019, 05:48:40 AM
oleh modencancercanter
0 Jawaban
433 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 25, 2019, 06:41:44 AM
oleh modencancercanter
0 Jawaban
774 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2019, 12:13:38 AM
oleh modencancercanter
0 Jawaban
9892 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 19, 2019, 06:51:27 AM
oleh modencancercanter
0 Jawaban
10088 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2019, 04:44:32 AM
oleh modencancercanter