Forum Sains Indonesia

Ilmu Terapan => Kesehatan => Topik dimulai oleh: Balya pada Juli 25, 2011, 11:21:32 AM

Judul: Sedikit berbagi ilmu tentang Penyakit Malaria
Ditulis oleh: Balya pada Juli 25, 2011, 11:21:32 AM
Apa itu malaria?
Sebelum menjelaskan ke malaria (itali : mala = buruk, aria = udara), kita akan membahas terlebih dahulu tentang penyebab penyakitnya. Penyakit sering disebabkan oleh suatu organisme yang sangat kecil, namun dapat mengganggu keseimbangan (homeostatis) dari tubuh. Yaitu yang dikenal dengan nama Protozoa (tunggal : protozoon) adalah jasad renik bersel tunggal, merupakan organisme hewan yang tingkatannya paling rendah.
Protozoa yang menyebabkan penyakit malaria adalah : Plasmodium.
Plasmodium ini hinggap di tubuh nyamuk jenis Anopheles betina yang jika digigit oleh Nyamuk tersebut maka ia akan mengalirkan berupa cairan yang sudah terinfeksi oleh Plasmodium tadi kedalam tubuh manusia. Cairan inilah yang menyebabkan penyakit yang bergejalakan demam, muntah, panas pada tubuh lebih dari 480C pada rektum dalam kurun waktu tertentu. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa penyakit malaria ini bukan disebabkan oleh nyamuknya, akan tetapi adalah protozoa yang sudah menginfeksi nyamuk tersebut. Nyamuk hanya dikenal sebagai vektor, atau lebih dikenal hewan pembawa parasit.

Gejala dan jenis malaria

Ada 4 spesies parasit (keturunan Plasmodium) yang menyebabkan terjadi 3 jenis berlainan penyakit malaria.

Pertama adalah yang dikenal dengan nama : Plasmodium falciparum, yang dikenal dengan ‘malaria tropika’. Hati-hati dengan malaria jenis ini, ini dikenal malaria yang paling ganas dari ketiga penyakit malaria lainnya. Meskipun tidak menimbulkan  residif  (kambuhan) seperti jenis malaria lainnya. Gejala umum dari penyakit ini adalah demam tinggi yang timbul mendadak, muntah, gagal ginjal akut. Malaria jenis ini dapat berkomplikasi pula dengan penyakit malaria otak , yag ditandai lagi dengan cepatnya hilang kesadaran, timbulnya kejang-kejang, koma, dan yang paling parah adalah kematian.

Parasit selanjutnya adalah Plasmodium vivax atau ovale. Kita akan lebih  mengenal dengan nama ‘malaria tersiana’. Ciri khusus dari malaria tersiana ini adalah adanya demam berkala tiga hari yang mencapai puncaknya setelah 48 jam. Dengan gejala berrupa sakit kepala dan punggung, mual, pembesaran limpa, dan malaise umum. Malaria ini sampai sekarang tidak terlalu ganas dan mematikan meskipun tanpa pengobatan. Penyakit ini dapat kambuh kembali.

Dan parasit yang terakhir adalah Plasmodium malariae. ‘Malaria kwartana’, penyakit ini juga punya ciri khusus, yaitu demam berkala empat hari, dengan puncak demam setiap 72 jam. Gejala hampir sama dengan jenis malaria tersiana, juga dapat kambuh kembali (Residif).

Pencegahan umum terhadap penyakit malaria
Tindakan umum yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini adalah :
Hindari kontak antara manusia dengan vector (nyamuk anopheles), bisa juga dengan membasmi nyamuk dan larvae-nya, jangan membuang sampah sembarangan yang menjadi tempat berkembangbiak berbagai vector. Hindari penggunaan alat suntik yang tidak steril, transfuse darah yang sudah terinfeksi dapat menyebabkan penularan.
Anjuran yang paling penting adalah dengan menggunakan oleum citronellae atau minyak sereh yang berkhasiat sebagai penghalau serangga. Dengan meminum obat pencegahan terhadap malaria yang dianjurkan dokter jika memang punya riwayat terkena malaria.



daftar  pustaka : Tan, Hoan, Tjay Rahadja, Kirana; Obat-obat Penting, edisi keenam, 2008