Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 09, 2022, 04:47:47 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,760
  • Latest: Hormide
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 71
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 55
Total: 55

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Selesma Bisa Berkembang Jadi Bronkitis

Dimulai oleh raisuien, Desember 30, 2010, 07:38:22 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

raisuien

Selesma atau infeksi saluran napas bagian atas sering disebut awam sebagai sakit flu. Penyakit yang disebabkan oleh virus flu ini bisa berkembang menjadi bronkitis. Waspadai gejalanya.

Sebagaimana setiap orang pernah mengalami selesma (common cough), sebenarnya hampir tiap orang juga pernah mengalami bronkitis. Dalam banyak kasus, penyakit ini terjadi karena infeksi menyebar ke bronki dan menimbulkan batuk yang dalam yang akan mengeluarkan dahak berwarna abu kekuningan dari paru.

Bila Anda mengalami rasa tidak enak di dada yang membuat sulit bernapas atau membatukkan darah atau dahak berwarna kuning atau hijau, segeralah ke dokter.

Hampir pada semua kasus, bentuk bronkitis akut ini membaik dalam beberapa hari tanpa efek yang menetap. Namun, untuk kasus bronkitis yang sering kambuh bisa saja ada hubungannya dengan kondisi kesehatan yang lebih serius.

Karena bronkitis lebih banyak disebabkan oleh virus, dokter tidak mampu berbuat banyak untuk mempercepat kesembuhan. Yang harus dilakukan adalah banyak istirahat, minum cukup air, konsumsi obat untuk demam dan batuk serta menghidnari serangan lain terhadap saluran pernapasan, misalnya asap rokok.

Waspadai jika Anda mengalami demam tinggi dan batuk tidak reda lebih dari dua minggu. Segera ke dokter jika dahak bercampur darah. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan foto toraks juka pembiakan dahak atau tes lain untuk memastikan tidak adanya penyebab lain.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Pi-One

Hush! Karena metode pengobatan selesma gak bisa diterapkan pada bronkitis, berarti selesma gak mungkin merupakan penyebab bronkitis.

*Iseng pakai argumen semut-asbun buat membantah HIV sebagai penyebab AIDS tempo hari  ::) :P

Huriah M Putra

Hahaha..
Mas piwan uda tertular penyakit si semut.
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

semut-ireng

Hm,  nanti dulu.   Selesma itu common cough apa common cold  ?

Dan apakah virus yang menyebabkan sama dengan virus yang menyebabkan Flu  ?

riandono

kayaknya ada beberapa istilah di artikel diatas yg harus diluruskan lagi:
-ga ada istilah common cough yg ada common cold
-salesma berbeda dengan flu/influenza, perbedaannya bisa dilihat di: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

mohon dikoreksi bila saya salah

semut-ireng

#5
yah,  artikel di atas perlu diluruskan,  mengingatkan artikelnya Gallo aja.

penyebabnya juga beda,

yang menyebabkan selesma juga ngga bisa divaksin seperti HIV :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

riandono

betul prof.. perbedaannya karena virusnya pun berbeda
flu disebabkan virus influenza sedangkan salesma disebabkan rhinovirus

syx

susah nih. batuk ga ilang juga lebih dari 2 minggu. karena batuk berdahak maka minum kombinasi expectorant-mucolytic, plus minum banyak air putih dan sedot uap air. hasilnya malah ingusan... :D
apa perlu antihistamin nih?

riandono

hasil pengalaman klinis aja nih bung syx,
pake loratadine plus bromhexin or ambroxol

murah meriah efektif, hehe


syx

dahak warna ijo itu berasal dari apa? kebetulan ingus warnanya seperti itu. pastinya dahak juga bakal berwarna sama.

Huriah M Putra

Infeksi sekunder bakteri.. (itu yang wa tau)
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

syx

kenapa warnanya ijo? apakah bakterinya berwarna ijo (bukan karena kena radiasi gamma)?

Huriah M Putra

Ntah yaa..
Gak ada dijelaskan kenapa bakteri warna ijo sedangkan virus biasanya jernih.
[move]OOT OOT OOT..!!![/move]

syx

berarti kalo sputum udah berwarna kekuningan sampe ijo ada infeksi bakteri dan perlu bantuan antibiotik buat penanganannya.

SPUTUM COLOR IS THE KEY TO TREATING ACUTE COPD  EXACERBATIONS

BIRMINGHAM, ENGLAND--Just by examining the sputum, it is possible to tell which outpatients with acute exacerbations of chronic obstructive pulmonary disease (COPD) have a respiratory infection likely to require antibiotics. If the sputum is green or yellow, such an infection is probably present. But white or clear sputum suggests that a patient does not have a bacterial respiratory infection.

That was the conclusion of English researchers led by Robert A. Stockley, MD, who recently studied the relationship between sputum color and respiratory infection in 121 outpatients with acute COPD exacerbations.[1] The presence of green or yellow sputum was 94.4% sensitive and 77.0% specific for microbiologic evidence of respiratory infection, the researchers found.

Furthermore, most of the patients with yellow or green sputum had complete symptom resolution and an improvement in their sputum color after antibiotic treatment. "On the other hand, nearly all of the patients with white sputum improved without antibiotics," said Dr. Stockley in an interview with PULMONARY REVIEWS.

Physicians can use this information to better manage COPD exacerbations, which are often treated with antibiotics regardless of whether infection has been proved. "That's unintelligent medicine," stressed Dr. Stockley, a Professor of Medicine at the University of Birmingham in England.

The practice is common, however, because of the difficulty in distinguishing patients with acute COPD who would benefit from antibiotic therapy. "Bacteria are present in the sputum of 30% to 40% of COPD patients who are well versus about 50% to 60% of those with exacerbations, so the two groups really aren't much different," Dr. Stockley explained. Also, the efficacy of antibiotic therapy in acute COPD is unclear, and medical guidelines vary in their recommendations as to when such therapy should be initiated.[2,3,4]

Sputum can be:
1. Bloody (often found in tuberculosis) (Hemoptysis)
2. Rusty colored - usually caused by pneumococcal bacteria (in pneumonia)
3. Purulent - containing pus. The color can provide hints as to effective treatment in Chronic Bronchitis Patients[3]:
    - a yellow-greenish (mucopurulent) color suggests that treatment with antibiotics can reduce symptoms. Green color is caused by Neutrophil Myeloperoxidase.
    - a white, milky, or opaque (mucoid) appearance often means that antibiotics will be ineffective in treating symptoms.
4. Foamy white - may come from obstruction or even Edema

riandono