Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 20, 2021, 05:08:41 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 64
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 33
Total: 33

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Panel FDA Tolak Pil Antigemuk  (Dibaca 1716 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline raisuien

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.359
  • IQ: 334
  • Gender: Pria
Panel FDA Tolak Pil Antigemuk
« pada: Juli 24, 2010, 11:54:33 AM »
Para ahli yang menjadi anggota Dewan Panel The Food and Drugs Administration (FDA) menilai pil untuk menguruskan badan buatan Vivus Inc memiliki efek samping yang lebih besar daripada manfaatnya. Oleh karena itu, mereka tidak merekomendasikan FDA memberi izin peredaran bagi pil yang sudah lama dinantikan tersebut.

Meski tidak dengan suara bulat, 10 suara banding 6, pil pengurus badan bernama Qneka dianggap memiliki efek samping yang besar, terutama pada penggunaan jangka panjang. Memang obat ini bisa mengurangi berat badan hingga 10 persen, tetapi manfaat itu dianggap tidak sebanding dengan efek sampingnya.

Dalam penelitian yang dilakukan pihak produsen obat, diketahui para partisipan penelitian melaporkan adanya efek samping berupa penurunan daya ingat, keinginan untuk bunuh diri, jantung berdebar-debar, serta efek cacat pada janin.

"Efek samping tersebut sangat serius dan bisa membahayakan nyawa. Tentu saja ini tidak sebanding dengan manfaat dari obat ini dalam mengurangi berat badan," kata Ketua Dewan Panel Kenneth Burman dari Washington Hospital Center.

Meski FDA baru akan mengambil keputusan pada bulan Oktober 2010, tetapi produsen obat ini mengaku kecewa dengan keputusan Dewan Panel. Bila nantinya FDA memutuskan untuk melakukan penelitian tambahan, dipastikan pihak perusahaan harus mengeluarkan dana lagi hingga jutaan dollar AS dan hasilnya baru diketahui beberapa tahun lagi.

Dengan tingginya populasi orang yang obesitas di Amerika, yakni mencapai 35 persen, dokter dan pasien mengatakan, obat farmasi diperlukan untuk menghambat obesitas. Bahkan, pengamat di Wall Street menilai obat yang khasiatnya tidak begitu besar pun akan laris di pasaran.

Qneka adalah kombinasi dari dua jenis obat lawas, yakni amfetamin phentermine dan topiramate, obat antikonvulsi yang dijual oleh Johnson & Johnson. Menurut pihak produsen, phentermine membantu menekan nafsu makan, sedangkan topiramate membuat pasien merasa lebih kenyang.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/17/12191372/Panel.FDA.Tolak.Pil.Antigemuk

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
3173 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2007, 01:05:23 AM
oleh yoshan
1 Jawaban
8462 Dilihat
Tulisan terakhir September 20, 2007, 06:50:22 PM
oleh reborn
4 Jawaban
8077 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2013, 10:31:33 PM
oleh faiqhr
4 Jawaban
2963 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2011, 07:30:02 AM
oleh Huriah M Putra
0 Jawaban
1440 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 21, 2021, 11:27:22 AM
oleh olahdatasemarang