Forum Sains Indonesia

Ilmu Terapan => Kesehatan => Topik dimulai oleh: sisca, chemistry pada Juni 07, 2010, 08:02:49 AM

Judul: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: sisca, chemistry pada Juni 07, 2010, 08:02:49 AM
(http://netsains.com/wp-content/uploads/2010/01/aiiidsss-300x261.jpg)
Mungkin selama ini ketika nama AIDS disebut, yang terbayang di pikiran kita adalah : penyakit mematikan, virus berbahaya, kematian, dan hal-hal lain yang mengerikan terkait infeksi virus HIV AIDS. Namun ternyata virus HIV ini dapat menyembuhkan penyakit dan justru menyelamatkan manusia. Bukan berarti virus tersebut telah bertaubat, namun para peneliti menggunakan dan memodifikasi virus HIV sebagai alat untuk Terapi Gen. Pada bulan November 2009, dalam Science Magazine dilaporkan bahwa Terapi Gen menggunakan virus HIV sebagai pengantar gen sukses menyembuhkan penyakit kerusakan otak berbahaya bernama X-linked ALD (X-linked adrenoleukodystrophy).

ALD merupakan penyakit keturunan yang diakibatkan kerusakan kromosom X (sehingga penderita penyakit ini sebagian besar adalah laki-laki). Kerusakan ini menyebabkan tidak terbentuknya protein yang terlibat dalam metabolisme asam lemak tertentu sehingga akan terbentuk gumpalan lemak yang merusak lapisan myelin yang melindungi sel saraf. Penderita ALD akan mengalami kehilangan penglihatan, lemah otot, kerusakan otak yang semakin lama semakin parah, kemudian meninggal. Biasanya penderita diterapi dengan translpantasi bone marrow, namun jenis pengobatan ini sangat beresiko, 20-30% pasien akan meninggal atau mengalami komplikasi yang parah. Dan transplantasi ini hanya akan efektif jika donor bone marrow berasal dari saudara kandung. Pengobatan ALD menggunakan terapi gen dengan pengantar gen berupa virus AIDS ini berhasil untuk pertama kalinya!

Patrick Aubourg, seorang peneliti dari French Biomedical Agency, dan University Paris-Descartes bersama peneliti lain di Perancis dan Jerman. Mencoba terapi dengan gen terapi virus AIDS pada dua orang anak berusia 7 tahun yang menderita ALD yang tidak menemukan donor bone marrow yang cocok. Mereka mengambil sel darah dari masing-masing anak dan memasukkan virus HIV yang telah dimodifikasi sehingga tidak berbahaya. Di dalam virus HIV termodifikasi itu dimasukkan gen yang mengekspresikan protein yang memetabolisme lemak. Gen tersebut kemudian akan bersatu dengan DNA dalam darah pasien. Ketika sel darah pasien tersebut diinjeksikan ke dalam tubuh lagi, maka sel-sel tersebut akan menghasilkan protein-protein pemecah asam lemak yang sebelumnya tidak dihasilkan oleh pasien ALD.

Pada awalnya, setelah terapi gen, bagian otak yang menunjukkan kerusakan myelin masih terus memburuk hari ke hari. Hal ini disebabkan sel-sel darah yang dimodifikasi dengan pemasukan virus HIV pembawa gen penyembuh tadi belum bermigrasi ke bagian otak. Namun setelah 14 hingga 16 bulan, otak pasien mulai stabil dan mengalami peningkatan. Salah satu pasien menjalani tes IQ non-verbal, dan pasien yang lain mengalami penurunan indera penglihatan. Namun hasil tes IQ non-verbal dari kedua pasien itu tidak drop secara dramatis sebagaimana pasien ALD yang tidak diterapi.

Berita di atas menunjukkan bahwa ternyata virus HIV yang selama ini kita anggap selalu berbahaya ternyata justru bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit yang tak kalah mematikan. Para peneliti akan melakukan penelitaian lebih lanjut tentang potensi virus HIV sebagai pengantar gen untuk gen terapi penyakit degeneratif.

Referensi:

Jocelyn Kaiser, Gene Therapy Halts Brain Disease in Two Boys, ScienceNOW Daily News,5 November 2009.

Wikipedia, Adrenoleukodystrophy. Accesed date January 5th 2010.

source : netsains.com
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Juni 07, 2010, 08:41:42 AM
wah, padahal HIV kan tropisme nya di sel imun :) trus kalau bisa direkayasa, berarti sebentar lagi bakal ada vaksin HIV ???
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: truf777 pada Juni 08, 2010, 11:16:25 AM
wah, padahal HIV kan tropisme nya di sel imun :) trus kalau bisa direkayasa, berarti sebentar lagi bakal ada vaksin HIV ???
asik bentar lagi gk ada penyuluhan gk bole free sex
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Takagi Fujimaru pada Juni 08, 2010, 12:05:19 PM
asik bentar lagi gk ada penyuluhan gk bole free sex
weqz... mau nge-sex? =.,=
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: riandono pada Juni 08, 2010, 12:18:27 PM
wah peluang juga buat terapi hemophilia, thalassemia dll...

berita bagus banget
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: sisca, chemistry pada Juni 08, 2010, 12:46:13 PM
ayee...

bagus bagus...

silahkan diskusikan..
ada pernyataan dari bung astra... :D
wah, padahal HIV kan tropisme nya di sel imun :) trus kalau bisa direkayasa, berarti sebentar lagi bakal ada vaksin HIV ???
tuh tuh.. bahas ya.. haha~ ^^
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Juni 08, 2010, 02:07:06 PM
iya nih....ayo bahas....kepada Mas truf tolong sumbu berpikir kembali diluruskan :P :P :P
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juni 08, 2010, 04:40:19 PM
Pertama kali, mari kita bahas mengenai ALD dulu..
Dari sini kita bisa paham bagaimana virus HIV yang dimodifikasi bisa menyembuhkan si anak.
(pura2 jadi momod)
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Takagi Fujimaru pada Juni 08, 2010, 09:36:15 PM
Nih, secuil kisah dari penderita ALD...

Kutip
Cerita tentang perjuangan orangtua Lorenzo Odone telah menginspirasi banyak orang bahwa tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Meski akhirnya meninggal, namun Lorenzo mampu hidup 22 tahun lebih lama dari prediksi dokter karena keajaiban minyak zaitun yang kini dikenal dengan sebutan Lorenzo Oil.

Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD) adalah penyakit kelainan genetik terkait dengan kromosom X akibat pembawa protein yang gagal berfungsi dengan benar. Tubuh penderita ALD menghasilkan asam lemak yang berakumulasi dalam sel saraf dan merusak lapisan sistem motorik.

Molekul lemak yang banyak ini kemudian membangun dan menghambat sel-sel seperti sel saraf dan otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit ALD lebih banyak dialami anak laki-laki dengan perbandingan 1 dari 20.000 anak laki-laki. Penyakit ini biasanya menyerang anak laki-laki usia 4 hingga 8 tahun dengan peluang hidup 2 tahun setelah divonis terkena penyakit ALD.

Lorenzo Odone lahir pada tahun 1978. Sampai usia 6 tahun ia adalah seorang anak yang sehat dengan masa depan yang cerah. Dia pandai berbicara bahasa Inggris, Prancis dan Italia. Lorenzo juga menikmati cerita-cerita mitologi Yunani mendengarkan konser musik Brandenburg dan Handel's Water Music.

Ayah Lorenzo bernama Augusto Odone adalah seorang ekonom Bank Dunia dan di masa-masa awalnya Lorenzo tinggal di Kenya dan memakai bahasa Prancis ketika tinggal di Kepulauan Komoro.

Pada tahun 1984, ketika Lorenzo berusia 5 tahun orangtuanya mendapat laporan dari sekolah yang mengatakan Lorenzo sering mengamuk, menderita gangguan pendengaran dan mengalami masalah dengan keseimbangan dan koordinasi tubuhnya.

Ibunya bercerita pada Januari 1985, Lorenzo sama sekali tidak bisa berbicara dan merespons apapun, penglihatannya telah rusak, tidak bisa menggerakkan jari, mengompol, tidak bisa menelan dan ia harus dilengkapi dengan tabung nasogastik.

Scan otak Lorenzo yang dilakukan oleh ahli saraf Profesor Hugo Moser dari Johns Hopkins University di Baltimore mendiagnosis bocah itu terkena ALD. Penyakit akibat asam lemak yang menumpuk di sel-sel saraf sehingga saraf tidak bisa mengirimkan pesan ke seluruh tubuh.

Dokter mengatakan ke orangtua Lorenzo, bahwa sang anak hanya punya peluang hidup dua tahun karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. Namun sang ayah percaya tubuh Lorenzo hanya sedang terjebak dan yakin anaknya dapat memahami apa yang sedang terjadi di sekelilingnya.

Terpukul menerima vonis dari dokter, orangtuanya bertekad akan mencari pengobatan untuk Lorenzo dan Augusto pun mulai belajar ilmu kedokteran, biokimia dan hubungan antara kerusakan otak dan membangkitkannya lagi dari apa yang disebut rantai panjang asam lemak dalam darah.

Dia mengatur sebuah konferensi bagi para ahli tentang masalah ini dengan membawa informasi penting bahwa asam oleat dan cairan berminyak bisa menghancurkan lemak asam.

Minyak yang belakangan dikenal dengan nama Lorenzo Oil adalah pengembangan dari gabungan asam erusat (erucic) dan asam oleat yang berasal dari minyak zaitun dan lobak. Meski banyak orang memandang skeptis tapi kemudian orangtuanya menemukan ahli kimia asal Inggris yang bekerja untuk Croda International yang bersedia merumuskan formulasi minyak tersebut.

Kemudian ditemukanlah cara yang efektif untuk memutus rantai panjang asam lemak dan minyak itu. Oleh Profesor Hugo Moser minyak itu dicobakan ke penderita ALD. Pada tahun 1989 Odones kemudian mendirikan Myelin Project untuk menemukan obat penyembuhannya dan mengeliminasi penyakit ini secara lebih luas.

Moser kemudian mempelajari 70 anak laki-laki yang terkena gejala ALD diberi minyak sampai penyakit itu membuat mereka kehilangan penglihatan dan gerakan. Moser menyimpulkan bahwa minyak itu tidak membuat perbedaan, dan menemukan bahwa 40 pasienyang diobati dengan minyak bisa kehilangan platelet darah.

Namun, Moser menyimpulkan pada tahun 2005, bahwa pemberian minyak itu dapat mencegah timbulnya gejala lain terhadap 70 persen dari penderita ALD. Minyak ini diyakini mampu memperlambat penyakit ini. Pemberian minyak ini dapat mencegah timbulnya gejala-gejala penyakit lain bagi penderita ALD.

Dengan minyak tersebut Lorenzo yang kelahiran 28 Mei 1978 mampu bertahan hingga usia 30 tahun dan meninggal pada 30 Mei 2008. Bahkan ibunya lebih dulu meninggal karena sakit kanker. KisahLorenzo juga sempat dibuat film pada tahun 1992 dengan judul Lorenzo's Oil yang dibintangi Nick Nolte dan Susan Sarandon.

Augusto Odone dan mendiang istrinya Michaela, menjadi terkenal karena upaya mereka untuk menemukan pengobatan penyakit anak mereka dengan tidak pernah ada kata menyerah
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: sisca, chemistry pada Juni 08, 2010, 11:51:01 PM
tabung nasogastik itu apa sih..?

enak critanya ya.. hahahah~

jadi jadi.. ini ALD karna ada kebykan lemak,, tempel di saraf2nya.?
kok gak dilepasin aja lemaknya.. di gerus.. pelan2.. kan gak kena sarafnya deh... (<--jawaban ga mungkin nih.. T.,T)
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: truf777 pada Juni 08, 2010, 11:58:04 PM
kalo gk salah tabung buat ngasih makan orang
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: syx pada Juni 09, 2010, 12:25:53 AM
saya cuma mo koreksi penulisan aja. ga perlu ditulis 'virus HIV', cukup langsung 'HIV' karena kan udah singkatan human immunodeficiency virus. thanks.
Judul: Re: Terima Kasih HIV
Ditulis oleh: sisca, chemistry pada Juni 09, 2010, 12:30:23 AM
nasogatik ato nasogastrik....
oh..
selang yg dimasukin ke idung kalo nasogastrik...
ok ok ok.. :D ;D :D

oh.. bisa ganti judul ya.? ok ok...
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Takagi Fujimaru pada Juni 09, 2010, 09:30:29 AM
Nah, itu tadi sedikit kisah dari saudara kita...ada yang tau lebih detil dari ALD??
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Juni 13, 2010, 01:13:34 PM
well....bagaimana virus HIV bisa menyusup ke banyak sel padahal tropisme ke sel imun? ???
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Takagi Fujimaru pada Juni 13, 2010, 10:33:51 PM
Hm, bukankah selama ada sel inang, virus dapat berkembang biak?
Judul: Re: Terima Kasih Virus HIV
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Juni 14, 2010, 04:18:11 AM
memang Mas, cuma ini kutipan yang juga aneh dari artikel depan

"Pada awalnya, setelah terapi gen, bagian otak yang menunjukkan kerusakan myelin masih terus memburuk hari ke hari. Hal ini disebabkan sel-sel darah yang dimodifikasi dengan pemasukan virus HIV pembawa gen penyembuh tadi belum bermigrasi ke bagian otak. Namun setelah 14 hingga 16 bulan, otak pasien mulai stabil dan mengalami peningkatan. Salah satu pasien menjalani tes IQ non-verbal, dan pasien yang lain mengalami penurunan indera penglihatan. Namun hasil tes IQ non-verbal dari kedua pasien itu tidak drop secara dramatis sebagaimana pasien ALD yang tidak diterapi."

sel2 darah yang terinfeksi oleh HIV masuk ke otak. berarti sel leukosit masuk ke otak. seingat saya pada keadaan normal leukosit tidak bisa menembus Blood Brain Barrier :(