Forum Sains Indonesia

Ilmu Terapan => Kesehatan => Topik dimulai oleh: semut-ireng pada Juli 07, 2010, 06:28:26 PM

Judul: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 07, 2010, 06:28:26 PM
Extract from: ‘The Ten Biggest Lies about Vaccines’ by Sylvie Simon


...........................................................................

Between 1869 and 1872, Pasteur expounded three erroneous basic postulates that are still used today as the foundation of vaccination. The first put forward that asepsis reigns amongst our cells: the cell is clean, all microbes are exogenous (they come from outside) and attack it, and these germs have an existence that is independent from living organisms. The second is that each illness corresponds to a specific agent, microbial or viral, against which one can protect oneself, thanks to vaccines; the illness has one cause alone, therefore one remedy alone. Finally, immunity is aquired by the production of antibodies in response to the introduction of antigens via the vaccine and these antibodies give protection.

It has been well known for some time that these postulates are false, the latest discoveries in immunology contradict them totally. However, the vaccinators feign ignorance of these studies. If each germ provoked an illness, life on Earth would be long gone. Pasteur was wrong, but in this case he is forgiven, it was a simple case of human error.

What was less forgivable was his animosity towards Béchamp, the founder of enzymology, who was able to identify minute corpuscles smaller than cells, microzymas. These microzymas are the elements that are truly responsible for life, whether human, animal or vegetable. Microzymas can span centuries but are also able to evolve throughout time. In humans, their form varies according to the general state of the biological terrain they inhabit and from which they feed. They are as constructive as they are destructive, capable as they are of transforming, mutating and evolving. Had this theory of polymorphism been recognised it would have shaken to its foundation our perception of health and disease. When an imbalance disrupts the normal functioning of microzymas – malnutrition, poisoning, physical or emotional stress – the microzyma transforms into a pathogenic germ, in other words a microbe, and illness follows. From this perspective, all that is necessary is to reinforce the health of the person in order for the internal pathogenic germs to regain their original form and their protective function.

Thanks to his theory, Béchamp was able to take census of bacteria that were several million years old. The polymorphism of microzymas can therefore transform themselves into viruses, bacteria, mycelium, prions or other, as yet unknown, organisms. But they can also set off the opposite process and transform back into basic microzymas. This research prompted Béchamp to judge vaccination as an outrage, because “It neglects the microzymas' own independent vitality within the organism.”

In brief, for Pasteur the microbe is the origin of disease, for Béchamp it is the disease that permits the microbe to express itself. This duality of standpoints has lasted officially for more than 100 years. On his deathbed, Pasteur was said to have affirmed that it was Claude Bernard who was right, that the microbe was nothing and the biological terrain was everything. Indeed, if the microbe were the only agent responsible, how could it be explained that nurses treating tuberculosis were not contaminated whilst other people who were far less exposed to the bacillus rapidly fell ill? Claude Bernard, in pondering this question, came to develop the idea of receptivity to disease, admitting that there must be an innate or acquired tendency to develop certain pathologies.

And Prof. Jean Bernard is not far from adhering to this theory when he asks the question: “If, in the fight against cancer, we have not advanced as fast as in other domains, it is probably because we have been too attached to the theories of Pasteur. . . These viruses, are they really outside ourselves? Might they not in fact come from our own damaged organisms?”


http://thehealingjournal.com/node/1010

Mana yang benar  ?

-  Jangan-jangan yang dinamakan " HIV "  itu juga berasal dari tubuh penderita sendiri ???
    (  Hipotesa Etienne de Harven  ).
   
-  Jangan-jangan yang bener ngga perlu nyegah HIV pake kondom segala ???

-  Jangan-jangan asal-usul semua jenis virus itu ngga jauh-jauh amat ???

-  Jangan-jangan ilmu virus / virology harus ditulis ulang  ???  ???
   ( Virus bukan makhluk hidup ! ).

-  Jangan-jangan vaksinasi tidak  diperlukan lagi  ??? ???


 Silakan dikomen .......... :D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: shafura ren pada Juli 09, 2010, 06:31:48 PM
wow... kalo teori itu bener, bakalan menjungkirbalikan teknik pengobatan yang ada sekarang. ::)

Kutip
1. Jangan-jangan yang dinamakan " HIV "  itu juga berasal dari tubuh penderita sendiri huh
    (  Hipotesa Etienne de Harven  ).
   
2. Jangan-jangan yang bener ngga perlu nyegah HIV pake kondom segala huh

3. Jangan-jangan asal-usul semua jenis virus itu ngga jauh-jauh amat huh

4. Jangan-jangan ilmu virus / virology harus ditulis ulang  huh  huh
   ( Virus bukan makhluk hidup ! ).

5. Jangan-jangan vaksinasi tidak  diperlukan lagi  huh huh

1. kalo emang HIV asalnya dari tubuh pasien sendiri, kenapa cuma orang2 dikalangan tertentu saja yang bisa terserang HIV, kenapa ada pola penyebarannya.... ???

2. lebih baik mencegah daripada nyesel belakangan..... :)

3. hmmmm.....kalo memang semua penyakit asalnya dari microzymas...( ???, baru pertama denger), berarti kita cukup buat satu macam obat yang bisa mengembalikan microzymas yang tadinya berubah "ganas" jadi kalem dan mengembalikannya kefungsi normalnya... gak perlu susah2 buat obat yang berbeda2 buat berbagai macam penyakit... hmmmm.... jadi obat segala penyakit ya... (perasaan sekarang banyak deh obat herbal untuk segala penyakit...mungkin tu kerjanya di microzymas kali yak.... LOL)

4. wahwah... yang ada sekarang aja gak habis2 kebaca.... hehehehe.... ;D

5. terlepas dari teori itu bener ato salah, rasanya teori ini masih berkutat dalam lingkup hipotesis, artinya belum ada bukti ilmiah yang bener2 mendukung kesahihan teorinya. jadi, kalo cuma berdasarkan teori terus hal yang sudah terbukti manfaatnya (seperti vaksin) diabaikan, ya... gak wise juga... :)

Vaksin kan diberikan berdasarkan dalil (jiah dalil...) yang menyatakan bahwa kolonisasi bakteri (menetapnya bakteri pada hospes/makhluk yg ditumpangi) akan dapat menyebabkan infeksi (kolonisasi+gejala penyakit) itu dipengaruhi oleh:
-virulensi bakteri/organisme
-besarnya inokulasi (terkait jumlah bakteri yang berkoloni dalam hospes)
-tempat masuknya kuman
-pertahanan/imunitas pasien

dan vaksin bekerja sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit dengan cara meningkatkan imunitas terhadap bakteri tertentu...dengan cara sensitisasi, dimana imunitas kita diperkenalkan dengan "teroris" yang lebih ramah, sehingga saat "teroris" yang lebih ganas datang, setidaknya imunitas kita gak kelabakan dan sudah punya persiapan untuk memerangi dan mengusir para perusak..... so, gak ada hubungannya dengan microzymas tadi...... :)
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 10, 2010, 03:13:11 AM
wow... kalo teori itu bener, bakalan menjungkirbalikan teknik pengobatan yang ada sekarang. ::)

Siap-siap aja,  dari pada nyeselnya belakangan ............ :D


4. wahwah... yang ada sekarang aja gak habis2 kebaca.... hehehehe.... ;D

dan ngga habis-habis bingungnya bila ditanya menyangkut asal-usul virus ......hehehehe ... ;D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 14, 2010, 01:09:13 PM
Saya cuma ingin tahu yang benar saja,   benar ngga sih yang seperti ini : .....117 die after receiving vaccine...

http://www.atomichealth.co.uk/6.html
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: shafura ren pada Juli 14, 2010, 08:03:46 PM
Saya cuma ingin tahu yang benar saja,   benar ngga sih yang seperti ini : .....117 die after receiving vaccine...

hmm... harus dipastiin juga apa bener meninggalnya emang karena vaksin, atau memang karena kondisi lain,,,
sapa tau meninggalnya karena ada reaksi hipersensitifitas terhadap salah satu bahan pembawa vaksin, atau memang ada defisiensi sistem imun, sehingga waktu divaksin malah kumannya jadi penyakit, atau memang karena sebab lain yang gak ada hubungannya sama vaksinnya..... ???
belakangan ini memang mulai banyak ibu2 yang menolak mengimunisasi anaknya, beberapa karena masalah agama (tidak yakin vaksin halal/haram) yang lain karena takut anaknya sakit karena vaksin dsb.....

tapi kalo menurut aku sih,,, vaksin itu perlu (kalo vaksin virus influenza memang gak ada gunanya, secara virusnya terus berubah2, balum dikasi vaksin yg baru udah ada aja strain virus bagu, jadi gak ada gunanya)
kalo orang yg gak vaksin itu tetep sehat (aku juga gak diimunisasi ;D), katanya kan ada perlindungan komunitas dari vaksin/imunisasi itu, jadi kalo disatu komunitas lebih dari 90% orang udah vaksin dan punya semacam perlindungan terhadap penyakit tertentu, itu akan menyebabkan transmisi penyakit dihambat sehingga juga punya efek perlindungan terhadap mereka yang tidak vaksin??? kalo g salah dosen epid q bilang gitu dulu...... ???


Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 14, 2010, 08:39:22 PM
hmm .....mengerikan juga kalo bener meninggalnya itu karena vaksin,  apapun alasannya hipersensitifitas atau apa.

oo,  dosennya shafura bilang gitu ya  ?  dosennya shafura dulu itu bilang apa sih soal kekebalan alami dari bayi yang baru lahir -  di suatu komunitas yang sehat,  gizi baik,  lingkungan juga sehat, dsbnya ...-  itu apa ngga 95 % menghambat transmisi penyakit,  dan ngga perlu vaksin  ?

bisa bagi2 critanya kepada kita2 ini yang sekolahnya cuma sampai kelas 12 aja  ?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juli 15, 2010, 04:52:28 AM
reaksi hipersensitifitas bisa terjadi pada apaaa aja..
Obat2an, vaksin, makanan, de el el..
Pernah dengar orang makan kacang trus mati?
Itu juga reaksi hipersensitifitas (lain halnya kalo dia tersedak kacang).
Jadi murni alergi. Dan kita tidak bisa memprediksi hal ini.
Cuma bisa memberikan penanganan cepat kalau hal ini terjadi.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 15, 2010, 05:14:32 AM
Ha,  ini dia pakarnya baru nongol ..............bagi2 dong itu soal natural immunity ......apa aja sih selain ras,  spesies  de el el itu,  ............apa termasuk juga lokasi / lingkungan  setempat, dan misalnya  balita mik ASI ...........(  bukan MPS tempo hari itu,  lho  ! ).

dan soal immunity buatan,  itu bila dibandingkan dengan yang natural, lebih ampuh yang mana  ??
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juli 15, 2010, 05:30:05 AM
Imunitas bisa diturunkan dari ibu ke anak melalui plasenta sewaktu janin ataupun melalui ASI.
Tapi imunitas begini tidak akan bertahan lama.
Jadi akan hilang lagi.
Yang bisa menghasilkan imunitas terhadap seorang individu ya paparan terhadap penyakitnya. (cara alami/natural yang anda maksud)
(ngerti gak yang dibilang mbak shafu mengenai 90% populasi?)

Nah..
Imunitas buatan dan natural.
Masalahnya bukan keampuhannya.
Imunitas alami bisa didapat apabila kita sudah terpapar dengan penyakitnya. (itupun tidak semua penyakit bisa menjadi imun setelah sembuhnya)
Imunitas buatan seperti vaksin (contohnya.. ada lagi contoh lain tuh antibodi spesifik yang diinjeksikan)
Vaksin itu bisa berupa partikel dari mikroba yang bisa bersifat sebagai antigen ataupun mikroba itu sendiri yang dilemahkan.
Nantinya, tubuh kita akan membentuk antibodi berdasarkan vaksin yang dimasukkan.
Jadi suatu saat tubuh kita diserang mikroba itu, kita uda tau cara menghadapinya.
Vaksin sendiri ada yang seumur hidup, ada yang harus diulang.

masalah kematian karna vaksin, betul seperti yang dibilang mbak shafu.
Itu sebabnya, ketika kecil sebelum divaksin, kita (masih bayi) tidak boleh sedang sakit atau demam.
Karena mikroba yang dilemahkan ini, meskipun lemah, kalau tubuh kita juga lemah dan gak bisa melawan, akan menjadi patogen juga.

Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 15, 2010, 05:38:05 AM
Oo,  bukan pakarnya toh ?  ........iya entar tunggu pencerahan dari pakarnya ........ :)

tapi penjelasan dari mbak shafu bagus juga tuh bila dilanjutkan ............
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: shafura ren pada Juli 16, 2010, 05:33:31 AM
tapi penjelasan dari mbak shafu bagus juga tuh bila dilanjutkan ............
Bagian yang mana ya???

dan soal immunity buatan,  itu bila dibandingkan dengan yang natural, lebih ampuh yang mana  ??

oh,, ada istilah begitu ya.... baru tau,,,  :)

Setau aq sistem imun manusia itu dibedakan menjadi imunitas bawaan/nonspesifik dan imunitas didapat/spesifik. Sistem imun non-spesifik adalah sistem imun yang melawan hampir semua patogen asing yang menyerang tubuh meski belum dikenali sebelumnya sedang Sistem imun spesifik/didapat bekerja pada patogen yang pernah dikenali sebelumnya, dimana paparan ulang akan menyebabkan respon imun semakin kuat. Inilah yang mendasari dilakukannya vaksinasi

Sistem imun nonspesifik diperankan oleh mekanisme pertahanan fisik dan kimiawi tubuh seperti kulit, epitel, asam lambung, sel-sel fagosit (PMN, makrofag dan NK), sistem komplemen dan mediator inflamasi lain (sitokin). Sedang sistem imun spesifik diperantarai oleh sel T dan sel B. Sel T berperan respon imun selular dan sel B berperan dalam respon imun humoral. Dimana nantinya sel B akan diubah menjadi sel plasma yang merupakan sel penghasil antibody (imunoglobulin). Antara respon imun spesifik dan non-spesifik bekerja saling berkesinambungan sehingga dihasilkan respon imunitas yang saling menguatkan satu sama lain.

Imunisasi sendiri dibagi jadi dua macam, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif dilakukan dengan vaksinasi yaitu memasukkan organisme patogen hidup yang dilemahkan, atau patogen yang sudah mati atau bagian patogen yang bertindak sebagai antigen (senyawa/zat yang menginduksi reaksi imun) dengan tujuan membentuk/mengaktifasi sistem imun spesifik/didapat pada seseorang. Sedangkan jenis imunisasi lainnya adalah imunisasi pasif, yaitu dengan memasukkan antibody kedalam tubuh seseorang, biasanya hanya bertahan untuk sementara waktu. Contoh imunisasi pasif yang terjadi secara alami adalah transmisi antibody dari ibu ke janin. Tipe antibody yang bisa melewati sawar plasenta adalah IgG. Sehingga janin yang imunitasnya belum berkembang sempurna mendapat imunitas pasif dari ibu, dan IgG ini umumnya masih bisa ditemukan setelah kelahiran.


Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 16, 2010, 04:17:31 PM
Masa sih baru tau istilah begitu ....... :)
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 17, 2010, 08:53:27 PM
Kekebalan ras  ( racial immunity ) masuk di mana,  kalo ngga salah termasuk imunitas bawaan / non-spesifik ?   Apakah sudah ada penelitian menyangkut kekebalan ras ini,  mengingat banyaknya ras / etnis / suku-suku bangsa di dunia ? :)
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juli 18, 2010, 05:24:35 AM
Terletak di genetik namun sepertinya hanya mempengaruhi nilai epidemiologi.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 18, 2010, 11:44:30 PM
Kalau kekebalan spesies  ( species immunity ) itu contohnya apa saja ?  Juga tentang personal immunity,  faktor2 apa saja yang mempengaruhinya  ?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 19, 2010, 08:55:36 PM
sebelum diskusi dilanjutkan, ada baiknya baca2 dulu link di bawah ini :

VACCINATION A DELUSION

By

ALFRED RUSSEL WALLACE



http://www.whale.to/vaccine/wallace/book.html
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 21, 2010, 08:44:20 PM
Kutipan  :

Testimoni dari seorang ibu yang anaknya korban vaksin penyebab autisme:

Buat para Pasangan MUDA, oom dan tante yg punya keponakan atau bahkan calon ibu, perlu nih dibaca ttg autisme. Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2.

Setelah kesibukan yg menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000, itu benar2 membuka mata saya, dan sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.

Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 - Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB.

Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata 2 macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal , yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an.

Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akhir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi.

Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein , harus terapi ABA , Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya .

Melalui info ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia , para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal . Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal.

Juga tolong info ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaan Rupiah per bulannya.

Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme.

"Let's share with others... Show them that WE care!"
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juli 22, 2010, 02:15:02 AM
Vaksin dengan pengawet thimerosal sudah tidak dipakai lagi sekarang.
Kalau masih ada di Indonesia, maka perusahaan pembuat vaksin tersebut bisa dituntut dan bukan menjadi alasan untuk menolak vaksin.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Juli 22, 2010, 06:36:55 AM
bukannya thimerosal-autis cuma sekedar isu saja?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juli 22, 2010, 09:17:29 AM
Emank bener ada, makanya uda dilarang pemakaian thimerosal.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Juli 22, 2010, 02:28:34 PM
saya pernah baca kalo langkah penghentian thimerosal lebih bersifat politik daripada ilmiah. dan angka kejadian autis disebutkan tidak pernah turun walaupun sudah dilarang penggunaannya.....

wah, gimana nih Mas? ???
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juli 22, 2010, 03:40:55 PM
Ntah ya..
Pernah jadi learning issue di tutorial sih.
Dan di pembahasan kita sih begitu.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 22, 2010, 08:35:47 PM
saya pernah baca kalo langkah penghentian thimerosal lebih bersifat politik daripada ilmiah. dan angka kejadian autis disebutkan tidak pernah turun walaupun sudah dilarang penggunaannya.....

wah, gimana nih Mas? ???

Baru tahu yang  " ilmiah "  bisa kalah ama politik,  jangan2 yang tidak ilmiah bisa dipolitikkan jadi ilmiah .................... :)

Kalau kekebalan spesies  ( species immunity ) itu contohnya apa saja ?  Juga tentang personal immunity,  faktor2 apa saja yang mempengaruhinya  ?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Astrawinata G pada Juli 23, 2010, 12:50:31 AM
ooh, OK deh Mas :) thanks
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juli 23, 2010, 02:43:35 AM
Politik memang bisa merubah apa saja..
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 26, 2010, 07:18:26 PM
iya,  politik itu panglima ........... :D :D

orang kecil mah ngga tahu apa-apa,   bisanya cuma berdoa aja .......

saya juga berdoa mudah-mudahan di Indonesia ngga ada yang seperti ada di amrik sana,  Dr. Paul Offit .........,  bisa di baca di bawah ini :

"  Di Amerika utara kami mengenal Dr. Paul Offit yg namanya diplesetkan sebagai Paul "For Proffit" Offit (mantan pejabat CDC) amat gencar mempromosikan vaksin............

Ayo, Imunisasi Dulu Sebelum Pergi ke LN  :o :o

http://nasional.kompas.com/read/2010/05/25/11010925/Ayo..Imunisasi.Dulu.Sebelum.Pergi.ke.LN
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 01, 2010, 07:07:37 PM
Vaksin Cacar Bisa Cegah HIV  ?

REPUBLIKA.CO.ID, VIRGINIA--Bila hipotesa ini benar, barangkali temuan Raymond Weinstein, ilmuwan di George Mason University bisa menjadi sebuah "lompatan" di dunia kedokteran. Dalam sebuah penelitian, ia menyimpulkan imunisasi cacar dapat memberikan proteksi terhadap HIV, virus penyebab AIDS yang hingga kini tak ada obatnya itu.

Hipotesa Weinstein berangkat dari fakta bahwa akhir era vaksinasi cacar di pertengahan abad ke-20 tersebut menyebabkan penyebaran HIV kontemporer yang cepat. Teori baru yang dipublikasikan di BMC Immunology, mencatat bahwa imunisasi vaccinia, seperti yang diberikan untuk mencegah penyebaran cacar, menghasilkan pengurangan lima kali lipat dalam replikasi HIV di laboratorium.

Dalam studi tersebut, Weinstein bersama dengan tim peneliti dari George Washington University dan UCLA, melihat kemampuan sel darah putih yang diambil dari orang-orang baru diimunisasi dengan vaccinia untuk mendukung replikasi HIV. Mereka menemukan replikasi virus secara signifikan lebih rendah dalam sel darah dari individu divaksinasi.

Vaksinasi cacar, katanya, menyediakan individu dengan beberapa derajat perlindungan terhadap infeksi HIV.  "Ada beberapa penjelasan diusulkan untuk penyebaran HIV di Afrika, termasuk perang, penggunaan kembali jarum suntik yang tidak disterilkan dan kontaminasi dari batch awal vaksin polio. Namun, semua ini telah dibantah baik atau tidak cukup menjelaskan perilaku dari pandemi HIV," ujarnya.

Imunisasi cacar secara bertahap ditarik dari tahun 1950 setelah pemberantasan penyakit di seluruh dunia. Pada periode yang sama, HIV mulai merebak di seluruh dunia. ,

Weinstein mengusulkan bahwa vaksinasi dapat memberi perlindungan terhadap HIV dengan menghasilkan perubahan jangka panjang dalam sistem kekebalan tubuh. Termasuk di dalamnya, katanya, ekspresi reseptor tertentu, CCR5, pada permukaan sel darah putih seseorang yang dieksploitasi oleh kedua virus.

Namun ia mengakui, temuannya perlu studi lebih lanjut. "Mudah-mudahan pengembangan temuan ini dapat menjadi senjata baru melawan pandemi HIV," ujar Weinstein.


Bagaimana cara membuat vaksin cacar  ?

Kutipan  :

Dalam buku The Consumer’s Guide to Childhood Vaccines, Barbara Loe Fisher, pendiri dan presiden pusat informasi vaksin nasional (yang didirikan untuk mencegah kerusakan tubuh dan kematian akibat vaksin melalui pendidikan umum) menjelaskan proses pembuatan vaksin sebagai berikut :

Vaksin Cacar : Perut anak sapi dicukur kemudian diberikan banyak torehan pada kulitnya. Kemudian virus cacar diteteskan pada torehan itu dan dibiarkan bernanah selama beberapa hari. Anak sapi tersebut dibiarkan berdiri dengan kepala terikat supaya tidak dapat menjilati perutnya. Kemudian anak sapi itu dikeluarkan dari kandang dan dibaringkan diatas meja. Perutnya memborok dan bernanah, nanahnya diambil lalu dijadikan serbuk. Serbuk itu adalah bahan vaksin cacar, virus yang kebetulan terdapat pada anak sapi terbawa kedalamnya. (Walene James, Pengarang Immunization: The Reality Beyond the Myth)
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 04, 2010, 08:14:43 PM
maaf oot sedikit,   dikejar kebutuhan  forsers butuh hiburan segar,  bisa buka di link di bawah ini : :D

http://www.art-margin.com/Doctoringcolvers/pages/page1.htm
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: syx pada Agustus 04, 2010, 10:10:15 PM
Vaksin Cacar : Perut anak sapi dicukur kemudian diberikan banyak torehan pada kulitnya. Kemudian virus cacar diteteskan pada torehan itu dan dibiarkan bernanah selama beberapa hari. Anak sapi tersebut dibiarkan berdiri dengan kepala terikat supaya tidak dapat menjilati perutnya. Kemudian anak sapi itu dikeluarkan dari kandang dan dibaringkan diatas meja. Perutnya memborok dan bernanah, nanahnya diambil lalu dijadikan serbuk. Serbuk itu adalah bahan vaksin cacar, virus yang kebetulan terdapat pada anak sapi terbawa kedalamnya. (Walene James, Pengarang Immunization: The Reality Beyond the Myth)
cara bikinnya sadis dan menjijikkan... beneran nih?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 04, 2010, 11:15:47 PM
Vaknisansi sudah menyelamatkan sekian banyak nyawa di dunia. Tapi memang ada kasus-kasus tertentu yang disebabkan vaksinasi, yang melibatkan politisasi juga. Misal kasus vaksinasi flu di Jepang, yang sampai membawa kasus yang namanya 'flu otak'. Vaksinasi flu tidak pernah terbukti efektivitasnya, tapi tetap saja dipaksakan, dan akibatnya terjadi kasus yang disebut 'flu otak' tadi.

Dan jangan heran jika kalian kesulitan nyari info soal 'flu otak' tadi, karena istilah ini hanya dikenal di jepang. Itu lebih merupakan gangguan pada otak akibat dampak dari obat/vaksin
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 05, 2010, 06:32:06 AM
Medical mistakes are the leading cause of death in US ..................

We Should Get Medical, Not Political

http://www.areturntohealing.com/reviews.html

satu kasus yang cukup menggemparkan pernah terjadi di amrik,  eksperimen cangkok sumsum tulang belakang baboon,  bukan 1 orang tapi 3 orang menjadi korban / meninggal,  alias 3 x eksperimen gagal total.    rupanya memang pengetahuan tentang kekebalan alami,  kekebalan ras dan kekebalan spesies belum berkembang atau masih dalam taraf coba-coba ..............

lalu mau beli vaksin dari negara mana,  dan apakah sudah dicoba / uji keamanannya untuk ras Indonesia ..........?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 07, 2010, 07:28:18 PM
berita terbaru pengadaan vaksin,  kayaknya pada bingung juga nih,  bukan soal halal haramnya saja,  rasnya kan beda  ?? : :D


Bulan September Vaksin Meningitis Sudah Tersedia


PELAJAR PEJUANG,(GM)-
Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih memastikan vaksin meningitis dari Cina dan Italia untuk jemaah calon haji (calhaj) akan tersedia pada awal September mendatang. Saat ini pengadaan vaksin meningitis sudah memasuki tahap tender.

"Saya harapkan awal September ini sudah siap, sehingga distribusi ke daerah akan berlangsung cepat sebelum Lebaran. Sesudah Lebaran tinggal penyuntikan vaksin kepada para calhaj," katanya seusai mengikuti acara Kongres Nasional XI Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Hotel Horison, Jln. Pelajar Pejuang '45 Bandung, Rabu (4/8).

Mengenai masih digunakannya vaksi meningitis buatan Glaxo Smith Keith (GSK) Belgia yang difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menkes mengatakan, kondisinya darurat. Untuk menghindari gugatan yang mungkin muncul, jemaah yang disuntik harus membuat surat pernyataan kesediaan.

"Karena itu, sebelum pergi umrah, petugas kesehatan menanyakan kepada calon jemaah, apakah mau divaksin dengan yang ada atau tidak. Langkah ini terpaksa dan tidak ada jalan lain lagi," katanya.

Melihat ketergantungan Indonesia terhadap vaksin meningitis dari negara lain, Menkes meminta PT Bio Farma sebagai produsen vaksin, supaya mempercepat roadmap pembuatan vaksin meningitis, sehingga tingkat kehalalannya dapat diakui umat muslim. "Selama ini Indonesia selalu mengimpor vaksin tersebut," katanya.

Apabila vaksin meningitis bisa diproduksi di dalam negeri, lanjutnya, kehalalannya mudah dipertanggungjawabkan. Tidak hanya untuk vaksin meningitis, tapi semua vaksin harus bisa diproduksi Bio Farma.

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100805025231&idkolom=tatarbandung

We should get medical,  not political.

Allah SWT Maha Kaya dan Maha Mengetahui.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 25, 2010, 01:12:25 AM
Lagi dan ada lagi korban akibat vaksinasi .............  :o :o ??? ???

Four Babies Killed By Measles Vaccine
22 - 08 - 2010.

 Lucknow:  The Health Ministry has ordered a probe after four infants, all below nine months, died near Lucknow on Sunday after they were vaccinated for measles. But the inquiry team is yet to reach Uttar Pradesh. While the Uttar Pradesh government has announced compensation for the families of the victims.

All of them showed symptoms of a serious allergic reaction which probably caused their deaths.

Minutes after they were given the measles vaccine, four infants - Kumari, Sanya, Rekha and Sahil fell acutely ill. They became breathless, began to sweat and their pulse fell rapidly - all symptoms of anaphylactic shock or a serious allergic reaction to the vaccine, and before they could get medical help at the local hospital, all four had died.

"These ANM's had injected them with the measles vaccine, then some minutes later they became unconscious," said Rani, parent of a victim.

Such measles vaccine related deaths are rare but have been reported in the past. In 2008, four children died under similar circumstances in Tamil Nadu. The measles vaccination programme was suspended and the entire batch of vaccines was recalled.

Clearly, innoculation drives involving injections need strict controls and better supervision. This case raises a host of questions:

Why were the four children given the vaccine when they were all below nine months old? Measles vaccine is given at nine months

Was there proper supervision to monitor the delivery of the vaccine? Four auxillary nurse midwives gave the shots but were not trained to provide emergency support to the infants

The crucial question is was the vial which contained the vaccine contaminated?

"We will take strict action if it is found that these were wrongly administered, we have collected samples of these dozes and have sent them for testing to find out if they were genuine or spurious," said Anil Sagar, District Magistrate, Lucknow.

Paediatricians say that an immediate inquiry should begin and the entire batch be pulled out of the programme to establish the cause of death or else the vaccination programme which is doing poorly in states like Uttar Pradesh can suffer a serious setback.

The three auxillary nurse midwives, the medical officer and the person responsible for maintaining the vaccines have also been suspended.


Read more at: http://www.ndtv.com/article/cities/did-government-measles-drops-kill-4-children-46176?=&cb=f5cd743be624f7&relation=parent.parent&transport=fragment&type=resize&height=20?trendingnow&cp

 


 

Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Agustus 25, 2010, 04:44:54 AM
Sebelum lebih lanjut..
Silakan pelajari lebih lanjut mengenai reaksi hipersensitivitas dan anaphylactic shock.
Cari aja dari om wiki.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 25, 2010, 04:10:14 PM
 Isu gizi anak-anak Amerika bukan masalah sepele bagi Ibu Negara AS Michelle Obama. Michelle yang sudah gencar berkampanye mengenai isu ini sejak Presiden Obama menjabat, menginginkan Kongres agar mengesahkan RUU Nutrisi Anak secepatnya untuk membawa perubahan mendasar terkait gizi makanan anak-anak di sekolah.

 Ibu Negara ini menulis sebuah artikel opini di harian The Washington Post hari ini ( 2 Agustus, 2010 ), untuk mengimbau Kongres agar meloloskan RUU Nutrisi Anak.

http://www1.voanews.com/indonesian/news/Michelle-Obama-Ingin-Undang-undangkan-Gizi-Makanan-Anak.html

Bagaimana dengan isu gizi anak-anak Indonesia ?   Untung baru-baru ini sudah diluncurkan Kampanye Nutrisi,  eh,  Deklarasi Nutrisi ....................... :D :D

   http://beta.nutrisiuntukbangsa.org/page/deklarasi_nutrisi_untuk_bangsa
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: riandono pada September 28, 2010, 05:23:56 AM
10  kebohongan vaksin itu apa aja mas?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 29, 2010, 01:21:06 AM
Hm,  itu bisa digoogling sendiri paperback Sylvie Simon " Les 10 plus gros mensonges sur les vaccins ". Di buku itu antara lain editornya menulis,  mudah menemukan 10 ( kebohongan ),  tapi sulit memilih 10.  Banyak tulisan Sylvie Simon lainnya ....... :D :D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: riandono pada September 29, 2010, 06:30:30 AM
loh kan anda TS nya...
yg anda sebut "The Ten Biggest Lies about Vaccines" itu apa aja?
masak anda sndr ga bisa menyebutkan
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 29, 2010, 02:55:38 PM
justru saya TS nya,  saya berhak mengarahkan diskusi sesuai yang saya inginkan,  dan tidak membiarkan inisiatif diskusi diambil alih oleh orang lain ............... :D :D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: riandono pada September 29, 2010, 03:18:09 PM
justru saya TS nya,  saya berhak mengarahkan diskusi sesuai yang saya inginkan,  dan tidak membiarkan inisiatif diskusi diambil alih oleh orang lain ............... :D :D
wow.... wow... wow

oke deh arah diskusi "The Ten Biggest Lies about Vaccines" yg anda inginkan gmn?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 29, 2010, 03:27:56 PM
nanti juga tahu sendiri....... :D :D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: riandono pada September 30, 2010, 07:45:26 AM
monggo.. saya tunggu "The Ten Biggest Lies about Vaccines" nya
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada September 30, 2010, 01:16:17 PM
tinggal copy paste dan translate apa susahnya,  silakan dinikmati kemudahan yang sudah diberikan oleh mr.google,  kalau saya sih merasa ngga enak aja kalau harus mentranslate kata seperti an imposter de el el itu  seperti dikatakan oleh penulisnya .................... :D :D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: riandono pada September 30, 2010, 01:49:58 PM
ya bagi saya sulit mas, saya kan bodoh
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: riandono pada Oktober 03, 2010, 07:54:09 AM
sepertinya sudah ga ada balasan lagi.. oke deh case closed


saya cm mengusulkan lain kali kalo anda ngepost suatu topik,  ya paling tidak anda sendiri harusnya paham apa yg anda postkan

Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: No pada Januari 09, 2011, 04:24:43 PM
yah... sudah ditutup ya
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Januari 09, 2011, 10:15:40 PM
nyantai aja Bung No,  tidak usah buru-buru.   Disini ada 10 butir,  disana ada 10 butir,  lumayan banyak lho.   Dari 10 butir yang disana itu 1 butir pertama aja belum tuntas lho  ........... :D

dan yang disini,  itu ada satu pertanyaan yang juga belum tuntas, .............. :D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: riandono pada Januari 10, 2011, 01:46:57 AM
@ No.
Kita nantikan saja bung, dengan sabar
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: No pada Januari 10, 2011, 09:55:41 AM
Hehe butir2 nya aja ga jelas gt kok...
Ya udah, kalo bisa ya dijawab, kalo ngga bisa ya akuin aja.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Januari 10, 2011, 12:51:57 PM
memang sengaja dibuat tidak jelas .................. ;D

nanti kita ngobrol lebih hangat lagi yah,   :D

jangan cuma ngobrol pada ngeluarin jurus istilah-istilah ....... :P ???

dukun biasa cari naga dina dulu ........... ;D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: riandono pada Januari 10, 2011, 01:30:18 PM
@No, bukan ngga jelas, tp nggak ada.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: No pada Juni 04, 2011, 10:13:12 AM
hai, mana butir2 kebohongannya? lama banget wkwkwkw
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 05, 2011, 05:03:19 AM
Kasih bantal ke no...

Mau tikar juga? Sama popcorn?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 05, 2011, 05:28:38 AM
satu posting pertanyaan saja belum ada yang mampu jawab kayaknya.

lama banget.wkwkwkw

Kalau kekebalan spesies  ( species immunity ) itu contohnya apa saja ?  Juga tentang personal immunity,  faktor2 apa saja yang mempengaruhinya  ?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: No pada Juni 05, 2011, 06:04:29 AM
terus terang om ileng, saya bingung ama pertanyaan anda, saya belum pernah dengar istilah2 itu (species immunity, personal immunity) dalam bidang imunologi. bagaimana kalo anda yg menjelaskan?

Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 05, 2011, 06:42:02 AM
Spesies immunity itu kekebalan alami yang dimiliki semua anggota spesiesnya. Personal immunity juga gak pernah dengar, kalau individual immunity sih pernah, itu kekebalan alami yang dimiliki satu atau beberapa dari anggota spesies, dengan kata lain lumayan langka.

Keduanya sifat yang muncul sebagai hasil mutasi yang mungkin tersebar di spesies (species immunity) atau hanya di sebagian kecil spesies (individual imunity).

Artikel ini sejatinya tentang mutasi acak, tapi juga menjelaskan keterkaitan dengan kekebalan
http://evolution.berkeley.edu/evolibrary/article/0_0_0/mutations_07
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 05, 2011, 07:32:42 AM
terus terang om ileng, saya bingung ama pertanyaan anda, saya belum pernah dengar istilah2 itu (species immunity, personal immunity) dalam bidang imunologi. bagaimana kalo anda yg menjelaskan?

lalu apa yang ingin anda bahas soal imunologi,  bila pondamen dasar yang melandasinya belum pernah anda dengar ?    Analoginya,  anda ingin bahas panjang lebar teori evolusi berkaitan dengan seleksi alam,  bukti2 fosil dsb, tapi anda belum pernah dengar origin of life ? :)


Spesies immunity itu kekebalan alami yang dimiliki semua anggota spesiesnya. Personal immunity juga gak pernah dengar, kalau individual immunity sih pernah, itu kekebalan alami yang dimiliki satu atau beberapa dari anggota spesies, dengan kata lain lumayan langka.

Keduanya sifat yang muncul sebagai hasil mutasi yang mungkin tersebar di spesies (species immunity) atau hanya di sebagian kecil spesies (individual imunity).

Artikel ini sejatinya tentang mutasi acak, tapi juga menjelaskan keterkaitan dengan kekebalan
http://evolution.berkeley.edu/evolibrary/article/0_0_0/mutations_07

Pertanyaan saya adalah :

-  Kalau kekebalan spesies  ( species immunity ) itu contohnya apa saja ?  Juga tentang personal immunity,  faktor2 apa saja yang mempengaruhinya  ? :)


 
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: No pada Juni 05, 2011, 07:45:51 AM
oya, itu namanya pondamen imunologi to?
bener om, saya tidak pernah dengar istilah2 itu. Mungkin silabus saya yg ketinggalan jaman.
oleh karena itu, skrg saya minta tolong anda jelaskan ke saya istilah2 itu... paling nggak definisinya deh


btw, tp terus jangan pura2 lupa dan ngeles ama  "The Ten Biggest Lies about Vaccines"...

Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 05, 2011, 09:30:49 AM
Mungkin silabus saya yg ketinggalan jaman.
oleh karena itu, skrg saya minta tolong anda jelaskan ke saya istilah2 itu... paling nggak definisinya deh



makanya belajar dulu yang rajin,  dari pada entar cuma bantah2 istilah doang ....... :D
 


Hm,  itu bisa digoogling sendiri paperback Sylvie Simon " Les 10 plus gros mensonges sur les vaccins ". Di buku itu antara lain editornya menulis,  mudah menemukan 10 ( kebohongan ),  tapi sulit memilih 10.  Banyak tulisan Sylvie Simon lainnya ....... :D :D




Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: No pada Juni 05, 2011, 11:34:15 AM
Ya kan ini mo belajar om,
ajarin apa itu kekebalan spesies dan kekebalan personal


Loh kan anda yg nulis judul topik besar2: The Ten Biggest Lies about Vaccines
lah kesepuluh butir itu apa aja?
tinggal ditulis:
1...apa
2...apa
3...apa, dst sampai 10

Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: No pada Juni 05, 2011, 11:42:41 AM
oya, ini saya ketemu ttg kekebalan personal.
http://www.garambang.info/search/ilmu-kebal-personal-blog-ki-wong-alus

apakah yg seperti itu maksudnya?
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 05, 2011, 11:52:17 AM
oya, ini saya ketemu ttg kekebalan personal.
http://www.garambang.info/search/ilmu-kebal-personal-blog-ki-wong-alus

apakah yg seperti itu maksudnya?
Hahaha...itu kekebalan lain lagi.

Individual immunity itu misal dikaitkan ke kasus malaria. Sebagian orang yang mengalami mutasi hingga sel darah merahnya berbentuk sabit, itu kebal terhadap malaria. Tapi yang punya kasus begini hanya sebagian kecil orang, bukan satu ras atau spesies/sub-spesies manusia keseluruhan. Makanya masih dikatakan individual immunity.

Kalau kekebalan itu dimiliki satu ras, disebut rasial immunity (bedakan dengan rasial-rasisme) :)
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 05, 2011, 08:22:50 PM
No kalo mao belajar,  dan dari pada ngocehnya ngelantur, :D  mending belajar dulu dari sini  :

http://aviramadhani.blogspot.com/2010/05/imunologi-dasar.html


Kebohongan No.10 yang diungkap oleh Sylvie Simon :   L'autisme n'a aucun rapport avec les vaccinations.

Terjemahan bebasnya :  meningkatnya penderita autisme bukan disebabkan karena vaksinasi.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 06, 2011, 11:28:13 PM
Kebohongan No.9 yang diungkap oleh Sylvie Simon  :  Il n'existe aucun lien entre le vaccin contre l'hepatite B et la sclerose en plaques.

Terjemahan bebasnya  :  meningkatnya penyakit multiple sclerosis ( MS ) tidak ada hubungannya dengan pemberian vaksin hepatitis B.
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: No pada Juni 07, 2011, 01:45:42 AM
http://aviramadhani.blogspot.com/2010/05/imunologi-dasar.html
di link itu kok nggak ada tentang kekebalan personal dan kekebalan spesies bang..

Nah gitu dong, sebutin butir2nya. Kan enak ntar ngebahasnya. Sudah sampai nomer 9, yuk lanjut lagi mang..
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 07, 2011, 05:07:37 AM
gak ada ya di link di atas itu ?  jangan putus asa,  googling terus sampai ketemu........ ;D

Lha,  yang satu belum ketemu jawabannya,  dan sudah saya tambah dua lagi,  tapi belum bunyi juga,  masa minta tambah lagi ? ???

kalo mao belajar harus semangat,  usaha keras,  dan  pahami sedikit demi sedikit dulu sampai paham betul .................... :D
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 10, 2011, 02:15:40 AM
Does vaccinating make sense ?

http://www.whale.to/a/lanka.html
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 10, 2011, 09:53:12 AM
Nyari info soal kredibilitas Lanka, hasilnya...
Kutip
Lanka is usually not considered, is not sometimes smiled at by recognized scientists. Some, like Ottmar refer however to the dangers, which could develop from its statements for laymen: Where no virus is, one must meet no precautionary measures, which could entice some to laxen preventing measures, which would then lead to an increase of the sexually transferable diseases.
Oh my loli...
Judul: Re: The Ten Biggest Lies about Vaccines
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 10, 2011, 06:59:06 PM
THE POISONED NEEDLE

A few of these published statements from prominent doctors are presented here:

From Dr. Alexander Wilder, Editor of the New Yolk Medical Times, Professor of Pathology in the United States Medical College of New York and author of WILDER'S HISTORY OF MEDICINE, we have this observation:

"Vaccination is the infusion of contaminating element into the system, and after such contamination you can never be sure of regaining the former purity of the body. Consumption follows in the wake of vaccination as certainly as effect follows cause."

Dr. Walter M. James of Philadelphia says:

"Vaccination does not stay the spread of smallpox nor even modify it in those who get it after vaccination. It does introduce into the system, and therefore contributes to the spread of, tuberculosis, cancer and even leprosy. It tends to make more virulent epidemics of smallpox and to make them more extensive. It does just what inoculation did - cause the spread of disease."

        Dr. Kalb, Royal Examiner of Statistics for Bavaria, states:

"Examination shows vaccination a complete failure. In this single year, 3,994 vaccinated people died of smallpox; the total number attacked exceeded 29,000." (All were vaccinated.)

        Dr. L Hall Bakewell, Vaccinator General of Trinidad said:

"I have very little faith in Vaccination even as modifying the disease, and none at all as a protective in virulent epidemics. Personally, I contracted smallpox less than six months after a most severe re-vaccination."

This doctor was in the vaccination business; his livelihood depended on it and he wanted to believe in it. In Trinidad where vaccination was compulsory he had ample opportunity to observe the full effects of it on a large scale, yet he voluntarily denounced the practice as a failure.

        Dr. L C. Carter of London reports:

"In looking over the history of vaccination for smallpox, I am amazed to learn of the terrible deaths from vaccination, amputations of arms and leg., foot and mouth disease, tetanus (1ockjaw), septicemia (bood poisoning), cerebro-spinal meningitis."

        Dr. J. C. Ward M.R.C.S. at Harrogate, (England) among many others confesses to a change of heart on the vaccination question in this statement:

"I believed that vaccination prevented smallpox. I believed that if it did not absolutely prevent it in every case, it modified the disease in some cases, and I believed that re-vaccination, if only frequent enough, gave absolute immunity. Experience has driven all that out of my head; I have seen vaccinated persons get smallpox, and persons who had been vaccinated get smallpox, and I have seen those who had had smallpox get it a second time and die of it."

Professor Adolf Vogt, who held the chair of vital Statistics and Hygiene in Berne University for 17 years said:

"After collecting the particulars of 400,000 cases of small pox I am compelled to admit that my belief in vaccination is absolutely destroyed."


http://www.whale.to/a/mcbean.html



Vaccination Myths

 MYTH #1

"Vaccines are completely safe..."

...or are they?

..................

http://www.relfe.com/vaccine.html