Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

April 13, 2021, 11:32:54 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26703
  • Latest: VIVA98
Stats
  • Total Tulisan: 139627
  • Total Topik: 10388
  • Online Today: 44
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 30
Total: 30

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Bagaimana Bau Bekerja  (Dibaca 24358 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.256
  • IQ: 322
  • Gender: Pria
  • ForSa
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #15 pada: Juli 25, 2008, 08:08:59 AM »
hehe si sis dieja bacanya nih, gw baru nyadar

Kutip
Gas yang bisa larut itu hidung, ada sel yang tertangkap lalu membentuk bau, tapi itu kombinasi antara indera pengecap juga..

mungkin maksudnya :
gas yang bisa larut dalam air nyampe ke hidung, tertangkap oleh sel dan seterusnya.
Nah, hubungannya sama indera pengecap yang gw juga blm ngerti

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #16 pada: Juli 25, 2008, 09:12:34 AM »
kalo di makanan ato minuman emang antara penghidu dan pengecap ada hubungannya. gabungan antara rasa (taste) dan bau (smell) adalah flavor.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #17 pada: Agustus 27, 2008, 07:00:01 AM »
rasa kalsium?

Lidah Manusia Bisa Merasakan Kalsium
 
Kompas Kamis, 21 Agustus 2008 | 17:11 WIB

JAKARTA, KAMIS - Sensasi rasa ternyata tak terbatas manis, asam, asin, dan pahit, seperti kita ketahui selama ini. Beberapa tahun lalu, rasa umami yang merupakan sensasi sedap atau lezat seperti rasa gurihnya penyedap rasa telah diterima sebagai rasa kelima.

Tak cukup di situ saja karena lidah manusia mungkin dapat membedakan cita rasa keenam. Reseptor-reseptor indera pengecap yang menyebar di permukaan lidah manusa ternyata dapat merasakan kehadiran kalsium.

"Kalsium berasa calcium-y. istilah tersebut memang sangat asing. Kira-kira pahit dan sedikit asam," ujar Michael Tordoff, pakar genetika perilaku dari Pusat Rasa Kimia Monell di Philadelphia, AS. Ia mengatakan timnya menyimpulkannya sebagai rasa kelima setelah melakukan serangkaian penelitian.

Menurutnya, manusia secara tidak sadar sebenarnya telah merasakan kalsium dalam air tawar meskipun kandunganya sangat kecil. Jika kandungannya kecil, rasa tersebut dapat diterima lidah. Namun, dalam kandungan banyak justru tidak enak.

Fenomena rasa kalsium itu mungkin berhubungan dengan tingkat rasa pahit dan kandungan kalsium pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Rasa kalsium inilah yang menurut Tordoff menyebabkan seseorang kadang-kadang tidak menyukai sayura-sayuran dan buha-buahan jenis tertentu.

Namun, hal tersebut tidak berlaku pada susu dan produk olahannya. Meskipun kadar kalisumnya tinggi, masih kalah kuat dengan lemak dan protein sehingga tak begitu terasa.

"Beberapa jensi hewan memiliki kememapuan pengecap kalsium sangat baik sehingga mereka dapat mencari dan mengonsumsi sesuai kebutuhan tubuhnya," ujar Tordoff. Misalnya, badak yang sering menjilati tanah atau air laut.

Kemampuan mendeteksi kalsium ditentukan gen yang disebut CaSR. Gen tersebut ditemukan pada ginjal, otak, dan usus. "kami baru tahu kalau gen tersebut juga ada pada lidah," ujar Tordoff. 

WAH
Sumber : LIVESCIENCE

Offline fitrie

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 145
  • IQ: 36
  • Gender: Wanita
  • semua itu hanya karena kasih dan sayang...........
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #18 pada: Agustus 27, 2008, 07:21:32 AM »
misi-misi, pengen tanya....
besaran bau emang belum ada ya  ??? ???
kalo dibikin skala gimana?
misalkan, bunga mawar itu harumnya 3 skala fitri, trus kalo harumnya melati itu 3,75 skala fitri
trus kalo wangi parfum (cassablanca misalkan) itu 4,02 skala fitri ;) ;)
sepakat???????  ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D
semua itu hanya karena kasih dan sayang...........tidakkah engkau pahami itu.........

Offline ksatriabajuhitam

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • hsw weblog
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #19 pada: Agustus 27, 2008, 12:25:43 PM »
@fitrie
hallo fitrie  ;D

misi-misi, pengen tanya....
besaran bau emang belum ada ya  ??? ???
kalo dibikin skala gimana?
misalkan, bunga mawar itu harumnya 3 skala fitri, trus kalo harumnya melati itu 3,75 skala fitri
trus kalo wangi parfum (cassablanca misalkan) itu 4,02 skala fitri ;) ;)
sepakat???????  ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D
(jadi inget kuliah sensor dulu, pernah nyinggung2 electronic nose)
hm, abis baca artikel ini, mungkin kamu akan berubah pikiran, karena skala bau itu tidaklah linier seperti skala kekerasan Mohr. Mungkin perlu semacam model neural network untuk menghasilkan skala-nya.

mangga dinikmati artikelnya, terjemahin sebagian, sisanya dibuang, sumbernya di bawah

Electronic Nose

ENose

Divais ini dapat diajari untuk mengenali hampir setiap substansi (compound) atau kombinasi substansi. Bahkan bisa dilatih untuk membedakan antara Pepsi dan Coke. Seperti hidung manusia, ENose sangat serbaguna, dan lebih sensitif.
"ENose dapat mendeteksi perubahan 1 ppm*", kata Dr. Amy Ryan, pemimpin project ENose di JPL (Jet Propulsion Laboratory).
* manusia baru bisa mendeteksi adanya amonia jika kandungannya di udara sekitar 50 ppm, tetapi jumlah amonia di udara yang membahayakan ialah mulai dari beberapa ppm

ENose menggunakan kumpulan dari 16 film polimer. Film ini didisain khusus untuk menghantarkan listrik. Ketika suatu zat -- misalnya molekul dari soda -- diabsorbsi oleh film-film ini, film akan berekspansi sedikit, dan mengakibatkan perubahan resistansi.



Karena tiap film terbuat dari polimer yang berbeda, tiap film berekasi terhadap zat (atau analyte) dengan sedikit berbeda. Sehingga walaupun perubahan pada satu film polimer tidak cukup untuk mengidentifikasi suatu analyte, perubahan dari 16 film menghasilkan pola yang berbeda dan dapat diidentifikasi.

Electronic Nose telah digunakan di industri makanan, misalnya untuk mendeteksi basi/busuk. ENose yang akan digunakan oleh NASA memerlukan kemampuan mendeteksi konsentrasi yang lebih rendah.

Team Dr. Ryan bekerja untuk versi lanjut dari ENose untuk meningkatkan kegunaannya.

"Ketika pertama kali memilih polimer untuk ENose, kami memakai pendekatan yang dapat disebut 'Edisonian'", kata Dr. Ryan. (Ucapan ilmuwan untuk trial-and-error. Edison mencoba ribuan filamen sebelum menghasilkan bola lampu.) "Kami menguji antara delapan puluh hingga seratus polimer terhadap tiap analyte". Test yang cukup banyak.

Tetapi, tegas Ryan, pendekatan Edisonian berati bahwa kita hanya bisa menggunakan ENose untuk mengidentifikasi zat dengan pola yang telah diketahui. Ryan dan team mulai melampaui. Mereka mencoba membangun model komputer yang mampu memprediksi respons berbagai polimer terhadap analyte --"tanpa harus mencoba ratusan polimer"--, tuturnya. Ini sangat mempercepat langkah disain ENose.

Menarik karena kesuksesan model komputer bisa diguakan untuk membantu ENose mengidentifikasi zat yang tidak diketahui. Sehingga ENOse dapat mengidentifikasi gas tak diinginkan di Bumi atau di angkasa. Juga dapat digunakan untuk menganalisa zat-zat asing yang ditemui di eksplorasi planet.



Sumber: http://science.nasa.gov/headlines/y2004/06oct_enose.htm
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

Offline fitrie

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 145
  • IQ: 36
  • Gender: Wanita
  • semua itu hanya karena kasih dan sayang...........
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #20 pada: Agustus 27, 2008, 05:24:06 PM »
aduhhh th4nks bgt artikelnya.....
bgs bgt makasi sex lge... ;) ;) ;) ;) ;) ;) ;)

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #21 pada: Agustus 27, 2008, 11:18:54 PM »
^mbak fitrie... ati-ati kalo bikin singkatan ya. kalimat kedua rentan bikin salah pengertian.

Offline fitrie

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 145
  • IQ: 36
  • Gender: Wanita
  • semua itu hanya karena kasih dan sayang...........
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #22 pada: Agustus 28, 2008, 09:40:13 AM »
^mbak fitrie... ati-ati kalo bikin singkatan ya. kalimat kedua rentan bikin salah pengertian.

ngggg  ??? ??? ??? ??? ??? maksudnya??

Offline ksatriabajuhitam

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • hsw weblog
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #23 pada: Agustus 28, 2008, 11:09:50 AM »
...
bgs bgt makasi sex lge... ;) ;) ;) ;) ;) ;) ;)
astagfirulloh...

...
ngggg  ??? ??? ??? ??? ??? maksudnya??
he..he..coba dibaca lagi posting kamu sebelumnya,, salah sedikit sih... :kribo:

Offline fitrie

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 145
  • IQ: 36
  • Gender: Wanita
  • semua itu hanya karena kasih dan sayang...........
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #24 pada: Agustus 30, 2008, 09:11:39 AM »
salah ya ? maaf deh ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D
maksudnya sekali lagi, begitu  :D :D :D :D :D :D :D :D

Offline dark_nekron

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 102
  • IQ: 6
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #25 pada: Agustus 30, 2008, 09:44:24 AM »
hmmm....
nambahi2 aja yo...
bau ditangkap silia-silia oldfactory setalh itu di teruskan oleh nerves oldfactory (cranial nerve) menuju gray matter klo gak salah di gillus precentralis tuk di proses. klo mau lengkapnya buka buku fa'al aja. 
......i'am still stupid..... and always stupid......
----ORANG GENDENG----

Offline fitrie

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 145
  • IQ: 36
  • Gender: Wanita
  • semua itu hanya karena kasih dan sayang...........
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #26 pada: Agustus 30, 2008, 05:11:25 PM »
Sebenarnya, riset mengenai tubuh manusia punya sejarah panjang. Hampir 2000 tahun lalu, Hippokrates, pakar fisika Yunani kuno, sudah melakukan sejumlah penelitian di bidang ini. Kini, riset biologi molekular membuka peluang analisa lebih mendalam yang dapat melahirkan sintesa atau pengamatan menyeluruh di bidang ini.

Misalnya, penelitian yang menunjukkan bahwa cara kerja kelima indera manusia, yaitu mata, lidah, hidung, telinga dan kulit pada dasarnya sangat mirip. Rangsangan luar yang diterima kelima indera manusia diproses menjadi dua jenis sinyal dalam otak. Direktur Klinik Telinga Hidung Tenggorokan (THT) di Tübingen, Professor Hans-Peter Zenner menjelaskan:

Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: 

"Fungsi otak manusia berbasis pada sinyal listrik dan biokimia. Keduanya saling'bergantian dan setiap kejadian atau impuls yang terjadi di lingkungan manusia harus 'diterjemahka' indera menjadi kedua sinyal tersebut. Proses yang disebut 'transduksi' ini memungkinkan otak mengolah rangsangan dari lingkungan manusia."

Di sini yang dimaksud dengan proses 'transduksi' adalah proses dimana stimulusdiubah menjadi aktivitas elektrik pada ujung saraf sensorik (reseptor). Mulut dan hidung adalah penerima rangsangan molekul kimia dari lingkungan manusia. Sementara mata dan telinga menerima rangsangan dalam bentuk gelombang.

Walau bentuk rangsangan luar yang harus diterjemahkan indera manusia berbeda namun dalam Simposium Akademi Jerman Leopoldina para pakar biologi dan dokter menemukan bahwa 90 persen sel pada kelima indera manusia adalah sama. Professor Hans-Peter Zenner:

"Terutama bila kita membandingkan sel indera, perbedaannya terletak pada indera yang menyalurkannya tapi pada dasarnya kita tetap meneliti sel. Dan dalam struktur sel itu tidak ada perbedaan. Bila hasil akhirnya, misalnya dalam proses munculnya suatu penyakit, dasarnya adalah suatu sel, maka tak mengherankan bila muncul banyak kesamaan."

Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: 

Professor Hans-Peter Zenner yang mengepalai Klinik Telinga Hidung Tenggorokan (THT) di Tübingen mengumpamakan sel pada kelima indera manusia sebagai tukang yang bekerja dengan peralatan yang berbeda. Karena perkakasnya berbeda maka sel tersebut memenuhi fungsi yang beragam pula. Sel pengecap pada lidah misalnya hanya dapat mengidentifikasikan satu jenis molekul. Karena itu, kemampuan manusia untuk mengecap atau membedakan rasa terbatas.

Sebaliknya, sel reseptor dalam hidung membentuk satu tim. Setiap sel dapat membedakan antara beberapa jenis molekul gas. Sehingga, indera penciuman dapat menerjemahkan dan membedakan berjenis-jenis bau. Mata sebagai indera penglihatan menerjemahkan gelombang cahaya melalui saraf optik. Untuk organ pendengar telinga, getaran suara yang diterima gedang telinga diteruskan ke tulang pendengaran. Melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak getaran tersebut diterjemahkan menjadi bunyi atau suara.

Lalu, apa yang terjadi bila manusia terserang penyakit yang merusak sel indera? Kerusakan yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi dapat menyebabkan apoptosis atau kematian sel terprogram. Proses ini digunakan sel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh, kata Professor Hans-Peter Zenner, Direktur Klinik THT Tübingen:

"Ternyata terbukti bahwa apoptosis berlangsung sama dalam semua sistem, sehingga obat yang terbukti ampuh juga sama. Dalam penelitian yang berbeda digunakan zat kimia yang berbeda. Di masa depan tentu para peneliti melakukan upaya bersama untuk mengidentifikasi zat yang sesuai untuk semua sel indera dan memiliki efektifitas tinggi."

Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: 

Klinik Telinga Hidung Tenggorokan Tübingen yang dipimpin Professor Hans-Peter Zenner adalah salah satu klinik paling terkemuka dalam riset antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang dapat melindungi sel dari radikal bebas dan antara lain dapat meredam apoptosis atau kematian sel terprogram yang tidak diinginkan. Di masa depan, sebuah klinik mata misalnya dapat menggunakan hasil riset klinik THT mengenai keampuhan antioksidan dalam penelitian untuk mengobati penyakit mata.

Salah satu contoh keberhasilan riset ini adalah mencegah dampak sampingan antibiotika tertentu yang dapat menyebabkan ketulian. Di Cina saja, setiap tahunnya sekitar 40.000 pasien menjadi tuli karena salah mengkonsumsi antibiotika. Zat ampuh untuk mencegah dampak sampingan ini adalah asam Acetylsalicyl atau lebih dikenal dengan aspirin. Harganya tak terlalu mahal sehingga juga terjangkau bagi pasien di negara berkembang.

Hasil penting lainnya dari simposium lintas bidang yang diselenggarakan di Universitas Tübingan adalah penemuan sel induk atau sel punca dewasa dalam hidung. Hasil riset tim Professor Breer dari Universitas Hohenheim di Stuttgart menunjukkan bahwa penelitian mengenai indera manusia tak hanya terbatas pada sel dan molekul semata. Professor Breer menemukan bahwa dalam indera penciuman manusia terdapat sel induk dewasa yang diregenerasi setiap dua bulan. Proses peremajaan ini tidak ditemukan dalam mata dan telinga misalnya. Professor Hans-Peter Zenner menjelaskan:

Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: 

"Ini adalah contoh nyata kemungkinan kerja sama laboratorium di Tübingen dan Stuttgart misalnya. Dalam hal ini, indera hidung memiliki kelebihan, tapi kita juga harus mengerti mengapa indera ini berbeda. Mengapa di mata dan indera pendengar sangat sulit atau hampir tidak dapat ditemukan sel induk. Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita dapat menemukan sel induk atau merangsang pembentukannya untuk mata dan telinga sehingga nantinya dapat digunakan untuk regenerasi."

Berbeda dengan diskusi kontroversial mengenai riset sel induk embrio, penelitian sel induk dewasa tidak memicu perdebatan etis. Bila di masa depan riset berhasil membudi-dayakan sel induk dewasa untuk mata dan telinga, mungkin saja regenerasi sel dapat menggantikan alat bantu dengar atau implantat

Offline MuhammadBz

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 96
  • IQ: 13
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #27 pada: Juni 25, 2009, 08:31:17 AM »
@Firie, kalo bau kentut berapa skala fitrie

Offline fitrie

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 145
  • IQ: 36
  • Gender: Wanita
  • semua itu hanya karena kasih dan sayang...........
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #28 pada: Juni 25, 2009, 10:58:18 AM »
kalo skala bau itu ditentukan berapa ppm zat yg dapat ditangkap oleh indera penciuman.

Offline MuhammadBz

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 96
  • IQ: 13
Re: Bagaimana Bau Bekerja
« Jawab #29 pada: Juni 27, 2009, 02:35:37 AM »
Fitrie kan mau buat skala bau? Bau kentut berpa skala fitrie?

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2856 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 11, 2008, 09:21:57 AM
oleh Eduardo
47 Jawaban
27091 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2010, 04:19:42 AM
oleh syx
10 Jawaban
10040 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2010, 10:36:49 AM
oleh sisca, chemistry
Bau sampah

Dimulai oleh peregrin Kimia

4 Jawaban
10694 Dilihat
Tulisan terakhir November 28, 2011, 03:27:26 AM
oleh Farabi
0 Jawaban
1135 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 26, 2021, 01:49:48 PM
oleh dayatshop