Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 13, 2022, 07:30:50 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 35
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 35
Total: 35

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Glow-in-the-dark Protein

Dimulai oleh peregrin, Juli 22, 2010, 11:41:08 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

peregrin

Green Fluorescent Protein (GFP): protein yg bisa glow in the dark. Mulanya diisolasi dari sejenis ubur2. Sekarang banyak digunakan sbg marker utk mempelajari berbagai macam ekspresi protein. Caranya dg memasukkan susunan kode DNA GFP ke dalam kode genetik dr protein yg ingin dipelajari. Jika protein tsb diekspresikan, makhluk yg mempunyai protein tsb akan glow in the dark, spt neonmice dan glofish di bawah ini.






Krn kegunaannya yg luas dalam penelitian2 biologi (contohnya penelitian stem cells yg menggunakan mencit glow-in-the-dark), ilmuwan2 yg telah mengembangkan GFP ini mendapat nobel prize kimia th 2008. Lebih jauh ttg GFP dijelaskan secara sederhana di salah satu video youtube:

http://www.youtube.com/watch?v=90wpvSp4l_0
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

sisca, chemistry

Bisa gak ya manusia dibikin gini.. ::)
[move]
~ You are what you eat ~
[/move]

riandono

bisa dipakai buat radiofarmasi ndak ya?

nandaz

..keren, kalo manusia bikin kayak gini bisa mirip sama Buzz Lightyear  :kribo:
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl

peregrin

Kutip dari: riandono pada Juli 23, 2010, 02:46:41 PM
bisa dipakai buat radiofarmasi ndak ya?

maksudnya gimana? radiofarmasi kan menggunakan radionuclides yg dikombinasi dg senyawa kimia dan digunakan sbg marker dlm imaging. Kenapa bisa jadi ada pertanyaan apa "GFP bisa dipakai buat radiofarmasi"? Memang dua2-nya berfungsi sbg marker, tapi cara administrasinya kan beda.
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

riandono

ups salah ya... maaf :)

maksudnya kalo radionuclidesnya diganti GFP bisa ndak.
contohnya: arcitumomab, kalo Fab-nya disisipi GFP mungkin ndak?

peregrin

Kutip dari: riandono pada Juli 23, 2010, 07:36:04 PM
ups salah ya... maaf :)

maksudnya kalo radionuclidesnya diganti GFP bisa ndak.
contohnya: arcitumomab, kalo Fab-nya disisipi GFP mungkin ndak?

hehe.. idenya menarik kok  :)  Bisa saja, tapi tentunya namanya bukan lagi radiofarmasi, tapi immunofluoresence

Coba search aja di Google Book: "Green Fluorescent Protein Fluobody Immunosensor"
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

riandono

#7
Thx


ternyata aplikasinya bisa luas banget ya... mantav