Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 16, 2022, 10:41:10 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,765
  • Latest: KlausKep
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 35
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 28
Total: 28

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Cairnya Es Kutub Utara Sumbang Merkuri ke Lautan

Dimulai oleh exile_rstd, Maret 19, 2012, 11:32:16 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

exile_rstd

KutipBadan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melansir temuan terbaru mengenai kaitan es Kutub Utara dengan tingkat pencemaran merkuri di lautan. Menurut penelitian NASA, penurunan es di Kutub Utara secara signifikan selama satu dekade terakhir terbukti meningkatkan reaksi kimia yang menyebabkan endapan merkuri beracun di lautan.

Penelitian menemukan bahwa es di Laut Artik yang terkenal tebal dan abadi perlahan digantikan oleh es yang lebih tipis dan lebih asin. Son Nghiem, seorang peneliti NASA di Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, mengatakan lapisan es pengganti ini melepaskan bromin ke udara ketika berinteraksi dengan sinar matahari dan hawa dingin.

Meningkatkanya jumlah bromin, unsur kimia dengan lambang Br, memicu reaksi kimia yang disebut "ledakan bromin" yang mengubah gas merkuri di atmosfer menjadi polutan beracun yang jatuh di salju, tanah, dan es. Polutan beracun juga dapat terakumulasi dalam tubuh ikan di lautan.

"Menyusutnya luas permukaan es saat musim panas telah menarik banyak perhatian untuk mengeksploitasi sumber daya alam di Kutub Utara dan memperbaiki rute-rute perdagangan maritim," kata Nghiem.

Namun perubahan komposisi es laut juga berdampak besar pada lingkungan. "Mengubah kondisi di Kutub Utara akan meningkatkan ledakan brom di masa depan," sambung dia.

Nghiem mengatakan pelepasan bromin ke udara dapat menghapus lapisan ozon dari tingkat terendah atmosfer, yaitu troposfer.

Berbeda dengan sejumlah penelitian sebelumnya yang hanya memusatkan perhatian pada lapisan es Kutub Utara saat musim panas, penelitian NASA kali ini juga mengamati lautan es abadi selama musim dingin dan saat peralihan ke musim semi. Penelitian NASA diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research-Atmospheres.

Nghiem mengatakan, para ilmuwan masih mencari tahu penyebab hilangnya es Kutub Utara seluas satu juta kilometer persegi selama 10 tahun terakhir. Namun hipotesis sementara menyebutkan perubahan pola angin di Kutub Utara menjadi pemicu pencairan es abadi di kawasan tersebut.

Menurut catatan NASA, pada bulan Maret 2008 Kutub Utara kehilangan lapisan es seluas gabungan negara bagian Texas dan Arizona, dan mencapai titik penyusutan terendah sepanjang 50 tahun terakhir. Lapisan es yang hilang ini telah digantikan oleh lapisan es yang lebih muda, yakni lapisan es musiman yang lebih asin karena tidak mengalami proses pembersihan garam.

Penelitian skala besar ini dilakukan oleh tim ilmuwan gabungan dari Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Inggris. Mereka juga mengkompilasi data gabungan dari NASA, satelit Badan Antariksa Eropa dan Badan Antariksa Kanada serta pengamatan lapangan dan model.

REUTERS | MAHARDIKA SATRIA HADI

source : [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
berhubung saya masih cukup awam dengan zat-zat kimia, saya mau tanya, apa yang dimaksud dengan bromin dan merkuri?
bagaimana alaminya mereka terbentuk selain proses yang telah dikatakan diatas dan apa-apa saja contohnya-pemanfaatan dibidang industri dalam kehidupan sehari-hari? lalu apa saja manfaat dan kerugian brom dan merkuri bagi kehidupan manusia?
terima kasih sebelumnya.  :-*
i adore your intelligence