Forum Sains Indonesia

Ilmu Alam => Kimia => Topik dimulai oleh: tj_david pada Januari 08, 2009, 01:07:06 AM

Judul: pengawet
Ditulis oleh: tj_david pada Januari 08, 2009, 01:07:06 AM
ada yang tahhu gak pengawet apa yang ada didalam donat?  ???
denger-denger sih ada donat bermerek dapat tidak mengalami pembusukan setelah 1 bulan ;D
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: syx pada Januari 08, 2009, 04:41:21 AM
kalo untuk makanan biasanya nipagin, nipasol, ato asam benzoat. kalo awetnya kelewatan ya mungkin bisa karena pakenya kebanyakan ato yang lebih buruk lagi menggunakan pengawet yg lebih kuat tapi sebenarnya tidak diperuntukkan digunakan dalam makanan minuman.
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: nandaz pada Januari 16, 2009, 04:02:47 AM

...kalo donat biasa yang dibuat secara tradisional menggunakan Yeast atau ragi,..ada juga yang memakai donat dengan mencampur adonan dengan tape singkong dan ini lumayan awet tapi tidak mencapai 1 bulan kok...... :kribo:
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: macfamous pada Juni 14, 2010, 04:39:54 AM
apakah pengawee2 tersebut berbahaya .. berhubung saya demen skali dengan donat ..
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juni 14, 2010, 07:39:05 AM
Selama dalam batas yang dianjurkan, aman2 aja tuh...

Sekarang, bagaimana pengawet mengawetkan makanan?
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: raisuien pada Juni 14, 2010, 08:47:59 AM
Bahan-Bahan Pengawet Yang Diizinkan

1. asam benzoat,
2. asam propionat,
3. asam sorbat,
4. sulfur dioksida,
5. etil p-hidroksi benzoat,
6. kalium benzoat,
7. kalium sulfit,
8. kalium bisulfit,
9. kalium nitrat,
10. kalium nitrit,
11. kalium propionat,
12. kalium sorbat,
13. kalsium propionat,
14. kalsium sorbat,
15. kalsium benzoat,
16. natrium benzoat,
17. metil-p-hidroksi benzoat,
18. natrium sulfit,
19. natrium bisulfit,
20. natirum metabisulfit,
21. natrium nitrat,
22. natrium nitrit,
23. natrium propionat,
24. nisin, dan
25. propil-p-hidroksi benzoat.

Bahan Pengawet Yang Diizinkan Namun Kurang Aman

Beberapa zat pengawet berikut diindikasikan menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi oleh individu tertentu, semisal yang alergi atau digunakan secara berlebihan.

Kalsium Benzoat

Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun), bakteri spora dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol, yaitu seperti aroma obat cair. Asam benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, saus sari buah, sirup, dan ikan asin. Bahan ini bisa menyebabkan dampak negatif pada penderita asma dan bagi orang yang peka terhadap aspirin. Kalsium Benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma.

Sulfur Dioksida (SO2)

Bahan pengawet ini juga banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.

Kalium Nitrit

Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar, semisal daging kornet.

Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1% atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2% atau 2 gram/kg bahan. Bila lebih dari jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan, selain dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.

Kalsium Propionat/Natrium Propionat

Keduanya yang termasuk dalam golongan asam propionat sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram/kg bahan. Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.

Natrium Metasulfat

Sama dengan Kalsium dan Natrium Propionat, Natrium Metasulfat juga sering digunakan pada produk roti dan tepung. Bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.

Asam Sorbat

Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah dan produk minuman kerap ditambahkan asam sorbat. Meskipun aman dalam konsentrasi tinggi, asam ini bisa membuat perlukaan di kulit. Batas maksimum penggunaan asam sorbat (mg/l) dalam makanan berturut-turut adalah sari buah 400; sari buah pekat 2100; squash 800; sirup 800; minuman bersoda 400.
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: raisuien pada Juni 14, 2010, 08:50:29 AM
Bahan Pengawet Yang Tidak Aman

Natamysin

Bahan yang kerap digunakan pada produk daging dan keju ini, bisa menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.

Kalium Asetat

Makanan yang asam umumnya ditambahi bahan pengawet ini. Padahal bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan rusaknya fungsi ginjal.

Butil Hidroksi Anisol (BHA)

Biasanya terdapat pada daging babi dan sosisnya, minyak sayur, *shortening* , keripik kentang, pizza, dan teh instan. Bahan pengawet jenis ini diduga bisa menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker.
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: truf777 pada Juni 14, 2010, 09:11:09 AM
pake garam :D karena garam bisa mengawetkan ( percaya enggak ? )
bercanda :D donat kan manis :D mungkin pakai gula :D
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: Huriah M Putra pada Juni 14, 2010, 02:10:25 PM
Bisa banget garam mengawetkan..
Karna garam mempengaruhi tekanan onkotik sehingga bakterinya menjadi kering dan mati.
Tapi, apakah ada yang mau makan makanan yang diawetkan pake garam?
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: syx pada Juni 14, 2010, 10:08:15 PM
garam biasanya dipake untuk ikan asin.
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: Mat Dillom pada Juni 14, 2010, 10:28:28 PM
Gula pengawet manisan :d.
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: syx pada Juni 16, 2010, 02:23:16 AM
gula tergantung kadarnya, kalo terlalu encer malah jadi makanan mikroba... kadar berapa bisa digunakan sebagai pengawet?
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: raisuien pada Juni 16, 2010, 04:30:55 AM
kadar gula berkisar 30 - 40 persen
Judul: Re: pengawet
Ditulis oleh: syx pada Juni 16, 2010, 05:36:22 AM
30-40% apa ga masih terlalu encer? sepertinya kurang kental deh untuk bisa punya efek preservative...
Judul: Re:pengawet
Ditulis oleh: Billyadiwijaya pada Agustus 14, 2017, 11:52:46 PM
Siang agan2 salam sejahtera. Saya billy mau bertanya karena saya belum pengalaman dalam bidang kimia. Mau bertanya krna sy produksi sambal pecel, bahan dasar kacang , gula, cabe , kencur , bawang putih, daun jeruk. Saya mau menggunakan pengawet makanan jenis benzoate dan pottasium sorbate. Tapi saya tdk tau cara menggunakan nya, yang mau sy tny kan,
1. bagaimana cara menggunakan nya? Apakah dilarutkan dengan air, atau di tabur bubuk?
2. Kapan pencampuran bahan pengawet tersebut di lakukan, saat bahan makanan dimasak ? Saat bahan makanan sudah matang ? Saat bahan makanan di campur menjadi adonan sebelum di masukan ke mesin giling? Atau saat sambal sudah jadi dan di aduk?
3. Bagaimana cara mencampur bahan makanan tersebut? Ke seluruh adonan? Atau ke bahan2 rawan bakteri sj, spti cabe saja, kacang saja, kencur saja atau bagaimana?

Mohon bantuan nya agan2 yang punga pengalaman di bidang ini. Atas perhatian nya sy ucapkan trimakasih ya
Judul: Re:pengawet
Ditulis oleh: syx pada Desember 27, 2017, 06:40:30 AM
@Billyadiwijaya pengawet benzoate dan potassium sorbate stabil pemanasan sehingga bisa ditambahkan saat bahan makanan dimasak. penaburan bisa dilakukan selama nantinya pengawet tersebut benar-benar terlarut. tidak perlu penambahan ke masing-masing bahan, bisa langsung ke seluruh adonan.

mohon diperhatikan bahwa pengawet yang anda akan gunakan tersebut hanya bekerja pada pH di bawah 5. untuk jumlah pemakaian, silakan lihat di peraturan bpom.
Judul: Re:pengawet
Ditulis oleh: zalfaoriana pada Mei 26, 2018, 09:09:47 AM
katanya gula pengawet alami
tapi apa bisa tahan segitu lamanya?