Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 01, 2022, 01:37:51 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 30
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 18
Total: 18

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Tatanama IUPAC baru untuk senyawa anorganik (tahun 2005)

Dimulai oleh Hand15, Juli 23, 2010, 08:50:22 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Hand15

Sebagai informasi saja:

Pada tahun 2005, IUPAC telah mengeluarkan revisi terbarunya untuk tatanama senyawa anorganik.
Panduan lengkap tatanama baru IUPAC untuk senyawa anorganik: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Tatanama baru ini mengubah mengubah paradigma tatanama anorganik secara drastis.
Apabila dalam tatanama lama:
H2SO4 = Sulfuric acid (asam sulfat)

Maka dalam tatanama baru (2005):
H2SO4 = dihydroxidodioxidosulfur (dihidroksidodioksidosulfur) atau dihydrogen(sulfate) (dihidrogen(sulfat))

Pada dasarnya, dalam sistem baru ini, terdapat tiga cara untuk menamakan suatu senyawa:
1. Compositional naming (penamaan komposisional)
2. Substitutive naming based on parent hydrides (penamaan substitutif)
3. Additive naming (penamaan aditif)

Composisitonal naming contohnya:
HCl = Hydrogen chloride (hidrogen klorida)
PCl5 = Phosphorus pentachloride (Fosforus pentaklorida)

Substitutive naming contohnya:
HCl = Chlorane (klorana)
PCl5 = pentachloro-λ5-phosphane (pentakloro-λ5-fosfana)

Additive naming contohnya:
HCl = chloridohydrogen (kloridohidrogen)
PCl5 = pentachloridophosphorus (pentakloridofosforus)

Ketiga sistem penamaan ini digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.

Hanya sebagai informasi.  >:D