Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 06, 2021, 06:45:48 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 26
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 27
Total: 27

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Zat dalam Sampo Berdampak pada Sel Saraf  (Dibaca 6064 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Alicha

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 120
  • IQ: 16
  • Gender: Wanita
Zat dalam Sampo Berdampak pada Sel Saraf
« pada: Mei 25, 2009, 11:00:40 AM »
Zat dalam Sampo Berdampak pada Sel Saraf
 

NEW YORK – Bahan kimia yang ditemukan dalam sampo dan krim pelembab kulit ternyata bisa menyebabkan gangguan sistem saraf, demikian temuan terbaru ahli medis AS.

Jangan mudah tergoda dengan iklan sampo dan krim lotion kulit. Terlebih kini kian marak iklan beragam merek dagang sampo. Pada sejumlah produk sampo dan krim kulit ditemukan zat kimia bernama methylisothiazolinone (MIT) yang bisa berpengaruh pada perkembangan sel saraf.
Penelitian yang dilakukan oleh ahli medis dari University of Pittsburgh, awalnya dilakukan pada sejumlah tikus percobaan. Namun mereka yakin bahwa efek serupa bisa juga terjadi pada janin manusia. Secara detail studi ini dipublikasikan dalam jurnal American Society for Cell Biology.
”Dari riset kami terhadap tikus, MIT jelas memicu gangguan pada perkembangan sistem saraf. Sejauh ini kami berpendapat bahwa efek yang sama cukup potensial bahwa bahan kimia tersebut berbahaya bagi manusia,” ujar Dr Elias Aizenman seperti yang dikutip BBCNews Online baru-baru ini. Bahkan apabila bahan tersebut dipakai oleh perempuan hamil, maka efeknya bisa mengenai perkembangan sel saraf bayi yang dikandungnya.
Bahan kimia MIT selama ini memang cukup ampuh untuk memusnahkan bakteri berbahaya yang banyak tumbuh pada bahan pelembab atau air. Bahan ini kerap dipakai pada produk-produk perawatan tubuh pribadi seperti sampo dan krim pelembab tangan. Bahkan beberapa perusahaan menggunakannya dalam sistem pendingin airnya untuk keperluan produksi. Namun sayangnya Dr. Aizenman masih mengalami kendala dalam memastikan gangguan pasti pada perkembangan sel saraf. Timnya saat ini berencana untuk melakukan riset lebih jauh mengenai efek komponen kimia tersebut.
Studi terakhir menemukan adanya efek jangka panjang walaupun kandungan MIT yang dipakai dalam jumlah rendah. MIT terkait dengan pertumbuhan struktur sel saraf bernama dendrites dan axons, yang memegang peranan penting dalam pengadaan sel yang mentransimsikan sinyal ke sel lain di dekatnya. Zat kimia MIT memblokir fungsi suatu enzim yang biasanya aktif ketika sel-sel melakukan kontak satu sama lain.
”Bahan kimia ini makin banyak dipakai oleh perusahaan sampo dan krim kulit. Masih belum ada tes toksin yang dilakukan pada manusia untuk mengetahui sampai pada tingkat seberapa zat itu masih bisa dikatakan aman bagi manusia,” jelas Dr. Aizenman.

Dibantah
Dari sisi produsen sampo dan krim lotion kulit, tentu saja berkeberatan dengan hasil studi yang dikemukakan Aizenman. Para produsen sampo juga tak mau kalah mengajukan ahli medisnya. Seperti yang dikemukakan Dr Chris Flower dari Cosmetics, Toiletries and Perfumery Association di Inggris yang mengklaim bahwa MIT sudah melalui sejumlah uji coba keamanan kesehatan dan akan terus digunakan pada lebih banyak produk perawatan lainnya.
”Tidak ada sebab yang berarti ditimbulkan oleh MIT. Bahan tersebut sudah melalui banyak tes keamanan sebelum dipakai dalam produk kosmetik,” ujar Flower. Ia menegaskan bahwa komponen MIT yang dipakai hanya yang sudah dikombinasikan dengan bahan kimia lain, itulah yang dipakai pada produk-produk di Eropa.
Bahkan ia mengklaim bahwa ahli independen dari Komisi Eropa sudah memeriksa semua data produk yang mengandung MIT dan menyatakan cukup aman walau pada batas konsentrasi maksimum sekalipun. Menurut Dr. Flower, MIT adalah sejenis bahan pengawet yang ketika diuji coba di laboratorium pada sejumlah sel hanya akan berdampak pada jumlah konsentrasi tertentu saja. Sejauh ini bahan kimia tersebut memiliki profil cukup aman untuk penggunaan bahan perawatan dan kosmetik yang biasa dipakai orang.
Sementara dampak MIT pada perempuan hamil juga masih diragukan. Dr Donald Peebles, konsultan kehormatan kandungan di University College London, berkomentar kalau temuan Aizenman tidak bisa dijadikan bukti bahwa MIT berbahaya bagi perempuan hamil. Masih dibutuhkan riset lebih banyak untuk mendukungnya. Studi terkini yang dilakukan berbasis pada struktur sel. Akan lebih menarik apabila melihat hasil uji coba pada tikus yang hamil dan mengobservasi perkembangan sarafnya.
Masih dipertanyakan pula tanda-tanda mengenai sampai tingkat mana MIT memberi dampak pada perempuan yang mengandung dan menggunakan produk yang berisikan MIT.
"Jadilah Orang Yang Berguna Bagi Bangsa Dan Yang Lain

Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
11088 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 22, 2007, 05:48:31 PM
oleh peregrin
12 Jawaban
21308 Dilihat
Tulisan terakhir September 24, 2008, 02:07:57 AM
oleh rawWARus
10 Jawaban
17437 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2010, 01:45:17 PM
oleh Astrawinata G
1 Jawaban
3920 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 17, 2011, 01:39:35 PM
oleh AsTek
21 Jawaban
14180 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2011, 11:09:49 AM
oleh Farabi