Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Agustus 05, 2021, 05:17:48 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26721
  • Latest: joseqgq
Stats
  • Total Tulisan: 139661
  • Total Topik: 10401
  • Online Today: 299
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 118
Total: 118

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Basis bilangan 2  (Dibaca 14583 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re: Basis bilangan 2
« Jawab #30 pada: November 01, 2011, 06:35:40 AM »
Thanks,  telah mengingatkan...... ;D

Tapi ada gunanya juga,  mengingatkan pula tentang register,  bahwa data bisa disimpan secara paralel / serentak,  atau secara serial / bergeser.  Bdsk hal tsb,  sebenarnya operasi bilangan biner ( penjumlahan, perkalian,  dll )  bisa dilakukan dengan prinsip parallel adder,  dan itu lebih cepat daripada serial adder.   Namun sayangnya diperlukan gate-gate yang lebih banyak,  sehingga lebih efisien memakai serial adder.

Untuk prosesor-prosesor model terbaru, para produsen berlomba-lomba meningkatkan performa (kecepatan proses) dari sistem mereka. Banyaknya gate yang diperlukan bukan lagi menjadi pertimbangan utama, mengingat perkembangan teknologi yang menyebabkan system density menjadi jauh lebih tinggi dibanding awal perkembangan komputer. Untuk menjalankan sebanyak mungkin proses dalam selang waktu tertentu, digunakan model paralel komputing, artinya banyak proses bisa dijalankan secara serentak.
Unit khusus untuk menjalankan fungsi Aritmatika dan Logika (ALU) sudah diperkenalkan sejak lama. Dengan unit tersebut, prosesor tinggal mengirimkan input-input ke ALU dan kemudian menerima hasilnya. Pada awalnya ALU berupa chip yang terpisah dari main processornya, namun akhirnya unit tersebut diintegrasikan dengan CPU agar lebih optimal. Untuk mempercepat proses perhitungan, ALU dibuat dengan model parallel.
Untuk prosesor generasi terbaru, penambahan kecepatan komputasi lebih banyak ditempuh dengan cara menambah jumlah core processornya sehingga lebih banyak proses yang bisa dikerjakan secara serentak, bukan lagi menambah kecepatan clock CPU seperti yang marak terjadi pada dekade lalu.
once we have eternity, everything else can wait

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Basis bilangan 2
« Jawab #31 pada: November 01, 2011, 09:21:14 AM »
Untuk prosesor-prosesor model terbaru, para produsen berlomba-lomba meningkatkan performa (kecepatan proses) dari sistem mereka. Banyaknya gate yang diperlukan bukan lagi menjadi pertimbangan utama, mengingat perkembangan teknologi yang menyebabkan system density menjadi jauh lebih tinggi dibanding awal perkembangan komputer. Untuk menjalankan sebanyak mungkin proses dalam selang waktu tertentu, digunakan model paralel komputing, artinya banyak proses bisa dijalankan secara serentak.
Unit khusus untuk menjalankan fungsi Aritmatika dan Logika (ALU) sudah diperkenalkan sejak lama. Dengan unit tersebut, prosesor tinggal mengirimkan input-input ke ALU dan kemudian menerima hasilnya. Pada awalnya ALU berupa chip yang terpisah dari main processornya, namun akhirnya unit tersebut diintegrasikan dengan CPU agar lebih optimal. Untuk mempercepat proses perhitungan, ALU dibuat dengan model parallel.
Untuk prosesor generasi terbaru, penambahan kecepatan komputasi lebih banyak ditempuh dengan cara menambah jumlah core processornya sehingga lebih banyak proses yang bisa dikerjakan secara serentak, bukan lagi menambah kecepatan clock CPU seperti yang marak terjadi pada dekade lalu.

Benar,  ALU sudah diperkenalkan sejak lama.  Matematikawan John von Neumann mengusulkan konsep ALU pada tahun 1945.   Dan terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan2.   Ada beberapa proses yang dilaksanakan di ALU,  dan sepengetahuan saya untuk proses perkalian dan pembagian masih shifting and adding,  proses2 lainnya memang dengan model paralel / serentak.

Bisa jelaskan model paralel untuk perkalian dan pembagian,  di prosesor-prosesor model terbaru,  secara garis besarnya saja yang bisa memberi gambaran bahwa prosesnya bukan shifting and adding ?

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re: Basis bilangan 2
« Jawab #32 pada: November 02, 2011, 12:02:41 PM »
Benar,  ALU sudah diperkenalkan sejak lama.  Matematikawan John von Neumann mengusulkan konsep ALU pada tahun 1945.   Dan terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan2.   Ada beberapa proses yang dilaksanakan di ALU,  dan sepengetahuan saya untuk proses perkalian dan pembagian masih shifting and adding,  proses2 lainnya memang dengan model paralel / serentak.

Bisa jelaskan model paralel untuk perkalian dan pembagian,  di prosesor-prosesor model terbaru,  secara garis besarnya saja yang bisa memberi gambaran bahwa prosesnya bukan shifting and adding ?

Untuk mempercepat proses bisa dilakukan dengan metode hash table. Cara kerjanya mirip tabel logaritma yang dulu sering saya pakai waktu SMP. Intinya himpunan jawaban sudah disiapkan dalam memory. Jawaban mana yang akan dikeluarkan tergantung pada operand-operandnya. Dengan kata lain, operand-operand tersebut digunakan sebagai alamat untuk mengakses jawaban yang dimaksud. Memang untuk mewujudkannya diperlukan jumlah memori yang besar. Untuk perkalian 8 x 8 bit saja diperlukan 65536 alamat memori. Untuk melakukan operasi yang lebih kompleks atau melibatkan bilangan dengan jumlah bit yang lebih banyak bisa dilakukan dengan menggabungkan metode hash table dengan shifting and adding. Operasi-operasi tersebut bisa dilakukan di dalam ALU secara otomatis tanpa perlu membebani core processor.

Hash table sering digunakan pada program game jaman dulu, di antaranya untuk menghitung pergerakan karakter game. Salah satu fungsi yang sering dipakai, misalnya untuk game-game model Mario Bros, adalah fungsi sinus (trigonometri). Hasil fungsi sinus dapat dihitung menggunakan deret Taylor-Maclaurin. Namun untuk mendapatkan hasil yang presisi, kita perlu melakukan banyak iterasi/pengulangan. Padahal untuk mendapatkan gerakan yang halus, scan rate pada layar paling tidak 25 frame per detik. Padahal dalam satu layar game bisa muncul beberapa karakter sekaligus. Komputer lama tidak akan mampu melakukannya dengan metode tersebut. Oleh karena itu digunakan hash table. Pada waktu itu resolusi layar yang dipakai cuma 320 x 200 pixel, jadi resolusi sudut 1 derajat dianggap sudah mencukupi. Dengan demikian yang perlu disiapkan adalah alokasi memori sebanyak 360 word untuk menyimpan hasil fungsi sinus dari 0 sampai 359 derajat. Pada saat running, program tinggal memanggil isi dari alamat memori yang sesuai dengan besar sudut yang ditanyakan. Hasilnya jauh lebih cepat daripada perhitungan dengan deret Taylor-Maclaurin.

Untuk prosesor-prosesor model terbaru saya tidak tahu persis metode yang digunakan. Mungkin saja telah menggunakan metode lain yang lebih canggih dan efisien.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
17376 Dilihat
Tulisan terakhir April 02, 2010, 10:08:33 AM
oleh nandaz
40 Jawaban
28242 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2010, 11:21:04 PM
oleh adisae
11 Jawaban
6616 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2010, 05:43:54 AM
oleh HyawehHoshikawa
0 Jawaban
171118 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2014, 05:52:15 AM
oleh RIKIE RAHARJA
0 Jawaban
17031 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2017, 01:16:06 AM
oleh Adi_Purnawan