Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 20, 2022, 03:07:49 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,765
  • Latest: KlausKep
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 38
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 19
Total: 19

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Teka-teki Hercule Poirot

Dimulai oleh rafy, September 01, 2009, 09:52:32 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

nandaz

...sejujurnya, aku lebih tertarik dengan Holmes, bahasa nya lebih mudah dipahami dengan penjelasan yang sederhana. Kalo karangan Agatha sedikit berat(entah mungkin pengaruh penerjemahnya sih ::))
  pertanyaan ini serupa saja menanyakan Komik detektive mana yang kamu sukai Detektive Conan atau QED ?
conan memberikan analisis serupa dengan Holmes yaitu metode deduksi, sedangkan Toma dalam QED memikirkan kemungkinan masing2 pelaku pada watak setiap tersangka(pada umumnya QED memberikan pelajaran sains juga) mirip dengan Poirot
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl

syx


nandaz

...sejauh yang kubaca tidak, tetapi temannya Hasting punya...lho M.syx pernah nemuinny ya? setauku waktu pemakaman  Poirot  dalam buku terakhir dengan judul "the Curtain"  cuma dihadiri teman2 dekatnya saja tak pernah terbesuk oleh anaknya...
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl

Anak_Yang_Ingin_taHu

Aduh jadi pengen baca Poirot @.@
Tapi saya cuma ngandelin perpus buat baca buku-buku semacam ini @.@ (OOT nih)

Keingintahuan bisa membunuhmu , Ketidaktahuan bisa menghancurkanmu.

nate river

hercule poirot kan tokoh fiktif....
hidup itu seperti asimtot...
meski mustahil mencapai titik kesempurnaan, tapi kita akan selalu berusaha mendekati kesempurnaan....

trafalmar

holmes terlalu hebat dlm beberapa analisisnya yg g memungkinkan seseorang yg nyata menirunya
seolah dia tahu hal terdalam yg paling dalam
tp namanya fiksi ya seru2 ajalah