Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 03, 2022, 09:52:17 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 60
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 51
Total: 51

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Pendidikan Luar Negeri vs Pendidikan Dalam Negeri

Dimulai oleh exile_rstd, Agustus 29, 2012, 06:20:19 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

exile_rstd

Seperti judulnya silahkan forsaers tumpahkan pendapat, opini, saran, dan kritik.
Tapi saya mau kritik yang dibarengi dgn saran yg membangun. Bukan cuma ngepost kritik pedas aja. -_-
i adore your intelligence

danzJr

sebenarnya pendidikan di USA lebih kacau daripada di Indonesia
bisa anda tonton di film dokumenter "waiting for superman" atau lihat di webnya [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

kesalahan fatal pendidikan di Indonesia adalah "mereka tidak bisa membedakan education dan moral atitude"
[move]sesuatu itu dimulai dari mimpi, diusahakan dan menjadi kenyataan[/move]

topazo

Yang paling mencolok dari pendidikan barat den timur (Indonesia kena nya kayaknya sistem timur seperti Jepang, Cina, Singapur, India, dll...) adalah,
kalau sistem barat lebih ke arah pengembangan diri, minat dan bakat individu (subjek), sedangkan sistem timur adalah ke arah penghafalan tekstual dan pemahaman (objek)...

BSJS...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

exile_rstd

Kalau menurut guru les saya bedanya pendidikan luar negeri dgn dlm negeri itu ga 'kebut-kebutan' seperti di Indonesia. Misalnya integral matematika, di dalam negeri diajarkan kelas 12 kalau di luar negeri pas kuliah. Plus saya juga baca waktu bermain (waktu bebas) lbh byk, kalau nilainya jelek ttp lulus, dan ga ada ekstrakulikuler..
Terus juga mata pelajaran di SMA ada 16 (kelas 10) 14 (kelas 11) terlalu byk mapel. "Orang di luar negeri belajar buat pinter, disini belajar buat ujian". Bgtulah kata guru saya.
i adore your intelligence

topazo

@madame exile_rstd...
Kayaknya beliau membandingkan sistem kita (timur) ke sistemnya eropa dan amerika (barat)... Soalnya, sepertinya belajar kebut2an juga dikenal di India, Jepang, Malaysia, Singapura... Karena fokusnya adalah objeknya (sudah diajarkan atau belum) dan kurang memperhatikan sang subjek (sudah paham atau belumnya)...

BSJS...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

cananga

Pendidikan di Indonesia harusnya sudah difokuskan dari dini, jadi siswa ga terbebani dengan banyaknya pelajaran. Dengan fokus keahlian dan minat dari dini, siswa akan fokus pada satu bidang tertentu sehingga diharapkan akan menjadi ahli yang mahir di bidang yang ditekuni itu.

Monox D. I-Fly

Kutip dari: topazo pada Agustus 31, 2012, 05:42:49 PM
@madame exile_rstd...
Kayaknya beliau membandingkan sistem kita (timur) ke sistemnya eropa dan amerika (barat)... Soalnya, sepertinya belajar kebut2an juga dikenal di India, Jepang, Malaysia, Singapura... Karena fokusnya adalah objeknya (sudah diajarkan atau belum) dan kurang memperhatikan sang subjek (sudah paham atau belumnya)...

BSJS...

Iya, kayaknya emang yang dimaksud itu di barat deh... Setau saya, murid-murid di Jepang juga merasa terbebani kok... Coba tonton videonya Kagamine Rin di YouTube yang judulnya "The Lost One's Weeping"...
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.