Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 02, 2021, 11:18:56 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 30
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 32
Total: 32

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Salah saat belajar mungkin berguna  (Dibaca 2116 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 3.282
  • IQ: 171
  • Gender: Pria
  • Nabi Allah
Salah saat belajar mungkin berguna
« pada: Agustus 30, 2011, 12:43:22 AM »
Membuat kesalahan saat belajar memberikan keuntungan bagi hapalan bagi otak yang lebih tua.

Peneliti kanada telah menemukan bukti pertama bahwa para otak tua mendapatkan lebih banyak keuntungan daripada otak yang lebih muda dari mempelajari informasi baru dengan cara yang lebih keras/sukar-via trial and error, atau belajar melalui coba coba.
Studi ini dipimpin oleh para peneliti di Baycrest's Rotman Research Institute di Toronto dan telah di tampilkan online pada 24 agustus 2011 di jurnal Psychology and Aging, sebelum dari edisi cetak,
Penemuan ini akan mengejutkan para pekerja klinik profesional karena akan memberikan tantangan bagi keseluruhan pengetahuan sains yang telah dipublikasikan yang telah menunjukkan bahwa membuat kesalahan sewaktu mempelajari informasi membuat kemampuan hapalan menjadi rusak untuk orang orang dewasa, dan bahwa pembelajaran pasif "tanpa salah"  (dimana jawaban yang benar telah di sediakan) adalah lebih pas untuk para otak tua.

"Tulisan tulisan ilmiah cara pembelajaran "tanpa salah" biasanya telah dipeluk secara tradisional oleh orang orang tua. Bagaimanapun, studi kami telah menampilkan bahwa jika orang tua mempelajari materi yang sangat konseptual saat mereka bisa membuat hubungan yang lebih bermakna diantara kesalahan mereka dan informasi yang benar, maka mereka seharusnya akan mengingat, dalam kasus ini adalah kesalahan yang mungkin bisa bermanfaat untuk proses pembelajaran selanjutnya," kata Andree-Ann Cyr, sang pemimpin penyelidik studi.

Uji coba penelitian yang telah dilakukan Cyr di Baycrest pada saat menjadi siswa doctoral di Psikologi (University Of Toronto), dengan berkolaborasi bersama pengarang senior sekaligus ilmuan Dr Nicole Anderson of Baycrest's Rotman Research Institute. Dr Anderson mempunyai bidang khusus di penelitian rehabilitasi(Pemulihan) kecerdasan untuk orang orang tua.

Pada dua studi terpisah, para peneliti membandingkan keuntungan dari hapalan melalui trial-and-error(Coba coba/TEL) dengan pembelajaran Errorless(tanpa salah/EL) pada latihan hapalan dengan beberapa group dari orang orang muda yang sehat dan orang orang tua yang sehat. Para orang orang muda sehat berada di usia 20 tahun; Dan orang orang tua rata rata berada pada usia 70. TEL di kemukakan adalah proses pembelajaran mencari makna dengan daya juang yang lebih dimana otak harus "mengulik" jalannya sendiri untuk membuat asosiasi asosiasi dan hubungan hubungan supaya bisa mencapai sasaran informasi yang benar. Errorless Learing(EL) dianggap sebagai pasif, atau kurang memeras otak, karena dia disediakan dengan mudah jawaban jawaban yang benar untuk diingat pada saat proses belajar.

Para peneliti menghadirkan para peserta dengan sebuah "cue(dibaca kyu)" yang bermakna sejenis setipe dengan gigi. Kemudian kata sasaran yang benar di tunjukan kepada para pembelajar saat Kondisi EL. Didalam Kondisi TEL, cue yang dihadirkan hanya cuenya saja, dan para peserta harus membuat dua buah dugaan sebelum kata "molar" yang tidak lain adalah kata yang benar ditampilkan. Setelah beberapa saat, peserta harus mempertunjukkan sebuah tes hapalan yang membuat mereka harus mengingat hubungan antar kalimat dimana kata tersebut dipelajari.

Dalam kedua studi, peserta mengingat lebih baik kata yang konteksnya telah dipelajari jika mereka melaluinya melalui trial error, relative jika dibandingkan dengan kondisi errorless. Ini tapi pada khususnya menjadi tepat jika diterapkan kepada para orang orang tua yang diuntungkan kira kira 2,5 kali relative jikad dibandingkan dengan rekan rekan mereka yang lebih muda,

Penemuan dari studi Baycrest ini mungkin akan mempunyai implikasi penting untuk memahami bagaimana informasi yang diajarkan kepada orang orang tua didalam sebuah ruangan kelas, dan juga untuk prosedur pemulihan yang diarahkan bagi orang orang yang mempunyai kelambatan dalam pembelajaran--prosedur dengan cara apa mereka bisa melatih orang tua yang lanjut usia, kata Cyr.

Para pengarang mengatakan, studi kedepannya akan dibutuhkan untuk menentukan apa bedanya materi studi dan cara menghapal mempengaruhi efe dari kesalah ingatan dari orang tua. Ini akan sangat membantu untuk memperbaiki bagaimana cara untuk belajar dimana kesalahan harus bisa dihindari atau dikurangi.

Studi ini didanai oleh  "doctoral award and research grant from the Natural Sciences and Engineering Research Council"

(OF-Sumber Sciencdaily)
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
7373 Dilihat
Tulisan terakhir September 01, 2008, 01:16:43 PM
oleh reborn
9 Jawaban
5629 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 16, 2010, 07:34:41 PM
oleh kuin
7 Jawaban
3688 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2010, 11:51:28 PM
oleh Yorknell
2 Jawaban
2596 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 24, 2011, 01:50:31 AM
oleh kusmardiyanto
2 Jawaban
4328 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2014, 04:55:09 AM
oleh Monox D. I-Fly