Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 27, 2022, 10:08:40 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 85
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 65
Total: 65

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

TERNYATA BERAT MENJADI DOSEN

Dimulai oleh Jaenal, Oktober 31, 2008, 05:46:29 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Jaenal

Profesi sebagai dosen senantiasa dituntut untuk berkembang seiring berkembangnya pula zaman. Dulu peran dosen hanya menekankan pada pembentukan wawasan serta pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, namun kini seiring berubahnya paradigma dan kompleksitas problem dalam dunia pendidikan kita, peran dosen senantiasa juga bergeser yakni disamping menjadi seorang transformator keilmuan secara akademis juga sekaligus sebagai fasilitator pembelajaran yang merupakan tuntutan di era kekinian..

Perubahan ini tidak berarti tugas dan tanggung jawab dosen menjadi lebih ringan, karena sampai kapanpun dosen tetap memiliki tanggung jawab dalam pembentukan pengetahuan, keterampilan dan sikap-nilai dari proses pembelajaran yang berlangsung, serta bertanggung jawab untuk berpartisipasi secara nyata dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan secara utuh. Konsekuensi logisnya, dosen mesti memahami karakteristik dan isi bahan ajar, menguasai konsep mengenal metodologi ilmu yang diajarkannya dan memahami konteks bidang studi tersebut, korelasi dan interelasinya dengan konsepsi pendidikan link and match.Selain itu, dosen dalam konteks kekinian sekarang ini juga perlu dituntut untuk mengenal lebih dalam karakteristik mahasiswanya yang cenderung semakin kritis namun juga pragmatis serta cenderung memiliki technokratisme-materialisme berfikir. Oleh karena itu, dosen sebaiknya juga perlu melakukan pendekatan yang lebih persuasif dan personal untuk mendorong agar sifat-sifat tersebut menjadi lebih konstruktif bagi kehidupan mahasiswa kelak, khsusunya dalam dunia kerja. Dengan kata lain paling tidak dosen juga harus memiliki wacana bahkan main set pedagogis serta diharapkan lebih kreatif menjadi motivator dan mampu secara kreatif mengembangkan berbagai model pembelajaran yang menstimulasi semangat berfikir mahasiswa.Dalam kerangka tersebut diatas maka institusi pendidikan sebagai medium pengejawantahan profesi dosen, senantiasa harus selalu progress, otentik dan aktual agar meningkatkan kualitas dan kompetensi dari para dosen, dengan terus-menerus merevitalisasi diri sesuai dengan tuntutan kualifikasi standard bagi seorang dosen. Disamping peran institusi pendidikan dalam mengakomodasi kepentingan tuntutan kualifikasi dosen yang korelasinya sangat signifikan terhadap mutu atau kualitas dan iklim kegiatan belajar mengajar, sebenarnya dosen itu sendiri secara psikologis juga perlu menyadari tentang makna profesinya. Dosen mesti mencintai profesinya. Kecintaan akan profesi merupakan pintu masuk bagi dosen untuk menjadi profesional dan berkualitas. Seperti seorang laki-laki yang mencintai gadis pujaannya, ia rela melakukan apa saja demi gadis yang dicintainya. Jika dosen mencintai profesinya, mencintai anak-anak didiknya, apa pun hambatan dan kesulitan yang dihadapi—apalagi hanya gaji yang rendah atau honor yang minim—tidak akan sanggup mematahkan semangat dosen untuk berkarya demi memanusiakan manusia-manusia muda. Dan, untuk dapat mencintai profesinya, dosen harus menengok kembali ke belakang, mengapa ia menjadi dosen. Memurnikan kembali motivasi awal menjadi dosen. Menghapus keterpaksaan masa lalu dan menukarnya dengan kejernihan visi dan misi baru. Bahwa dengan memilih menjadi dosen, ada tanggung jawab moral dan sekaligus tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar daripada sekadar keterpaksaan diri, yang mesti diemban oleh dosen. Dan, harus diakui, ini juga bukan perkara mudah. Butuh proses yang sangat panjang.


From : [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Mars