Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 22, 2021, 06:41:38 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 62
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 47
Total: 47

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Effisiensi Dalam Penggunaan Software & Kiat Menghindari Software Bajakan  (Dibaca 4773 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 991
  • IQ: 14
  • Gender: Pria
    • Free GNU/Linux Distributions
Latar Belakang:
Menggunakan komputer dalam bekerja seperti documenting, editing, dan coding dapat menjadi sesuatu yang "super expensive" dan tentu bertentangan dengan kriteria-kriteria "cost-effective solution" -- terkecuali, jika kita menggunakan software non-komersial.

Kendala:
Membeli software komersial secara legal membutuhkan dana cukup besar dan perjanjian lisensi komersial cukup rumit.
Jika cost pembelian sistem operasi komersial + puluhan aplikasi komersial lainnya (dalam skop legal purchased) dijumlahkan, tentu bisa mencapai ribuan atau bahkan puluhan ribu dolar US.
Secara psikologis, menggunakan software komersial sedikit-banyak menimbulkan tekanan berupa perasaan terkekang oleh aneka perjajian lisensi komersial. Perasaan terkekang ini juga mempengaruhi etos kerja user.
Ya, kita menghadapi 3 kendala utama dalam penggunanaan software komersial: expensive-cost, lisensi, dan psikologi.

Kasus:
Persoalannya, di Indonesia sering terjadi salah kaprah, terutama pada kalangan non-advanced computer user yang gemar menggunakan software komersial yang terkesan muluk-muluk dan terkadang tidak melihat fungsinya melainkan hanya atau lebih melihat tampilan GUI-nya.
Lebih parah, banyak pihak yang menganggap software komersial itu bisa dibeli sembarangan atau didapat dengan harga murah dipasaran gelap macam penjual software illegal copy (macam software a'la perko [emper toko]).
Hal ini bisa menyesatkan, anggapan seperti ini bisa membawa kita dalam tindak pelanggaran hukum serius: membeli software komersial secara ilegal adalah bentuk tindakan pelanggaran hukum.

Temuan Sebab:
Mungkin saya terlalu menilai sepihak, tetapi mudah-mudahan tidak demikian. Selama ini juga saya mengamati mengapa sedikit sekali orang yang menggunakan "software gratis" macam Linux, BSD, atau OpenSolaris.
Ya, ternyata hanya perkara tampilan GUI dan alasan unfamiliar.

Solusi:
Jika kita ingin jadi pribadi yang simple, effisien, tetapi produktif dalam hal penggunaan komputer dan softwarenya, cobalah biasakan mengutamakan fungsi dari software yang kita gunakan.
Kita tidak perlu muluk-muluk dengan tampilan GUI yang "wah", tetapi kita terjebak dalam ineffisiensi.
Cobalah gunakan software berlisensi bebas-masal non-komersial (macam yang terlisensi dibawah GNU/GPL, BSDL, CDDL, OPL, dll...).
Contoh:
Jika Anda menggunakan Linux sebagai ganti Windows Vista, setidaknya Anda menghemat Rp 1.500.000,-
Jika Anda menggunakan editor photo macam GIMP 2.6 (GNU Image Manipulation Program) sebagai ganti Adobe Photoshop CS8, Anda dapat menghemat beberapa puluh hingga beberapa ratus dolar US.
Jika Anda menggunakan OpenOffice.Org 3.0 sebagai ganti Microsoft Office 2007, sekali lagi Anda menghemat menghemat beberapa puluh hingga beberapa ratus dolar US.
Jika kita coba solusi ini, bukan cuma penghematan biaya yang kita dapat sebagai manfaatnya, tetap kita juga terhindar dari masalah pelanggaran legalitas lainnya. Kita juga merasa bebas dan nyaman dalam rasa, yang dapat meningkatkan etos kerja.
Jika saja kita orang-orang Indonesia mempraktekan proksimasi solusi ini, maka kita dapat menghemat devisa negara ratusan milyar rupiah, plus menaikan derajat martabat dalam hal taat legalitas -- tidak mendukung pembajakan.
Jika masalahnya adalah "unfamiliar", maka sebagai tambahan solusinya: Anda cuma butuh dana untuk biaya kursus yang jauh lebih murah daripada biaya ratusan atau bahkan ribuan dolar untuk membeli software komersial macam MS Windows atau Apel Machintosh.

Gambaran Real & Obyektif:
Software Lisensi bebas masal tidak selalu lebih buruk dari pada software komersial dalam hal kemampuan, feature, dan bahkan tampilan.
Silahkan Anda review eksample screenshot software-software bebas-masal & legal, saya contohkan pada distribusi sistem operasi Debian GNU/Linux dengan screenshot pada http://screenshots.debian.net/.
« Edit Terakhir: Juli 18, 2009, 04:46:59 PM oleh heru.htl »

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
4811 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 15, 2007, 02:36:05 PM
oleh reborn
13 Jawaban
13407 Dilihat
Tulisan terakhir November 26, 2009, 02:42:30 AM
oleh paczynski
12 Jawaban
172252 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2015, 06:01:20 AM
oleh Excalnewgate
2 Jawaban
4938 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 20, 2009, 02:11:27 PM
oleh soni sascori
15 Jawaban
9176 Dilihat
Tulisan terakhir November 10, 2015, 05:31:57 AM
oleh Monox D. I-Fly