Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

April 19, 2024, 04:49:12 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 77
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 1
Guests: 59
Total: 60

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Anda Bertanya Geocentrist Menjawab

Dimulai oleh nʇǝʌ∀, Desember 23, 2014, 01:02:43 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Goen pada Februari 09, 2015, 01:05:01 PM
Sarkasme yang bagus... I give you that... ;D

Tapi, jangan lupa. Dengan prinsip yang sama berlaku pada heliocentric:

Ikan-ikan masih bisa berenang bebas di lautan, burung-burung pun masih bisa terbang di angkasa meskipun kerangka acuan bumi berputar melawan kerangka acuan semesta dengan kecepatan 1670 km/jam sehari-semalam, plus be-revolusi mengelilingi matahari dengan kecepatan 108.000 km/jam, plus be-revolusi mengelilingi galaksi bima-sakti dengan kecepatan 828.000 km/jam, plus kecepatan galaksi bima-sakti menjauh karena Expanding Universe.

Amazing... ;D

jadi sekarang anda tiba-tiba tidak paham ilmu dasar? fenomena yang anda cemooh itu justru membuktikan bumi berotasi.

yang tidak masuk akal itu justru teori geosentris. kata anda sendiri ether punya massa dan densitas ether sampai ke skala kuantum dan memenuhi alam semesta. itu artinya gaya yang dihasilkan ether jauh lebih besar donk. beda dengan bumi yang jauh lebih kecil massanya. dan dalam heliocentrism, seluruh alam semesta tidak dipadati massa bernama ether. beda lah.

logika dalam kesimpulan kami tidak salah. memang peristiwa di bumi ini tidak masuk akal kalau buminya berotasi? coba saya tanya. dimana salahnya menurut sains?

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 09, 2015, 08:14:41 AM
oh iya! bener juga! gaya yang dihasilkan oleh perputaran langit sama saja/ekuivalen dengan gravitasi massa atau gravitasi hasil rotasi bumi!
artinya bentuk gayanya sama!

perputaran ether di langit menghasilkan gaya sentripugal yang dihempaskan ke bumi. gaya sentripugal dari langit itu adalah gaya sentripetal bagi bumi. dan bumi memantulkan gaya itu ke langit sehingga menjadi gaya sentripugal bumi.

itulah prinsip gravitasi bumi dalam geocentrism.

atau dengan kata lain, dalam geocentrism kekuatan gravitasi bumi itu bisa sampai milyaran kali gravitasi matahari. karena gaya sentripetal yang datang dari langit menuju bumi itu berasal dari pusaran ether yang kekuatannya sanggup menyeret matahari dan sejumlah benda langit lain. dan mana bisa atmosfer bumi memfilter gaya sebesar itu secara signifikan.

dan tentu saja besar kekuatannya tergantung besar massanya. oleh karena massa ether memenuhi alam semesta, ya pastilah gravitasi bumi bisa sampai milyaran kali gravitasi matahari. hebat juga planet bumi, bisa menahan gaya tekanan langit sebesar itu dari dari semua arah bahkan dipantulkan balik ke langit.

dan dengan berlandaskan pada kutipan Einstein yang anda sodorkan tempo hari, tentu tidak ada lagi alasan menampik bahwa perputaran ether di langit itu sama saja dengan gravitasi massa. jangan salahkan saya berkesimpulan begitu. yang bawa kutipan ini sebagai argumen kan anda.

Kutip
"According to Einstein, the argument over whether the earth turns around or the heavens revolve around it, is seen to be no more than an argument over the choice of reference frames. There is no frame of reference from which an observer would not see the effects of the flattening of the poles. Thus in frame number 1 (the earth turns round while the sky is at rest), the centrifugal force is a consequence of the earth's motion (uniform acceleration) relative to the heavens. This causes the flattening. In the latter frame, number 2 (the sky rotates and the earth stands still), the centrifugal force should be understood as being an effect of the rotating heavens, which is generating a gravitational field that causes the flattening of the poles. The two explanations are equivalent as there is equivalence between inertial and gravitational mass." [Galina Granek, "Einstein's Ether: D. Rotational Motion of the Earth," Department of Philosophy, Vol. 8, No. 2, hal. 61.]

jadi sama saja. bentuk gayanya sama. cuma sumbernya saja yang beda.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Goen

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 10, 2015, 03:39:45 AMintinya adalah tidak ada observasi langsung ke semua planet lain apakah benar hanya rotasi bumi saja yang tidak melambat. kecuali kalau cukup diimani saja, ya memang tak perlu observasi langsung. kalau soal iman saya juga punya. justru karena bulan-lah rotasi bumi stabil.
Nope. You wrong again... ;D

Tidal acceleration (akibat gravitasi bulan) diklaim sebagai penyebab kenapa rotasi planet melambat.

Tidal acceleration is an effect of the tidal forces between an orbiting natural satellite (e.g. the Moon), and the primary planet that it orbits (e.g. Earth). The acceleration causes a gradual recession of a satellite in a prograde orbit away from the primary, and a corresponding slowdown of the primary's rotation. [[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]]

Kutipjadi bumi diam terkunci itu karena massa ether? bukan karena di wilayah zero mass (wilayah "zero mass" maksudnya pusat massa yang tak punya massa) ?
Bumi terkunci, salah satunya, karena berada di pusat-massa. Salah satu karakteristik pusat-massa adalah dia tidak bergerak kecuali ada perubahan massa atau distribusi yang signifikan.

Kutipjadi perputaran semesta yang membawa ether bersamanya tidak menghasilkan "center of mass" yang sifatnya universal seperti sekarang?
Nope.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 10, 2015, 03:59:46 AMmau itu disebut Gravitational Mass dan Gravitational Centrifugal Force kan sama saja. bentuk gayanya sama. karakternya sama. cuma kedatangan dan asal usulnya saja yang beda. tapi tetap saja mereka gaya yang sama. seperti kutipan Einstein yang anda sodorkan sendiri.
Nope. You wrong again... ;D

Gravitational Mass itu gravitasi yang muncul antar objek. Tidak sama dengan Gravitational Centrifugal Force yang berasal dari perputaran. Ada alasan kenapa namanya dibedakan.

Pendapat Einstein soal Mach Principle:

Your happy investigations on the foundations of mechanics, Planck's unjustified criticism notwithstanding, will receive brilliant confirmation. For it necessarily turns out that inertia originates in a kind of interaction between bodies, quite in the sense of your considerations on Newton's pail experiment. The first consequence is on p. 6 of my paper. The following additional points emerge: (1) If one accelerates a heavy shell of matter S, then a mass enclosed by that shell experiences an accelerative force. (2) If one rotates the shell relative to the fixed stars about an axis going through its center, a Coriolis force arises in the interior of the shell, that is, the plane of a Foucault pendulum is dragged around.
[Friedrich Herneck, "Zum Briefwechsel Albert Einsteins mit Ernst Mach," Forschungen und Fortschritte, 37:239-43]

Tuh, yang saya bold. Itulah yang dimaksud dengan Gravitational Centrifugal Force akibat perputaran cangkang langit. Si Force inilah penyebab munculnya fenomena Coriolis Effect dan terseretnya Foucault Pendulum dalam sistem geocentric. Bila mengandalkan Gravitational Mass saja, fenomena seperti ini takkan muncul.

Jadi, hasilnya akan sama saja baik secara heliocentric maupun geocentric. Hanya saja, dalam heliocentric WAJIB ada kerangka acuan yang dilawan untuk menghasilkan inersia sehingga fenomena seperti Coriolis Effect dan Foucault Pendulum bisa muncul. Layaknya ketika Anda mengerem atau berakselerasi mendadak ketika mengendarai mobil. Newton menyebut kerangka acuan ini sebagai "Absolute Space" dan untuk sistem heliocentric, tidak lain terletak pada semesta yang diam. Entah itu berupa medium ether atau ruang-waktu Einstein. You decide it... ;D



Itu sebabnya, seandainya Anda mengerti konsepnya, sarkasme Anda soal bumi yang hebat yang dapat menahan tekanan langit di segala arah, saya balas dengan perlakuan yang sama halnya ketika bumi bergerak dengan kecepatan dahsyat (1670 km/jam x 108.000 km/jam x 828.000 km/jam x ? km/jam) melawan kerangka acuan semesta yang diam, tapi ikan masih berenang bebas di lautan dan burung masih bisa terbang di angkasa. Sayangnya Anda tidak "nangkep" balasan saya. To bad... ;D

Kutipperputaran semesta tidak akan bisa menyeret matahari kalau tidak ada ether. dan ether ini punya massa. dan total massanya memenuhi alam semesta. dan perputaran massa menghasilkan gravitasi dan gaya sentripugal. dan kekuatannya ditentukan oleh besarnya massa. mau itu anda pakai gravitasi Le Sage tidak akan mengubah hukum fisika bahwa massa punya itu. massa ether yang memenuhi alam semesta akan menghasilkan gaya yang kekuatannya bisa sampai milyaran kali lipat dari gaya yang dihasilkan matahari.
Anda ini seperti sedang menyamakan massa lautan dengan seekor ikan kecil di dalamnya yang dapat berenang bebas. Pertanyaan saya, kenapa si ikan yang massanya jauh lebih kecil dari total massa keseluruhan lautan masih bisa berenang bebas?

Atau burung di angkasa vs. total massa udara di atmosfir keseluruhan? Apakah burung cuma bisa terbang dari Barat ke Timur sesuai rotasi Bumi dalam sistem heliocentric?

Atau bahkan yang jauh lebih kecil dari itu? Kuman? Bakteri? Virus?

Anda itu cuma tidak mengerti bagaimana cara kerja medium ether dalam Le Sagean gravity. That's all... ;D

Harusnya fair, donk. Massa ikan kecil dibandingkan dengan lautan. Harusnya, dengan volume yang sama. Seperti misalnya, seember air vs. seember pasir.

Kutipmau anda samakan keanehan ini dengan heliocentrism? justru teori heliosentris lebih masuk akal karena gravitasi benda langit dihasilkan oleh rotasinya. dan tidak ada massa super besar dari luar yang menempel atau masuk ke dalamnya. dan bumi masih bisa mencegah dirinya terpengaruh total oleh gravitasi matahari karena masih punya ruang lowong. dan karena bumi dan matahari sama sama berotasi, alih-alih menabrak matahari karena pengaruh gravitasi matahari, bumi malah mengelilingi maatahari.
Nope. You wrong again... ;D

Gravitasi massa terjadi karena massa, bukan karena rotasi. Rotasi malah menghasilkan gaya sentrifugal. Buktinya, silahkan saja anda menaruh benda-benda kecil di atas suatu permukaan benda datar yang diam kemudian diputar, Anda akan lihat benda-benda tersebut terpental kesana-kemari.

Kasihan Newton, sekarang ada yang bilang bahwa gravitasi itu karena rotasi. Bukan karena massa... ;D

Kutipbukannya macam geocentrsim. tidak ada ruang bagi planet bumi untuk menjauh dari tekanan super besar. terkepung di semua arah oleh massa super besar bernama ether. gaya yang dihempaskan ether ke bumi ya sama saja dengan gravitational force dari massa. kalau tidak sama, tentu sifatnya tidak seperti gravitasi bumi sekarang ini. manusia akan bisa terbang karena manusia punya kehendak bebas.
Anda cuma melebih-lebihkan dengan "super besar" segala dan menyamakan Gravitational Centrifugal Force dengan Gravitational Mass... ;D

Gravitational Centrifugal Force yang sampai ke bumi (dan semua objek di alam semesta) itu kecil sekali karena bermain di skala Planck (1,6E-35 meter). Inilah hakikatnya inersia. Dengan inersia ini, Coriolis Effect muncul dan Foucault Pendulum terseret.

Goen

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 10, 2015, 04:10:09 AMjadi sekarang anda tiba-tiba tidak paham ilmu dasar? fenomena yang anda cemooh itu justru membuktikan bumi berotasi.
Dimananya yang membuktikan bumi berotasi..?

Kutipyang tidak masuk akal itu justru teori geosentris. kata anda sendiri ether punya massa dan densitas ether sampai ke skala kuantum dan memenuhi alam semesta.
Nah, itu kata kuncinya. Skala kuantum.

Kutipitu artinya gaya yang dihasilkan ether jauh lebih besar donk. beda dengan bumi yang jauh lebih kecil massanya.
Aduh, jadi campur aduk begini. Medium ether itulah hakikat dari gaya. Gaya menghasilkan gaya..? ;D


Kutipdan dalam heliocentrism, seluruh alam semesta tidak dipadati massa bernama ether. beda lah.
Kalau tidak dipadati oleh ether, oleh apa lagi? Ruang-waktu?

Atau vakum? Tidak ada itu yang namanya vakum absolut. Buktikan, kalau memang ada. Jangan cuma asumsi.

Seandainya Anda lupa, saya kutip lagi perkataan pakar Fisika, Robert B. Laughlin:

It turns out that such matter exists. About the time relativity was becoming accepted, studies of radioactivity began showing that the empty vacuum of space had spectroscopic structure similar to that of ordinary quantum solids and fluids. Subsequent studies with large particle accelerators have now led us to understand that space is more like a piece of window glass than ideal Newtonian emptiness. It is filled with "stuff" that is normally transparent but can be made visible by hitting it sufficiently hard to knock out a part. The modern concept of the vacuum of space, confirmed every day by experiment, is a relativistic ether. But we do not call it this because it is taboo. ["Reinventing Physics from the Bottom Down," hal. 121]

Itu kata si Laughlin berdasarkan observasi, lho. Bukan asumsi. Now it's your turn to prove it otherwise... ;D

Kutiplogika dalam kesimpulan kami tidak salah. memang peristiwa di bumi ini tidak masuk akal kalau buminya berotasi? coba saya tanya. dimana salahnya menurut sains?
Tidak salah, kok. Yang salah itu adalah ketika Anda berpikir bahwa bumi BISA bergerak melawan kerangka acuan absolut dengan kecepatan dahsyat, tapi menjadi TIDAK BISA sebaliknya. Hal ini bertentangan dengan Mach Principle yang sudah dibuktikan dengan eksperimen.

Kutipdan dengan berlandaskan pada kutipan Einstein yang anda sodorkan tempo hari, tentu tidak ada lagi alasan menampik bahwa perputaran ether di langit itu sama saja dengan gravitasi massa. jangan salahkan saya berkesimpulan begitu. yang bawa kutipan ini sebagai argumen kan anda.
Masa Anda yang salah memahami, lantas saya atau sumbernya yang disalahkan..? ;D

Kutipjadi sama saja. bentuk gayanya sama. cuma sumbernya saja yang beda.
Nope. You wrong again... ;D

Please, see my previous comment. :)

ytridyrevsielixetuls

#153
Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:20:25 PM
Nope. You wrong again... ;D

Tidal acceleration (akibat gravitasi bulan) diklaim sebagai penyebab kenapa rotasi planet melambat.

Tidal acceleration is an effect of the tidal forces between an orbiting natural satellite (e.g. the Moon), and the primary planet that it orbits (e.g. Earth). The acceleration causes a gradual recession of a satellite in a prograde orbit away from the primary, and a corresponding slowdown of the primary's rotation. [[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]]

nope. you are the wrong one. tanpa bulan, rotasi bumi harusnya makin cepat. jadi 1 hari di bumi berlangsung selama 23 jam 56 menit itu bukan karena perputaran ether. masak, karena bulan lenyap tahu-tahu perputaran ether makin cepat? ;D


Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:20:25 PM
Bumi terkunci, salah satunya, karena berada di pusat-massa. Salah satu karakteristik pusat-massa adalah dia tidak bergerak kecuali ada perubahan massa atau distribusi yang signifikan.

tempo hari kata anda pusat massa tidak memiliki massa. dan yang anda refer adalah pusat massa semesta. sebagai tanggapan atas komentar Pi-One. sekarang malah mengatakan pusat massa semesta itu punya massa.

http://www.forumsains.com/fisika/usulan-percobaan-pembuktian-bahwa-bumi-berotasi/msg143287/#msg143287

Kutip
Pusat massa itu sendiri tidak punya massa. Jadi, tidak punya kemampuan gravitasi untuk "menarik" atau "menahan" planet-planet di tata surya tetap mengorbit secara ideal. Mataharilah dan planet-planet itu sendiri yang punya massa dan punya pengaruh satu sama lain. Pusat massa itu tidak lebih dari sekedar titik acuan dimana total distribusi seluruh massa di dalam suatu sistem bernilai NOL ditempat itu.

alasan bumi tidak bergerak karena dia ada di pusat massa semesta yang tidak bermassa. tapi ether yang bermassa ternyata ada di pusat massa semesta ? ;D

dan disini anda bilang pusat massa dalam geocentrism bisa tidak punya massa juga.

Kutip dari: Goen pada Februari 07, 2015, 01:23:38 PM
Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 07, 2015, 03:00:31 AM
tapi dalam geocentrism sendiri, apakah pusat massa itu punya massa ?
Bisa iya, bisa tidak.

padahal seluruh alam semesta terisi penuh oleh ether. dan ether punya massa. seharusnya tidak ada pusat massa yang tidak bermassa dalam geocentrism karena seluruh semesta terisi penuh oleh ether yang bermassa. ;D

Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:20:25 PM
Nope.

jawaban "nope" dari anda ini maksudnya anda membenarkan atau menyanggah pernyataan dibawah ini ?

"perputaran semesta yang membawa ether bersamanya tidak menghasilkan "center of mass" yang sifatnya universal seperti sekarang?"

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 10, 2015, 03:39:45 AM
Kutip dari: Goen pada Februari 09, 2015, 12:59:32 PM
Tidak.

Andai pun semesta diam, pusat massa akan tetap ada di suatu tempat yang distribusi massanya bernilai nol. Ketika semesta diputar, pusat perputaran akan berada di pusat-massa. Analoginya seperti menyeimbangkan permukaan buku di atas telunjuk. Baik ketika diam maupun berputar, pusat-massa buku akan persis ada di telunjuk.
jadi perputaran semesta yang membawa ether bersamanya tidak menghasilkan "center of mass" yang sifatnya universal seperti sekarang?

[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

#154
Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:20:25 PM
Nope. You wrong again... ;D

Gravitational Mass itu gravitasi yang muncul antar objek. Tidak sama dengan Gravitational Centrifugal Force yang berasal dari perputaran. Ada alasan kenapa namanya dibedakan.

Pendapat Einstein soal Mach Principle:

Your happy investigations on the foundations of mechanics, Planck's unjustified criticism notwithstanding, will receive brilliant confirmation. For it necessarily turns out that inertia originates in a kind of interaction between bodies, quite in the sense of your considerations on Newton's pail experiment. The first consequence is on p. 6 of my paper. The following additional points emerge: (1) If one accelerates a heavy shell of matter S, then a mass enclosed by that shell experiences an accelerative force. (2) If one rotates the shell relative to the fixed stars about an axis going through its center, a Coriolis force arises in the interior of the shell, that is, the plane of a Foucault pendulum is dragged around.
[Friedrich Herneck, "Zum Briefwechsel Albert Einsteins mit Ernst Mach," Forschungen und Fortschritte, 37:239-43]

Tuh, yang saya bold. Itulah yang dimaksud dengan Gravitational Centrifugal Force akibat perputaran cangkang langit. Si Force inilah penyebab munculnya fenomena Coriolis Effect dan terseretnya Foucault Pendulum dalam sistem geocentric. Bila mengandalkan Gravitational Mass saja, fenomena seperti ini takkan muncul.

Jadi, hasilnya akan sama saja baik secara heliocentric maupun geocentric. Hanya saja, dalam heliocentric WAJIB ada kerangka acuan yang dilawan untuk menghasilkan inersia sehingga fenomena seperti Coriolis Effect dan Foucault Pendulum bisa muncul. Layaknya ketika Anda mengerem atau berakselerasi mendadak ketika mengendarai mobil. Newton menyebut kerangka acuan ini sebagai "Absolute Space" dan untuk sistem heliocentric, tidak lain terletak pada semesta yang diam. Entah itu berupa medium ether atau ruang-waktu Einstein. You decide it... ;D


.......
Gravitational Centrifugal Force yang sampai ke bumi (dan semua objek di alam semesta) itu kecil sekali karena bermain di skala Planck (1,6E-35 meter). Inilah hakikatnya inersia. Dengan inersia ini, Coriolis Effect muncul dan Foucault Pendulum terseret.

no. no. no. saya tidak salah kok. justru argumen cangkang langit itu tidak sesuai dengan konsep ether yang punya massa dan memenuhi alam semesta. bahkan masuk ke bumi. apapun yang disebut ether oleh Einstein tidak cocok dengan ether geocentrism. kenapa? kalau ethernya versi geocentrism yang menyeret matahari, bermassa, dan memenuhi semesta yang ikut berputar, berarti massa bernama ether ini akan menciptakan gaya sentripugal ke arah bumi dan ke luar cangkang. alias ke surga. ;D

dan jangan bilang ether geocentrism adalah gaya. ether geocentrism itu substansi bermassa. so pasti ether yang menyeret matahari sama saja dengan tabrakan antar massa. jadi ada dorongan langsung. massa mendorong massa. kan anda sendiri yang bilang ether itu punya massa. dan anda sendiri yang setuju ether adalah substansi. ;D jadi ether geocentrism bukan gaya yang dihasilkan oleh perputaran cangkang langit.

Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:20:25 PM
Itu sebabnya, seandainya Anda mengerti konsepnya, sarkasme Anda soal bumi yang hebat yang dapat menahan tekanan langit di segala arah, saya balas dengan perlakuan yang sama halnya ketika bumi bergerak dengan kecepatan dahsyat (1670 km/jam x 108.000 km/jam x 828.000 km/jam x ? km/jam) melawan kerangka acuan semesta yang diam, tapi ikan masih berenang bebas di lautan dan burung masih bisa terbang di angkasa. Sayangnya Anda tidak "nangkep" balasan saya. To bad... ;D
Anda ini seperti sedang menyamakan massa lautan dengan seekor ikan kecil di dalamnya yang dapat berenang bebas. Pertanyaan saya, kenapa si ikan yang massanya jauh lebih kecil dari total massa keseluruhan lautan masih bisa berenang bebas?

Atau burung di angkasa vs. total massa udara di atmosfir keseluruhan? Apakah burung cuma bisa terbang dari Barat ke Timur sesuai rotasi Bumi dalam sistem heliocentric?

Atau bahkan yang jauh lebih kecil dari itu? Kuman? Bakteri? Virus?

Anda itu cuma tidak mengerti bagaimana cara kerja medium ether dalam Le Sagean gravity. That's all... ;D

Harusnya fair, donk. Massa ikan kecil dibandingkan dengan lautan. Harusnya, dengan volume yang sama. Seperti misalnya, seember air vs. seember pasir.

Anda cuma melebih-lebihkan dengan "super besar" segala dan menyamakan Gravitational Centrifugal Force dengan Gravitational Mass... ;D

digabung saja sama kutipan ini

Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:22:02 PM
Dimananya yang membuktikan bumi berotasi..?

saya tidak melebih-lebihkan. anda sendiri yang membenarkan ether itu substansi bermassa. tidak cocok dengan ether gaya hasil perputaran cangkang langit. karena si ether ini adalah massa, ya ia mengeluarkan gaya sentripugal ketika berputar.

kenapa anda heran soal femonena ikan bergerak di laut? air laut mengikuti bentuk wadahnya. dan ia akan berombak terpengaruh oleh angin. ikan-ikan tidak bisa melawan air laut yang ganas karena ombak atau pusaran. satu tornado di laut saja mampu melemparkan ikan-ikan ke angkasa. dan itu baru secuil bagian lautan. jadi siapa bilang ikan atau penyelam selalu mampu melawan arus laut ?

ether versi geocentrism yang menyeret matahari ibarat tsunami universal. bermassa dan memenuhi alam semesta.

anda tak perlu heran bumi berotasi tapi kita masih bisa bergerak leluasa bahkan kereta api bisa bergerak. wahana NASA bisa mendarat di Mars dan mengeluarkan robot dengan roda yang berjalan kesana-kemari.

kenapa malah heran kalau ada kendaraan jalan dan terbang bebas di bumi tapi biasa saja kalau jalan dan terbangnya di Mars ?


Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:20:25 PM
Nope. You wrong again... ;D

Gravitasi massa terjadi karena massa, bukan karena rotasi. Rotasi malah menghasilkan gaya sentrifugal. Buktinya, silahkan saja anda menaruh benda-benda kecil di atas suatu permukaan benda datar yang diam kemudian diputar, Anda akan lihat benda-benda tersebut terpental kesana-kemari.

Kasihan Newton, sekarang ada yang bilang bahwa gravitasi itu karena rotasi. Bukan karena massa... ;D

berarti logikanya perputaran semesta akan menghasilkan gaya sentripugal ke air yang membungkusnya sehingga air tersebut akan terdorong dan terciprat ke "atas" ;D

dan perputaran massa bernama ether juga akan menghasilkan gaya sentripugal super besar yang meremukkan bumi. ;D

once again, ether geocentrism bukan gaya yang dihasilkan perputaran cangkang langit. ether geocentrism adalah substansi bermassa. ;D
kalau ethernya adalah gaya hasil perputaran cangkang langit so dia tidak cocok dengan ether versi geocentrism yang merupakan substansi bermassa, memenuhi semesta, dan menyeret matahari tapi bisa dilawan dengan pesawat antariksa. ;D

masak "tsunami" universal bisa dilawan pakai pesawat? ;D

[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:22:02 PM
Nah, itu kata kuncinya. Skala kuantum.

ya karena tingginya densitas ether dan ether ada memenuhi semesta, maka seharusnya dalam geocentrism tidak ada pusat massa yang tidak bermassa. ;D

Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:22:02 PM
Aduh, jadi campur aduk begini. Medium ether itulah hakikat dari gaya. Gaya menghasilkan gaya..? ;D

kenapa substansi bermassa disebut gaya? ;D
ether versi geocentrism tidak cocok dengan ether hasil perputaran cangkang langit.

Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:22:02 PM
Kalau tidak dipadati oleh ether, oleh apa lagi? Ruang-waktu?

Atau vakum? Tidak ada itu yang namanya vakum absolut. Buktikan, kalau memang ada. Jangan cuma asumsi.

Seandainya Anda lupa, saya kutip lagi perkataan pakar Fisika, Robert B. Laughlin:

It turns out that such matter exists. About the time relativity was becoming accepted, studies of radioactivity began showing that the empty vacuum of space had spectroscopic structure similar to that of ordinary quantum solids and fluids. Subsequent studies with large particle accelerators have now led us to understand that space is more like a piece of window glass than ideal Newtonian emptiness. It is filled with "stuff" that is normally transparent but can be made visible by hitting it sufficiently hard to knock out a part. The modern concept of the vacuum of space, confirmed every day by experiment, is a relativistic ether. But we do not call it this because it is taboo. ["Reinventing Physics from the Bottom Down," hal. 121]

Itu kata si Laughlin berdasarkan observasi, lho. Bukan asumsi. Now it's your turn to prove it otherwise... ;D

yang pasti bukan ether komidi putar penyeret matahari ;D
masak observasi itu dijadikan pembenaran ada "tsunami" universal yang menyeret matahari ?

saya pun bisa menggunakan observasi itu sebagai pembenaran ether dipancarkan oleh massa. atau ether adalah dark energy dan dark matter. mana bisa dijadikan pembenaran teori geocentris.

saya kan sudah bilang karena ether lah kita bisa bergerak. jadi bukan ether versi geosentris yang menyeret matahari. justru ether dari massa ini  versi saya ini lebih cocok ke Pioneer Anomaly.

kalau ethernya menyeret matahari, maka si ether malah jadi penghambat bagi objek/materi/substansi/energi lain yang menerobosnya untuk berpindah ke tempat lain. eskperimen "distant mass" lebih cocok ke ether versi saya.

Kutip dari: Goen pada Februari 10, 2015, 12:22:02 PM
Tidak salah, kok. Yang salah itu adalah ketika Anda berpikir bahwa bumi BISA bergerak melawan kerangka acuan absolut dengan kecepatan dahsyat, tapi menjadi TIDAK BISA sebaliknya. Hal ini bertentangan dengan Mach Principle yang sudah dibuktikan dengan eksperimen.

Masa Anda yang salah memahami, lantas saya atau sumbernya yang disalahkan..? ;D

Nope. You wrong again... ;D

Please, see my previous comment. :)

yang tidak nyambung itu kalau ether substansi bermassa ini disamakan dengan ether gaya hasil perputaran cangkang langit.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

nʇǝʌ∀

waduh.... saya makin tidak bisa mengikuti alur diskusi ini deh. :D

jadi ceritanya geocentrist menyamakan ether gaya hasil perputaran cangkang langit dengan ether substansi bermassa ?

tapi kalau pun ether itu punya massa, maka seharusnya ia mengeluarkan gaya sentripugal ketika berputar. dan gaya sentripugal itu seharusnya sama saja dengan gravitasi bumi. tapi sumbernya adalah ether. dan kekuatannya sesuai dengan total massa ether. karena ether adalah massa maka dia bukan gaya.

kalau pun alam semesta terisi oleh ether menurut saya lebih cocok kalau ethernya dipancarkan oleh massa. dan ether ini bukan massa atau gaya yang menyeret benda langit melainkan sebagai medium perjalanan apa saja. jadi bukan gaya yang mendorong itu sendiri. melainkan medium saja. yang mendorong matahari atau bumi adalah gaya dari massa lain. dan untuk bisa terdorong harus ada medium ether. jadi distant mass spinning galaxies yang mempengaruhi efek Coriolis dan pendulum Foucault di bumi karena gaya dari galaksi tsb ditransfer ke bumi melalui perantara ether. dan ether ini tenang atau tidak mendorong benda langit.

artinya konsep ether lebih cocok ke heliocentrism tapi ethernya bukan gaya atau massa yang mendorong benda langit. karena kalau ke geocentrism, gaya dari spinning galaxies yang merambat menuju ke bumi itu akan diinterupsi oleh perputaran ether yang menyeret matahari dan benda langit lainnya.

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

__________

#157
setelah baca-baca....

menurut pendapat saya memang lebih masuk akal ruang angkasa ini adalah kehampaan dan ether itu dipancarkan oleh massa. sehingga kehampaan itu menjadi berkurang/hilang karena ada massa dan ada ether yang dipancarkannya. kehampaan akan bertambah dengan perluasan alam semesta. dengan demikian galaksi-galaksi saling menjauh tidak akan membuat bumi terguncang. karena perluasan alam semesta ini adalah perluasan kehampaan. dan ether itu adalah medium bagi segala yang bergerak. sehingga efek Coriolis dapat terjadi. ini tidak terdengar absurd ketimbang kalau ethernya disebut substansi bermassa dan berputar menyeret matahari.

bumi berotasi dan tidak mendapat perlawanan dari apapun gaya yang dihasilkan semesta karena memang tidak ada. karena alam semesta tidak bertepi. intinya seperti benda-benda langit pada umumnya yang memiliki gravitasi. dan karena mereka berotasi mereka menciptakan gaya sentripugal. dan perputaran mereka itu menciptakan pusat massa.

bumi dan planet-planet di tata surya mengelilingi pusat massa tata surya. dan tata surya itu sendiri menjadi sebuah kesatuan sistem berputar yang bersama-sama sistem berputar lain mengelilingi pusat massa yang lebih besar. sistem berputar itu mentransfer gaya menuju sistem berputar lain melalui ether yang tenang. gaya itu melemah karena jaraknya terlalu jauh. sehingga gaya yang sampai ke tata surya kita tidak cukup kuat untuk menyeret matahari tapi cukup kuat untuk menciptakan efek Coriolis pada bumi.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 11, 2015, 05:39:48 AM
nope. you are the wrong one. tanpa bulan, rotasi bumi harusnya makin cepat. jadi 1 hari di bumi berlangsung selama 23 jam 56 menit itu bukan karena perputaran ether. masak, karena bulan lenyap tahu-tahu perputaran ether makin cepat? ;D

yup. rotasi bumi stabil karena bulan mempelambatnya. artinya bencana-bencana di bumi masih tidak bisa memperlambatnya. malahan kalau bulannya lenyap, rotasi bumi akan makin cepat. saya pikir masuk akal juga karena bumi sepertinya paling cocok dihuni manusia ketimbang planet2 lain di solar system kita. melanggar prinsip Copernicus? who cares? kestabilan rotasi bumi terlihat dengan diperlambatnya oleh bulan. bulan lenyap, rotasi bumi makin cepat. that tells all. intinya tetaplah siang malam memang bukan karena matahari mengelilingi bumi. tak perduli apa kata prinsip Copernicus.

BTW ada yang ingat sudah berapa kali cosmologist dan astronom menemukan planet lain yang mirip bumi dan bintang lain yang mirip matahari? jadi penasaran, apa mungkin saja pusat massa semestanya justru ada disana? ;D


__________

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 11, 2015, 06:00:46 AM
no. no. no. saya tidak salah kok. justru argumen cangkang langit itu tidak sesuai dengan konsep ether yang punya massa dan memenuhi alam semesta. bahkan masuk ke bumi. apapun yang disebut ether oleh Einstein tidak cocok dengan ether geocentrism. kenapa? kalau ethernya versi geocentrism yang menyeret matahari, bermassa, dan memenuhi semesta yang ikut berputar, berarti massa bernama ether ini akan menciptakan gaya sentripugal ke arah bumi dan ke luar cangkang. alias ke surga. ;D

benar itu! kalau semesta berputar dan bumi di tengah semesta seperti dalam geocentrism, maka akan ada 2 gaya sentripugal dihasilkan. yang satu ke luar semesta dan yang satu lagi terhempas ke bumi. tidak salah juga menyebut gaya yang menuju ke pusat semesta JUSTRU SEBAGAI GAYA SENTRIPUGAL karena gaya itu jatuh ke bumi. bumi sendiri menyebutnya sebagai gaya sentripetal yang diterima dari langit. dan gaya itu hasil dari massa bernama ether..

Goen

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 11, 2015, 05:39:48 AMnope. you are the wrong one. tanpa bulan, rotasi bumi harusnya makin cepat. jadi 1 hari di bumi berlangsung selama 23 jam 56 menit itu bukan karena perputaran ether. masak, karena bulan lenyap tahu-tahu perputaran ether makin cepat? ;D
Jadi, Venus yang tidak memiliki bulan harusnya makin cepat? Tapi, kenapa sekarang malah melambat? Weird... ;D

Flash-back ke miliaran tahun lalu ketika planet-planet baru terbentuk. Semua heliocentrists sepakat bahwa dahulu planet-planet berputar sangat cepat kemudian perlahan-lahan melambat disebabkan oleh beberapa hal yang telah saya sebutkan sebelumnya. Adalah hal aneh kalau kemudian Anda menyangkal bahwa tidak semua planet-planet melambat, atau cuma Venus dan Saturnus saja. Ini berarti, sejak jaman dahulu hingga sekarang seharusnya kecepatan rotasi planet-planet selain Venus dan Saturnus itu harusnya masih terlalu cepat sekarang. Bukan begitu?

Kutiptempo hari kata anda pusat massa tidak memiliki massa. dan yang anda refer adalah pusat massa semesta. sebagai tanggapan atas komentar Pi-One. sekarang malah mengatakan pusat massa semesta itu punya massa.

http://www.forumsains.com/fisika/usulan-percobaan-pembuktian-bahwa-bumi-berotasi/msg143287/#msg143287

KutipPusat massa itu sendiri tidak punya massa. Jadi, tidak punya kemampuan gravitasi untuk "menarik" atau "menahan" planet-planet di tata surya tetap mengorbit secara ideal. Mataharilah dan planet-planet itu sendiri yang punya massa dan punya pengaruh satu sama lain. Pusat massa itu tidak lebih dari sekedar titik acuan dimana total distribusi seluruh massa di dalam suatu sistem bernilai NOL ditempat itu.

alasan bumi tidak bergerak karena dia ada di pusat massa semesta yang tidak bermassa. tapi ether yang bermassa ternyata ada di pusat massa semesta ? ;D
Pusat-massa itu tidak punya massa. Jadi, tidak punya Gravitational Mass untuk menarik massa-massa di sekelilingnya. Tapi pusat-massa itu bisa BERTEMPAT di mana saja, entah itu di suatu tempat yang kosong atau pun di suatu objek bermassa. Dalam hal ini, di sistem geocentric ada di Bumi.

Kutipdan disini anda bilang pusat massa dalam geocentrism bisa tidak punya massa juga.
Itu konteksnya dalam Fisika bukan geocentrism.

Kutippadahal seluruh alam semesta terisi penuh oleh ether. dan ether punya massa. seharusnya tidak ada pusat massa yang tidak bermassa dalam geocentrism karena seluruh semesta terisi penuh oleh ether yang bermassa. ;D
Hakikat pusat-massa itu titik imaginer dimana semua massa terdistribusi seimbang di tempat itu. Jadi, tidak akan pernah punya massa. Bedakan dengan LOKASI tempat pusat-massa itu berada. Simpel, ilustrasi sudah saya sebutkan berkali-kali di belakang. Coba seimbangkan permukaan buku di atas jari telunjuk Anda. Pertanyaan saya, titik keseimbangan di telunjuk Anda itu punya massa atau tidak?

Kutipjawaban "nope" dari anda ini maksudnya anda membenarkan atau menyanggah pernyataan dibawah ini ?

"perputaran semesta yang membawa ether bersamanya tidak menghasilkan "center of mass" yang sifatnya universal seperti sekarang?"
Center of mass itu dibentuk oleh massa-massa di dalam suatu sistem, bukan oleh perputaran. Dan bila sistem itu diputar, pusat perputaran akan berada di pusat-massa. Harusnya ini sudah clear-lah.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 11, 2015, 06:00:46 AMno. no. no. saya tidak salah kok. justru argumen cangkang langit itu tidak sesuai dengan konsep ether yang punya massa dan memenuhi alam semesta. bahkan masuk ke bumi. apapun yang disebut ether oleh Einstein tidak cocok dengan ether geocentrism. kenapa? kalau ethernya versi geocentrism yang menyeret matahari, bermassa, dan memenuhi semesta yang ikut berputar, berarti massa bernama ether ini akan menciptakan gaya sentripugal ke arah bumi dan ke luar cangkang. alias ke surga. ;D
Ini sebenarnya pemikiran sederhana. Datangnya juga dari moyangnya Relativists (Einstein). Tapi, entah kenapa sulit dimengerti oleh kalian heliocentrists di sini.

Ether itu partikel terkecil. Physical, bukan supranatural. Punya ukuran, otomatis punya massa. Seperti halnya partikel-partikel lain dari mulai yang paling besar sampai yang paling kecil. Tapi, skala ether ini ada di level kuantum. Begitu kecil hingga bisa diabaikan, tapi kontribusinya tetap bisa dirasakan.

Butuh postingan berulang-ulang kali tampaknya biar mengerti. Padahal dulu seringkali geocentrists diejek oleh heliocentrists sebagai orang jumud dan tidak mengerti sains. Ironis... ;D

Sekarang saya pakai logika terbalik saja. Jika Anda katakan ether-nya Einstein tidak cocok dengan ether-nya geocentrism, maka Mach Principle dan turunannya: Equivalence Principle itu invalid. Kenapa? Karena ketika dalam posisi heliocentric, bumi harusnya mustahil bisa berputar MELAWAN kerangka acuan inersia yang diam, yang dalam hal ini tidak lain adalah medium ether. Mustahil akan ada Coriolis Effect. Mustahil Foucault Pendulum terseret. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Tapi berhubung Mach Principle dan turunannya: Equivalence Principle itu ternyata valid, karena telah dibuktikan oleh eksperimen, artinya ketika dalam posisi geocentric, mau tidak mau kondisinya terbalik. Kerangka acuan yang tadinya diam itu harus berputar terhadap bumi yang diam. Mau tidak mau pula, kerangka acuan itu akan menyeret matahari, bulan, planet-planet dan objek-objek lain di seluruh semesta. Memang, kerangka acuan ini menjadi non-inersial karena berputar. Tapi, justru dari sinilah Gravitational Centrifugal itu muncul dan salah satu fungsinya menghentikan semesta kolaps akibat Gravitational Mass. Lihat lagi ilustrasinya:



Sederhana, kok... ;D

Jadi, kalau pun muncul gaya sentrifugal ke arah bumi (dan ke luar cangkang), ya tidak masalah. Einstein saja tidak masalah. ;D

Einstein cuma tidak memastikan dengan prinsip ini, mana kerangka acuan yang diam, mana yang bergerak. Karena itulah Relativitas. Semua relatif. Kalau Einstein menentukan mana kerangka acuan yang diam/bergerak maka bukan Relativitas lagi namanya, tapi Absolutivitas... ;D

According to Einstein, the argument over whether the earth turns around or the heavens revolve around it, is seen to be no more than an argument over the choice of reference frames... [Galina Granek, "Einstein's Ether: D. Rotational Motion of the Earth," Department of Philosophy, Vol. 8, No. 2, hal. 61.]

Goen

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 11, 2015, 06:00:46 AMdan jangan bilang ether geocentrism adalah gaya. ether geocentrism itu substansi bermassa. so pasti ether yang menyeret matahari sama saja dengan tabrakan antar massa. jadi ada dorongan langsung. massa mendorong massa. kan anda sendiri yang bilang ether itu punya massa. dan anda sendiri yang setuju ether adalah substansi. ;D jadi ether geocentrism bukan gaya yang dihasilkan oleh perputaran cangkang langit.

saya tidak melebih-lebihkan. anda sendiri yang membenarkan ether itu substansi bermassa. tidak cocok dengan ether gaya hasil perputaran cangkang langit. karena si ether ini adalah massa, ya ia mengeluarkan gaya sentripugal ketika berputar.
Oh, justru ether harus punya massa. Kalau tidak, bagaimana caranya dia menyeret Foucault Pendulum? Atau membelokkan partikel udara dalam Coriolis Effect? Atau mendorong apel jatuh ke bumi? Atau mendorong tubuh Anda ke depan atau ke belakang saat ber-akselerasi/deselerasi (inersia)?

Anda pikir itu kekuatan gaib? ;D

Newton bilang begini:

It is inconceivable that inanimate brute matter should, without the mediation of something else which is not material, operate upon and affect the matter without mutual contact; as it must do if gravitation, in the sense of Epicurus, be essential and inherent in it. And this is the reason why I desired you would not ascribe innate gravity to me. That gravity should be innate, inherent and essential to matter, so that one body may act upon another at a distance through a vacuum, without mediation of anything else, by and through which their action and force may be conveyed from one to another, is to me so great an absurdity that I believe no man who has in philosophical matters a competent faculty of thinking can ever fall into it. Gravity must be caused by an agent acting constantly according to certain laws; but whether the agent be material or immaterial I have left to the consideration of my readers. ["Correspondence," vol. 3, hal. 253.]

Newton mengatakan "absurd" bagi siapa saja yang mengira bahwa gravitasi itu bisa terjadi di dalam vakum. Pasti ada "agen" yang bertindak me-mediasi gravitasi tersebut. Siapa lagi kalau bukan ether?

Jadi, jangan terpaku dan berhenti pada kata "gaya" atau "force." Pokoknya itu gaya gravitasi. Pokoknya itu gaya sentrifugal. Pokoknya itu gaya inersia dan lain-lain. Tapi, pikirkan bagaimana hakikat mekanisme "gaya" itu muncul.

Sama halnya juga dengan mekanisme elektromagnetik (magnet, listrik dan cahaya). Tidak mungkin bisa transfer dari satu tempat ke tempat lain di dalam vakum tanpa ada suatu mediasi. And guess what? Maxwell mendasari semua perhitungan elektromagnetiknya pada ether:

Ether or Æther a material substance of a more subtle kind than visible bodies, supposed to exist in those parts of space which are apparently empty... Whatever difficulties we may have in forming a consistent idea of the constitution of the aether, there can be no doubt that the interplanetary and interstellar spaces are not empty, but are occupied by a material substance or body, which is certainly the largest, and probably the most uniform body of which we have any knowledge. ["Encyclopedia Britannica," Edisi ke-9, 1875, Sub judul "Ether."]

Dan Einstein sendiri mencoba menggabungkan konsep ruang-waktunya dan dengan medium fisik ether:

...in 1905 I was of the opinion that it was no longer allowed to speak about the ether in physics. This opinion, however, was too radical, as we will see later when we discuss the general theory of relativity. It does remain allowed, as always, to introduce a medium filling all space and to assume that the electromagnetic fields (and matter as well) are its states...once again "empty" space appears as endowed with physical properties, i.e., no longer as physically empty, as seemed to be the case according to special relativity. One can thus say that the ether is resurrected in the general theory of relativity... Since in the new theory, metric facts can no longer be separated from "true" physical facts, the concepts of "space" and "ether" merge together. ["Grundgedanken und Methoden der Relativitätstheorie in ihrer Entwicklung dargestellt," Morgan Manuscript, EA 2070.]

Newton, Maxwell, Einstein (dan lain-lain) telah menyatakan ether sebagai wujud fisik. Tentu karena physical, dia akan memiliki ukuran dan dia juga akan memiliki massa. Masalah buat mereka? Ternyata tidak, tuh. Kenapa menjadi masalah buat Anda? Entahlah... ;D

Kutipkenapa anda heran soal femonena ikan bergerak di laut? air laut mengikuti bentuk wadahnya. dan ia akan berombak terpengaruh oleh angin. ikan-ikan tidak bisa melawan air laut yang ganas karena ombak atau pusaran. satu tornado di laut saja mampu melemparkan ikan-ikan ke angkasa. dan itu baru secuil bagian lautan. jadi siapa bilang ikan atau penyelam selalu mampu melawan arus laut ?

ether versi geocentrism yang menyeret matahari ibarat tsunami universal. bermassa dan memenuhi alam semesta.

anda tak perlu heran bumi berotasi tapi kita masih bisa bergerak leluasa bahkan kereta api bisa bergerak. wahana NASA bisa mendarat di Mars dan mengeluarkan robot dengan roda yang berjalan kesana-kemari.

kenapa malah heran kalau ada kendaraan jalan dan terbang bebas di bumi tapi biasa saja kalau jalan dan terbangnya di Mars ?

berarti logikanya perputaran semesta akan menghasilkan gaya sentripugal ke air yang membungkusnya sehingga air tersebut akan terdorong dan terciprat ke "atas" ;D

dan perputaran massa bernama ether juga akan menghasilkan gaya sentripugal super besar yang meremukkan bumi. ;D

once again, ether geocentrism bukan gaya yang dihasilkan perputaran cangkang langit. ether geocentrism adalah substansi bermassa. ;D
kalau ethernya adalah gaya hasil perputaran cangkang langit so dia tidak cocok dengan ether versi geocentrism yang merupakan substansi bermassa, memenuhi semesta, dan menyeret matahari tapi bisa dilawan dengan pesawat antariksa. ;D

masak "tsunami" universal bisa dilawan pakai pesawat? ;D
Masih juga belum paham... ;D

Dikemanakan konsep heliocentric dimana bumi berputar dahsyat melawan kerangka acuan diam?

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Februari 11, 2015, 06:08:34 AMyang pasti bukan ether komidi putar penyeret matahari ;D
masak observasi itu dijadikan pembenaran ada "tsunami" universal yang menyeret matahari ?
Jangan sepotong-sepotong, dong memahaminya. ;D

Observasi itu untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang namanya kerangka acuan yang vakum. Pasti ada substansi fisik di dalamnya. Kalau physical, artinya punya ukuran dan punya massa. Sampai di sini sudah paham, kan?

Nah, lanjut ke Mach Principle dan turunannya: Equivalence Principle. Kalau dikatakan bumi berputar terhadap kerangka acuan yang diam (heliocentric) adalah ekivalen dengan kerangka acuan yang berputar terhadap bumi yang diam (geocentric), artinya Anda tidak punya argumen untuk membantah konsep geocentric dari sisi ini, bukan? Jadi, otomatis kalau dalam sistem geocentric kerangka acuan (yang diinterpretasikan sebagai ether di sini) akan berputar menyeret matahari, bulan, planet-planet dan objek-objek lainnya di seluruh semesta.

Artinya, bila Anda tidak menerima konsep geocentric benar dalam hal ini, sama saja Anda pun menolak konsep sebaliknya, yaitu heliocentric. Sampai di sini sudah paham, belum?

Kutipsaya pun bisa menggunakan observasi itu sebagai pembenaran ether dipancarkan oleh massa. atau ether adalah dark energy dan dark matter. mana bisa dijadikan pembenaran teori geocentris.

saya kan sudah bilang karena ether lah kita bisa bergerak. jadi bukan ether versi geosentris yang menyeret matahari. justru ether dari massa ini  versi saya ini lebih cocok ke Pioneer Anomaly.

kalau ethernya menyeret matahari, maka si ether malah jadi penghambat bagi objek/materi/substansi/energi lain yang menerobosnya untuk berpindah ke tempat lain. eskperimen "distant mass" lebih cocok ke ether versi saya.
Kalau enggak salah, ini cuma keyakinan supranatural Anda, bukan?

Kutipyang tidak nyambung itu kalau ether substansi bermassa ini disamakan dengan ether gaya hasil perputaran cangkang langit.
Coba pahami pelan-pelan dulu komentar saya di atas.

Dari gambar Mach Principle di atas, gaya sentripetal dan sentrifugal itu diinterpretasikan sebagai medium ether yang kedalam dan keluar. Jadi "aksi" ether inilah "gaya" itu sebenarnya. Dan sebagaimana halnya dalam Newton Gravity, dalam Le Sagean Gravity juga berlaku hukum akar kuadrat jarak. Yaitu, semakin jauh jaraknya, semakin kecil kekuatannya.

__________

rotasi bumi akan lebih cepat kalau tidak ada bulan. bukan semakin cepat dan terus makin cepat. artinya dengan adanya bulan, rotasi bumi diperlambat hingga 23 jam 56 menit per kala rotasi. itu hasil penelitiannya. jadi, persetan dengan rotasi planet-planet lain yang justru melambat dengan atau tanpa satelit. asumsi dulu yang salah harus ditinggalkan (geocentrist juga begitu). kalau ternyata bumi dan bulan memiliki keunikan karena komposisinya sehingga tanpa bulan, rotasi bumi akan lebih cepat, beda dengan venus, so what? memangnya kenapa... penelitian yang mengatakan itu. jadi tetap saja bumi mengelilingi matahari. bagaimanapun juga, penelitian itu mengamati komposisi bumi dan bulan. kenapa hasil penelitian itu mesti disangkal begitu saja dengan alasan harusnya mengikuti rotasi planet lain yang melambat? argumen untuk menyangkalnya tak lain tak bukan adalah iman supranatural.

sama halnya mengatakan Cosmic Microwave Background itu bukti semesta terbatas tapi mengabaikan perhitungan jarak. yaitu sekitar 13-14 milyar tahun cahaya. itu pun baru yang terjangkau pengamat. kenapa young earth creationist mencomot temuan ini...

nʇǝʌ∀

rotasi bumi tidak diperlambat menjadi "stabil" 23 jam 56 menit fixed. melainkan terus melambat. memang siapa yang bilang rentang waktu 1 hari bumi selalu sama dari waktu ke waktu? 23 jam 56 menit tidaklah fixed. tidal friction dari bulan memperlambat rotasi bumi sekian mikrodetik setiap tahun. artinya 1 hari bumi akan (sedikit demi sedikit) makin lama. dan tidak ada urusannya dengan nasib venus yang melambat meski tidak ada bulan. mau heran kaya apa juga percuma. fakta adalah fakta. rotasi venus dan bumi sama-sama melambat. sudah banyak buktinya.

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Pi-One

Rotasi semua obyek langit pada dasarnya melambat.
Rotasi planet gas lebih cepat dari rotasi planet batuan.
Untuk bumi, rotasinya sudah jauh lebih lambat dari masa awal pembentukannya, dan akan terus melambat, mungkin nantinya sampai seperti bulan, mengalami tidal lock dengan matahari.

Goen

Kutip dari: __________ pada Februari 12, 2015, 05:38:22 AM
rotasi bumi akan lebih cepat kalau tidak ada bulan. bukan semakin cepat dan terus makin cepat. artinya dengan adanya bulan, rotasi bumi diperlambat hingga 23 jam 56 menit per kala rotasi. itu hasil penelitiannya. jadi, persetan dengan rotasi planet-planet lain yang justru melambat dengan atau tanpa satelit. asumsi dulu yang salah harus ditinggalkan (geocentrist juga begitu). kalau ternyata bumi dan bulan memiliki keunikan karena komposisinya sehingga tanpa bulan, rotasi bumi akan lebih cepat, beda dengan venus, so what? memangnya kenapa... penelitian yang mengatakan itu. jadi tetap saja bumi mengelilingi matahari. bagaimanapun juga, penelitian itu mengamati komposisi bumi dan bulan. kenapa hasil penelitian itu mesti disangkal begitu saja dengan alasan harusnya mengikuti rotasi planet lain yang melambat? argumen untuk menyangkalnya tak lain tak bukan adalah iman supranatural.
Coba dijawab saja PR buat heliocentrists. Kenapa rotasi bumi stabil berdasarkan Sidereal Time (23:56:04), sementara Venus dan Saturnus tidak.

Kutipsama halnya mengatakan Cosmic Microwave Background itu bukti semesta terbatas tapi mengabaikan perhitungan jarak. yaitu sekitar 13-14 milyar tahun cahaya. itu pun baru yang terjangkau pengamat. kenapa young earth creationist mencomot temuan ini...
Perhitungan waktu 13-14 milyar tahun cahaya itu berdasarkan asumsi. Not proven fact. Perhitungan menggunakan observasi langsung menggunakan teknik parallax, maksimal cuma sama 300 tahun cahaya itu pun dengan margin of error sebesar 10%.