Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Maret 02, 2024, 05:34:06 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 67
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 38
Total: 38

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Anda Bertanya Geocentrist Menjawab

Dimulai oleh nʇǝʌ∀, Desember 23, 2014, 01:02:43 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Pi-One pada Januari 15, 2015, 12:52:21 PM
Penganut...
Macam aliran kepercayaan aja...

itu asumsi yang dibuat oleh para ilmuwan mainstream sendiri. namun hasil observasi universe expansion/expanding universe ini bisa dipandang berbeda.

misal : galaksi-galaksinya saja yang saling menjauh, bukan tepian alam semestanya yang melebar.

dan faktanya memang tidak semua galaksi saling menjauh. sebagian malah saling mendekat. ini menunjukkan, apa yang kita kenal sebagai universe expansion/expanding universe bisa saja karena faktor gravitasi galaksi.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 15, 2015, 12:52:21 PM
Alih-alih bintang, lebih cocok dibilang galaksi.

dalam komentar saya waktu itu, merujuk pada bintang-bintang pada distant galaxies yang mengalami redshift.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 15, 2015, 12:52:21 PM
Meyakini apa?
Sedang kondisi absolut vakum itu tak bisa ditemukan di alam semesta. Di luar angkasa sekalipun.
Ahli fisika, astronom dan kosmolog pasti tahu itu.
Jadi, kepercayaan ruang angkasa itu vakum itu milik siapa?

memang belum pernah dengar ada ilmuwan yang bilang begitu. ada tulisan yang pernah saya baca yang bilang begitu, dan tulisan tsb adalah argumen pendukung teori Tired Light. selebihnya hanya berdasarkan c (kecepatan cahaya konstan pada ruang vakum). teori Tired Light sendiri sudah diabaikan oleh ilmuwan mainstream.
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

#46
Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Belum. Masih misteri.

Jadi, begini. Kita tahu, baik Newtonian Physics maupun Relativity, makin jauh dari suatu massa maka makin lemah gravitasinya. Dalam Newtonian Physics dikenal sebagai Inverse Square Law, atau Hukum Akar Kuadrat.

Nah, Pioneer ini kakak-beradik, Pioneer 10 dan Pioneer 11. Diluncurkan di tahun yang berbeda, 1972 dan 1973. Saat ini posisi mereka sudah keluar dari tata surya kita. Tapi anehnya, kedua Pioneer ini mengalami perlambatan seolah-olah gravitasi matahari dari tata surya semakin kuat. Aneh, bukan?

Besar perlambatan yang tercatat dari keduanya adalah sekitar 8E-8 cm/det^2.

Nah, Pioneer Anomaly inilah yang saya maksud mendukung klaim saya untuk Spinning Universe. Karena efek dari Spinning Universe selain redshift-nya distant galaxies adalah gaya sentripetal yang diterima semua massa di dalam semesta, tidak terkecuali dengan Pioneer. Maka tidak mengherankan Pioneer melambat.

apa hubungannya spinning galaxies dengan Pioneer Anomaly? walaupun misalnya galaksi spiral di langit utara berputar counter clockwise dan selatan sebaliknya tetap tak ada hubungannya. maksud anda galaksi berputar itu rotasi mereka atau mereka "berthawaf" pada bumi ? Pioneer itu tertarik oleh gravitasi siapa?

Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Iya, bahkan sampai level quantum.

ok, berarti menurut geocentrism, densitas ether di alam semesta itu 100 persen.

Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Ether itu objek TER-kecil. Dialah subnya sub-sub...-sub partikel yang sudah tak bisa lagi dibagi-bagi. Otomatis, punya massa.

Dulu orang bilang materi tersusun atas atom-atom. Atom di bagi-bagi lagi jadi proton, neutron, elektron. Proton dkk di bagi-bagi lagi menjadi fermion, boson dan semacamnya. Ether adalah objek terakhir yang tak bisa dibagi lagi.

Dengan binding energy yang tepat tentu akan tersusun sub-sub partikel di atasnya, dan seterusnya, dan seterusnya. Begitu pula sebaliknya dengan release energy yang tepat dia dapat di bagi lagi menjadi sub-sub partikel di bawahnya.

maksud saya, ether berubah jadi massa misal planet atau bintang. begitu juga sebaliknya. apakah bisa begitu ?

soalnya menurut geocentrism, massa-massa di alam semesta terbatas dan terus berkurang. bintang yang usianya habis pun akan lenyap massa dan volumenya. ini artinya tidak ada pertambahan massa/body di alam semesta.

Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Like I said before, "Tidak tahu."

Yang jelas, tidak sebesar klaim ilmuwan sekarang yang katanya 13,5 miliar tahun cahaya.

simak donk pertanyaan saya itu. ;D

"berapa kecepatan cahaya?"

sesuai dengan c atau tidak?

Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Kok, jadi malah nyamain ether dengan Tuhan. ;D

Dalam Islam, pernyataan Tuhan ada dimana-mana itu termasuk kesesatan. Kecuali, Anda sedang tidak membicarakan dalam sudut pandang Islam. Silahkan saja berasumsi begitu.

ok. jadi menurut anda cocok nggak tuh :  ;D

Kiamat : bintang-bintang memenuhi alam semesta dan gravitasinya bikin alam semesta berantakan.
Padang Mahsyar : radiasi panas bintang-bintang tersebut yang bikin panas.

terus yang melindungi manusia dari panasnya apa kalau bukan ether?  ;D

Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Contoh observasinya?

paling umum ya ini  [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

untuk2 kumpulan Black Holes bisa dilihat disini [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

atau ke sini [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.] untuk Black Hole dalam Milky Way

tapi saya jadi bertanya-tanya. kenapa anda mengakui pengamatan NASA sebagai pendukung geocentrism tapi disaat yang sama anda juga menyangkal pengamatan NASA yang menunjukkan Black Hole ada ?

Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Dalam Islam, berdasarkan nash-nash shahih, di atas tujuh langit ada qursiy, air, surga, `arsy dan setelah itu tidak ada apa-apa lagi (nothingness).

ok, dalam Islam geocentrism, lokasi neraka ada dimana? apakah di atas (balik) air tsb?

Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Banyak kalau enggak telak ya, buat apa? ;D ;D ;D

Dari sejak awal join ForSa saya belum dikasih bukti telak yang kira-kira bisa men-disprove Geocentrism. Sementara, di pihak saya sendiri, meski tidak banyak, tapi lumayan telak.

telak donk. kan Fairy Goddess of Yuri Heaven dah bilang bumi tidak diam dan dia mengelilingi matahari.  ;D kalau argumen "ether itu substansi serba bisa" bukan bukti namanya. tapi argumen jalan pintas.  ;D lagipula udah jelas kok efek Coriolis membuktikan rotasi. yang pasti bukan karena langitnya berputar.  ;D

Kutip dari: Goen pada Januari 15, 2015, 02:53:04 PM
Jangan jauh-jauh, coba dulu flashback ke eksperimen Michelson-Morley.  8)

saya bisa saja membenarkan teori lain selain geocentrism dengan eksperimen Michelson-Morley dan Sagnac bahwa aura atau roh peri itu ada. bahkan kalo perlu diperkuat dengan eksperimen Casimir bahwa ada energi misterius. apa susahnya mengatakan "aura atau roh peri itu substansi serba bisa". siapa bisa bantahnya. ;D

[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Goen

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 15, 2015, 11:31:03 PMapa hubungannya spinning galaxies dengan Pioneer Anomaly?
Bukan spinning galaxies tapi spinning universe. ;D

Saya pernah berikan ilustrasinya di thread yang lama:



Efek sentripetal dari cangkang langit yang berputar itulah yang membuat Pioneer melambat.

Kutipwalaupun misalnya galaksi spiral di langit utara berputar counter clockwise dan selatan sebaliknya tetap tak ada hubungannya. maksud anda galaksi berputar itu rotasi mereka atau mereka "berthawaf" pada bumi ?
Coba lihat lagi ilustrasinya:



Ini hasil observasi, lho, ya. Termasuk hard evidence. ;D

Jadi menurut ilmu statistik, probabilitas spiral galaxies handedness itu suatu kebetulan adalah 0 (nol). Jadi, ini sudah pasti di akibatkan oleh perputaran semesta (spinning universe).

Beritanya juga ada, kok, coba baca:

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Coba sekarang saya pakai sudut pandang heliocentric Anda perihal rotasi bumi yang menghasilkan Coriolis Effect. Salah satu fenomena yang muncul di atmosfir dan bisa diamati adalah awan, kan?
Perhatikan gambar berikut:



Lihat polanya. Spiral seperti galaksi, kan?



Geocentrist mengusulkan bahwa salah satu efek dari spinning universe adalah pola spriral yang terbentuk pada galaksi-galaksi. Kelihatannya memang seperti tertarik ke pusat oleh "kekuatan super besar penarik/materi di luar angkasa sana melebihi gravitasi bintang" yang Anda asumsikan sebagai blackhole di post Anda sebelumnya. Tapi hal ini sebenarnya tidak diperlukan dalam semesta geocentric. ;D

Lanjut. Nah, tidak hanya bentuk awan yang spiral saja, Coriolis Effect akibat rotasi bumi (ingat, saya pakai sudut pandang heliocentric) juga memberikan "handedness" yang berbeda di belahan bumi Utara dan Selatan. Lihat gambar berikut:



Versi heliocentric, bumi berotasi dari Barat ke Timur. Sehingga, akibat dari Coriolis Effect, angin di belahan bumi Utara berputar clockwise (searah jarum jam) dan Selatan counter-clockwise.

Sekarang, kita pakai sudut pandang geocentric. Masih ingat, Mach Principle atau Equivalence Principle? Coriolis Effect juga bisa dihasilkan dari perputaran cangkang langit (distant masses) terhadap bumi yang diam. Sebagaimana hal ini telah dibuktikan oleh Ernst Mach sendiri lewat eksperimen Bucket-nya dan selanjutnya dibuktikan oleh Lense dan Thirring. Dengan kata lain, Coriolis Effect (dan temannya Foucault Pendulum) tidak bisa diklaim sebagai milik salah satu pihak, heliocentrism maupun geocentrism.

Nah, perhatikan koneksinya. Dalam sistem geocentric dimana bumi diam sementara semesta berputar dari Timur ke Barat (kebalikan sistem heliocenric), dampaknya terlihat pada "handedness"-nya galaksi-galaksi di bagian Utara semesta yang berputar counter-clockwise, sementara di Selatan semesta sebaliknya.

Do you see the connection here?

Kutipok, berarti menurut geocentrism, densitas ether di alam semesta itu 100 persen.
Iya. Istilahnya, membentuk medium.

Kutipmaksud saya, ether berubah jadi massa misal planet atau bintang. begitu juga sebaliknya. apakah bisa begitu ?
Iya, bisa. Dengan binding energy yang sesuai tentunya.

Kutipsoalnya menurut geocentrism, massa-massa di alam semesta terbatas dan terus berkurang. bintang yang usianya habis pun akan lenyap massa dan volumenya. ini artinya tidak ada pertambahan massa/body di alam semesta.
Exactly.

Kutipsimak donk pertanyaan saya itu. ;D

"berapa kecepatan cahaya?"

sesuai dengan c atau tidak?
Oh, maaf. Saya kurang menyimak. ;D

Iya, sesuai. Tapi, tidak konstan.

Kutipok. jadi menurut anda cocok nggak tuh :  ;D

Kiamat : bintang-bintang memenuhi alam semesta dan gravitasinya bikin alam semesta berantakan.
Padang Mahsyar : radiasi panas bintang-bintang tersebut yang bikin panas.
Gak cocok, ah. ;D

Kutippaling umum ya ini  [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
Tertulis di situ:

By their very nature, black holes do not directly emit any signals other than the hypothetical Hawking radiation; since the Hawking radiation for an astrophysical black hole is predicted to be very weak, this makes it impossible to directly detect astrophysical black holes from the Earth.

Gimana mau observe kalau "impossible to directly detect...?" ;D

Kutipuntuk2 kumpulan Black Holes bisa dilihat disini [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
Tertulis di situ:

...some items in this list are galaxies or star clusters that are believed to be organized around a black hole.

Believe..?! ;D

Kutipatau ke sini [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]* untuk Black Hole dalam Milky Way
Itu untuk penemuan lokasi yang DIYAKINI ada blackhole di situ.;D

Jadi, begini. Kalau boleh saya jelaskan. Direct observation terhadap blackhole itu mustahil dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah, meng-observe environmentnya yang DIYAKINI ada blackhole di situ. Sebagai catatan, konsep ini hanya ada dalam Expanding Universe yang dibangun oleh teori Relativitas (karena blackhole produk teori Relativitas).

Karena sifat Expanding Universe itu senantiasa expand (mengembang), perlu ada mekanisme yang bisa menarik objek-objek di luar angkasa sehingga mau berkumpul dan membentuk galaksi-galaksi. Di sinilah blackhole itu berperan. Makanya, klaim Big-banger kebanyakan blackhole itu ada di pusat galaksi-galaksi.

Coba lihat di footnote pada link Anda di atas yang mengarah pada:

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Di situ disebutkan:

Dr. Massey said: "Although we think of black holes as somehow threatening, in the sense that if you get too close to one you are in trouble, they may have had a role in helping galaxies to form - not just our own, but all galaxies."

See what I mean?

Jadi, blackhole itu komponen yang mutlak harus ada supaya skema-skema terbentuknya galaksi dalam Expanding Universe itu bisa jalan. Derajatnya sama saja dengan Dark Energy dan Dark Matter. Tanpa komponen-komponen ini, Expanding Universe bakal kolaps.

Pertanyaannya menjadi, apa benar semesta kita itu mengembang? Buktinya apa? Redshift sebagai produk Doppler Effect, kan? Balik lagi kita debat soal Redshift. ;D

Nah, Halton Arp sudah kumpulkan banyak bukti observasi yang menunjukkan bahwa semesta kita itu tidak mengembang seperti dugaannya Big-banger. Observasi Arp menunjukkan objek yang jauh perbedaan redshiftnya (misal antara quasar dan galaksi) ternyata terhubung satu sama lain. Hal ini mustahil dalam Expanding Universe. Karena, perbedaan redshift berarti perbedaan jarak dan kecepatan objek.

Pertanyaan berikutnya, apa mesti galaksi itu terbentuk karena ada blackhole di pusat internalnya? Gak harus, kan? Faktor eksternal juga bisa. Ya, gak usah jauh-jauh. Di atas 'kan saya sudah jelaskan mengenai Coriolis Effect. Cuma ya, skema ini hanya berjalan di Geocentric Universe (Spinning Universe). ;D ;D ;D

Kutiptapi saya jadi bertanya-tanya. kenapa anda mengakui pengamatan NASA sebagai pendukung geocentrism tapi disaat yang sama anda juga menyangkal pengamatan NASA yang menunjukkan Black Hole ada ?
Pengamatan atau observasi, dari siapa pun dan apa pun bentuknya, itu seperti data mentah. Dan ini harus diterima apa adanya, tak terkecuali dari NASA. Yang dikritisi itu adalah, KESIMPULAN yang diambil setelah menganalisa data-data mentah tersebut. Latar belakang filosofi terkadang tercampur dalam pengambilan kesimpulan tersebut, contoh: Copernican Principle. Dan inilah yang saya tolak. ;D

Kutipok, dalam Islam geocentrism, lokasi neraka ada dimana? apakah di atas (balik) air tsb?
Dalam Islamic Geocentrism, lokasi neraka ada di lapisan langit pertama.

Kutiptelak donk. kan Fairy Goddess of Yuri Heaven dah bilang bumi tidak diam dan dia mengelilingi matahari.  ;D kalau argumen "ether itu substansi serba bisa" bukan bukti namanya. tapi argumen jalan pintas.  ;D lagipula udah jelas kok efek Coriolis membuktikan rotasi. yang pasti bukan karena langitnya berputar.  ;D
Tolong lihat komentar saya di atas mengenai Coriolis Effect.

Kutipsaya bisa saja membenarkan teori lain selain geocentrism dengan eksperimen Michelson-Morley dan Sagnac bahwa aura atau roh peri itu ada. bahkan kalo perlu diperkuat dengan eksperimen Casimir bahwa ada energi misterius. apa susahnya mengatakan "aura atau roh peri itu substansi serba bisa". siapa bisa bantahnya. ;D
Ya beda, tho. Eksperimen Michelson-Morley didesain khusus untuk mendeteksi pergerakan bumi mengelilingi matahari di dalam ether. Karena gak terdeteksi, ya kesimpulan logisnya bumi tidak bergerak, kan? ;D ;D ;D

Pi-One

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 15, 2015, 11:10:10 PM
itu asumsi yang dibuat oleh para ilmuwan mainstream sendiri. namun hasil observasi universe expansion/expanding universe ini bisa dipandang berbeda.

misal : galaksi-galaksinya saja yang saling menjauh, bukan tepian alam semestanya yang melebar.
Jika galaksi saling menjauh, bagaimana galaksi bisa menjauh melebihi kecepatan cahaya? Dan jika saling menjauh sementara ruang tak mengembang, maka galaksi bukan saling menjauh, tapi sebagian (besar) justru akan mendekat.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 15, 2015, 11:10:10 PMdan faktanya memang tidak semua galaksi saling menjauh. sebagian malah saling mendekat. ini menunjukkan, apa yang kita kenal sebagai universe expansion/expanding universe bisa saja karena faktor gravitasi galaksi.
Yang mendekat hanya galaksi dalam kluster yang sama. Karena gravitasi masih mampu menahan mereka agar taterpisah. Sebagaimana gravitasi membuat anggota tata surya gak bubar akibat pengembangan ruang-waktu.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 15, 2015, 11:10:10 PMdalam komentar saya waktu itu, merujuk pada bintang-bintang pada distant galaxies yang mengalami redshift.
Pengembangan ditunjukkan oleh saling menjauhnya galaksi, bukan cuma bintang.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 15, 2015, 11:10:10 PMmemang belum pernah dengar ada ilmuwan yang bilang begitu. ada tulisan yang pernah saya baca yang bilang begitu, dan tulisan tsb adalah argumen pendukung teori Tired Light. selebihnya hanya berdasarkan c (kecepatan cahaya konstan pada ruang vakum). teori Tired Light sendiri sudah diabaikan oleh ilmuwan mainstream.
Nyatanya tidak ada ruang vakum mutlak yang pernah diamati.
Tidak di alam semesta, bahkan tidak di laboratorium sekalipun.

nʇǝʌ∀

Kutip dari: Goen pada Januari 12, 2015, 04:10:12 PM
Blackhole dan sejenisnya itu supranatural, meskipun dibungkus sains. Idenya memang bagus untuk mengilhami pembuatan film. Interstellar, contohnya. Ratingnya tinggi, lho, di IMDB nilainya 8,9. Ck..ck..ck...

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Publik sebagian besar memang masih suka hal-hal yang berbau supranatural. ;D

Note: Saya juga suka film Interstellar. ;D

anda kok malah bawa-bawa link ke profile film? Maksudnya apa ini? Kalau anda punya argumen ilmiah, tidak usah dibumbui link ke film untuk mengolok-olok komentar orang lain yang tidak sependapat dengan anda. apakah anda rela kalau member lain bawa link ke film "supranatural SARA" untuk mengolok-olok pendapat anda ?

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

nʇǝʌ∀

Untuk bukti eksistensi black hole, yang paling umum ya ketemu ini :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]   

Kepercayaan itu muncul karena observasi ilmiah. Kepercayaan ini ekuivalen dengan kepercayaan bahwa Pioneer 10 dan 11 melambat setelah keluar dari Tata Surya. apakah inti bumi atau kehidupan dinosaurus itu pernah teramati secara langsung?

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

FAQ :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Yang disebut sebagai black hole itu yang ditemukan oleh astronom. Di tengah galaksi Milky Way, NGC 4258, dan M87, dll. Ilmuwan memverifikasi eksistensi black hole dengan mempelajari kecepatan awan gas yang mengorbit daerah-daerah tsb. Pada tahun 1994, data Hubble Space Telescope mengukur massa dari sebuah objek tak terlihat di bagian tengah galaksi M87. Berdasarkan pada pergerakan materi yang berputar di sekitar pusatnya, objek tersebut diperkirakan sekitar 3 milyar kali massa matahari dan muncul terkonsentrasi ke dalam sebuah ruang yang lebih sempit daripada tata surya kita. Untuk beberapa tahun, emisi sinar X dari sistem bintang-ganda Cygnus X-1 meyakinkan para astronom tentang eksistensi sebuah black hole....

Keyakinan itu muncul dari observasi ilmiah. Sama halnya dengan meyakini Pioneer 10 dan 11 melambat ketika keluar Tata Surya.

Catatan Tambahan :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]


Untuk Milky Way, kita punya Sagittarius *A
Sagittarius A* dipercaya sebagai black hole. Apakah kepercayaan itu berlandaskan pada supranatural atau sains? Well di sini referensinya :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]*

Sampai disini, bisa kan kita terima kenyataan bahwa observasi Black Hole ekuivalen dengan berita/cerita NASA bahwa Pioneer 10 dan 11 melambat setelah keluar Tata Surya ?

Oh, ya. Di internet sudah ada solusi untuk Pioneer Anomaly. Bagi yang penasaran, bisa digoogle sendiri. Sebab saya kesini untuk Black Hole saja (ketik pada search bar : pioneer anomaly solved).

Dan temuan-temuan terkini terkait black hole :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]


TAMBAHAN :

Para penggugat black hole mengatakan black hole tidak ada hanya berdasarkan persamaan matematis. Akan tetapi, para penggugat itu tidak bisa menyertakan bukti pengganti black hole. Mereka juga tidak punya observasi ilmiah yang membuktikan bahwa black hole tidak ada. Eksistensi "gravitational pull" atau "kekuatan besar yang menarik" apapun yang disebut-sebut black hole tidak terbantahkan karena sesuai observasi ilmiah.

Salah seorang penggugat black hole, matematikawan Laura Mersini-Houghton, lewat jurnal ilmiahnya, hanya menggunakan persamaan matematis. Namun intinya hanya "energi supernova tidak cukup untuk menghasilkan singularitas black hole". Ini jelas bukan berarti "black hole terbukti ilmiah tidak ada". Jurnal ilmiah itu sama sekali tidak membatalkan hasil observasi ilmiah bahwa black hole ada. Again, cuma persamaan matermatis. Bukan observasi ilmiah ke luar angkasa. Observasi ilmiah juga disertai persamaan matematis.

Coba lihat berita jurnal ilmiah Mersini-Houghton ini dibantah :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

However, not everyone is on board with Mersini-Houghton's conclusions. William Unruh, a theoretical physicist from the University of British Columbia, pointed out some fatal flaws in the paper's argument. "The [paper] is nonsense," Unruh said in an email to IFLS. "Attempts like this to show that black holes never form have a very long history, and this is only the latest. They all misunderstand Hawking radiation, and assume that matter behaves in ways that are completely implausible." According to Unruh, black holes don't emit enough Hawking radiation to shrink the mass of the black hole down to where Mersini-Houghton claims in a timely manner. Instead, "it would take 10^53 (1 followed by 53 zeros) times the age of the universe to evaporate," he explains."The standard behaviour by such people [who don't understand Hawking radiation] is to project that outgoing energy back closer and closer to the horizon of the black hole, where its energy density gets larger and larger," he continued. "Unfortunately explicit calculations of the energy density near the horizon show it is really, really small instead of being large-- Those calculations were already done in the 1970s. To call bad speculation "has been proven mathematically" is, shall we say, and overstatement."

Lagipula, Mersini-Houghton sendiri tak pernah bilang secara langsung black hole tidak ada. Yang ada hanyalah, bintang jatuh tidak menghasilkan black hole (Judul berita memang suka dilebih-lebihkan). Eksistensi black hole jelas tetap tidak hilang cuma karena pendapat itu diucapkan seorang matematikawan.

Disini juga ada : [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Dr. Max Tegmark, a cosmologist and professor of physics at MIT, told The Huffington Post in an email.

"Also," Tegmark said in the email, "one can't claim 'black holes don't exist' without first explaining all the observational evidence we have for black holes."

Terakhir, temuan black hole memang mengundang paradox. Tapi intinya, observasi ilmiah membuktikan black hole ada. Tidak peduli asal usul konsep black hole cuma persamaan matematis atau bahkan dari mimpi. Observasi ya observasi. Black hole eksis.

Pendapat orang bisa berbeda, tapi mereka di sini tidak punya hasil observasi ilmiah menyangkal eksistensi black hole. Tapi biar lebih berimbang pemberitaannya, tengok di sini tulisan lain tentang black hole :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Dan tidak peduli apakah ada pengamat atau pakar black hole yang bilang : "prinsip black hole wajib mematuhi relativitas" atau "prinsip black wajib mematuhi universe expansion theory" atau "There is a lot of astronomical evidence for objects that behave just like the black holes predicted by Einstein's theory of relativity.", intinya tetap sama. Black hole eksis karena hasil observasi ilmiah. Jadi, kalau pun teori relativitas atau universe expansion gugur, black hole tetap eksis. Hanya prinsipnya saja yang berubah. Bukan eksistensinya jadi batal. Tinggal cari mekanisme baru.

ibaratnya, tak ada salahnya membuka diri pada teori gravitasi Newton, Einstein, dan Le Sage sekaligus. tapi black hole memang hasil observasi. pengetahuan yang ada hanya tinggal dikembangkan lagi.

                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
> (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Pi-One

Bicara soal relativitas, relativitas Einstein memang gugur untuk kondisi kuantum.
Dengan kata lain, relativitas Einstein tak bisa diterapkan pada kondisi kuantum, sebagaimana milik Newton tak bisa diterapkan untuk benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya.
Karena itulah ilmuwan terus mencari cara untuk memasukkan gravitasi dalam kondisi kuantum.
Itu jalan untuk keberadaan "Theory of Everything".

Pi-One

O ya, coba minta Goen gambarkan ilustrasi lengkap dari perputaran obyek langit terhadap bumi.
tempo hari dia cuma kasih ilustrasi kecil dari obyek yang bergerak bersama matahari.
Coba minta dia kasih ilustrasi lengkap untuk ketujuh planet, sabuk asteroid dan matahari (dalam bentuk revolusi lengkap 360 derajat), dan kita akan lihat betapa aneh pergerakan obyek langit versi geosentris.

zecklawdark

kesetimbangan selalu saja geosentris tau lingkaran karena itu setiap energi dan materi selalu saja menyusaikan diri dan berubah rubah untuk mencapai kesetimbangan dalam bentuk dimensi disebut geosentris atau lingkaran lm bahasa yang pertamakali yin yan atau tai chi

ytridyrevsielixetuls

#54
@Goen

ya saya nangkep maksudnya. tapi masih ada opsi lain yang bisa diambil :

galaksi-galaksi tsb berputar pada "porosnya" dan porosnya itulah yang menciptakan Coriolis effect pada "Hemisphere" "utara" dan "selatan" pada planet-planet lain yang terletak di "bawah" dan "atas" galaksi-galaksi spiral tsb. Atau dengan kata lain, ada planet-planet lain yang mengalami "keanehan" seperti ini seperti yang dialami bumi. atau taruhlah benar ada poros misterius yang menyebabkan "prefered axis". tapi hasilnya tetap sama. keanehan itu bisa menyebabkan planet lain seperti pusat alam semesta.

karena lokasi bumi tidak berada di tengah galaksi bimasakti, melainkan di pinggirnya. dengan demikian bumi bukanlah pusat bimasakti. dan bukan pusat alam semesta karena ada di pinggir galaksi bimasakti.

Pioneer Anomaly juga memiliki opsi lain sebagai asumsi, dengan catatan bukan karena kesalahan teknis. fairycentrism punya penjelasan sendiri.  8) kecuali kalau memang karena kesalahan teknis, maka opsi berdasarkan fairycentrism itu tak bisa diambil untuk Pioneer Anomaly.

Black Hole memang tidak diamati secara langsung kok. tapi ada. ketika melihat pergerakan sejumlah partikel/materi secara "diabolical" (seperti penjelasan yang dikatakan nʇǝʌ∀) akhirnya disimpulkan ada Black Hole karena pergerakan partikel/materi yang luar biasa banyaknya tsb terkonsentrasi pada satu region. kekuatan tariknya terlalu besar. sama seperti mengetahui inti bumi tanpa melihatnya langsung. siapapun "biang keroknya" yang menciptakan fenomena ini disebut black hole.

lagipula, apapun niat dan asal usul temuan black hole, mau itu karena "alasan" pendukung big bang dan universe expansion, tetep aja black hole eksis. dan mau itu relativitas gugur ya tetep aja black hole eksis. mekanismenya saja yang tidak diketahui sepenuhnya. ilmuwan-ilmuwan tsb yang mesti merevisi ucapannya.  ^-^

misal suatu hari sains dihebohkan dengan berita ini :

"fisikawan, astronom, dan cosmologist membuktikan black hole bukan singularitas yang menyedot materi tanpa bisa keluar melainkan radiasi terkompresi dengan densitas tinggi bla bla bla..... sehingga hal ini melanggar teori universe expansion... bla bla bla"

ya tetap aja black hole eksis.
lha yang dimaksud 'kan si "biang kerok" yang sama kok
ibaratnya tuh dulu black hole dikira "perempuan". terus sekarang ketahuan, ternyata dia "transgender". tapi 'kan orangnya sama. dia-dia juga.
;D

lagipula, saya kan seorang fairycentrist. anda jangan samakan saya dengan heliocentrist lain. lha orang saya percaya alam semesta makin terang.  8)

Kutip dari: Goen pada Januari 16, 2015, 02:19:32 PM
Pengamatan atau observasi, dari siapa pun dan apa pun bentuknya, itu seperti data mentah. Dan ini harus diterima apa adanya, tak terkecuali dari NASA. Yang dikritisi itu adalah, KESIMPULAN yang diambil setelah menganalisa data-data mentah tersebut. Latar belakang filosofi terkadang tercampur dalam pengambilan kesimpulan tersebut, contoh: Copernican Principle. Dan inilah yang saya tolak. ;D

ya, dan dengan alasan itulah saya menjadi heliocentrist dan fairycentrist. bukan geocentrist.
dan dengan alasan itulah juga mengapa saya tidak mau menganut keyakinan spiritual tertentu.  ^-^

[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Goen pada Januari 16, 2015, 02:19:32 PM
Iya. Istilahnya, membentuk medium.

ok. dan kata anda sebelumnya yang menghasilkan pusat massa adalah massa-massa di alam semesta. bukan perputaran ether atau perputaran alam semesta. berarti pernyataan ini dalam geocentrism salah ya :

"perputaran alam semesta yang membawa ether berputar bersamanya menghasilkan pusat massa."

Kutip dari: Goen pada Januari 16, 2015, 02:19:32 PM
Iya, bisa. Dengan binding energy yang sesuai tentunya.
Exactly.

OK, jadi dalam geocentrism, jumlah massa atau body di alam semesta makin berkurang. artinya jumlah mereka tak mungkin bertambah. jadi meskipun ether bisa berubah jadi massa atau massa bisa berubah jadi ether, jumlah massa/body tetap berkurang. artinya jumlah bintang, planet, quassar, galaksi, cluster, dll pasti makin sedikit dan akan habis total ya.

Kutip dari: Goen pada Januari 16, 2015, 02:19:32 PM
Oh, maaf. Saya kurang menyimak. ;D

Iya, sesuai. Tapi, tidak konstan.

tidak konstannya signifikan atau tidak?

Kutip dari: Goen pada Januari 16, 2015, 02:19:32 PM
Gak cocok, ah. ;D

okelah kalo gitu, jadi kiamat atau musnahnya alam semesta dalam geocentrism itu apa?

Kutip dari: Goen pada Januari 16, 2015, 02:19:32 PM
Dalam Islamic Geocentrism, lokasi neraka ada di lapisan langit pertama.

ok, jadi jarak neraka dari bumi (lokasi pusat massa/semesta) adalah 1000 tahun cahaya. ke pertanyaan selanjutnya :

1. Nerakanya di sekitar bintang distant galaxies atau "lebih jauh" atau "di belakang" mereka?
2. Kalau neraka di langit ke satu dan surga di langit ke tujuh, berarti neraka ada di bawah air yang membungkus alam semesta? (nerakanya di luar angkasa)
3. Sejak kapan ether mulai menyeret matahari mengelilingi bumi (pusat massa) dari Timur ke Barat, dan sampai kapan?
4. Sejak kapan Bumi mulai ada di lokasi pusat massa semesta, dan sampai kapan?
5. Kalau ada benda langit tidak terpengaruh oleh gravitasi/gaya sentripugal benda langit lain, apakah ether akan menyeretnya seperti matahari ? benda langit tak punya kehendak bebas kan.

Kutip dari: Goen pada Januari 16, 2015, 02:19:32 PM
Ya beda, tho. Eksperimen Michelson-Morley didesain khusus untuk mendeteksi pergerakan bumi mengelilingi matahari di dalam ether. Karena gak terdeteksi, ya kesimpulan logisnya bumi tidak bergerak, kan? ;D ;D ;D

masih ada opsi lain kok. yaitu ether ada dan kecepatan cahaya tidak konstan (kalau ditambah Sagnac experiment). bedanya ethernya bukan ether komidi putar penyeret matahari ;D. ethernya itu berasal dari massa. aura/roh peri misterius tsb telah dibuktikan oleh Casimir effect. kalau anda lebih suka ether komidi putar penyeret matahari, ya suka-suka anda saja. namanya juga toleransi dalam beragama. ;D
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

ytridyrevsielixetuls

Kutip dari: Pi-One pada Januari 16, 2015, 06:45:21 PM
Jika galaksi saling menjauh, bagaimana galaksi bisa menjauh melebihi kecepatan cahaya? Dan jika saling menjauh sementara ruang tak mengembang, maka galaksi bukan saling menjauh, tapi sebagian (besar) justru akan mendekat.

asumsi universe expansion seperti itu ada beberapa critical flaws. contohnya :

Pertama, kalau galaksi-galaksi (di luar cluster yang sama dengan bimasakti) menjauh dari pengamat di bumi karena mereka tertarik oleh tepian alam semesta, maka itu sama saja menganggap cluster galaksi kita ada di tengah alam semesta. karena distant galaxies dari langit utara, selatan, timur, dan barat menjauh dari pengamat. berarti pengamatnya ada di tengah. copernican principle dilanggar.

Kedua, bagaimana melihat objek bermassa diam bergerak melebihi kecepatan cahaya? dan tidak ada yang melebihi kecepatan cahaya. dan bagaimana massa diam bisa menyamai atau melebihi kecepatan cahaya?

melebihi kecepatan cahaya ---> Massanya Imajiner

Kutip dari: Pi-One pada Januari 16, 2015, 06:45:21 PM
Jika galaksi saling menjauh, bagaimana galaksi bisa menjauh melebihi kecepatan cahaya? Dan jika saling menjauh sementara ruang tak mengembang, maka galaksi bukan saling menjauh, tapi sebagian (besar) justru akan mendekat.

opsi lain yang bisa diambil adalah alam semesta tidak bertepi. dan galaksi-galaksi di dalam cluster saling mendekat. dan galaksi-galaksi di luar cluster menjauh dari galaksi kita.

jadi, dimanapun lokasi pengamatnya, di bumi atau planet lain, mereka akan tetap melihat "pattern" yang sama. galaksi-galaksi beda cluster menjauh. mayoritas bintang bergerak ke spektrum merah. sisanya bintang terdekat bergerak ke spektrum merah dan biru bergantian. "pattern" yang sama seperti yang kita lihat dari bumi. dan ini tidak melanggar copernican principle. dan ini takkan terjadi kalau tepian alam semestanya yang "menyeret" galaksi.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 16, 2015, 06:45:21 PM
Yang mendekat hanya galaksi dalam kluster yang sama. Karena gravitasi masih mampu menahan mereka agar taterpisah. Sebagaimana gravitasi membuat anggota tata surya gak bubar akibat pengembangan ruang-waktu.

iya. dan kalau opsi alam semesta tidak bertepi yang diambil, ini lebih cocok ke copernican principle ketimbang universe expansion "konvensional".
galaksi-galaksi di luar cluster "kita" bergerak menjauhi galaksi kita. dan dari sudut pandang mereka, galaksi kita-lah yang bergerak menjauhi mereka.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 16, 2015, 06:45:21 PM
Pengembangan ditunjukkan oleh saling menjauhnya galaksi, bukan cuma bintang.

iya. itu maksud saya. bintang-bintang dalam galaksi itu pasti memiliki gravitasi yang menarik planet-planet ikut bersamanya. tapi yang bergerak ke spektrum merah kan cuma bintang. dan sekali lagi, masih ada opsi lain bisa diambil seperti alam semesta tak bertepi.

Kutip dari: Pi-One pada Januari 16, 2015, 06:45:21 PM
Nyatanya tidak ada ruang vakum mutlak yang pernah diamati.
Tidak di alam semesta, bahkan tidak di laboratorium sekalipun.

saya mungkin berpendapat beda dalam hal ini.

tapi kalau berkenan bantu saya temukan jawabannya, menurut anda apa penyebab distant galaxies dapat teramati oleh teleskop tanpa blur atau gangguan penglihatan lainnya?
[move]
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Pi-One

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 17, 2015, 09:40:26 PM
asumsi universe expansion seperti itu ada beberapa critical flaws. contohnya :

Pertama, kalau galaksi-galaksi (di luar cluster yang sama dengan bimasakti) menjauh dari pengamat di bumi karena mereka tertarik oleh tepian alam semesta, maka itu sama saja menganggap cluster galaksi kita ada di tengah alam semesta. karena distant galaxies dari langit utara, selatan, timur, dan barat menjauh dari pengamat. berarti pengamatnya ada di tengah. copernican principle dilanggar.
Nah, yang flaw justru pemahaman anda.
Tidak ada tepian alam semesta yang menarik.
Dalam pengembangan alam semesta, galaksi-galaksi menjauh satu sama lain, bukan menjauh dari 1 titik pusat pengembangan. Dalam hal ini, di manapun menempatkan titik pengamatan, hasilnya sama. Karena tak ada 1 titik pusat pengembangan tadi.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 17, 2015, 09:40:26 PMKedua, bagaimana melihat objek bermassa diam bergerak melebihi kecepatan cahaya? dan tidak ada yang melebihi kecepatan cahaya. dan bagaimana massa diam bisa menyamai atau melebihi kecepatan cahaya?

melebihi kecepatan cahaya ---> Massanya Imajiner[/quote]
Benda bermassa tak bisa melebihi kecepatan cahaya. Tapi pengembangan ruang tak dibatasi kecepatan cahaya. Cahaya dari galaksi itu bisa dilihat sampai kecepatan mereka menjauh belum melebihi kecepatan cahaya, setelahnya cahayanya sudah tak terlihat lagi.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 17, 2015, 09:40:26 PMopsi lain yang bisa diambil adalah alam semesta tidak bertepi. dan galaksi-galaksi di dalam cluster saling mendekat. dan galaksi-galaksi di luar cluster menjauh dari galaksi kita.
'Tepi' alam semesta mungkin takkan ditemukan di ruang-waktu kita. Seperti semut yang berjalan di atas permukaan bola, ia takkan menemukan ujung bola. Bukan berarti bola itu tak terbatas.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 17, 2015, 09:40:26 PMjadi, dimanapun lokasi pengamatnya, di bumi atau planet lain, mereka akan tetap melihat "pattern" yang sama. galaksi-galaksi beda cluster menjauh. mayoritas bintang bergerak ke spektrum merah. sisanya bintang terdekat bergerak ke spektrum merah dan biru bergantian. "pattern" yang sama seperti yang kita lihat dari bumi. dan ini tidak melanggar copernican principle. dan ini takkan terjadi kalau tepian alam semestanya yang "menyeret" galaksi.
Sekali lagi, alih-alih bintang, yang hanya bagian dari galaksi, amati galaksinya.

Kutip dari: ytridyrevsielixetuls pada Januari 17, 2015, 09:40:26 PMtapi kalau berkenan bantu saya temukan jawabannya, menurut anda apa penyebab distant galaxies dapat teramati oleh teleskop tanpa blur atau gangguan penglihatan lainnya?
Ada berbagai cara untuk mengatasi gangguan tadi. Entah dengan pengaturan optik khusus (Adaptive optics - untuk teleskop di bumi khususnya), atau mengirim teleskopnya kelaur angkasa, atau dengan mengolah informasi yang ditangkap teleskop sebelum diolah jadi citra foto.

Goen

Kutip dari: nʇǝʌ∀ pada Januari 17, 2015, 03:52:55 AManda kok malah bawa-bawa link ke profile film? Maksudnya apa ini? Kalau anda punya argumen ilmiah, tidak usah dibumbui link ke film untuk mengolok-olok komentar orang lain yang tidak sependapat dengan anda. apakah anda rela kalau member lain bawa link ke film "supranatural SARA" untuk mengolok-olok pendapat anda ?
Alright, Mr. Sensitive. You just overreacted. ;D

Kalau pun Anda anggap itu sebagai olok-olokkan, hal itu saya tujukan pada black hole, bukan pada Anda atau argumen Anda.

Aneh, ketika geocentrist seperti saya dengan mudahnya diolok-olok supranatural di forum ini tapi Anda sebagi moderator mendadak malah kehilangan sensitifitasnya. Apa yang biasa saya lakukan? I just simply ignored it. Why don't you just do the same? :)

Saya hanya memakai stigma yang sama yang dipakai member di sini ketika berhadapan dengan penjelasan geocentrist yang gak mampu dijangkau akalnya sebagai "supranatural". Dan ketika dihadapkan dengan black hole yang memang tidak masuk akal itu saya beri stigma yang sama sebagai supranatural, sensitifitas anda mendadak pulih.

Sains itu bukan dogma keramat yang musti dijaga kesuciannya dari kritik, satire, sarcasm bahkan sampai olok-olokan. Sikap overreactive Anda itu membuat saya bingung, apakah black hole itu dogma keramat yang Anda imani betul kebenarannya? Jika demikian, perkenankanlah saya memohon maaf sebesar-besarnya karena telah menyinggung KEYAKINAN Anda. :)

Catatan:

Film Interstellar itu bukan olok-olokkan. Christoper Nolan sang sutradara mendapatkan banyak masukan dari pakar Astrofisika terkenal Prof. Kip Stephen Throne. Banyak ide-ide semacam black hole, worm hole, white hole...bla-bla hole yang menginspirasi film tersebut.

Kalau Anda mau olok-olokkan black hole yang sebenarnya, tidak perlu geocentrist seperti saya untuk melakukannya. Silahkan perbanyak membaca buku-buku Quantum Physics. Sejak awal dicetuskan, black hole sudah lama menjadi olok-olokkan Quantum Physics karena memang tidak masuk akal. ;D

Kutip dari: nʇǝʌ∀ pada Januari 17, 2015, 04:07:00 AMUntuk bukti eksistensi black hole, yang paling umum ya ketemu ini :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]   

Kepercayaan itu muncul karena observasi ilmiah. Kepercayaan ini ekuivalen dengan kepercayaan bahwa Pioneer 10 dan 11 melambat setelah keluar dari Tata Surya. apakah inti bumi atau kehidupan dinosaurus itu pernah teramati secara langsung?

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

FAQ :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Yang disebut sebagai black hole itu yang ditemukan oleh astronom. Di tengah galaksi Milky Way, NGC 4258, dan M87, dll. Ilmuwan memverifikasi eksistensi black hole dengan mempelajari kecepatan awan gas yang mengorbit daerah-daerah tsb. Pada tahun 1994, data Hubble Space Telescope mengukur massa dari sebuah objek tak terlihat di bagian tengah galaksi M87. Berdasarkan pada pergerakan materi yang berputar di sekitar pusatnya, objek tersebut diperkirakan sekitar 3 milyar kali massa matahari dan muncul terkonsentrasi ke dalam sebuah ruang yang lebih sempit daripada tata surya kita. Untuk beberapa tahun, emisi sinar X dari sistem bintang-ganda Cygnus X-1 meyakinkan para astronom tentang eksistensi sebuah black hole....

Keyakinan itu muncul dari observasi ilmiah. Sama halnya dengan meyakini Pioneer 10 dan 11 melambat ketika keluar Tata Surya.
Dari argumen Anda ini, semakin menunjukkan bahwa sebenarnya Anda tidak mengerti masalahnya.

Menyamakan Black hole dengan Pioneer Anomaly? Come on. ;D

Black hole bukan "ditemukan" tidak sengaja. Jika Anda tahu sejarahnya, sebagaimana tercantum dalam banyak literatur yang mungkin luput dari daftar baca Anda, teori black hole itu muncul dari utak-atiknya Karl Schwarzschild terhadap persamaan gravitasi Einstein. Dan demi merealisasikan teori ini, relativists tergopoh-gopoh mengkambinghitamkan pusat-pusat galaksi sebagai black hole karena mereka tidak tahu mekanisme apa yang dapat menjelaskan keterbentukan galaksi-galaksi tersebut.

Khawatir Anda tersinggung, saya takkan menyebutnya supranatural. Tapi, mengutip sdr. ytridyrevsielixetuls, saya akan menyebutnya sebagai "argumen jalan pintas." Just blame it all to the black hole. ;D ;D ;D

Argumen jalan pintas yang lain yang menyertai black hole adalah ketika muncul pertanyaan, "Kalau begitu, apa yang menahan seluruh galaksi tersedot semuanya ke pusat galaksi yang menurut sdr. ytridyrevsielixetuls sebagai 'kekuatan super besar penarik/materi di luar angkasa sana melebihi gravitasi bintang'?" Lagi, dengan tergopoh-gopoh relativists menjawabnya dengan, "Oh, itu karena ada dark matter dan dibantu dengan tarikan semesta yang senantiasa mengembang (Expanding Universe) sehingga tercipta keseimbangan." ;D ;D ;D

Lanjut ke argumen jalan pintas yang menyertai dark matter adalah ketika muncul pertanyaan, "Kalau begitu, energi apa yang membuat semesta mengembang tapi tidak melanggar hukum kekekalan energi?" Lagi, dengan tergopoh-gopoh relativits menjawabnya dengan, "oh, itu karena ada dark energy?" ;D ;D ;D

Dan seterusnya, dan seterusnya...

Fakta berikutnya mengenai black hole adalah, bukan rahasia umum lagi bahkan Einstein sendiri benci dengan black hole:

"Einstein didn't like black holes," Moffat says. "The real motivation for generalizing his gravity theory was to see if he could find, as he called them, 'everywhere regular solutions' that fit the equations." Such solutions, Einstein hoped, would eliminate black holes entirely. [[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]]

Sayang Einstein sudah tiada, sehingga kita tidak bisa membalasnya atau mengolok-ngoloknya balik dengan, misalnya, memberikan dia link ke film "Supranatural SARA: Interstellar" karena sudah berani membenci dogma keramat si black hole yang suci dan agung. ;D ;D ;D

Lain halnya dengan Pioneer Anomaly yang memang benar-benar ditemukan tidak sengaja. Karena, bertentangan dengan teori gravitasi itu sendiri, entah Newtonian atau Relativity. Bukan sengaja dicari-cari wujudnya seperti halnya teori black hole. Dan anomali ini tidak menimpa Pioneer 10 dan 11 saja, tapi juga Ulysses, Galileo dan lain-lain. Secara umum, dinamakan sebagai Flyby Anomalies.

KutipOh, ya. Di internet sudah ada solusi untuk Pioneer Anomaly. Bagi yang penasaran, bisa digoogle sendiri. Sebab saya kesini untuk Black Hole saja (ketik pada search bar : pioneer anomaly solved).
Panas dari mesin Pioneer-nya sendiri? ;D ;D ;D

Kenapa malah muncul ketika Pioneer menjauh dari tata surya? Kenapa tidak sejak masih di tata surya dimana gravitasi dari matahari masih kuat di situ?

Weird... ;D ;D ;D

KutipPara penggugat black hole mengatakan black hole tidak ada hanya berdasarkan persamaan matematis. Akan tetapi, para penggugat itu tidak bisa menyertakan bukti pengganti black hole. Mereka juga tidak punya observasi ilmiah yang membuktikan bahwa black hole tidak ada. Eksistensi "gravitational pull" atau "kekuatan besar yang menarik" apapun yang disebut-sebut black hole tidak terbantahkan karena sesuai observasi ilmiah.
Kenapa repot-repot membantah "observasi ilmiah" yang hanya tinggal main tunjuk saja di pusat galaksi kalau memang ternyata teori yang mendasarinya saja rapuh?

Lagipula, "ketidaktahuan" Anda dan sebagian besar orang di dunia mengenai mekanisme pengganti black hole tidak serta-merta membenarkan black hole, bukan? It's failed logic. ;D ;D ;D

Tidak perlu teori black hole sebenarnya untuk mekanisme yang ada pada galaksi-galaksi di luar angkasa sana. Beberapa postingan saya yang lalu mengenai "center of mass" dalam Newtonian Physics bisa, kok, menjadi alternatif pengganti. Lihat konsep barycenter di [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.].



Saya tidak heran ketika relativists melihat barycenter Newtonian di atas dari kacamata Relativitas-nya dan mengklaim, "Lihatlah bagian tengah yang ada crosshair-nya, tampak Binary stars mengitari pusat misterius yang tak terlihat. Ini pasti ada 'kekuatan besar yang menarik' yang melebihi gravitasi kedua binary stars tersebut. Nah, itulah black hole!" Mentang-mentang tak terlihat maka diklaimlah sebagai "BLACK"-hole. ;D ;D ;D

Newtonian Physics tidak butuh argumen jalan pintas macam black hole, dark matter atau dark energy. Itu sebabnya geocentrists lebih respek pada Newtonian Physics daripada omong-kosong Relativity. Sejarah mencatat bagaimana persamaan matematis Newtonian dibangun dulu atas dasar observasi terhadap suatu realitas, berbeda dengan Relativity yang membentuk realisme dari persamaan matematisnya.

Efeknya tidak tanggung-tanggung, bangunan realisme atas dasar persamaan matematis Relativity berkali-kali harus dikoreksi. Satu masalah selesai, timbul masalah lain. Satu lubang muncul, ditambal, muncul lagi lubang yang lain. Begitu terus sehingga terkesan bahwa Relativity tidak lebih dari sekedar teori tambal-sulam.

Kutipibaratnya, tak ada salahnya membuka diri pada teori gravitasi Newton, Einstein, dan Le Sage sekaligus. tapi black hole memang hasil observasi. pengetahuan yang ada hanya tinggal dikembangkan lagi.
Truly, black hole cuma jalan di Relativitas. ;D ;D ;D

Goen

Kutip dari: Pi-One pada Januari 17, 2015, 07:52:50 PMO ya, coba minta Goen gambarkan ilustrasi lengkap dari perputaran obyek langit terhadap bumi.
tempo hari dia cuma kasih ilustrasi kecil dari obyek yang bergerak bersama matahari.
Coba minta dia kasih ilustrasi lengkap untuk ketujuh planet, sabuk asteroid dan matahari (dalam bentuk revolusi lengkap 360 derajat), dan kita akan lihat betapa aneh pergerakan obyek langit versi geosentris.
Another failed "Occam Razor" logic. ;D ;D ;D

"If it weird then it ain't right!"