Forum > Pseudo-science dan Science-Fiction

Apakah Ini Akhirnya yang Membuktikan Chi?

(1/3) > >>

topazo:
Pembahasan tentang Tenaga Dalam / Chi sudah beberapa kali di bahas di Forsa, seperti di:
apa sih tenaga dalam itu?
dan di:
energi CHI

Namun saya membuat thread baru karena thread2 sebelumnya sudah sangat lama tidak dibalas, dan saya ingin menspesifikkan ke sebuah kejadian yang akan dibahas...

Dari dulu, pembahasan klasik tentang chi oleh para skeptik dan fanatik yang bersebrangan, sering kali memperdebatkan bahwa chi dan tenaga dalam hanyalah sebuah kekuatan sugesti saja, buktinya adalah peragaan2 kekuatan tenaga dalam pada sebuah demonstrasi selalu dilakukan seorang guru ke muridnya, atau dari satu murid perguruan kepada murid perguruan yang sama lagi...

Ini menimbulkan dugaan bahwa chi hanyalah teknik sugesti, sehingga hanya orang2 yang ditanami sugestinyalah (sang murid) yang bisa terpental, jungkir balik, dll... Sedangkan ketika diterapkan ke orang lain yang tidak mengenal chi, maka tenaga dalam tersebut gagal bekerja (ada satu video di mana ahli tenaga dalam melawan ahli bela diri modern, yang akhirnya sang ahli tenaga dalam kalah lebam2 karena tenaga dalamnya tidak mempan ke sang ahli MMA)...

Sedangkan untuk praktik menghancurkan bata, membengkokkan besi, dll, para skeptik mengatakan itu bukanlah tenaga dalam, namun teknik dan seni melatih organ tubuh sehingga lebih kuat dari biasanya dikarenakan latihan yang terus menerus...

Sedangkan untuk salah satu kekuatan ultimate dari chi/tenaga dalam adalah menggerakkan benda mati dari jarak jauh (telekinesis), namun belum ada bukti yang lugas bahwa ini pernah dilakukan dan diverifikasi...

Saya adalah orang yang netral (saya tidak mau dibilang skeptik karena saya percaya chi itu ada, namun belum tau korelasinya dengan dunia sains), dan saya belum akan percaya sesuatu sebelum merasakannya dengan tubuh sendiri... Jadi keberadaan chi menurut saya barulah sebatas sugesti... Namun, setelah melihat video2 ini, saya jadi berpikir kembali... Mungkin saja yang namanya chi itu adalah energi real dan bukan sekadar sugesti, dan ini layak dan memungkinkan untuk dibawa ke skala laboratorium untuk diuji...

Namanya Sensei Tadashi Kanzawa, seorang ahli qigong/chikung dari Jepang... Dia mempunyai klinik chi di sana... Namun bukan itu yang saya tertarik... Dia mengklaim bahwa bisa menidurkan hewan2, dari jarak jauh!

Ini videonya di acara reality show jepang, dia menidurkan rusa (dan secara tidak sengaja menidurkan burung unta yang lewat di depannya) di sebuah kebun binatang. Dia juga menidurkan tikus gurun (yang dikenal lincah dan susah tidur di atas tanah karena dia tidurnya di dalam lubang), dan menidurkan anak macan, serta berang2...
http://www.youtube.com/watch?v=SXsFndVCjMk

Ini adalah videonya dari program Stan Lee Superhuman di History Channel (saya gak dapat versi Inggrisnya, maaf)... Sensei Kanzawa dapat menidurkan sekawanan alpacha, dan bahkan kawanan bison yang terkenal agresif...
http://www.youtube.com/watch?v=5uSRgWWRnJ8

Hal ini menarik bagi saya... Kenapa? karena Sensei Kanzawa dapat mengulangi tekniknya secara konsisten, dengan berbagai macam hewan...
Hewan tidaklah seperti manusia yang bisa diajak kerja sama dan disugestikan seperti murid2 perguruan beladiri... Apalagi Sensei Kanzawa melakukannya dari jauh, tanpa diketahui sang hewan... Jadi chi sebagai sebuah sugesti mungkin dapat dicoret di kasus ini...
Namun energi seperti apakah chi itu? ini sebetulnya bisa diteliti dengan mengundang sang sensei ke sebuah lab, dan disediakan alat2 pemantau dan seekor/beberapa ekor hewan yang dipasangi elektroda monitor... Entah sudah dilakukan di Jepang sana atau belum...

(Untuk Informasi, kalau mau cari2 tentang Sensei Kanzawa, jangan sampai ketukar sama Sensei Hirokazu Kanazawa sang ahli karate... Ini dua orang yang berbeda...)

Bagaimana menurut teman2?

mhyworld:

--- Kutip dari: topazo pada Oktober 21, 2012, 07:53:46 PM ---...
Saya adalah orang yang netral (saya tidak mau dibilang skeptik karena saya percaya chi itu ada, namun belum tau korelasinya dengan dunia sains), dan saya belum akan percaya sesuatu sebelum merasakannya dengan tubuh sendiri...

--- Akhir Kutipan ---
Dalam sains, membuktikan suatu hal tidak harus mengalami/merasakannya dengan tubuh sendiri. Kita tahu bahwa air yang mendidih pada kondisi tekanan atmosferik panas meskipun tidak menyentuhnya langsung. Kita tahu gas sarin beracun meskipun tidak pernah menghirupnya sendiri. Ini sesuai dengan signaturnya Mozzpunkz : belajarlah dari kesalahan orang lain, anda tidak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri.

topazo:
Hehehehe... Maksud "merasakan dengan tubuh sendiri" itu luas Boss mhyworld, kita merasakan bukan hanya dengan panca indra...

Kalau sebuah hal sudah masuk ke dalam logika otak saya yang dangkal ini, dan masuk perhitungan yang dipahami oleh otak saya... Itu juga termasuk dengan merasakan dengan tubuh sendiri...
Karena otak, neuron, dan listrik2 yang berseliweran di sekitarnya... Juga merupakan tubuh saya kan...

mhyworld:

--- Kutip dari: topazo pada Oktober 21, 2012, 07:53:46 PM ---...

Ini menimbulkan dugaan bahwa chi hanyalah teknik sugesti, sehingga hanya orang2 yang ditanami sugestinyalah (sang murid) yang bisa terpental, jungkir balik, dll... Sedangkan ketika diterapkan ke orang lain yang tidak mengenal chi, maka tenaga dalam tersebut gagal bekerja (ada satu video di mana ahli tenaga dalam melawan ahli bela diri modern, yang akhirnya sang ahli tenaga dalam kalah lebam2 karena tenaga dalamnya tidak mempan ke sang ahli MMA)...


--- Akhir Kutipan ---
yang dimaksud mungkin video ini?
http://www.youtube.com/watch?v=Ll7M289-Tlk

mhyworld:

--- Kutip dari: topazo pada Oktober 22, 2012, 01:03:18 AM ---Hehehehe... Maksud "merasakan dengan tubuh sendiri" itu luas Boss mhyworld, kita merasakan bukan hanya dengan panca indra...

Kalau sebuah hal sudah masuk ke dalam logika otak saya yang dangkal ini, dan masuk perhitungan yang dipahami oleh otak saya... Itu juga termasuk dengan merasakan dengan tubuh sendiri...
Karena otak, neuron, dan listrik2 yang berseliweran di sekitarnya... Juga merupakan tubuh saya kan...

--- Akhir Kutipan ---
;D
Saya berusaha untuk tidak mengartikan kata-kata dengan terlalu bebas dan luas, kecuali memang diindikasikan seperti itu, misalnya diapit oleh tanda kutip.

Dalam mencari penjelasan suatu fenomena secara ilmiah, kita perlu menggunakan metode ilmiah. Setelah mengamati fenomenanya, dibuat satu/lebih hipotesa yang mungkin menyebabkan fenomena yang diamati, berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Hipotesa tersebut kemudian diuji validitasnya dengan memverifikasi akibat-akibat yang seharusnya muncul jika memang hipotesa tersebut benar.

Jika lolos verifikasi, bisa disimpulkan bahwa hipotesa yang dibuat kemungkinan besar memang merupakan penjelasan yang benar. Untuk lebih memastikan hasilnya, bisa jadi diperlukan beberapa metode lain yang dapat memperkuat pembuktiannya. Tingkat kepercayaan terhadap hasil verifikasi sebaiknya dianalisis secara statistik untuk mengetahui error marginnya.
Jika tidak lolos verifikasi, kita mungkin perlu memodifikasi hipotesa tersebut, atau membuat hipotesa yang baru, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi kembali.

Memang dalam membuat hipotesa, kita dibatasi dengan pengetahuan kita sebelumnya. Sehingga jika semua hipotesa yang kita buat tidak ada yang lolos verifikasi, bisa jadi fenomena yang ada disebabkan oleh hal-hal yang belum kita ketahui. Namun ini tidak serta merta menunjukkan bahwa fenomena tersebut supranatural, melainkan hanya menunjukkan bahwa pengetahuan kita masih terbatas, sehingga perlu belajar lebih banyak lagi.

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

Ke versi lengkap