Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 07, 2022, 01:03:06 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,637
  • Total Topik: 10,394
  • Online today: 36
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 35
Total: 35

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Mahluk Hidup adalah "Robot" juga?.

Dimulai oleh Mat Dillom, Desember 07, 2009, 08:07:50 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

si anak gajah

ah? yang kesadaran udah bisa?
bisa beri referensi? (saya ketinggalan berita ya?)

menurut saya sih harusnya lebih sulit untuk membuat algoritma untuk kesadaran daripada emosional...
berarti robot sekarang udah punya kesadaran ya? udah bisa menyadari eksistensinya?

karena, dalam anggapan saya manusia bisa mempertanyakan asal-usulnya, mempertanyakan darimana alam semesta berasal karena dia punya kesadaran...
udah ada robot yang bisa berpikir filosofis ya? wah....
[move]Keep Moving Forward!!![/move]

Pi-One


idiotique_hebb

dikutip dari [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

KutipBuilding a robot that will look humanoid is a very complicated but fascinating experience. The differences between robot and human are that we have feelings and emotions and robots do not. It is currently impossible to build a robot that will have the same feelings and emotions as us, but we can start by building a robot that looks human, one that can read, recognize objects, and interact with the surroundings.

hmmm.. pakar nya aja bilang gitu....
Lagi belajar Objective C / GNUStep / Cocoa API
Kroper for Mac : [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Pi-One

Kutip dari: idiotique_hebb pada Desember 16, 2009, 05:33:07 PM
dikutip dari [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

KutipBuilding a robot that will look humanoid is a very complicated but fascinating experience. The differences between robot and human are that we have feelings and emotions and robots do not. It is currently impossible to build a robot that will have the same feelings and emotions as us, but we can start by building a robot that looks human, one that can read, recognize objects, and interact with the surroundings.

hmmm.. pakar nya aja bilang gitu....
Tentu saja mustahil membuat program ai dengan emosi sesungguhnya. Yang bisa dilakukan hanya 'mengemulasi' emosi itu sendiri...

si anak gajah

tapi, tetap aja bukan seperti manusia seutuhnya kan?

tetapi, kita juga gak boleh terlalu skeptis ya, mungkin aja memang di masa depan bisa terjadi...
sama seperti orang primitif yang bilang manusia tidak akan bisa terbang, tetapi sekarang bisa..
mungkin saja algoritma untuk perasaan bisa dibuat, atau malah perkembangan berikutnya tidak menggunakan algoritma, tetapi metode lain (yang mungkin belum bisa kita bayangkan)
[move]Keep Moving Forward!!![/move]

Mat Dillom

Yang susah membuat perasaan pada robot, kita memerlukan "modul suka", "modul sedih" dan lainnya yang berhubungan dengan perasaan. Kalau pada mahluk hidup, ada kelenjar yang mendorong perasaan timbul.
Mampukah kita menemukan cara yg mirip dengan yg terjadi pada mahluk hidup?. Misalnya kita juga menggunakan cairan atau lainnya.

Pi-One

Padahal salah satu tujuan pembuatan robot justru untuk menggantikan manusia pada beberapa aspek. Misal ada kondisi dimana manusia kehilangan kemampuan obyektitas karena kondisi, robot mestinya tidak perlu mengalami kondisi macam itu.

Mat Dillom

90% otak kita digunakan untuk otomatisasi sistem tubuh dan gerakan loh, hanya 10 % yang digunakan untuk mengolah "data" dan menyimpannya, serta untuk perasaan.

si anak gajah

tapi robot juga bisa menjadi subjektif, tergantung pembuatnya kan?
atau bisa saja terjadi unexpected error, seperti bug...

eh, ngomong-ngomong soal perbedaan robot dan manusia saya ingin menambahkan satu lagi, kehendak bebas...
tapi saya agak ragu soal ini, soalnya kita masih belum mampu menjelaskan konsep ID (dan jangan berdebat dengan saya soal ini, saya masih belum mau ikut-ikutan karena saya juga masih mencoba menilai argumen-argumen yang ada dalam perdebatan tentang hal ini)
kenapa konsep ID ikut dlm hal ini, saya mengambil konsep yang ada dalam beberapa kepercayaan, bahwa ID bisa menentukan jalannya hidup kita (manusia tidak punya kehendak bebas), kalau memang begitu, berarti aspek manusiawi yang belum ada di robot menurut saya hanya emosi dan kesadaran. tetapi bila manusia punya kehendak bebas sepenuhnya (dengan konsep ada ID maupun tidak), maka agar robot seperti manusia perlu kehendak bebas...
[move]Keep Moving Forward!!![/move]

Mat Dillom

Kutip dari: si anak gajah pada Desember 19, 2009, 06:54:02 PM
tapi robot juga bisa menjadi subjektif, tergantung pembuatnya kan?
atau bisa saja terjadi unexpected error, seperti bug...

eh, ngomong-ngomong soal perbedaan robot dan manusia saya ingin menambahkan satu lagi, kehendak bebas...
tapi saya agak ragu soal ini, soalnya kita masih belum mampu menjelaskan konsep ID (dan jangan berdebat dengan saya soal ini, saya masih belum mau ikut-ikutan karena saya juga masih mencoba menilai argumen-argumen yang ada dalam perdebatan tentang hal ini)
kenapa konsep ID ikut dlm hal ini, saya mengambil konsep yang ada dalam beberapa kepercayaan, bahwa ID bisa menentukan jalannya hidup kita (manusia tidak punya kehendak bebas), kalau memang begitu, berarti aspek manusiawi yang belum ada di robot menurut saya hanya emosi dan kesadaran. tetapi bila manusia punya kehendak bebas sepenuhnya (dengan konsep ada ID maupun tidak), maka agar robot seperti manusia perlu kehendak bebas...

Kayaknya banyak pengembang robot sudah memikirkan hal ini. Jika kita berangkat dari teori "motivasi" ada 4 hal yang mendorong kehendak bebas pada manusia, yaitu:

1. Terpenuhinya kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan);
2. Terpenuhinya kebutuhan sosial;
3. Terpenuhinya kebutuhan rasa aman;
4. Terpenuhinya eksistensi diri (Aktualisasi diri).

Nah, dari ke 4 dasar kebutuhan manusia itu, saya sendiri sudah mempertimbangkannya dalam pengembangan robot. Hanya saja untuk menciptakan kehendak bebas, masih sulit. Saya coba secara virtual membuat "kumpulan bola-bola" dalam satu wadah tertutup yang memiliki empat jalan keluar (seperti 4 kebutuhan itu). Bola-bola itu selalu bergerak mencari pintu yang tepat. Dia tidak akan bisa keluar dari wadah kalau pintunya tidak tepat atau saatnya tidak tepat. Tapi jelas saya masih bingung untuk penerapannya pada robot. Bukan soal teknis, tapi penentuan kapan "kehendak" bebas itu beraksi.

excelboy

Kutip dari: Mat Dillom pada Desember 19, 2009, 09:28:17 AM
90% otak kita digunakan untuk otomatisasi sistem tubuh dan gerakan loh, hanya 10 % yang digunakan untuk mengolah "data" dan menyimpannya, serta untuk perasaan.

wow sebuah fakta yang menarik , saya juga sempat memikirkannya dan saya kira manusia memang memiliki kemiripan dengan robot , sama halnya manusia memiliki kemiripan dengan hewan. namun jika kita lihat dari sudt pandang itu , seharusnya anggapan robot ini bisa digeneralisir ke seluruh makhluk termasuk malaikat dan jin.

Kita bisa mengatakan malaikat dan jin itu robot dengan jenis atau tipe yang berbeda , namun jika kita lihat lagi lebih dalam , ada satu aspek atau sesuatu yang membuat kita jauh leboih hebat dari robot. Dengan kalimat singkat , kompetensi kita tak hanya kompetensi robot ,tapi lebih dari itu.

CMIIW