Forum Sains Indonesia

Diskusi Umum => Pseudo-science dan Science-Fiction => Topik dimulai oleh: excelboy pada Juli 25, 2011, 07:21:58 AM

Judul: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: excelboy pada Juli 25, 2011, 07:21:58 AM
OKE GANS LANGSUNG AJA , SETIAP KITA PASTI MEMILIKI SETIDAKNYA SATU KEYAKINAN DALAM HIDUP INI , YAITUYAKIN TERHADAP EKSISTENSI DIRI SENDIRI

TAPI BISAKAH KITA BAYANGKAN , ADA MANUSI YANG HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN , SAMPAI DALAM TINGKAT YANG EKSTRIM ,IA TIDAK YAKIN AKAN EKSISTENSI DIRINYA SENDIRI

MUNGKINKAH ITU GANS  8)???
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: Icha pada Juli 25, 2011, 07:59:20 AM
mungkin aja sih mas bro,pa lagi org yg merasa dirinya benar" terpojok,pesimis,sampe dia ga yakin sama apa yg akan dia utarakan  :kribo:
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: excelboy pada Juli 25, 2011, 10:22:14 AM
mungkin aja sih mas bro,pa lagi org yg merasa dirinya benar" terpojok,pesimis,sampe dia ga yakin sama apa yg akan dia utarakan  :kribo:
ya , tapi adakah yang lebih ekstrim lagi , seperti gak yakin dengan keberadaan dirinya sendiri ?
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: Icha pada Juli 25, 2011, 10:42:06 AM
ada mas bro,soalnya saya pernah ngerasain yg kayak gitu,tapi alhamdulillah udah sadar :)
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: topazo pada Juli 25, 2011, 11:08:19 AM
Ada donk... Pada saat itu, sang manusia hanya merasa seperti seonggok daging yang berkedut... Sampai akhirnya dia berkata "cogito ergo sum"...
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: Icha pada Juli 25, 2011, 11:15:04 AM
Ada donk... Pada saat itu, sang manusia hanya merasa seperti seonggok daging yang berkedut... Sampai akhirnya dia berkata "cogito ergo sum"...
pa itu artinya ka?
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: excelboy pada Juli 25, 2011, 12:16:41 PM
Ada donk... Pada saat itu, sang manusia hanya merasa seperti seonggok daging yang berkedut... Sampai akhirnya dia berkata "cogito ergo sum"...

wah rene descartes dong ?
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: topazo pada Juli 25, 2011, 04:03:50 PM
Cogito ergo sum... Artinya kira2 "aku berpikir maka aku ada"...

Jika aku berpikir, maka aku ada dan eksis. Kenapa aku ada?  karena berpikir adalah sebuah kegiatan, harus ada subjeknya... Jadi kalau ada yang berpikir, maka objeknya ada... Apakah objeknya? Objeknya adalah "Aku"...

Begitu kira2... Dengan kita berpikir tentang hidup saja, itu sudah menandakan bahwa kita eksis di dunia... Yang menjadi pertanyaan besar adalah... "Kenapa kita berpikir? Kenapa kita eksis?"...
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: Muhammad Taufiqi pada Juli 25, 2011, 07:59:42 PM
Kalau manusia agamis bisa saja menganggap semua ini dan dirinya tidak ada, yang ada hanyalah Tuhan.
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: Pi-One pada Juli 26, 2011, 12:23:42 AM
Diri? Tidak ada. Itu hanyalah khayalan. :)

Aku berpikir, maka aku ada.
Tapi bagaimana kita tahu 'aku yang berpikir' benar-benar ada?
'Aku yang berpikir' tak lebih dari buah pikiran itu sendiri.
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: topazo pada Juli 26, 2011, 02:53:04 AM
Kalau ada khayalan, maka siapakah yang menghayal kalau bukan "aku"...
Kalau Boss Pi-One bilang yang berpikir adalah si "buah pikiran", maka "aku" adalah "buah pikiran", dan manusia hanyalah sekelompok "buah pikiran yang sedang berpikir tentang eksistensinya"... Gitu bukan? Karena bagaimanapun juga, kalimat tidak akan sempurna kalau tidak ada si subjek untuk menceritakannya....

(Ini kok lebih tepat di agama dan filosofi ya...)
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: Muhammad Taufiqi pada Juli 26, 2011, 02:57:47 AM
Ada yang mirip dengan pembahasan ini ya, Topiknya kalau g salah Materi Nyata atau Tidak
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: excelboy pada Juli 26, 2011, 08:37:37 AM
kayaknya mengerikan ya kalo kita BENER-BENER GA YAKIN DENGAN EKSISTENSI ... :-\
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: isaactaruma23 pada Juli 26, 2011, 09:28:01 AM
ada gan! gua pernah tuh ngerasainnya.. waktu itu sempet dapet kegagalan yang parah banget sampe" lupa ngapa"in! lupa makan lupa tidur lupa semuanya bahkan kakak gue nyebut kalo gua napas aja lupa haha

kerjaan gua cumen duduk bengong terus mikir 'enak kali ya kalo jadi ikan hias, kerjaan cuma renang" di akuarium ga perlu mikir tentang ini-itu' haha pokoknya parah kalo malem itu tidur jam 1-4 jam doang dan itu isinya mimpi buruk mulu dan itu gue bener" bingung!
gua hidup apa kaga isinya bingung banget gan ini yang terjadi apa beneran apa gimana.. ini semua khayalan gua ato gimana.. gua bingung gua masih hidup ato kaga, kalo hidup kok hal" kaya gini bisa terjadi ke gue.. pokoknya isinya bingung parah banget gan sampe kepikiran bunuh diri sik haha

sori curhat cumen gue percaya aja sik dan itu ada di siklus hidup manusia :)
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: MonDay pada Juli 26, 2011, 11:19:32 AM
Jika diri hanya khayalan lalu yang mana kenyataan?
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: topazo pada Juli 26, 2011, 11:33:53 AM
semuanya nyata kok boss, mau itu kenyataan, mau itu khayalan, semuanya nyata....
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: Pi-One pada Juli 26, 2011, 12:45:50 PM
Jika diri hanya khayalan lalu yang mana kenyataan?
Fakta bahwa yang kita anggap kenyataan adalah tidak nyata, itulah kenyataan. :)
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: topazo pada Juli 26, 2011, 09:03:20 PM
Kayaknya pandangan saya sama Boss Pi-One berkebalikan hehehehe...
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 26, 2011, 10:14:12 PM
Cogito ergo sum,  aku berpikir maka aku ada ............kayaknya sudah basi dan harus ditinggalkan.   Itu sejak awal,  pada abad-17 juga,  sudah ditentang keras oleh Blaise Pascal.

Kalo saya,  pake  :  Aku merasa,  maka aku ada.   
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: topazo pada Juli 27, 2011, 09:11:44 PM
Ngomong2 saya gak ngerti tentang penentangan cogito ergo sum... Bisa tolong dijelaskan gak...
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 28, 2011, 04:03:21 AM
Garis besarnya,  dengan cogito ergo sumnya,  Descartes mendobrak pemikiran kolot di zamannya,  dimana orang memandang suatu kebenaran itu semata-mata dari kitab suci,  dan peran akal dikesampingkan,  sehingga alam pemikiran tidak berkembang.   Descartes menyerukan agar manusia menggunakan akalnya,  karena akal itulah yang menentukan masa depan kehidupan manusia.  Boleh dikatakan,  rasionalisme yang dikembangkan Descartes adalah rasionalisme yang memberi bobot berlebih-lebihan terhadap akal.

Tidak lama setelah Descartes meninggal,  muncul Blaise Pascal dengan pemikirannya,  bahwa dengan menggunakan akal saja,  manusia tidak mungkin dapat memecahkan masalah2 kehidupan kemanusiaan.   Bagi Pascal,  hati / budi nurani manusia lebih penting.

 "  Le couer a ses raison ne connait point (Hati mempunyai alasan-alasan yang tidak dimengerti oleh rasio) adalah ungkapan Pascal yang sangat terkenal.[1] Dengan pernyataan ini Pascal tidak bermaksud menunjukkan bahwa rasio dan hati itu bertentangan.[1] Hanya saja menurut Pascal, rasio atau akal manusia tidak akan sanggup untuk memahami semua hal.[2] Baginya "hati" (Le couer) manusia adalah jauh lebih penting.[2] "

http://id.wikipedia.org/wiki/Blaise_Pascal
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: MonDay pada Juli 28, 2011, 07:51:42 AM
semuanya nyata kok boss, mau itu kenyataan, mau itu khayalan, semuanya nyata....
jika semua kenyataan yang mana disebut khayalan?

Fakta bahwa yang kita anggap kenyataan adalah tidak nyata, itulah kenyataan. :)
kosong itu ada ada itu kosong, gitu ya :)

Kayaknya pandangan saya sama Boss Pi-One berkebalikan hehehehe...
pemahaman topazo dan pi berbanding terbalik, lalu yang mana benar?
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: topazo pada Juli 28, 2011, 08:26:37 AM
@semut-ireng: Menurut saya, hati adalah bagian dari akal... Akal bukan hanya rasio, bukan hanya logika, tapi juga naluri dan kebenaran sejati. "Hati kecil" adalah sejenis software di dalam otak yang bisa mengambil alih rasio dan logika... Jadi cogito ergo sum masih berlaku bagi saya...
@Monday: Gak ada yang salah, sama seperti "gelas setengah isi atau setengah kosong"...

Dalam pandangan saya... Pada saat kita bermimpi, kita tidak tahu kita lagi bermimpi, maka mimpi itu adalah nyata... Kegembiraan yang nyata, ketakutan yang nyata, gairah yang nyata... Lalu kita terbangun... Itu juga kenyataan, kehidupan yang nyata... Lalu kita mati di dunia ini... Itu juga kenyataan (kenyataan bagi sanak famili kita), karena otomatis kita tidak bisa merasakan "kenyataan" di dunia ini... Bagi orang yang percaya pada kehidupan sesudah kematian, maka kita memulai lagi "kenyataan" di kehidupan itu... Bagi orang yang bilang bahwa setelah kita mati maka kita benar2 "mati", berarti kenyataan tentang eksistensi diri kita dibagi2 ke sanak famili dan sahabat...

Kalau menurut Pi-One, semua itu khayalan, baik mimpi, kehidupan nyata, hidup, mati, bahkan "aku" pun tidak ada, semuanya adalah semu...

(tuh kan, semakin ke filosofi dan agama...)
Judul: Re: HIDUP TANPA KEYAKINAN , BENAR-BENAR TANPA KEYAKINAN
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juli 28, 2011, 09:17:53 PM
Boss Topazo,  gak salah kok anda bilang cogito ergo sum masih berlaku,  asal jangan berlebih-lebihan saja.   Apa yang diserukan oleh Pascal pada abad-17,  sudah diajarkan oleh Imam al-Ghazali pada abad-11,  pada penjelasannya tentang ' dzauq '  atau cita rasa batiniah.   Boleh dibilang bahwa pandangan Pascal mirip dengan ajaran al-Ghazali :  hati / budi nurani diibaratkan sebagai Raja,  akal diibaratkan sebagai Wasir / Perdana Menteri.

Dan kita,  bangsa Indonesia,  juga punya ajaran seperti itu  :  keseimbangan Cipta-Rasa-dan Karsa...................