Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 09, 2022, 05:06:28 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,760
  • Latest: Hormide
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 71
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 41
Total: 41

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Kematian dan hubungannya dengan teori Ruang dan waktu

Dimulai oleh einsten_indonesia, Oktober 11, 2010, 08:20:04 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

reborn

topik dipindah ke pseudo n sci-fi deh, karena sepertinya TS tidak mau membahas dari agama dan filosofi. Walau terus terang gw ngga ngerti maksudnya apaan.

fadjaryuli

benar juga kalaudipake logika.......saat kita bermimpi kita bisa dimanapun walau jaraknyaajauh sekali....bahkan di dimensi dunia lain....wkwkwkwkwk

khenstein

buat yang lain jangan salah kan TS nya akrena kalian semua mungkin blom mengerti tentang fisika kuantum, sebenarnya benar kata TS ini bahwa kita akan kedimensi waktu yang tidak ada, dimensi tak ber waktu... maka nya buat kalian yang berkomentar pedas baca dlu buku nya jack sarfatti, jhon A, mheeler. feyman. dan perdalami konsep relativitas khusus dan umum. kalo ada yang kurang mengerti tanya aja langsung ke saya, mungkin saya akan menjawab semampu saya, tapi yang jadi masalah adalah apakah anda siap jika logika agung kalian hancur semua, bukan pembuat TS yang ngawur dan bukan saya yang Gila, tapi kalian yang blom siap dengan fisika kuantum
hampa itu isi dan isi itu hampa

topazo

Boss khenstein, justru kadang2 profesor2 fisika kuantum dan relativitas dibilang gila loh sama ilmuwan lain... Heheheheh...
Padahal fisika jenis inilah yang mungkin nanti bakal menyatukan antara jiwa dan raga, agama dan sains...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

khenstein

iya banget, saya mengerti yang anda maksud karena dikampus saya aja sudah dikatakan orang gila.. karena kerangka acuan teman2 saya masih waktu dan logika dimensi ini... masalah waktu kekinian yang semu aja yang mudah gak percaya,.... ada saya posting di fisika bisa [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
hampa itu isi dan isi itu hampa

khenstein

agama dan sains emank gak didikotomikan kok di fisika kuantum??? karena fenomena2tidak logis dan menakjubkan yang dikisah kan di agama itu bisa dimengerti oleh fisika kuantum, tentang epik kedewaan dan kemaha kuasaan tuhan... jiwa yang dimaksud adalah lebih mengacu pada kesadaran, karena nanti nya fisika kuantum akan mengakui bahwa kesadaran kita mempengaruhi alam semsta.... tidak ada pengamat yang ada aadlah "partisipan"
hampa itu isi dan isi itu hampa

Monox D. I-Fly

Kutip dari: BadutBingung pada Desember 30, 2010, 01:37:27 AM
gw pernah baca jg ada experimen yang melakukan penimbangan massa dari yang di katakan "roh".
org yang hidup di timbang, etelah meninggal maka berat ny akan berkurang.
apa yang kalian saan membaca experimen ini??

Saya juga pernah baca, dan katanya sih berat badan yang berkurang itu karena setelah mati, kotoran-kotoran dalam tubuh keluar dalam sendirinya (seperti yang terlihat pada sapi yang disembelih buat qurban, setelah mati kotorannya pada keluar sendiri).
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.