Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 30, 2022, 10:58:24 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 91
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 67
Total: 67

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Makhluk Hidup dalam Legenda dan Mitos

Dimulai oleh alfauz, Maret 04, 2008, 06:52:24 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Pi-One

Kirin mungkin bisa dikatakan sebagai 'kuda naga', konon hewan ini pernah muncul pada masa Konfusius. Tapi kisah lengkapnya udah lupa...

genjer-genjer

Kutip dari: syx pada Oktober 14, 2009, 05:32:07 PM
bahasa aslinya qilin... mungkin kirin itu ucapan penyesuaian dalam bahasa jepang. maklum mereka ga kenal huruf l dan biasa diganti menjadi r. dari bentuknya sepertinya hewan ini kombinasi dari naga pada bagian kepala, rusa pada bagian tubuh dan tungkai, dan ular (ato ikan) pada sisiknya.

kalo di india ada yang disebut yali, bentuknya kombinasi gajah, singa, dan ular. kabarnya hewan ini jauh lebih kuat dari gajah.

Hoo kombinasi yah??
[move]
Cogito ergo sum
[/move]

raisuien

#62
Suatu kali sebuah jaringan televisi mengangkat laporan tentang pelintas batas gelap Meksiko-Amerika Serikat. Betapa para imigran gelap diancam bukan saja oleh polisi AS, melainkan juga oleh makhluk "mitos" chupacabra.

Mereka yang diturunkan di Gurun Sonora, di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat—yang luasnya sekitar 300.000 kilometer persegi serta dikenal tandus dan sangat panas itu—akhirnya meninggal dengan dua lubang di leher mereka. Sang anak tetap hidup karena bersembunyi di sebuah lubang pohon.

Korban diduga dibunuh hewan chupacabra. Hewan itu telah melegenda di sejumlah negara. Dari Puerto Riko di Amerika Selatan hingga Texas, dan Amerika Serikat. Sejumlah pemberitaan menyebut, chupacabra juga ada di Filipina.

Sosok chupacabra identik dengan kasus-kasus kematian ternak atau imigran gelap, dengan luka gigitan pada leher; darah korban habis diisap.

Istilah "chupacabra" berasal dari bahasa Spanyol, "chupar" berarti mengisap dan "cabra" berarti kambing, karena sebagian besar ternak korban adalah kambing. Dalam bahasa inggris, artinya goat sucker.

Pertama kali istilah chupacabra atau El Chupacabra (bahasa Spanyol) dipakai pada dua harian di Puerto Riko, tahun 1992. Keduanya melaporkan kasus kematian massal ternak, mulai dari burung, kuda, dan yang terbanyak: kambing.

Setelah itu kasus sejenis banyak dilaporkan terjadi di Republik Dominika, Argentina, Bolivia, Cile, Kolombia, Peru, Brasil, dan AS. Sejak itu chupacabra tetap misterius: dibicarakan banyak komunitas, tetapi tak ada satu kesimpulan pun.

Bukan menjadi jelas, sosok misterius itu justru menjadi sasaran mode kalangan urban. Kaus dan topi bisbol bergambar rekaan chupacabra laris manis di kalangan komunitas hispanik dan Amerika.

Sosoknya disebut mirip coyote, rubah berambut lebat, tetapi ada juga yang menyebutnya seperti kanguru karena, katanya, bisa melompat tinggi.

Sejumlah seniman menggambarkan sosok chupacabra mirip gargoyle, makhluk bersayap dengan wajah menyeringai dengan gigi tajam siap menerkam.

Faktanya, setidaknya ada tiga "sosok" gambaran chupacabra. Pertama dan yang umum: sosoknya berkulit keras hijau keabu-abuan dengan kaki belakang lebih panjang dari sepasang kaki depan. Bertaring besar dengan moncong seperti anjing. Bisa berdiri dan melompat seperti kanguru dan berbau belerang. Yang kedua, mirip dengan gambaran pertama, tetapi rambut kepalanya sedikit. Ketiga, sosoknya bak anjing liar, kepala sedikit berambut, soal rambut, tanpa gigi taring besar atau cakar.

Perjumpaan di Texas

Pada September 2009 CNN menurunkan laporan temuan bangkai binatang menyerupai coyote, milik seorang pemilik sekolah pembuat binatang awetan Blanco, di Texas. Si pemilik yang bernama Jerry Ayer mengaku mendapat hewan seberat 60 kilogram itu dari bekas muridnya, Lynn Butler. Hewan itu mati setelah memakan racun tikus di gudang.

Hewan itu bermoncong seperti anjing, berkulit keras tanpa bulu dengan kurap parah pada tubuhnya. Menurut Lynn, seperti dikutip [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.], sejumlah ahli yang meneliti menduga itu adalah chupacabra.

Telepon Jerry terus berbunyi menanyakan hewan itu. Sebagian besar menduga itu chupacabra. "Saya tidak tahu apa ini... saya tak tahu kalau saya punya binatang aneh," kata Jerry yang kewalahan dengan berbagai permintaan wawancara.

Segera saja media lokal, nasional, bahkan internasional, mengutip apa yang ia sebut sebagai "coyote cacat genetik" itu. Jerry sendiri tidak percaya akan adanya chupacabra.

Universitas Texas A&M telah mengambil contoh jaringan dari tubuh hewan itu untuk mengidentifikasi. Begitu pula sejumlah universitas lain.

Sebelumnya, CNN menayangkan video berdurasi 1 menit 36 detik yang direkam dari perangkat video mobil Deputi Sherif Dewitt County, Texas, yang dikemudikan Brandon Riedel, 8 Agustus 2008.

Pada rekaman itu tampak sosok menyerupai anjing berwarna hitam, bermoncong, dengan kuping berdiri, lari di jalanan berkerikil. Dua kaki belakangnya sedikit lebih panjang dari sepasang kaki depan.

Sejumlah pihak menduga binatang itu sama spesiesnya dengan coyote—termasuk atasan Brandon, Sherif Jode Zavesky.

Perjumpaan itu bukanlah yang pertama di Cureo, Texas. Pada tahun 2007 seorang pengusaha peternakan menemukan hewan mati yang ia duga chupacabra. Hasil tes DNA-nya menunjukkan, DNA-nya mirip coyote, tetapi tidak identik.

Pekerjaan rumah

Di tengah keyakinan keberadaan chupacabra, banyak yang menganggapnya sebagai mitos. Chupacabra disejajarkan dengan legenda manusia tinggi besar Yeti, "Big Foot", atau Nessie—monster Danau Loch Ness, Skotlandia.

Sejumlah kesaksian perjumpaan langsung atau rekaman video dinilai belum cukup. Nada minor menyebut chupacabra khayalan atau imajinasi, atau bentuk dari "histeria massa".

Seorang ahli patologi di Universitas UNAN, Leon, di Nikaragua menyimpulkan, hewan itu hanya seekor anjing dengan wujud "tak biasa". Penampilannya mencolok dengan morfologi (bentuk) amat berbeda dengan keturunan anjing liar biasa. Disebutkan, chupacabra memiliki karakteristik yang amat aneh.

Sebagian laporan mengklaim bahwa mata merah chupacabra mampu menghipnotis dan melumpuhkan korbannya—binatang yang menjadi mangsanya tersihir—sehingga diam saja ketika diisap darahnya. Agak berbeda dengan para pemangsa lainnya, chupacabra mengisap habis darah korbannya atau organ dalam mereka.

Di kalangan penduduk asli hutan hujan tropis Amerika Selatan berkembang kisah mistis "manusia nyamuk". "Manusia nyamuk" ini mengisap darah hewan-hewan dengan hidung panjangnya.

Sejumlah orang yakin, chupacabra sebenarnya sama dengan "manusia nyamuk". Yang pasti, chupacabra masih menjadi "pekerjaan rumah" bagi para ilmuwan.

syx

ini artikel lama... udah pernah baca di kompas beberapa minggu yang lalu. sepertinya lebih ke arah untuk menakut-nakuti imigran gelap.

syx

kabarnya ent itu udah punah ya? apa bener? gimana cara reproduksi mereka? apa sama dengan pohon biasa?

syx


ini foto bangkai rakun gundul yang seringkali disebut chupacabra...
lebih lanjut di: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Hendy wijaya, MD

Oya bung, kalaupun binatang2 mitos itu sebenarnya pernah ada dan sekarang punah akibat berbagai macam sebab, kok kita tidak pernah melihat bangkai/fosilnya?sedangkan dinosaurus yang umurnya jauh lebih tua aja ada fosilnya..kemana semua binatang mitos itu?oh ya ada ulasan ttg monster danau lochness ga?tertarik nih..
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

syx

infonya simpang siur antara pro dan kontra... yang bilang bo'ong menyatakan itu cuma batang kayu terapung, niat menyebarkan berita gitu untuk mendongkrak wisata ke sana. pernah dicoba sonografi juga kalo ga salah.




raisuien

Misteri Foto Monster "NESSIE" Akhirnya Terungkap

Seorang ahli bedah dari Inggris, Robert Kenneth Wilson, mengklaim telah memfoto "Monster Loch Ness" seperti tampak pada foto di atas yang dikenal juga sebagai "Nessie" yaitu konon mahluk yang hidup bersembunyi di kedalaman air danau "Loch Ness". Lokasi danau "Loch Ness" ini berada di wilayah Utara Skotlandia, Inggris.

Menurut penuturan Wilson, pada tanggal 19 April 1934 ketika ia sedang mengendarai mobil mengelilingi danau, ia menyaksikan sesuatu obyek yang bergerak di permukaan air danau. Ia menghentikan mobilnya dan segera memfotonya. Hasil fotonya menampakkan gambar leher panjang mirip leher seekor ular naga yang muncul di permukaan air danau

Foto yang dikenal dengan julukan "The Surgeon's Foto" (surgeon = ahli bedah) ini, selama 60 tahun telah membuat penasaran masyarakat dunia sampai akhirnya pada tahun 1994 terungkap bahwa foto "Monster Loch Ness" yang telah melegenda ini adalah palsu ! Ternyata foto itu adalah foto mainan kapal selam yang di atasnya ditempel mainan ular naga laut (bentuk leher memanjang).

Dan ternyata pula, bukan Wilson yang membuat dan memfoto mainan tersebut. Adalah seorang yang bernama Christian Spurling yang membuat mainan itu. Pengakuan ini dungkapkan oleh Spurling (berumur 90 tahun) menjelang kematiannya.

Spurling menjelaskan lebih lanjut, bahwa ia telah dilibatkan oleh seorang kolektor mainan bernama Marmaduke Wetherell (ayah tirinya), dan kemudian melibatkan Wilson, Asal mulanya, Wetherell, ayah tirinya itu, ingin membalas dendam terhadap orang-orang yang telah mengejeknya atas klaimnya telah menemukan jejak "Nessie" di samping danau (jejak ini ternyata adalah jejak buatan dari kaki kuda nil yang dikeringkan).

Kemudian Wetherell menghubungi Spurling dan memintanya untuk membuatkan mainan kapal selam yang di atasnya ditempel mainan ular naga. Model mainan ini kemudian difoto di permukaan air danau "Loch Ness" dan hasil fotonya diserahkan kepada Wilson yang bertugas sebagai penyebar foto bohongan ini agar bisa dipercaya oleh masyarakat luas.

Kisah tentang Nessie diawali oleh sebuah deskripsi dalam naskah kuno dari abad ke-7. Dalam sebuah catatan tentang rohaniawan Kristen berjudul "Life of St Columba" tulisan Adamnan, ada satu penjelasan mengenai sesosok monster di Danau Loch Ness.

Disebutkan pada tahun 565, rohaniawan St Columba menolong orang-orang Suku Pict (penduduk Skotlandia Kuno) yang tiba-tiba diserang makhluk air raksasa saat berlayar di danau "Loch Ness". Dengan merapal doa dari daratan, St Columba berhasil mengusir monster tersebut.

Sejak itu, tak ada penjelasan lagi soal Nessie, tetapi ia tetap dibicarakan hingga penghujung tahun 1800-an. Lalu di tahun 1930-an, isu kemunculan Nessie kembali ramai diberitakan. Hal ini sehubungan dibukanya jalan raya di sekitar danau yang memudahkan turis dan petualang melintasi area danau yang memiliki panorama indah itu.

Sejak itu beberapa orang mengklaim telah melihat penampakan "Monster Loch Ness".

Hendy wijaya, MD

yaaahh..sayang cuma hasil karangan dan dongeng..bukan lagi misteri donk..
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

syx

kalo nessie itu semacam plesiosaurus emang ga bakal ada orang yang jadi korban? plesiosaurus kan termasuk karnivora ganas di laut...

MonDay

#71
burung phoenix terbungkus api, hanya satu dan abadi *dilihat dr harry potter*
konon cendrawasih dan merak itu turunannya

nandaz

...itu bukannya burung asal Mesir, orang mesir yang memberi nama Phoenix sebagai dewa matahari(Dewa Ra) yang paling agung. dia hidup sampai ribuan tahun lalu membakar diri dan terlahir kembali.  kalo garuda masuk turunannya ngga sih?
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl

Monox D. I-Fly

^
Kayaknya enggak deh...

O iya, aq pernah denger kl Phoenix sama Suzaku itu beda, padahal sama2 burung api. Emg bedanya dimana?
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Fhydha_099


KEBERADAAN monster Loch Ness atau Nessie masih misterius. Sesuai artinya, Nessie atau Niseag dalam bahasa Skotlandia adalah monster danau misterius dan belum teridentifikasi. Polisi senior Kepala Polisi Kota Administratif Inverness-Skotlandia, Williaw Fraser mengklaim tidak meragukan keberadaan monster itu. Klaim itu pernah disampaikan melalui surat kepada Wakil Menteri Luar Negeri Skotlandia 70 tahun lalu.

Pada surat yang ditemukan baru-baru ini di Arsip Nasional Skotlandia, menyebutkan sejumlah penampakan besar-besaran dari monster berleher panjang seperti Plesiosaurus, dinosaurus reptil berleher panjang ini sekitar tahun 1930. Dalam suratnya itu, Fraser mengatakan,"Ada makhluk aneh di Loch Ness, keberadaannya tidak diragukan lagi. Tetapi, kekuatan polisi yang ada tidak memungkinkan untuk melindungi makhluk itu." Sehingga petugas berwenang Skotlandia saat itu menerjunkan tim untuk menelusuri kebenaran keberadaan monster berleher panjang di sebuah danau yang juga bernama Loch Ness.

Sejak itu, artikel-artikel di media, foto-foto, dan tulisan lain bermunculan yang menceritakan tentang keberadaan Nessie. Banyak pula pemburu yang berduyun-duyun menuju danau untuk melihat, menangkap, hingga membunuhnya, seperti sepasang warga London, Peter Kent dan Marion Stirling. Kent telah mengaku kepada polisi bahwa dia menyiapkan senjata tombak khusus untuk memburu Nessie. Dia juga sudah menyiapkan 20 orang berpengalaman untuk memburu hingga ke dasar danau.Spekulasi keberadaan Nessie yang diangkat ke Parlemen tahun 1933, saat itu menginginkan agar diadakan penelitian ilmiah untuk mencari tahu keberadaan monster misterius itu.

Foto yang dibuat oleh Dr. Robert Kenneth Wilson pada 19 April 1934 menampakkan sosok nessie secara jelas sedang menyembul dari permukaan air dengan menampakkan kepala dan lehernya yang panjang. Dari foto itu, berkembanglah berbagai dugaan tentang apa sebenarnya Nessie ini. Namun, ada juga yang meragukan apakah Nessie benar-benar ada, antara lain, Alastair Boyd dan temannya David Martin. Setelah diselidiki, foto itu ternyata dibuat oleh Duke Wetherell dan putranya Ian. Monster itu pun palsu, dibuat oleh putra tiri Duke yang bernama Spurling. Foto nessie palsu itu diserahkan Duke pada temannya, Chambers. Duke meminta Chambers membujuk Dr. Wilson agar menjualnya ke koran Daily Mail atas nama Dr. Wilson. Duke Wetherell sengaja memasukkan foto nessie itu untuk membalas dendam pada perusahaan koran Daily Mail. Koran Daily Mail telah menulis berita yang membuat Duke Wetherell malu. Pada tahun 1994, Martin berhasil menemui Spurling. Martin mengorek keterangan dan mendengar pengakuan Spurling tentang foto itu. Saat ditemui Martin, Spurling sudah berumur 93 tahun dan dia merasa bersalah telah membohongi banyak orang.

Meskipun Petugas dari Arsip Nasional yang membacakan surat ini mengatakan, pada akhirnya kisah Loch Ness ini hanya menjadi bunga-bunga dongeng hiburan saja. Namun, pada 31 Mei 2007, Gordon Holmes mengaku berhasil merekam monster Loch Ness.***


[/sup]