Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 14, 2022, 07:22:16 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 39
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 23
Total: 23

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Telepati dan Teleportasi

Dimulai oleh Articvotra, September 18, 2010, 04:52:54 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Articvotra

Sebagai rumusan dasar dalam ilmu sains, rumusan Newton, F=m.a, memberikan pengaruh dan kegunaan yang cukup besar. Kehadiran rumusan hukum kekekalan energi dan momentum, misalnya, tidak lain dikembangkan dari rumus dasar Newton.Berdasarkan rumusan Newton pula maka berkembang ilmu optika klasik, mekanika, dan mesin-mesin. Buah dari karya besar Newton itu antara lain termanifestasi dalam peradaban mesin-mesin industri. Sir Issac Newton dapat diakui sebagai ilmuwan besar abad 17 hingga abad 20.

Akan tetapi, dengan berawal dari ketidakpuasan para ilmuwan terhadap rumusan Newton untuk menjelaskan dinamika elektron-struktur atomik-maka berkembanglah teori baru. Berawal dari tesis Albert Einstein melalui rumusan E= mc2, lebih lanjut menjadi arahan bagi para ilmuwan untuk dapat memodelkan dinamika elektron dengan lebih tepat. Dari rumusan Einstein, ternyata terbukti bahwa rumusan Newton pada dasarnya merupakan pendekatan dari rumusan E=mc2. Hal ini terjadi karena dinamika gerak partikel masif adalah << (baca: jauh lebih kecil dari) kecepatan cahaya, c. Dengan kata lain, rumusan F=m.a adalah pendekatan dari E=mc2. Namun, kehadiran rumusan Einstein tidak secara otomatis meniadakan hukum-hukum yang dikembangkan berdasarkan Newton.

Seiring dengan pembuktian Einstein dan kawan-kawan dalam bidang fisika ini, maka berkembanglah cabang ilmu Fisika Kuantum. Dari namanya kuantum diambil dari kuanta-energi yang dipancarkan oleh loncatan elektron. Lebih lanjut, Scrodinger berhasil memberikan rumusan peluang elektron untuk dapat melakukan terobosan pada suatu dinding penghalang. Lebih lanjut, kuantum ini dimodelkan melalui sumur-sumur kuantum. Pada sumur itu digambarkan elektron yang hendak menembus dinding sumur pembatas dengan probabilitas tertentu.

Telepati dan teleportasi

Jika 14 abad yang lalu umat Islam meyakini peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad, maka teori kuantum memberikan arahan yang berarti untuk menjelaskan fenomena aneh itu. Bahkan untuk fenomena telepati, sihir, pengobatan jarak jauh, dan teleportasi.

Meditasi Anand Krisna, misalnya, jika kita perhatikan tidak lain mengikuti konsep kuantum. Dengan melakukan penenangan batin serta diikuti ritme goyangan tubuh berirama, seseorang akan mengalami "kepuasan" tertentu. Teknik ini juga sering dilakukan pada penyembuhan alternatif dengan menggunakan energi prana, chi. Jika kita melihat sebentar pada pondok-pondok salaf, kita perhatikan para santri yang berzikir sambil goyang kepala. Juga dikisahkan, para waliullah dan kiai dapat terbang dengan kecepatan kilat.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Di manakah kuantum itu terjadi? Teori kuantum menjelaskan fenomena loncatan elektron (kuanta-kuanta energi) suatu partikel yang mengalami eksitasi, yang diakibatkan oleh pengaruh getaran, pemanasan, atau pemancaran. Efek fotolistrik dan Compton menjelaskan hal ini. Pada kasus logam yang dipanasi, ia dapat memancarkan elektron. Logam yang disinari, terjadi kuantum. Hal ini menyebabkan perubahan struktur atomik suatu partikel tertentu. Perubahan itu melibatkan pemindahan elektron yang sekaligus memancarkan energi foton. Pendek kata, fenomena di atas terjadi karena transfer energi elektromagnetik.

Richard Feyman, ilmuwan Amerika Serikat yang berhasil memenangkan Nobel Fisika atas temuannya, membuktikan bahwa suatu partikel masih dapat dipindahkan menembus batas dinding partikel tanpa mengalami kerusakan. Pada kesempatan yang lain, Dr Ivan Geiver (pemenang Nobel Fisika) dari Amerika juga semakin menguatkan khazanah ilmu kuantum ini.

Temuan Feyman dan Geiver ini memberikan pengertian kepada kita bahwa teleportasi-perpindahan fisik seseorang yang menembus ruang pembatas-adalah rasional. Begitu pula dengan Isra' Mi'raj. Jika seseorang sudah dapat melakukan suatu perlakuan khusus terhadap dirinya sampai batas energi ambang, maka orang tersebut memungkinkan mengalami derajat emanasi, eksitasi, atau kuantum. Sama persis dengan energi ambang yang dibutuhkan suatu logam untuk dapat melakukan kuantum.

Manifestasi dari kuantum ini adalah memungkinkan seseorang ini mengirimkan sinyal jarak jauh, sinyal yang berupa medan elektromagnetik. Jika dapat mengubah partikel diri seolah menjadi susunan-susunan elektron yang tereksitasi, maka terjadilah loncatan secepat cahaya. Maka, tukar informasi-telepati-terjadi. Lihat juga peristiwa kirim energi melalui televisi pada acara mingguan Dedy Corbuzier. Jika kejadian ini sampai melibatkan pemindahan fisik tubuhnya, maka orang ini mencapai derajat teleportasi.

Dari sudut pandang teori kuantum ini maka jelaslah bahwa tabir Isra' Mi'raj, telepati, teleportasi; sudah mendapatkan penjelasan fisik. Artinya, sebagian besar orang yang tidak mengakui fenomena ini-karena alasan tidak ada bukti fisiknya-dewasa ini sudah terbantahkan. Hal yang dulu dianggap metafisika dan gaib, berdasarkan teori kuantum telah mendapatkan pembenaran fisik. Senada dengan teori kuantum, maka teknik goyang ritmis berirama pada ritual meditasi, zikir, serta pengobatan alternatif.

Teknik goyangan tubuh berirama pada dasarnya merupakan cara untuk memicu eksitasi eletron tubuh kita agar dapat memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Jika teknik goyangan ini cukup kuat dan kontinu sampai derajad energi ambang terlampui.

Dari sudut pandang ilmiah, maka kita semakin meyakini bahwa ilmu-ilmu fisik (fisika) dewasa ini sudah menyatu dengan dimensi gaib dan spiritualitas. Jika kita sempat membaca tulisan Frictof Capra pada bukunya Titik Balik Peradaban, terang sudah bahwasanya khazanah ilmu barat dan timur dewasa ini sudah dalam tahap penyatuan. Khazanah barat yang unggul dalam riset, eksperimentasi, dan rasionalitas; serta timur yang lebih dominan dalam aspek spiritualitas.

Oleh karena itu, era pasca-Einstein telah menjadi pembuka tabir penyatuan paradigma timur dan barat. Dan, kuantum adalah laksana jembatan antara peradaban timur dan barat. Kuantum yang secara empiris ditemukan pada abad 20, maka di dunia timur sudah mengakar cukup kuat sejak peradaban Cina Kuno dan India Kuno, 25 abad yang lalu. Dunia timur mengenal hukum paradoks lebih awal. Kita tahu, salah satu hukum dalam teori kuantum adalah hukum paradoks.
Dalam penciptaan langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.

Articvotra

Ane termasuk orang yang menjunjung tinggi sains dan supranatural secara bersamaan.

menurut ane ghaib itu dapat dibagi dalam dua bentuk, yaitu ghaib mutlak dan ghaib relatif.

Dalam peristiwa ghaib mutlak, Allah SWT tidak memberikan petunjuk sedikitpun yang membimbing manusia atau tanda-tanda yang menunjukinya. Misalnya seperti jodoh, keturunan, usia atau ajal, dan hakikat Tuhan.

dalam ghaib relatif sangat ditentukan dengan pengetahuan seseorang. suatu peristiwa dapat dianggap ghaib oleh seseorang, namun belum tentu bagi orang lain. sesuatu yang menurut kita tidak ghaib, karena kita mengetahuinya terlebih dahulu, bisa jadi adalah peristiwa ghaib bagi orang lain. pada perkara2 yang dimaksud ghaib relatif, Allah SWT memberikan tanda-tanda tertentu sebagai petunjuk manusia.

maka ane mencoba untuk melakukan analisa sesuai dengan kemampuan akal. dan tentu saja dengan tetap membatasi diri pada hal-hal yang ditunjukan Allah SWT pada Al-Quran. selebihnya tidak. bahkan analisa yang nantinya didapatkan pun paling cuma sebatas hipotesa. boleh dipercaya jika memberikan manfaat dan segera ditinggalkan apabila hanya menjadikan kebingungan.

apakah ada kemungkinan manusia mampu bergerak setara dengan kecepatan cahaya?

ada seorang manusia yg pernah bergerak dengan kecepatan itu.
Allah SWT memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad s.a.w. dalam perjalanan Isra' Mi'raj berupa perjalanan yang sangat jauh tapi dapat ditempuh dengan waktu yang relative pendek. Dicapai dengan kecepatan yang sangat cepat, bahkan bisa jadi lebih cepat berlipat-lipat dari kecepatan cahaya.

Allah Swt berfirman di dalam Alquran Surah Al-Israa' ayat 1: "Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah Saw sendiri, tapi merupakan kehendak Allah Swt. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril as (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah Saw dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu

Selain Jibril as dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.

Nabi Muhammad s.a.w. adalah manusia pilihan Allah SWT yang telah diperlihatkan keadaan surga dan neraka pada peristiwa itu. Jika Nabi s.a.w. mengalami peristiwa luar biasa itu,
apakah kita manusia biasa memungkinkan untuk itu? Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi. Badan kita mungkin akan terserai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.

Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh kita diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi ? Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Mega Electron Volt) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi(badan kita) bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. secara umum alam terbentuk atas materi dan energi. bisa dikatakan materi adalah bentuk energi yang termampatkan. sebagaimana konsep kesetaraan massa dan energi yang dirumuskan oleh Einstein, bahwa materi dalam kondisi tertentu dapat berubah menjadi energi, dan sebaliknya energi dapat berubah menjadi materi. setiap objek berwujud yang ada dalam alam semesta ini, pada dasarnya tersusun atas materi2 submikroskopik yang kita kenal dengan istilah atom, proton dan neutron serta dikelilingi elektron.

nah! pasangan materi adalah anti materi. materi adalah objek bermassa positif sedangkan antimateri atau antipartikel adalah objek bermassa negatif. materi dan energi bukan berpasangan, walaupun keduanya bisa saling menjelma. materi jika bertemu dengan antimateri dalam kondisi tertentu akan menjelma menjadi foton (annihilasi). foton tidak memiliki massa namun memiliki energi dan momentum.

annihilasi terjadi ketika massa antimateri menghapus massa materi, sehingga keduanya lenyap dan menjelma menjadi 2 foton gamma dengan massa yang bernilai nol.

Nah, kalau dihitung jarak Bumi – Bulan sekitar 450.000 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 detik dalam ukuran waktu kita di bumi.


Sesampainya di Bulan tubuh kita kembali menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kwantum atau ilmu pindah sekejap dalam supranatural.

ada lagi peristiwa teleportasi pada kisah nabi sulaiman. yang menurut riwayatnya seorang ahli al kitab yang diperintahkan oleh nabi sulaiman mampu memindahkan istana ratu bilqis dalam satu kedipan mata dari jarak yg begitu jauhnya.

Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi

lalu dengan apa kita bisa melakukan perjalan menembus dimensi itu ? dengan alam bawah sadar yang kita miliki kadang bisa melalui firasat dan mimpi atau saat meraga sukma / Astral Projection!

bila memang kecepatan cahaya itu 300.000 km/detik mampu menembus dimensi ruang dan waktu berarti dengan kecepatan itu pula kita bisa melihat masa depan!

Sebagai contoh seperti kata seorang ilmuwan
misalnya ada 2 anak kembar sebut saja namanya Dina dan Dino
suatu saat Dina dipisahkan dari Dino dan dibawa ke luar angkasa dengan pesawat kecepatan cahaya.Setelah 20 tahun Dina kembali ke bumi dan pada saat kembali umur Dina hanya bertambah 3 taun sedangkan umur Dino bertambah 20 taun.
Itu karena di pesawat dengan kecepatan cahaya waktu berjalan lebih lama dari waktu yg berjalan di bumi.
Ini yang dinamakan Time Paradox

sebenernya fenomena teleportasi di Indonesia itu udah ada, bahkan sebagian kecil masyarakat udah memanfaatkannya. Mungkin pernah denger, ada orang yang bisa pergi kemana aja hanya sekejap mata. Atau di beberapa kasus ditemukan benda di dalam tubuh, seperti paku, jarum, senjata tajam, batu, dll yang katanya "dikerjain" sama seseorang. Atau hal-hal "mistis" atau "gak masuk akal" lain yang berkenaan dengan pemindahan suatu benda dlm sekejap mata. Masyarakat Indonesia umumnya masih memandang hal tersebut itu aneh, mistis, gaib, gak masuk akal, pekerjaan jin, dsb. Coba deh, dipikirin lagi secara mendalam, bandingkan dengan hukum-hukum fisika, hal tsb akan dapat diterangkan secara ilmiah dan logis, walaupun masih dalam tataran hipotesis. Pada dasarnya fenomena-fenomena yang dapat "ditangkap" oleh indera manusia tidak terlepas dari hukum fisika. Sekarang tergantung kita, apakah mau memikirkan fenomena-fenomena yang terjadi di sekeliling kita. Masih banyak fenomena yang menunggu untuk kita pikirkan dan diterapkan menjadi sebuah TEKNOLOGI.
Dalam penciptaan langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.

Pi-One

Ini benaran bahasan fisika atau mestinya masuk ke bagian pesudo science?

botrezkii

errr... is this the same guy who tried to explain genie's existence using aether?
"Gravity is not a version of the truth. It is the truth. Anyone who doubts it is invited to jump out a tenth-storey window."

nate river

hidup itu seperti asimtot...
meski mustahil mencapai titik kesempurnaan, tapi kita akan selalu berusaha mendekati kesempurnaan....

Articvotra

Kutip dari: Pi-One pada September 18, 2010, 06:15:44 PM
Ini benaran bahasan fisika atau mestinya masuk ke bagian pesudo science?

ini gabungan antara supranatural dengan sains
Dalam penciptaan langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.

Articvotra

Kutip dari: botrezkii pada September 18, 2010, 06:25:19 PM
errr... is this the same guy who tried to explain genie's existence using aether?

yeah, i'm that guy :D
Dalam penciptaan langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.

botrezkii

serius deh, buat teori yang belum testable kayak gini gw rasa pantesnya masuk ke pseudoscience...
"Gravity is not a version of the truth. It is the truth. Anyone who doubts it is invited to jump out a tenth-storey window."

physicsfighter

masih bingung dengan hal2 seperti ini...

Articvotra

Kutip dari: botrezkii pada September 18, 2010, 07:25:49 PM
serius deh, buat teori yang belum testable kayak gini gw rasa pantesnya masuk ke pseudoscience...

pseudoscience itu apa ya? maklum saya disini masih baru
Dalam penciptaan langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.

neoarm23

Kutip dari: Articvotra pada September 18, 2010, 08:58:38 PM
Kutip dari: botrezkii pada September 18, 2010, 07:25:49 PM
serius deh, buat teori yang belum testable kayak gini gw rasa pantesnya masuk ke pseudoscience...

pseudoscience itu apa ya? maklum saya disini masih baru
sains kuno, macem ramalan, astrologi dsb.. ;D

botrezkii

Kutip dari: neoarm23 pada September 18, 2010, 09:07:19 PM
Kutip dari: Articvotra pada September 18, 2010, 08:58:38 PM
Kutip dari: botrezkii pada September 18, 2010, 07:25:49 PM
serius deh, buat teori yang belum testable kayak gini gw rasa pantesnya masuk ke pseudoscience...

pseudoscience itu apa ya? maklum saya disini masih baru
sains kuno, macem ramalan, astrologi dsb.. ;D

antara sains dan bukan lebih tepatnya ;D
"Gravity is not a version of the truth. It is the truth. Anyone who doubts it is invited to jump out a tenth-storey window."

neoarm23

Kutip dari: botrezkii pada September 18, 2010, 10:24:16 PM
antara sains dan bukan lebih tepatnya ;D
pseudo = semu
sains yang semu, sains bukan sains :o

faiqhr

klo bikin sendiri jadiin artikel aja,

Scorpion

hey aq punya rahasia, topik yang kita bahas disini adalah  berada 1 atau beberapa tingkat diatas sains yang kita pelajari atau kita tahu.  bagi yang menganggap ini pseudeo sains bisa jelasin tentang bending spoon psikokinetik gak?? itu nyata lo bkan sekedar trik ..