Forum Sains Indonesia

Ilmu Sosial => Sastra dan Budaya => Topik dimulai oleh: ytridyrevsielixetuls pada Juli 02, 2014, 09:58:29 PM

Judul: Catur Adalah Permainan Yang Tidak Bermanfaat / Berguna ?
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada Juli 02, 2014, 09:58:29 PM
mohon maaf kalau salah kamar, tapi kita disini membahas fenomena sosial yang ada kaitannya dengan seni yaitu permainan catur. jadi sepertinya nga salah kamar kan?  ^-^


Catur Adalah Permainan Yang Tidak Bermanfaat / Berguna ?


Mungkin judulnya terdengar ngigit  ^-^ bagi para penggemar catur dan mungkin beberapa di antara anda kaget karena saya pernah terlibat diskusi tentang catur sehingga kelihatannya saya ini penggemar catur. masak penggemar catur "menyerang" catur? bukannya mau menyerang. hanya saja berhubung saya ini Pemikir Kritis/Bebas, bagi saya nggak apa2 mengkritisi hal apa saja termasuk yang menjadi kegemaran sendiri. Saya ingin bertanya pendapat teman-teman ForSa apakah catur adalah permainan yang bermanfaat? Kalau iya apa manfaatnya? Berikut ini saya sampaikan sejumlah alasan mengapa catur dianggap permainan yang tidak bermanfaat :


Catur Hanya “Bermanfaat” Di Dalam Ruang Lingkupnya Sendiri

Cobalah anda perhatikan, selama ini catur tidak memberikan manfaat apapun kecuali dalam ruang lingkup catur itu sendiri? Memangnya apa manfaat catur dalam kehidupan? Adalah masalah nyata yang dapat diselesaikan dengan catur? Adakah kemajuan teknis atau moral yang terjadi akibat bermain cautur? Kalau iya apa? Turnamen catur? Itu bukan manfaat yang nyata melainkan ilusi. Itu adalah ajang para pemain/penggemar catur berkumpul dan bermain untuk memperebutkan hadiah.

Turnamen catur itu adalah suatu kegiatan yang tidak memberikan manfaat tapi diberikan hadiah bagi yang melakukannya paling baik sehingga mengesankan bahwa catur itu bermanfaat bagi kehidupan. Sekarang gini aja deh, permainan papan macam LUDO, ULAR TANGGA, CHECKER, MAHJONG, dan MONOPOLI itu apa manfaatnya bagi kehidupan? Tidak ada. Tapi kalau saya buat turnamennya jadi terkesan bermanfaat kan? Terus apa produktifitas dari itu semua? Tidak ada. Mereka yang mensponsori acara-acara catur harus mencari sumber pemasukan dari bidang lain yang memang produktif.

Catur berbeda daripada sepak-bola, tinju, dan renang yang tetap memberikan manfaat manakala anda mempelajarinya. Dengan olah-raga tubuh anda lebih sehat dan kuat. Lebih dari itu, anda bisa memanfaatkan kemampuan lari dan menghindar anda dalam sepak-bola manakala anda menemui bahaya, dikejar orang misalnya. Anda bisa menggunakan keahlian tinju anda manakala anda menghadapi seseorang yang ingin berbuat jahat pada anda. Anda bisa menggunakan keahlian renang untuk menyelamatkan diri atau orang lain dari banjir, mampu menyeberangi danau atau sungai. Artinya memang ada manfaat di luar turnamen. Jadi baik sepak-bola, tinju, dan renang memang memajukan/membangun manusia. Nah kalau catur, dimana manfaatnya? Hayoo!


Catur Mampu Mencitrakan Orang Malas Seolah-Olah Mereka Melakukan Hal Penting

Karena dengan bermain catur, logika dan intuisi anda dituntut untuk tajam dan akurat supaya bisa memenangkan permainan catur atau mencari jawaban atas masalah dalam catur. Tapi sekali lagi, yang dimenangkan tidaklah dalam ruang lingkup manapun kecuali catur itu sendiri. Dan yang terjawab adalah masalah dalam ruang lingkup catur itu sendiri. Dan seperti point sebelumnya, bahwa catur tidak memberikan manfaat apapun. Namun karena permainan catur itu adalah permainan strategi dan tak-tik, mengesankan bahwa menguasai catur itu hebat, padahal kalau cuma bermanfaat di dalam permainannya doank, yang apa hebatnya? Turnamen catur juga mengesankan bahwa orang yang sebenarnya tidak jenius menjadi kelihatan seperti jenius. Yang bikin catur itu terkesan hebat karena memang dikomersilkan.


Menguasai Catur Sebenarnya Tidak Menjadikan Anda Lebih Jenius

Sejenius-jeniusnya seorang pecatur, dia jenius bukan karena bermain catur. Bukan catur yang merangsang otaknya agar berpikir lebih logis atau rasional (kecuali, lagi, dalam ruang lingkup catur itu sendiri). Apakah para ilmuwan atau orang-orang dengan ide sainstis maupun sosial yang brilian itu benar-benar menciptakan/mendapatkan ide-ide itu karena hal-hal teknis dalam permainan catur? Kalau anda mau pinter Fisika ya belajar Fisika donk, bukannya main mahjong. Kalau anda ingin pinter strategi militer, ya belajar militer bukannya main catur. Mereka yang ingin hebat atau yang sudah hebat dalam Fisika atau strategi militer sebenarnya tidak perlu menguasai catur untuk menjadi pintar atau meningkatkan kepintarannya dalam Fisika dan strategi militer. Makanya dikatakan, menguasai catur sebenarnya tidak menjadikan anda lebih jenius. Ibarat ilmuwan yang menemukan mesin ini dan itu dan ia sebenarnya nggak perlu baca kitab berisi puisi spritiual. Artinya tanpa itupun ia tetap mampu menemukan mesin ini dan itu. Tidak percaya? suruh saja semua ahli catur untuk direkrut jadi ahli strategi militer. Cukupkah ilmu mereka kalau hanya bermodalkan keahlian catur?


Filosofi Dan Analogi Antara Catur Dan Perang Sebenarnya Dipaksakan (Dan Tidak Diperlukan)

Kata sebagian orang catur itu ibarat perang dan dengan entengnya mereka berani berkata bahwa menjadi ahli catur itu sama saja dengan ahli strategi militer. Ini argumen ngawur, memangnya perang di dunia nyata Cuma melibatkan 16 vs 16 unit tempur dengan jumlah profesi dan keahlian yang sama dan hanya meliputi 64 “region” saja dimana satu region hanya bisa diisi oleh satu unit?

Coba pikir, kenapa Putih harus jalan duluan? Dan kenapa hanya Prajurit (Pion) dan Ksatria Berkuda (Kuda) saja yang bisa melangkah pertama kali? Dalam perang kuno maupun modern, hal-hal yang jauh lebih kompleks dilakukan ketika mulai berperang. Apakah permainan catur benar-benar cocok dianalogikan dengan perang yang sesungguhnya? Bahkan zaman primitif, zaman perang dunia I dan II, terorisme, perang salib, dsb nggak ada satupun yang benar-benar persis atau bahkan mendekati permainan catur. Kalau ada Raja musuh di dekat saya, ya pasti saya sandera donk kalau memang saya ini Kesatria Berkuda. Masak saya nggak bisa nyerang Raja cuma karena ini bukan giliran saya atau terbatas oleh pergerakan huruf L atau eh itu illegal move ?

Baik filosofi maupun analogi catur yang dikait-kaitkan dengan perang yang sesungguhnya sebenarnya adalah filosofi dan analogi yang dipaksakan. Menurut anda, apakah permainan Monopoli itu benar-benar menggambarkan kehidupan ekonomi dalam suatu negara? Apakah segampang itu bangun ini bangun ini terus pake nyangkul kartu secara acak dapat kebijakan tertentu? Yang bener aja!

Kita mungkin bisa berkata, “Kalau ingin tahu motivasi atau modus kriminal, maka balikkan papan catur dan berpikirlah seperti lawan. Keuntungan apa yang didapat dengan melakukan ini dan itu...” ya benar, catur memang bisa dijadikan analogi atau filosofi manakala kita ingin tahu motivasi atau modus kriminal, tapi itu bukan berarti catur yang membeberkan alasan atau petunjuk teknis tentang apa motivasi dan modus suatu kriminal kan? Itu seperti kata-kata intuitif yang hanya menggambarkan kondisi kita dalam bentuk lain yang sebenarnya tidak kita perlukan. Semua detektif dan intelijen juga selalu berpikir dua arah, bahkan berpikir dari semua sudut pandang. Polisi bisa berpikir seperti maling dan maling bisa berpikir seperti polisi. Dan kesadaran untuk berpikir seperti itu tidak perlu (bahkan jarang didapatkan dengan) membawa-bawa analogi atau filosofi catur. Tak perlu dinasehati dengan membawa-bawa catur, karena memang kebanyakan manusia selalu berpikir dua arah manakala mereka menemukan suatu kasus.


Ya segitu dulu argumen saya. tolong jangan anggap topik ini cuma sebagai serangan saja melainkan sebagai diskusi sehat supaya pikiran kita lebih terbuka dan kritis dalam menilai sesuatu.
jelas tidak semua orang setuju dengan saja dan setiap orang punya opininya sendiri2 tentang manfaat catur.
dan berhubung saya bukan diktator saya ingin dengar opini anda.
so what do you think ?  ;)
Judul: Re:Catur Adalah Permainan Yang Tidak Bermanfaat / Berguna ?
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada Juli 02, 2014, 11:05:28 PM
baca tulisan gini bikin saya ketawa sampe ngakak ;D tapi ada benernya juga!! bahkan menurut saya, analisa anda brilian!
meski saya penggemar catur saya setuju bahwa catur hanyalah permainan papan.
tapi, saya pikir serius dalam catur selama tidak merugikan siapa-siapa mah gapapa. turnamen catur memang bentuk penghargaan pada penggemar permainan ini. soal bermanfaat atau tidak, menurut saya lebih ke faktor psikologis. misalnya bisa menghilangkan kebosanan atau rasanya menyenangkan kalau sedang melakukan analisa catur apalagi pakai ilustrasi komputer. alasan teknis nga ada. jadi kalau manfaat itu sifatnya subjektif dan hanya berlaku dalam ruang lingkup catur saja sama seperti Monopoli, Mahjong, main kartu domino. itu memang tidak memberikan kegunaan teknis dalam kehidupan. dan buat saya sendiri, main catur memang tidak bikin saya tambah jenius, tidak meningkatkan kemampuan bertahan hidup, dan tidak menyelesaikan persoalan.
Judul: Re:Catur Adalah Permainan Yang Tidak Bermanfaat / Berguna ?
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada Juli 03, 2014, 04:55:09 AM
Catur ya? Belum mau komentar apa-apa, cuma sekedar ngasih link ini aja just for fun only  ^-^ :
http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/TabletopGame/Chess