Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Januari 21, 2021, 05:25:42 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139618
  • Total Topik: 10381
  • Online Today: 301
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 29
Total: 29

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!  (Dibaca 18854 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline __________

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 155
  • IQ: 110
  • Which Witch Switches Switched Witch ?
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #30 pada: April 21, 2012, 01:07:30 PM »
di halaman pertama semua orang tidak setuju dengan jam karet.
ada yang bilang sebel, ada yang bilang menyebalkan, ada yang bilang ngeselin, ada yang bilang tidak menghargai kedisiplinan waktu, ada yg bilang lebih banyak negatifnya, dsb...

di halaman kedua fokus ke sekolah/kampus/institusi pendidikan.
tapi hingga sekarang saya belum dengar ada yang mengatakan dampak negatif dari jam ngaret di kalangan guru dan dosen. dan fakta di lapangan, ketidakdisiplinan mereka ini sepertinya menjadi anak emas.

saya yakin setiap anda sekolah, selalu saja ada guru yang curhat betapa menderitanya hidup mereka dan betapa besarnya pengorbanan mereka, so simpati terhadap mereka akan mengalahkan sikap kritis anda (bolehj saja bersimpati asal perilakunya juga adil dan peka juga pada perasaan siswa jangan selfish dan cuma berharap siswa yang mengerti dirinya saja).

tapi apa mau dikata, kalaupun anda kritik/protes anda akan diinjak-injak, sudah bukan rahasia lagi. mengadukan pihak berwenang/lebih berkuasa atau mengungkapkan kesalahan mereka alamat kehancuran anda sendiri.
biasanya siswa/mahasiswa yang kritis pada kebijakan sekolah/kampus akan dihambat kemajuan prestasinya.... so jangan menyalahkan siswa/mahasiswa yang tidak berani kritik.

tapi giliran guru yang yang merasakan ketidakadilan dari pihak yang lebih berkuasa, mereka bisa memobilisasi siswa untuk demo.

the lower your rank is, the easier you are to be used to fulfill powerful people's goals!
and also the easier you are to be oppressed by them when you criticize their mistakes.

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • IQ: 38
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #31 pada: April 24, 2012, 05:18:50 AM »
setiap keterlambatan pasti ada alasannya. walaupun mungkin tidak semua memiliki alasan yang sejujurnya atau cuma ngeles. tapi saya ga mau muluk2 tentang pandangan yang "menyerang", tetapi tiap org bebas mengemukakan pendapat. tinggal penilaian org2 saja. ;D
i adore your intelligence

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.000
  • IQ: 32
  • Gender: Pria
  • 私は理科を大好き
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #32 pada: Oktober 18, 2014, 12:39:30 PM »
tapi apa mau dikata, kalaupun anda kritik/protes anda akan diinjak-injak, sudah bukan rahasia lagi. mengadukan pihak berwenang/lebih berkuasa atau mengungkapkan kesalahan mereka alamat kehancuran anda sendiri.
biasanya siswa/mahasiswa yang kritis pada kebijakan sekolah/kampus akan dihambat kemajuan prestasinya.... so jangan menyalahkan siswa/mahasiswa yang tidak berani kritik.

Jadi inget temen kuliahku dulu pernah cerita kalau dia telat di suatu mata kuliah yang dosennya sendiri juga sering telat. Dia disindir si dosen, "Ini sudah jam berapa?" terus jawab kalau si dosen itu juga sering telat. Alhasil dia malah dimarahi si dosen, dikasih nilai E, dan kebetulan waktu skripsi dosen tersebut yang jadi pembimbingnya, dia dicuekin terus oleh si dosen meskipun udah minta maaf berkali-kali.  :(
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Offline __________

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 155
  • IQ: 110
  • Which Witch Switches Switched Witch ?
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #33 pada: November 02, 2014, 06:15:24 AM »
dosennya terlalu sensitif. kasihan sekali di mahasiswa padahal yang bayar siapa.
disiplin kerja kan juga meliputi kerjaan sebagai dosen, masak iya dosen nga boleh dikritik? padahal kritiknya membangun.
saya pikir setiap manusia punya sisi sensitifnya sendiri-sendiri sehingga mereka yang sensitif sekolah dan kuliah kalo dikritik maka dianggap menyerang. nggak peduli apa itu kritik yang membangun atau nggak, ngasih solusi atau nggak.
sehingga ada yang kesentil ketika suatu hal dikritik tapi ada juga yang tidak perduli...
di kritik saya jelas kritik yang membangun dan memberikan solusi seperti beberapa kritik yang lain. bahasa tidak mencaci-maki.
kalau saya kritik pemain sepak bola atau sopir angkot Indonesia dengan gaya bahasa yang sama, siapa yang merasa kesentil?
so, soal tersinggung apa nggak, ini masalah sensitifitas.

Offline nʇǝʌ∀

  • 🆈🆄🆁🅸 🅻🅾🆅🅴🆁
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 505
  • IQ: 232
  • Gender: Pria
  • ɐɯɐs ɥɐlɐpɐ uɐʇɐlǝS uɐp ɐɹɐʇ∩
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #34 pada: Desember 10, 2014, 01:14:37 AM »
baru sekarang pingin reply...
menurut saya itu ketika sisi sensitif atau ego seseorang disinggung atau disentil, disitu tempramennya cenderung cepat naik. dan umumnya, seseorang yang ego atau sisi sensitifnya disentil memang lebih cenderung merespon negatif yang menyentil ego/sisi sensitifnya itu. dan setiap orang berbeda-beda.

semisal, ada orang yang tidak tersinggung ketika ada teori-teori sains mainstream dikritik orang lain, bahkan ketika orang lain itu bawa-bawa agama sebagai motif/landasan. biasa aja. tapi ketika institusi pendidikan macam sekolah dan universitas dan juga oknum-oknumnya seperti guru, dosen dikritik, dia langsung tersinggung dan menganggap setiap kritik terhadap institusi pendidikan dan pengajarnya sebagai serangan, tak perduli pada solusi maupun motif yang disodorkan oleh pengkritik.

tapi ada juga orang yang tidak tersinggung ketika institusi pendidikan dan pengajarnya dikritik. bahkan dia nggak perduli meskipun yang mengkritik itu menggunakan bahasa vulgar. tapi sangat cepat marah melihat orang mengkritik teori2 sains mainstream seperti teori evolusi dan hukum kekekalan energi. terlebih ketika orang yg mengkritik itu memiliki motif/landasan iman.

seringkali kita punya alasan mengapa kita pantas tersinggung dan mati-matian membela suatu hal atau idealisme atau prinsip yang dikritik orang lain sehingga kita menganggap sikap apatis tidak lebih baik. kita menganggap kepedulian kita yg lebih baik. tapi sebetulnya, kita sama saja dengan mereka yang apatis. semua itu tergantung seberapa sensitif dan egois kah kita dalam meninggikan suatu hal atau idealisme atau prinsip.

siapa yang peduli pada HAM ? kalau ada HAM orang dilanggar, siapa yang merasa kesentil? tapi HAM yang mana dulu? ya ujung-ujungnya ada prioritas, pilih-pilih, dll.... tidak semua pejuang HAM punya kesepakatan kasus pelanggaran HAM mana yg paling buruk dan paling pantas dipedulikan. dan tidak semua pejuang HAM punya definisi yang sama tentang pelanggaran HAM. dan tidak semua pejuang HAM punya penilaian yang sama seberapa bahaya atau bermanfaat kah ketika suatu kasus terkait HAM dipersoalkan. dan siapa saja yang berhak mengklaim sebagai pejuang HAM? lagi-lagi, tidak semua orang punya jawaban sama.


« Edit Terakhir: Desember 10, 2014, 01:16:43 AM oleh nʇǝʌ∀ »
                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
 > (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.000
  • IQ: 32
  • Gender: Pria
  • 私は理科を大好き
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #35 pada: September 09, 2016, 02:11:21 AM »
siapa yang peduli pada HAM ? kalau ada HAM orang dilanggar, siapa yang merasa kesentil? tapi HAM yang mana dulu? ya ujung-ujungnya ada prioritas, pilih-pilih, dll.... tidak semua pejuang HAM punya kesepakatan kasus pelanggaran HAM mana yg paling buruk dan paling pantas dipedulikan. dan tidak semua pejuang HAM punya definisi yang sama tentang pelanggaran HAM. dan tidak semua pejuang HAM punya penilaian yang sama seberapa bahaya atau bermanfaat kah ketika suatu kasus terkait HAM dipersoalkan. dan siapa saja yang berhak mengklaim sebagai pejuang HAM? lagi-lagi, tidak semua orang punya jawaban sama.
Jadi inget kasus yang sering terjadi belakangan ini: Guru menghukum siswa dengan hukuman ringan, siswa melapor, guru dipenjara. Sebenarnya siapa yang dibela oleh para pembela HAM?

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
14 Jawaban
14487 Dilihat
Tulisan terakhir September 14, 2016, 02:23:07 AM
oleh Monox D. I-Fly
4 Jawaban
7412 Dilihat
Tulisan terakhir September 25, 2008, 09:29:05 PM
oleh skuler
1 Jawaban
5602 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2016, 01:42:49 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1949 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 20, 2013, 07:53:02 AM
oleh hcpwilita
0 Jawaban
498 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 08, 2017, 12:19:06 AM
oleh ashanikolaus